• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diffusion of Innovations over time

Matriks 4.2.1.3 Informan late adopter

4.2.3 Pengaruh Karakteristik Inovasi

4.2.3.3. Complexity (tingkat kerumitan) dalam menggunakan Air Rahmat

Dari hasil wawancara dengan semua informan ternyata dalam menggunakan Air RahMat tidak terdapat tingkat kerumitan yang berarti, hal ini dilihat pada matriks berikut :

Matriks 4.2.3.3

Informasi tentang tingkat kerumitan dalam menggunakan Air RahMat. Informan Pernyataan Kelompok “early adopter”

1. Gak rumitlah Mbak, buktinya anakku yang nomor 2 itu yang tugasnya mengolah Air Rahmat di rumah, kalu udah abis, Susi tinggal bilang "Mas" maka teruslah dia buat tu Mbak.

2. Selain itu mungkin juga karena mudah ya membuatnya, cukup teteskan sesuai ukuran, kocok dan tunggu 30 menit, gak rumit bu, anak saya yang SMP sudah bisa melakukannya sendiri.

3. Praktis bu Den, kebetulan air di rumah saya tidak bermasalah, sesuailah yang dianjurkan air kami jernih walaupun sumur bor, rata-rata di Nelayan Indah ini sumur bornya jernih semua, tetapi tetap saya endapkan dulu bu, kami punya tong biru itu tempat air yang untuk minum dan keperluan dapar, setelah diendapkan dari airnya saya taruh di galon saya tuangkan air RahMat sesuai ukuran, saya kocok tinggal tunggu 30 menit dah siap di minum. Memang mula-mula kita harus teliti, tapi lama kelamaan udah mudah kok buatnya.

Kelompok “middle adopter”

4. Oh .. praktisnya juga Bu Den, buat air minum banyak-banyakpun gampang, tinggal tetes Air RahMat sesuai ukuran air yang kita inginkan.

Banyak kegiatan bu Den selama ikut komite, banyak pengalaman terutama pengalaman di bidang kesehatan.

5. Buatnya gampang Mbak, bisa di bilang itu praktis ya, saya kan udah pakai air PDAM, jadi yang tinggal tampung di galon, teteskan 20 L untuk 1 galon, terus saya kocok supaya merata, tinggal tunggu 30 menit, dah bereskan Mbak.

6. yang paling penting gak rumit buatnya, Kelompok “late adopter”

7. Sebenarnya gak rumitnya Mbak Den, buktinya bisanya saya membuat Air RahMat, kalau posyandukan saya yang buat.

8. Coba di rumah, 2 liter aja (diteko plastik) itu ku teteslah kak Den, terus udah di tunggu 30 menit, kayaknya gak rumitlah kak, apalagi kalau kita baca aturan pakainya, gampang kok kak..

9. Gak lah, ku liat ya orang pada gak mau pakai, bukan karena itu tapi karena baunya itu kayak bau kaporit.

Matriks diatas menggambarkan semua informasi tentang tingkat kerumitan dalam menggunakan Air RahMat oleh semua informan, bahwa tidak terdapat kerumitan dalam menggunakan Air RahMat. Semua informan mengatakan bahwa menggunakan Air RahMat sangat mudah (praktis), teteskan Air RahMat sesuai ukuran, kocok 30 detik dan diamkan 30 menit, setelah itu air siap untuk dikonsumsi. Pengakuan Informan tidak perlu waktu lama untuk mempelajari penggunaan Air Rahmat, bahkan anak-anak, dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah bisa mengolah Air Rahmat untuk keperluan sehari-hari.

4.2.3.4. Triability (diuji cobakan).

Suatu inovasi harus dapat diujicobakan dan harus mampu menunjukkan keunggulannya agar dapat mempercepat proses inovasi. Dari hasil wawancara seluruh informan mengatakan mereka melakukan ujicoba terlebih dahulu, lebih jelas dapat dilihat pada matriks berikut :

Matriks 4.2.3.4

Informasi tentang tingkat triabilitas (ujicoba) dalam menggunakan Air RahMat.

Informan Pernyataan Kelompok “early adopter”

1. Sampai saat ini diposyandu tetap kita buat Air RahMat, agar masyarakat yang datang ke posyandu dapat mencicipi dulu (untuk uji coba), gak dipaksa harus beli, itu juga kayaknya bisa buat orang menjadi tertarik ya Mbak, teruskan aju mobil Air RahMat itu, masyarakat bisa ambil 1 galon air gratis, sehingga ini juga merupakan uji coba buat mereka.

2. Dalam sosialisasi selalu tidak kita paksakan membeli tapi kita ajak masyarakat untuk mencicipi dulu, coba dulu kalau mereka merasa cocok pasti mereka mau menggunakan Air RahMat di rumah, setiap kegiatan kita selalu menyediakan untuk “wet sampling”.

3. Kayaknya gak ada paksaankan bu, kalau orang baru nyoba terus dia gak mau pake lagi ya udah gak ada yang marah. Diposyandu-posyandu tetap kita sediakan biar mereka merasakan dulu, kalau anak-anak peserta posyandu santai aja mereka minum.

Kelompok “middle adopter”

4. Kalau saya uji cobanya lama Mbak, sampai saya benar-benar yakin baru saya pakai, teman-teman di komitepun gak terlalu memaksa, sehingga saya pakai Air RahMat karena kemauan saya sendiri.

5. Saya tetap keliling saya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mencicipi dulu Air RahMatnya baru beli, kadang saya ambil air saya dari rumah, saya kasih untuk di coba dulu, kadang ada sachet gratis yang dari Pak Eka, saya bagikan agar mereka bisa mencoba sendiri di rumah.

6. Biar orang lain atau masyarakat lain mau pakai Air RahMat ya saya kasih untuk mereka coba sendiri di rumah, mobil Air Rahmat kemaren tupun Mbak, kan supaya mereka coba dulu Air Rahmatnya.

Kelompok “late adopter”

7. Pernah dulu coba, tapi kata suami dan anak-anak baunya terasa kali kali kaporit, jadi gak mau mereka minumnya, "mak bau kali air minum kita ini", itulah kata mereka, terus saya pun gak mau coba lagi, udah ada 3 x buat, mereka ngomel aja, tetap gak mau minum.

8. Coba di rumah, 2 liter aja (diteko plastik) begitu mamak minum, di bilangnya kok bau, terus adik minum, gitu juga di bilangnya, uh ... kok bauya air minum ini?, jadi gak jadilah Kak, tinggal ganti lagi airmya, gak ada yang marah kok, kalau gak pakai Air RahMat.

9. Coba juga dirumah, karena anak-anak pada gak mau, ya gak pakai lagi, kata mereka bau kaporit..

Dari matriks diatas ternyata sebelum memutuskan untuk menggunakan Air RahMat, semua mencoba dulu, jika tidak ada kesesuaian mereka langsung melakukan hal yang biasa mereka lakukan untuk mendapatkan air minum, tidak ada ada keterikatan, hal ini jelas terlihat pada kelompok late adopter, sudah mencoba terlebih dahulu dan tidak adanya keterikatan sehingga mereka memutuskan untuk tidak menggunakan Air RahMat.

4.2.3.5.Observability (dapat dilihat).

Dari hasil wawancara seluruh informan mengatakan mereka telah dapat melihat dan mengamati hasil dari menggunakan Air RahMat, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada matriks berikut :

Matriks 4.2.3.5

Informasi tentang bagaimana hasil (dilihat) dalam menggunakan Air RahMat.

Informan Pernyataan

Kelompok “early adopter”

1. Mungkin ini Mbak, kalau untuk di masyarakat kan Mbak udah ada izin DepKes-nya, sama halalnya, kalau udah ada itu, masyarakat dah gak curiga lagi Mbak, jadi mereka lihat ini produk yang baik. Pengalaman saya kan Mbak, wadah tempat air minum kita bersih, gak ada tumbuh lumut-lumut, gitu Mbak. Yang sakit gatal-gatal kalau dimandiin pakai Air RahMat, sembuh Mbak, karena udah ngeliat hasilnya sendiri, makanya terus pakai Air RahMat karena banyak manfaat yang sudah terbukti. Tidak ada perubahan warna air setelah di tetesi Air RahMat.

2. Hasilnya ada perbedaan kita bisa kita lihat, kalau Isi ulang ya Bu den, kadang-kadang mau tu tumbuh uget-uget atau kayak ulat-ulat kecil, dari situ saja kan bisa kita liat bahwa air isi ulang itu belum tentu steril, kalau pake

Air RahMat, galon lebih bersih ya. Teruskan bu Den, gak ada perubahan warna air kami, tetap bening kok.

Oh ya Bu Deni, satu lagi, saya kan aktif juga di MLM (Air OXY), jadi kebetulan saya punya alat tes tingkat kejernihan air dan kadar kekotoran air. Jadi saya iseng-iseng saya teslah Air RahMat, Isi Ulang dan Air Aqua, ternyata hasilnya lebih bagus Air RahMat, semenjak itu ya saya tambah yakin bu sama Air RahMat.

3. Itu Bu Deni, air kami tetap jernih, gak ada perubahan warna, galon-galon saya itu gak pernah berlendir, bersih, memang setiap kali mau membuat Air RahMat saya cuci bersih dulu, di tambah pakai Air RahMat lagi jadi yang bersih, gak pernah ada tumbuh lumut-lumut bu Den. Itulah bu yang saya rasakan selama kami sekeluarga mengkonsumsi Air RahMat. Satu lagi Bu Den, saat ini kan saya lagi coba-coba membuat pupuk kompos, jadi kemaren saya buat percobaan, 1 adonan sampah saya pakai air yang sudah diolah dengan Air RahMat, hasil saya periksakan ke laboratorium sekolah pengolahan sampah, ternyata kadar npk-nya bagus Bu Deni, dan ini sangat baik untuk tanaman.

Kelompok “middle adopter”

4. Saya rasakan, semenjak pakai Air RahMat, gak diare, kalau anak-anak main di kanal sama kawan-kawannya, pulang kerumah langsung di suruh mandi pakai Air RahMat, karena udah saya buktikan setelah main di kanal dan mandi pakai Air RahMat, malamnya mereka gak garuk-garuk lagi alias gatal-gatal, gallon bersih walaupun tiap buat air selalu saya bersihkan.

5. Aa.. ada juga Bu Den, tukang jual air buah, dia bilang kalau pakai Air RahMat, tempat jualan bekas buah itu gak cepat berlendir, biasanya cepat kali. Kalau masak nasi, nasinya putih, enak lagi Bu Den.Satu lagi banyak kegiatan bu Den selama ikut komite, banyak pengalaman terutama pengalaman di bidang kesehatan.

6. Kalau misalnya kita banyak kegiatan atau sedang mengapai-ngapai kita lalai gitukan, tiba-tiba udah gak ada airu minum, waduh .. kalang kabut terpaksa minum air panas ha . ha . ha., itulah kalau kita masak, melepuh lidah tu, tapi kalau pakai Air RahMat kan tetap dingin, jadi lidah kita gak sakit. Ada juga yang jualan buah di rel bawah itu, katanya kalau buahnya di cuci pakai Air RahMat gak cepat berlendir, kalau gak pakai jam 3 atau jam 4 sore dahlah tu berlendir.

A a disitulah itu gak enaknya kita, sekarang ni udah dalam 1 tahun ini dari setahun yang lewat saya pakai Air RahMat.

Kelompok “late adopter”

7. Udah awak liat juga Mbak Den, hemat-nya, tapi karena tadi itu Mbak, Suami yang lebih suka ngurusi air minum, jadi ya mau bilang apa, ntah kayak mana mau ngerubah suami

8. Karena dilingkungan ditempat kami gak ada yang pakai, apalagi saudara-saudaraku gak ada yang pakai, jadi akukan kak gak pernah membandingkan. 9. Mau juga aku coba nanti Den, karena hemat-nya, dah ku liat juga di sini

banyak yang pakai, memang hemat kali kata orang itu Den, mau juga lah, nanti kalau udah beli galon, karena galonku kemaren pecah.

Dari matriks diatas ternyata informan dari kelompok early dan middle

adopter, sudah melihat hasil-hasil yang mereka rasakan dalam menggunakan Air

RahMat, begitu juga dalam mensosialisasikan Air RahMat kepada masyarakat lainnya, mereka juga memperlihatkan hasil-hasil yang mereka rasakan, sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung kelebihan dan keuntungan memakai Air RahMat, pada kelompok early dan middle adopter adalah sebagai berikut : 1. Informan 1 melihat langsung anak keduanya tidak lagi mengalami diare,

beberapa anak informan khususnya yang berada di Nelayan Indah, kulitnya tidak lagi mengalami kudisan sehabis main di kanal karena dimandikan pakai air yang diolah dengan Air RahMat (peningkatan kesehatan), wadah air minum gak tumbuh lumut, bersih, pendapat yang sama juga dilontarkan oleh informan 2 dan 3. Kemudian adanya lebel Depkes dan halal dari MUI merupakan penguat untuk mempergunakan Air RahMat.

2. Informan 2 melakukan pengetesan tingkat kejernihan dan kekotoran air dengan mempergunakan alat tes yang ada, hasilnya air yang diolah dengan Air RahMat sangat bagus (paling kecil tingkat kekotorannya) di bandingkan air mineral dan air isi ulang, sehingga informan semakin percaya dan terus mempergunakan Air RahMat.

3. Informan 3 mendapat nilai tambah dari menggunakan Air RahMat, saat ini informan sedang mengembangkan pembuatan pupuk kompos dari sisa-sisa makanan dan sampah organik, ternyata kompos yang diolah dengan air yang menggunakan Air RahMat, mengandung kadar npk28 yang bagus.

4. Informan 5 juga mendapatkan hal yang bisa dilihat langsung, informan ini mempergunakan air yang diolah dengan Air RahMat pada saat memasak nasi pakai raskin29, hasilnya nasinya lembut dan warnanya cerah.

5. Informan 6, mengatakan semenjak pakai Air RahMat gak pernah ada lagi yang lidahnya melepuh karena minum air panas, kalau pakai Air RahMat airnya enak dan dingin. Hasil lain buah-buah untuk di jual yang di cuci pakai air yang dioleh dengan Air RahMat tidak cepat berlendir.

Sedangkan untuk kelompok late adopter, informan sering mendengar cerita tentang kelebihan dari orang-orang yang menggunakan Air RahMat yang bertempat tinggal di lingkungannya, tapi karena tidak adanya dukungan keluarga, maka mereka

28

Zat yang dibutuhkan tanaman 29

tidak menggunakan Air RahMat. Sedangkan informan 8 mengatakan bahwa seluruh tetangga yang tinggal satu lingkungan dengan informan tidak ada yang menggunakan Air RahMat sehingga tidak pernah melihat kelebihan yang didapat dari menggunakan Air RahMat.

Dokumen terkait