• Tidak ada hasil yang ditemukan

Frasa Adjektiva

Dalam dokumen sma10bhsind AktifDanKreatif (Halaman 132-135)

Frasa lazim didefinisikan sebagai gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Perhatikan contoh kalimat berikut yang sesuai dengan isi teks Kekayaan Hutan Mangrove di Papua.

Rangkuman

1. Sebagai suatu totalitas yang dibentuk oleh unsur intrinsik ter-tentu, puisi dapat dibagi dalam beberapa lapis yang meliputi hal berikut.

a. Terdapatnya sense atau makna dalam suatu puisi, pada dasarnya akan berhubungan dengan gambaran dunia atau makna puisi secara umum yang ingin diungkapkan penyairnya.

b. Subject matter adalah pokok pikiran yang dikemukakan

Hutan Mangrove di Pulau Ajkwa telah membentuk sebuah ekosistem kehidupan. Biota-biota laut yang ada di sana memancing kedatangan berbagai jenis burung. Burung-burung di sana berwarna indah.

Sebelum membahas frasa adjektiva, ada baiknya kita mengenal adjektiva. Adjektiva adalah kata yang memberikan keterangan yang lebih khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam kalimat. Perhatikan contoh berikut.

Anak kecil meja bundar

beban berat alam gaib

baju merah pemain ganda

Adjektiva dapat juga merupakan inti frasa yang disebut frasa adjektival. Sebagai inti frasa, adjektiva dapat diwatasi dengan berbagai pemarkah, seperti pemarkah aspektualitas dan pemarkah modalitas yang ditempatkan di sebelah kirinya.

contoh: tidak bodoh tidak keras kepala harus dapat memuaskan sudah harus tenang belum dapat tertarik akan tidak rapi

Adjektiva dalam frasa adjektival dapat diikuti pewatas yang berposisi di sebelah kanannya.

contoh: sakit gigi, bodoh kembali, kaya juga

Frasa adjektiva ini dapat Anda gunakan dalam penulisan paragraf deskriptif. Jika ingin lebih memahami tentang adjektiva, Anda dapat membaca buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

c. Feeling adalah sikap penyair terhadap pokok pikiran yang ditampilkannya.

d. Tone adalah sikap penyair terhadap pembaca sejalan dengan pokok pikiran yang ditampilkannya.

e. Penentuan totalitas makna puisi didasarkan atas pokok-pokok pikiran yang ditampilkan penyair, sikap penyair terhadap pokok pikiran, serta sikap penyair terhadap pembaca.

f. Tema adalah ide dasar dari suatu puisi yang menjadi inti dari keseluruhan makna dalam suatu puisi.

2. Tahap kegiatan yang harus ditempuh pembaca saat menganalisis lapis makna puisi adalah sebagai berikut.

a. Baca puisi yang telah dipilih secara berulang-ulang.

b. Berusahalah memahami makna yang terkandung dalam judul puisi.

c. Berusahalah memahami gambaran makna yang ditampilkan penyair secara umum.

d. Tetapkan kata-kata yang termasuk dalam kategori lam-bang dan kata-kata yang termasuk dalam kategori simbol maupun utterance.

e. Berusaha memahami makna setiap simbol yang terdapat dalam puisi yang menjadi objek analisis.

f. Berusaha memahami makna yang terdapat dalam setiap baris puisi.

g. Berusaha memahami hubungan makna antara baris puisi yang satu dengan baris puisi lainnya.

h. Berusaha memahami satuan-satuan pokok pikiran, baik yang terkandung dalam sekelompok baris maupun satuan pokok pikiran yang terdapat dalam bait.

i. Berusaha memahami sikap penyair terhadap pokok pikiran yang ditampilkannya.

j. Berusaha memahami sikap penyair terhadap pembaca sewaktu menampilkan pokok-pokok pikirannya.

3. Jenis dan ciri puisi lama. a. Pantun

- memiliki 4 baris, dua baris pertama berisi sampiran dan dua baris lagi merupakan isi;

- baris ke-1, 2, 3, dan 4 berpola a,b,a,b;

- Setiap baris terdiri antara 8 sampai dengan 10 suku kata;

- setiap baris terdiri atas 4 kata.

b. Talibun termasuk pantun juga, tetapi setiap bait memiliki jumlah baris lebih dari empat baris. Misalnya enam, delapan, sepuluh. Talibun juga mempunyai sampiran dan isi.

c. Seloka disebut pula pantun berbingkai. Kalimat pada baris ke-2 dan ke-4 pada bait pertama diulang kembali pengucapannya pada kalimat ke-1 dan ke-3 pada bait kedua.

d. Gurindam terdiri atas dua baris dalam setiap bait. Kedua baris itu berupa isi, berumus a-a dan merupakan nasihat atau sindiran. Pengarang gurindam yang terkenal, yaitu Raja Ali Haji yang mengarang Gurindam Dua Belas.

e. Syair, memiliki ciri-ciri sebagai berikut: - terdiri atas empat larik (baris) tiap bait; - setiap bait memberi arti sebagai satu kesatuan;

- semua baris merupakan isi (dalam syair tidak ada sampiran);

Kegiatan mengungkap isi dan mengapresiasi karya puisi adalah petualangan menuju kesadaran jiwa sebenarnya. Dengan belajar mengapresiasi puisi, Anda telah memahami hidup sekaligus jujur dalam mengekspresikan diri. Setelah belajar Pelajaran 6 ini, Anda dituntut untuk bertualang me-mahami celah-celah makna dalam beragam puisi Indonesia. Selain itu, dengan belajar menulis puisi lama, Anda akan lebih memahami bahwa Nusantara begitu kaya akan karya sastra. Anda pun akan lebih terlatih menggunakan dan memilih bahasa untuk menulis puisi lama yang indah.

Selanjutnya, Anda dapat menuangkan hasil pengamatan Anda terhadap suatu objek yang dipilih dalam bentuk tulisan. Dengan demikian, kemampuan menulis Anda pun akan ber-tambah. Anda juga dapat mengirimkan tulisan deskriptif yang Anda tulis ke media massa.

Releksi Pelajaran

- sajak akhir tiap baris selalu sama (aa-aa);

- jumlah suku kata tiap baris hampir sama (biasanya 8-12 suku kata);

- isi syair berupa nasihat, petuah, dongeng, atau cerita. f. Karmina, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

- memiliki larik sampiran (satu larik pertama); - memiliki jeda larik yang ditandai oleh koma (,); - bersajak lurus (a-a); dan

- larik kedua merupakan isi (biasanya berupa sindiran). 4. Kata deskripsi berasal dari bahasa Inggris yang artinya

meng-uraikan, memerikan, atau melukiskan. Paragraf ini bertujuan memberikan kesan kepada pembaca terhadap objek, gagasan tempat, atau persitiwa yang ingin disampaikan penulis. Umumnya, gambaran tersebut diberikan secara visual atau pandangan mata. 5. Kita dapat mengamati pola pengembangan paragraf deskriptif

berdasarkan penempatan ide pokok. Gagasan atau ide pokok paragraf diwujudkan dalam kalimat utama. Dalam pola pe-ngembangan paragraf deskriptif, pokok pikiran ditempatkan di seluruh paragraf. Dalam hal ini, tidak terdapat kalimat khusus yang menjadi kalimat utama.

Dalam dokumen sma10bhsind AktifDanKreatif (Halaman 132-135)