• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data yang telah berhasil digali, dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan penelitian, harus diusahakan kemantapan dan kebenarannya. Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk mendukung derajat kebenarannya yang disebut validitas data. Setiap peneliti harus bisa memilih cara-cara untuk dapat mengembangkan validitas data yang diperoleh karena data-data yang telah dikumpulkan harus diusahakan kebenarannya atau keabsahannya sehingga dapat dipertanggung-jawabkan. Cara yang ditempuh untuk mengembangkan validitas data dalam penelitian ini adalah dengan teknik triangulasi.

“Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Lexy J. Moleong (2001:178). Teknik ini lebih mengutamakan efektivitas proses dan hasil yang diinginkan sehingga triangulasi dapat dilakukan dengan menguji apakah proses dan hasil metode yang digunakan sudah berjalan baik. Menurut Patton yang dikutip oleh H. B. Sutopo (2002: 78) menyatakan bahwa : “ada empat macam teknik triangulasi, yaitu (1) triangulasi data (data triangulation), (2) triangulasi peneliti (investigator triangulation), (3) triangulasi metodologis (methodological triangulation), (4)

triangulasi teoritis (theoretical triangulation)”. Penjelasan masing-masing teknik

triangulasi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Triangulasi Sumber atau Triangulasi Data

Triangulasi ini dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber data yang berbeda untuk menggali data yang sejenis. Artinya, data yang sama atau sejenis akan lebih mantap kebenarannya bila digali dari berbagai sumber data yang berbeda. Hal ini dimaksudkan untuk membandingkan dan mengecek derajat kepercayaan atas informasi yang diperoleh melalui alat dan waktu yang berbeda. Triangulasi sumber ini dapat dilakukan dengan cara :

1) Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara. 2) Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa

yang dikatakannya secara pribadi.

3) Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatannya sepanjang waktu.

4) Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan; 5) Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang

berkaitan (Lexy J. Moleong. 2000: 178). 2. Triangulasi Metode

Triangulasi metode dilakukan dengan mengumpulkan data sejenis dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda. Teknik ini lebih menekankan pada penggunaan teknik pengumpulan data yang berbeda untuk menguji kemantapan informasi dari sumber data. Dengan menggunakan metode yang berbeda untuk suatu informasi yang sama, peneliti dapat menarik kesimpulan atas data yang digali secara lebih mantap. 3. Triangulasi Peneliti

Teknik ini dilakukan dengan memanfaatkan peneliti lain untuk mengecek kembali derajat kepercayaan data sehingga pada akhirnya nanti dapat lebih memantapkan hasil penelitian. Jadi teknik ini menggunakan beberapa penelitia untuk mengumpulkan data yang sejenis.

4. Triangulasi Teori

Triangulasi teori dilakukan dengan menggunakan pandangan lebih dari satu teori dalam membahas permasalahan yang dikaji dari beberapa perspektif yang digunakan dapat diperoleh pandangan yang lebih lengkap, tidak hanya sepihak, sehingga bisa dianalisis dan ditarik kesimpulan yang lebih utuh dan menyeluruh. Jadi topik yang dibahas sama tetapi analisisnya menggunakan beberapa perspektif teoritis yang berbeda.

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik triangulasi sumber dilakukan dengan cara menggunakan beberapa sumber data dalam menggali data yang sejenis. Artinya, data yang ada di lapangan diambil dari beberapa sumber obyek penelitian yang berbeda. Dengan demikian apa yang diperoleh dari sumber yang satu, bisa lebih teruji kebenarannya bilamana dibandingkan dengan data sejenis yang diperoleh dari sumber lain yang berbeda. Dalam penelitian ini, triangulasi data yang digunakan oleh peneliti untuk mencari

commit to user

Sedangkan untuk teknik triangulasi metode dilakukan dengan cara mengumpulkan data sejenis dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda. Dalam hal ini, peneliti menggunakan teknik/ metode yang berbeda yaitu dilakukan dengan cara membandingkan antara hasil wawancara dengan narasumber yang mengetahui tentang strategi pengembangan usaha simpan pinjam pada KUD dengan sumber data hasil pengamatan peneliti di lokasi penelitian. Selain itu, peneliti juga membandingkannya dengan isi dokumen yang peneliti peroleh dari kantor KUD Mojosongo. Dari tiga data yang diperoleh lewat beberapa teknik pengumpulan data yang berbeda tersebut hasilnya dibandingkan dan dapat ditarik kesimpulan yang lebih kuat validitasnya.

G. Analisis Data

Analisis data adalah proses urut-urutan data dengan mengorganisasikan data ke dalam suatu pola, kategori dari satuan urutan uraian dasar. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pola penelitian induktif yang diolah dengan menggunakan teknik saling terjalin atas interaktif mengalir. Teknik interaktif mengalir yaitu model analisis yang menyatu dengan proses pengumpulan data dalam suatu rangkaian tertentu atau merupakan suatu siklus. Proses analisis interaktif meliputi empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.

Proses analisis data dalam penelitian kualitatif ini adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan Data

Langkah pertama dalam analisis data penelitian ini adalah pengumpulan data. Pengumpulan data ini dilakukan selama data yang diperoleh belum memadai dan akan dihentikan apabila data yang diperlukan telah memadai dalam penarikan suatu kesimpulan. Adapun data-data yang diperlukan adalah data-data yang berkaitan dengan strategi pengembangan usaha simpan pinjam di KUD Mojosongo. Data-data tersebut dapat diperoleh dari beberapa sumber, antara lain dari para informan baik itu pegawai

maupun anggota KUD serta dari sumber-sumber tertulis seperti dokumen, buku-buku, laporan keuangan KUD dan sebagainya.

2. Reduksi Data

Data Dari berbagai sumber yang tidak bisa disajikan secara langsung perlu dipelajari dan ditelaah kembali oleh peneliti agar dapat direduksi untuk dapat disajikan. Reduksi data merupakan penyusunan rumusan pengertian yang merupakan inti pemahaman dan peristiwa yang dikaji oleh peneliti. Reduksi data akan memperjelas hasil pengamatan dan memudahkan peneliti untuk menarik kesimpulan pada akhir penelitian. Reduksi data ini berlangsung terus-menerus sampai tersusunnya laporan akhir secara lengkap. 3. Penyajian Data

Penyajian data merupakan kegiatan peneliti setelah mereduksi data meskipun ada beberapa data yang langsung dapat disajikan setelah data-data tersebut terkumpul. Penyajian data ini berupa kegiatan mengorganisasikan data secara logis dan sistematis sehingga dapat menggambarkan peristiwa secara jelas. Penyajian data berisi kumpulan informasi yang memungkinkan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data dapat berbentuk sketsa, sinopsis, matriks atau bentuk-bentuk lain yang dapat memudahkan upaya pemaparan dan penarikan kesimpulan.

4. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi

Peneliti biasanya melakukan penarikan kesimpulan setelah pengumpulan data selesai dilakukan berdasarkan rumusan di dalam reduksi data dan sajian data. Penyajian data tersebut dapat digunakan untuk menarik kesimpulan sementara. Apabila rumusan data dalam reduksi data dirasakan kurang mantap maka peneliti dapat mengumpulkan data lagi untuk melengkapi data yang telah terkumpul agar kesimpulan lebih mantap.

commit to user

Untuk lebih jelasnya berikut ini peneliti sajikan skema model analisis interaktif.

Gambar 2. Model Analisis Interaktif Data Sumber : H. B. Sutopo (2002/06)

H. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian merupakan tahapan-tahapan yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian dari awal hingga akhir penelitian. Penyusunan prosedur penelitian yang sistematis bermanfaat untuk mencapai hasil sesuai dengan yang diinginkan. Tahap-tahap yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Tahap Persiapan Lapangan

Tahap ini merupakan tahap persiapan yang dilakukan oleh peneliti sebelum peneliti terjun ke lapangan. Kegiatan-kegiatan pada tahap ini meluputi penyusunan rancangan penelitian (proposal penelitian), pemilihan tempat penelitian, pengurusan ijin penelitian, penjajakan lapangan dan penyiapan perlengkapan penelitian, seperti alat-alat tulis, perlengkapan, kamera dan lain sebagainya.

Pengumpulan data

Pengumpulan

data Sajian data

Penarikan Simpulan/Verifikasi

2. Tahap Pengumpulan Data

Tahap ini meliputi berbagai aktivitas yang ada di lapangan untuk memahami latar penelitian, mengumpulkan dan menggali data yang relevan dengan tujuan penelitian. Dalam melaksanakan pengumpulan data ini peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu (1) pengamatan (observasi), (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Ketiga teknik tersebut digunakan untuk melengkapi teknik pengumpulan data satu dengan yang lain, sehingga data yang dikumpulkan dapat membantu dalam memecahkan permasalahan penelitian karena data yang dikumpulkan lengkap dan valid. 3. Tahap Analisis Data Awal

Analisis data awal dilakukan untuk mengetahui apakah data yang telah dikumpulkan tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga dapat diketahui mana data-data yang diperlukan dan data-data yang tidak diperlukan. Hal ini dilakukan agar data yang sangat diperlukan dapat terpisah dari data yang tidak begitu diperlukan.

4. Tahap Analisis Data Akhir

Analisis data akhir adalah analisis keseluruhan data yang diperoleh dalam pengumpulan data yang diperlukan dapat terpisah dari data yang tidak terlalu diperlukan untuk mendukung tujuan penelitian. Karena data ini sudah dianalisis awal, maka merupakan data yang valid. Setelah tahap analisis data selesai, maka dapat ditarik kesimpulan tentang permasalahan yang sedang diteliti.

5. Tahap Penarikan Kesimpulan

Setelah semua data dianalisis dengan teknis analisis yang sesuai dengan penelitian kualitatif, tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi dari apa yang dihasilkan dari data tersebut. Penarikan kesimpulan harus didasarkan pada tujuan penelitian yang didukung oleh data

commit to user