Mengungkapkan Isi Puisi
3. Contoh Analisis Makna Puisi
Sejalan dengan beberapa tahapan kerja analisis lapis makna puisi tersebut serta adanya berbagai macam unsur dalam lapis makna itu sendiri, pada bagian ini akan dipaparkan model analisis lapis makna puisi.
Berikut ini puisi "Salju" karya Wing Kardjo yang akan dianalisis. Ke manakah pergi
mencari matahari ketika salju turun pohon kehilangan daun Ke manakah jalan mencari lindungan ketika tubuh kuyup dan pintu tertutup Ke manakah lari Mencari api Ketika bara hati Padam tak berarti Ke manakah pergi
Gambar 6.3
H.B. Jassin, kritikus sastra yang telah mengulas banyak puisi.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk menganalisis isi puisi tersebut.
a. Mendapatkan gambaran makna
Anda tentunya telah membaca puisi tersebut secara berulang-ulang untuk mencoba memahami judul "Salju" serta berusaha mendapatkan gambaran maknanya secara keseluruhan untuk menangkap makna. Untuk memahami kata "salju" sebagai judul puisi tersebut, kita harus berusaha mendapatkan gambaran tentang ciri-ciri dan berbagai macam kemungkinan makna yang dikandungnya.
b. Gambaran makna yang diperoleh
Dari proyeksi berbagai macam kemungkinan makna kata "salju" misalnya, kita temukan gambaran makna berikut. - Suatu musim atau keadaan ketika salah satu bagian bumi ini
hanya ditebari oleh serpih es yang dingin;
- Sebagai akibat dari keadaan tersebut, bagian bumi yang terkena musun salju itu seolah-olah mati, tumbuh-tumbuhan gundul, aktivitas kerja di luar terhenti, orang jarang keluar rumah, dan bagian bumi itu sendiri seakan-akan tidak punya arti, bahkan menjadi suatu kenyataan atau bagian yang tidak disenangi.
Dari proyeksi makna tersebut, sekarang dapat ditentukan bahwa kata atau judul "salju"mengandung makna sesuatu yang tidak berarti.
c. Menganalisis unsur sense (makna)
Dalam hal sense, secara sederhana dapat ditetapkan bahwa lewat puisi "Salju" itu penyair menggambarkan seseorang yang sedang kebingungan. Ia tidak tahu ke mana harus pergi. Saat itu, sesuatu yang tidak berarti sedang menimpa dirinya. la tidak tahu jalan untuk mencari perlindungan ketika tubuhnya basah kuyup. Dia ingin berusaha mencari api untuk menghidupkan bara hatinya yang mati, tetapi tidak tahu ke mana harus lari. Akhirnya sampailah dia pada satu keputusan "mencuci diri".
d. Kategori kata
Untuk membuktikan kebenaran gambaran makna judul maupun gambaran makna secara umum tersebut, kita sekarang perlu menelaah lebih mendalam. Jalan pertama yang kita tempuh adalah mengategorikan kata-kata yang termasuk kategori lambang dan kata-kata yang termasuk kategori simbol. Dalam hal ini ditetapkan bahwa kata-kata dalam puisi tersebut yang termasuk lambang adalah kata-kata "ke manakah", "pergi", "mencari", dan "ketika". Adapun kata-kata yang bersifat simbolik adalah "matahari", "salju turun", "pohon", dan "kehilangan daun".
e. Memahami makna simbolik
Tugas Anda sekarang adalah berusaha memahami makna kata yang bersifat simbolik tersebut. Pertama, kata matahari". Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa kata "matahari" berhubungan dengan makna "kehidupan", kata "salju" ber-hubungan dengan makna "sesuatu yang tidak berarti".
Masalahnya sekarang, apakah yang dimaksud dengan "pohon" dan "kehilangan daun"? Siapa pun akan memaklumi bahwa daun adalah ciptaan Tuhan. Dengan kata lain, daun adalah makhluk
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Gambar 6.4
Kegiatan penghayatan terhadap puisi memerlukan suasana hening dan konsentrasi penuh.
ciptaan Khalik. Pertanyaannya sekarang: Makhluk apakah yang mampu menyadari ketidakberartian hidupnya? Makhluk apakah yang dengan sadar berusaha mencari kehidupan? Jawabnya tentu, manusia. Pohon yang kehilangan daun, tentu hidupnya tidak berarti. Selain itu, jika pohon itu merupakan simbol dari manusia, berarti manusia yang kehilangan daun itu hidupnya tiada berarti.
Setelah memahami makna kata-kata simbolik pada bait pertama, tugas kita sekarang adalah berusaha memahami makna kata simbolik pada bait berikutnya. Sering kali pemahaman makna kata-kata simbolik menjadi semacam kunci untuk memahami makna kata-kata simbolik berikutnya. Dengan berangkat dari anggapan demikian, dapatkah Anda memahami makna kata "tubuh", "basah kuyup", "pintu tertutup", dan kata "api"?
f. Membahas makna setiap larik
Setelah Anda mencoba sendiri berusaha memahami kata-kata simbolik tersebut, baik sendirian atau lewat diskusi, silakan Anda coba membahas makna setiap lariknya. Larik pertama yang berbunyi "ke manakah pergi" mudah untuk dimengerti. Larik kedua yang berbunyi ketika "salju turun"-lah yang perlu diperhatikan baik-baik.
Jika dihubungkan dengan proyeksi makna kata "salju" turun tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa baris ketika salju turun" mengandung makna ketika hidupku sepi tidak berarti. Adapun larik keempat yang berbunyi pohon kehilangan daun" dapat diartikan sebagai ketika diriku hampa tidak bermakna.
Dari telaah tersebut, sekarang dapat kita parafrasekan bait puisi tersebut dengan redaksi sebagai berikut:
ke manakah pergi mencari kehidupan
ketika hidupku sepi tak berarti ketika diriku hampa tidak bermakna
Dengan cara yang sama, bait-bait berikutnya dapat juga diredaksikan sebagai berikut:
ke manakah harus berjalan mencari perlindungan ketika diriku menderita
dan tak se orang pun mau menerima ke manakah harus berlari
mencari petunjuk dan kekuatan kehidupan ketika semangat hidupku
menjadi padam tidak berarti tidak ada jalan lain
selain bersujud di hadapan Tuhan untuk menemukan kesucian
g. Memahami hubungan antarbaris
Dari telaah tersebut, semakin jelas bagaimana hubungan antara baris yang satu dengan baris lainnya. Sebagai penutur atau pemakai bahasa Indonesia, Anda tentunya tidak akan mengalami kesulitan seandainya diminta untuk mempertalikan baris-baris di atas ke
Sumber: O, Amuk Kapak, 1981
Gambar 6.5
Puisi "Tragedi Winka & Sihkha" karya Sutardji Calzoum Bachri
h. Simpulan pokok pikiran makna puisi
Sudahkah Anda mencoba menyusun paragraf berdasarkan satuan-satuan bait tersebut? Jika sudah, tugas Anda sekarang adalah melihat satuan-satuan pokok pikiran dalam paragraf-paragraf yang telah Anda buat sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam puisi tersebut terdapat empat pokok pikiran yang saling berkaitan.
Keempat pokok pikiran itu adalah sebagai berikut.
1) Ke mana aku harus pergi di saat hidupku hampa tidak berarti? 2) Kepada siapa aku meminta perlindungan di saat diriku menderita
dan tidak seorang pun mau menerima diri saya?
3) Ke mana harus pergi mencari petunjuk dan semangat kehidupan saat semangat hidupku padam tidak berarti?
4) Dalam situasi demikian, tidak ada jalan lain selain bersujud di hadapan Tuhan untuk menyucikan diri.
i. Memahami sikap penyair terhadap puisi
Sekarang, bagaimana halnya dengan sikap penyair terhadap pokok-pokok pikiran puisi tersebut? Ada bermacam-macam sikap seseorang sewaktu menghadapi situasi demikian. Mungkin mereka akan termenung sendirian, bertindak masa bodoh, menyalahkan orang lain, dan berbagai kemungkinan sikap lainnya. Akan tetapi, lain halnya dengan sikap penyair. Ia mengungkapkan bahwa dalam situasi demikiaan tidak ada jalan lain kecuali mencuci diri. Dari pernyataan tersebut, dapat diketahui bahwa dalam menampilkan pokok-pokok pikirannya, penyair memiliki satu sikap, yakni berserah diri kepada Tuhan.
j. Sikap penyair terhadap pembaca puisi
Sikap penyair terhadap pembaca akan menunjukkan adanya sikap yang bermacam-macam. Dalam hal ini mungkin sikap masa bodoh, mengajak, menggurui, keramahtamahan, kebencian, persahabatan, dan lain-lainnya. Adanya sikap-sikap tertentu dalam suatu puisi umumnya ditandai oleh bentuk-bentuk pernyataan tertentu. Dalam hal ini, jangan tutup mata Anda. Seandainya tanda-tanda tertentu yang dapat menyiratkan sikap penyair terhadap pembaca tidak ada, dapat dipastikam bahwa penyair menyikapi pembaca dengan sikap masa bodoh.
k. Rangkuman penafsiran puisi
Tugas Anda sekarang adalah merangkum keseluruhan hasil penafsiran tersebut, baik penafsiran terhadap satuan-satuan pokok pikiran, sikap penyair terhadap pokok pikiran, maupun sikap penyair terhadap pembaca sewaktu menampilkan pokok-pokok pikiran tertentu ke dalam satu kesatuan yang utuh. Dengan cara demikian, pada dasarnya Anda sedang berupaya menemukan totalitas makna puisi yang Anda baca.
Cobalah kerjakan sendiri upaya pencarian totalitas makna tersebut dengan jalan merangkum satuan-satuan paragraf yang telah Anda susun serta Anda telah memasukkan unsur feeling dan tone ke dalamnya.
l. Menentukan tema puisi
Pembahasan tema pada dasarnya merupakan pembahasan yang cukup rumit karena dalam hal ini penganalisis harus mampu berpikir
Sumber: Dokumentasi pribadi
Gambar 6.6
Antologi Puisi Dari Amerika ke Catatan Langit
secara mendasar. Hal itu dapat saja dimaklumi karena tema berhubungan dengan lapis dunia yang metaisis (gaib). Untuk mencapainya, pem-baca harus mempem-baca hasil rangkuman totalitas makna yang telah dibuat secara berulang-ulang untuk membuat satu simpulan yang menjadi inti keseluruhan totalitas maknanya.
Dari keseluruhan totalitas makna yang terdapat dalam puisi berjudul "Salju", misalnya, dapat dikatakan bahwa tema dalam puisi tersebut adalah hanya dengan menyucikan diri manusia dapat menikmati kehidupan yang berarti.
Uji Materi
1. Bacakanlah puisi berikut dengan baik oleh salah seorang di antara Anda.
2. Selama puisi ini dibacakan, tutuplah buku Anda dan cermatilah isi puisi dengan saksama. Jika perlu, bacakanlah beberapa kali secara bergiliran.