• Tidak ada hasil yang ditemukan

Convention on the Law Applicable to International Sales of Goods

PRINSIP – PRINSIP UMUM TRANSAKSI JUAL BELI DALAM MEDIA ELEKTRONIK

B. Aturan Internasional Terkait Transaksi Jual Beli Melalui Media Elektronik.

6. Convention on the Law Applicable to International Sales of Goods

Ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Konvensi ini mencakup: ruang lingkup berlakunya; hukum yang berlaku bagi para pihak; dalam hal apa ketentuan-ketentuan Konvensi tidak dapat diberlakukan; hubungan antara kebijakan publik dikaitkan dengan keberlakuan Konvensi, serta inkorporasi atas ketentuan Konvensi dalam hukum nasional masing-masing negara anggota.

Mengenai ruang lingkupnya ditegaskan bahwa konvensi ini hanya berlaku untuk jual beli barang dan tidak dapat diterapkan untuk jual beli saham, jual beli kapal laut atau pesawat udara, atau jual beli atas perintah pengadilan. Mengenai hukum yang berlaku adalah hukum nasional dari salah satu pihak yang bertransaksi sebagaimana disepakati dalam kontrak. Dengan pertimbangan kebijakan publik (public policy) penerapan ketentuan hukum dapat dikecualikan. Negara pihak dalam perjanjian ini sepakat untuk menginkorporasikan ketentuan pasal 1-6 dari perjanjian ke dalam hukum nasional masing-masing Negara.

7. Singapore Electronic Transaction Act (ETA).

Terdapat Lima hal yang perlu digaris bawahi yaitu:

1. Tidak ada perbedaan antara data elektronik dengan dokumen tertulis. 2. Suatu data elektronik dapat menggantikan suatu dokumen tertulis.

3. Penjual atau pembeli atau pihak – pihak yang melakukan bisnis dapat melakukan kontrak secara elektronik.

5. Jika data elektronik telah diterima oleh pihak – pihak yang berkesepakatan, maka mereka harus bertindak sebagaimana kesepakatan kesepakatan yang terdapat pada data atau dokumen tersebut20.

8. EU Direct on Electronic Commerce.

Peraturan ini menjadi Undang – undang tanggal 8 juni tahun 2000, terdapat beberapa hal yang perlu digaris bawahi yaitu :

1. Setiap negara – negara anggota akan memastikan bahwa sistem hukum negara yang bersangkutan memperbolehkan kontrak dibuat dengan menggunakan sarana elektronik. 2. Para negara anggota dapat pula membuat pengecualian dengan terdapat ketentuan dalam

hal :

a. Kontrak untuk membuat atau mengalihkan hak atas Real Estate. b. Kontrak yang diatur dalam hukum keluarga.

c. Kontrak Penjaminan.

d. Kontrak yang melibatakan kewenangan pengadilan. e. Certification Authority.

9. Certification Authority (CA)

Adalah konsep yang baru berkembangyakni suatu provider jasa pihak ketiga yang netral dan independen. CA mengeluarkan sertifikat’ untuk menghubungkan suatu kunci dengan

      

20 Intinya tujuan dari Singapore ElektroniC Transfer Act ialah memudahkan komunikasi elektronik atas pertolongan

sipenanda tangan’.CA juga bertugas mendaftarkan suatu Public Key bersama – sama dengan nama dari sipelanggan (pengguna) sertifikat sebagai subjek sertifikat.21

C .Proses Terjadinya Transaksi Jual Beli Melalui Media Elektronik.

Dalam pengertian konvensional, suatu transaksi terjadi jika terdapat kesepakatan (dua orang atau lebih terhadap suatu hal) yang dapat dilakukan secara tertulis maupun tidak tertulis. Kesepakatan tertulis lazim dituangkan dalam suatu perjanjian yang ditanda-tangani oleh para pihak yang berkepentingan. Tanda tangan membuktikan bahwa seseorang mengikatkan diri terhadap klasul-klausul yang dituangkan dalam perjanjian tersebut. Di dunia internet, kesepakatan terjadi secara elektronik. UU ITE mengakui transaksi elektronik yang dituangkan dalam kontrak elektronik yang mengikat para pihak (Pasal 18 ayat (1). Menjadi pertanyaan adalah kapan suatu suatu transaksi elektronik yang dilakukan melalui internet terjadi. Berdasarkan Pasal 20 UU ITE, transaksi elektronik terjadi pada saat penawaran transaksi yang dikirim oleh Pengirim diterima dan disetujui oleh Penerima. Namun persetujuan tersebut harus dilakukan dengan pernyataan penerimaan secara elektronik (misalnya dengan mengirimkan email konfirmasi).

Pasal 20 UU ITE tersebut merupakan konsepsi dari pengaturan sistem hukum civil law

yang dianut oleh Eropa daratan. Pihak yang memberikan penawaran (pengirim) adalah pihak yang mengiklankan barang/jasa melalui internet (misalnya amazon.com). Mengenai hal tersebut, dalam sistem hukum common law (Eropa continental) dikenal pengaturan mengenai invitation to trade, tentang pelaku dalam transaksi elektronik. Namun demikian invitation to trade dalam sistem hukum common law tersebut mengatur hal yang sebaliknya, yaitu bahwa pihak yang dianggap memberikan penawaran adalah calon pembeli barang/jasa, dan pihak penerima adalah       

21 Huala Adolf, HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL,BAB VI, (E-COMMERCE MENURUT UNCITRAL

pihak yang mengiklankan barang/jasa di internet (amazon.com). Berkenaan dengan transaksi elektronik secara borderless. Dengan demikian, sangat perlu diperhatikan mengenai para pihak yang akan bertransaksi beserta sistem hukum yang akan diberlakukan, karena akan terkait dengan konsekuensi hukum. Berkenaan dengan hal tersebut, UU ITE telah mengatur mengenai pilihan hukum, yaitu bahwa para pihak memiliki kewenangan untuk memilih hukum yang berlaku bagi transaksi elektronik internasional yang dibuatnya. Jika para pihak tidak melakukan pilihan hukum dalam transaksi elektronik internasional, hukum yang berlaku didasarkan pada asas hukum perdata internasional (vide Pasal 18 ayat (2) dan ayat (3) UU ITE).

Segala data. Informasi, atau yang berkaitan dengan dua orang atau lebih yang memiliki akibat hukum merupakan pendukung suatu transaksi elektronik. Berkaitan dalam pengertian diatas tidak berarti bahwa catatan harus dibuat oleh dua orang, namun bila telah berhubungan dengan orang lain , maka catatan elektronik itu dapat dikatakan sebagai suatu transaksi elektronik. Hal ini memiliki kesamaan dengan perjanjian, dimana pada perjanjian dapat dibuat oleh satu orang, tetapi berakibat pada orang lain, artinya bahwa perjanjian yang ditanda tangani oleh salah satu pihak akan menimbulkan akibat hukum pada pihak lainnya, dan disebut sebagai perjanjian sepihak. Transaksi elektronik mencakup kontrak digital, dokumen – dokumen yang mempunyai akibat hukum misalnya pada Elektronic Fund transfer (EFT), transaksi elektronik menggunakan data digital sebagai pengganti kertas dalam melakukan suatu perjanjian jual beli akan memberi efisiensi besar bagi pelaku usaha atau para pihak yang melakukan transaksi melaui internet.

Pelaksanaan atau proses kontrak jual beli secara elektronik dilakukan berdasarkan langkah- langkah dibawah ini : 22

1. Penawaran

Suatu perbuatan dapat dikatakan sebagai tawaran apabila ada pihak lain yang menganggap hal tersebut sebagai suatu penawaran. Penawaran dalam transaksi jual beli secara elektronik dilakukan oleh pelaku usaha dengan memanfaatkan website pada internet. Pelaku usaha menawarkan semacam storefront yang berisikan katalog produk pelayanan yang diberikan. Masyarakat yang memasuki website dari pelaku usaha, dapat melihat-lihat suatu produk barang yang ditawarkan. Keuntungannya jika melakukan transaksi di toko on-line, konsumen dapat melihat dan berbelanja kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi oleh waktu. Penawaran dalam

website biasanya menampilkan barang-barang yang ditawarkan, harga, nilai rating atau poll

otomatis tentang barang itu yang telah diisi oleh pembeli sebelumnya, spesifikasi tentang barang tersebut serta menu produk lain yang berhubungan. Penawaran sama saja dengan iklan atas suatu barang, dalam hal ini melalui media internet.

2 . Penerimaan

Dalam hal penawaran dapat dilakukan dengan dengan internet yaitu e-mail addres maupun website dan blog. Melalui e-mail address, penerimaan cukup dilakukan melalui e-mail, karena penawaran ini dikirim melalui e-mail tertentu sudah jelas hanya pemegang e-mail tersebut yang dituju. Penawaran dalam website yang dibuat tersebut ditujukan bagi siapa saja yang mengunjungi website tersebut dan tertarik melakukan penawaran atas barang atau jasa yang ditawarkan.Setiap orang yang berminat membeli produk barang yang ditawarkan dapat membuat kesepakatan dengan pelaku usaha yang menawarkan. Pada transaksi jual beli pada website biasanya pengunjung akan memilih barang tertentu yang ada pada penawaran pada website untuk membeli barang itu, maka barang yang diinginkan oleh calon konsumen akan disimpan terlebih dahulu sampai calon konsumen yakin akan pilihannya, setelah yakin akan barang pilihannya maka konsumen memasuki tahap selanjutnya yaitu pembayaran.

3 Pembayaran

Bentuk pembayaran yang dilakukan melalui media internet pada umumnya bertumpu pada system keuangan nasional, tetapi ada beberapa yang mengacu pada keuangan local. Klasifikasi pembayaran dapat disebutkan dibawah ini, yaitu :

a. Transaksi model ATM, transaksi ini hanya melibatkan institusi financial dan pemegang account yang akan melakukan pengambilan atau mendeposit uangnya dari account masing – masing .

b.Pembayaran dua pihak tanpa perantara, dilakukan secara langsung antara kedua belah pihak yang melakukan kontrak tanpa perantara dengan menggunakan mata uang nasionalnya.

c. Pembayaran dengan perantara pihak ketiga, umumnya proses pembayaran yang menyangkut debet, kredit maupun cek yang masuk. Metode pembayaran yang dapat digunakan dengan : 1. Sistem pembayaran kartu kredit online,

2. Sistem pembayaran cek online

Pembayaran antara pelaku usaha dan konsumen yang berbeda tempat atau lokasi dapat dilakukan melalui account to account atau dari rekening konsumen kepada rekening pelaku usaha, selain itu juga berdasarkan perkembangan teknologi yang terjadi, dapat pula dilakukan melalui kartu kredit dengan cara memasukkan nomor kartu kredit pada formulir yang telah disediakan oleh pelaku usaha dalam penawarannya. Pembayaran dalam transaksi jual beli melalui internet sulit dilakukan secara langsung karena terdapat perbedaan lokasi walaupun tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan

4. Pengiriman

Konsumen yang telah melakukan pembayaran terhadap barang yang ditawarkan oleh pelaku usaha, berhak atas penerimaan barang tersebut biasanya barang yang dijadikan sebagai

objek perjanjian dikirimkan oleh pelaku usaha kepada konsumen dengan biaya pengiriman sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Pengiriman barang dapat dilakukan dengan cara dikirim sendiri atau dengan cara menggunakan jasa pengiriman. Biaya pengiriman dihitung dalam pembayaran, atau bahkan seringkali dikatakan pelayanan gratis terhadap pengiriman, karena sudah termasuk dalam biaya penyelenggaraan pada sistem tersebut.

Proses transaksi jual beli dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menggunakan media internet, dalam hal ini para pihak tidak bertemu secara langsung tetapi hanya berhubungan melalui media internet yang mana masing-masing pihak menyatakan keinginan-keinginan atau kehendak yang dibuat secara elektronik. Adapun para pihak dalam jual beli secara elektronik biasanya terdiri dari 23 :

a. Merchant atau Penjual.

Merchant ialah setiap perusahaan, sekelompok orang atau individu yang menawarkan produk atau jasanya dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi atau alat untuk mempromosikan produk miliknya kepada konsumen. Dalam jual beli secara elektronik melalui media internet, prinsip merchant atau penjual adalah mencari dan menyaring calon pembeli sebanyak-banyaknya, selain itu merchant mempunyai kewajiban antara lain :

a. Menyediakan Informasi

Website dan e-mail merupakan dua cara yang sering digunakan dalam melakukan transaksi perdagangan melalui internet, oleh karena itu merchant harus mempunyai pusat basis data

(corporate database), yang berisi informasi mengenai produk dan jasa perusahaan beserta semua rekaman mengenai interaksi antara merchant dan customer.

b. Menyediakan daftar atau katalog barang.       

Daftar atau katalog barang harus disertai dengan deskripsi produk yang akan dijual tersebut dalam web atau situs khusus yang telah dibuat oleh merchant. Model transaksi ini dikenal dengan istilah order form dan shoping card.

c. Menyediakan sarana pembayaran

Pembayaran dilakukan sesuai dengan layanan yang disediakan oleh merchant, misalnnya dengan

credit card dan sebagainya.

Pembayaran dengan kartu kredit yang mana didalam sistem pembayaran seperti ini melibatkan beberapa pihak dalam transaksi, yaitu:

1) Customer sebagai pemegang kartu kredit (car holder)

2) Bank penerbitan kartu kredit (issuer), dalam hal ini logo bank tersebut harus tercantum pada kartu dan bank tersebut melakukan lisensi merk (brand) dari institusi kartu kredit, seperti Visa, Mastercard atau Maestro dan sebagainya.

3) Merchant sebagai penerima kartu kredit Autodebit, Merchant ini memiliki hubungan dengan sebuah bank (acquirer).

4) Bank (acquirer), ialah bank merchant yang memiliki Account untuk menampung uang dari

customer atau cardholder.

Adapun langkah-langkah yang dapat di lakukan dalam transaksi online dan menggunakan kartu kredit, ialah:

1) Customer memilih produk yang akan dibeli pada Websitemerchant.

2) Setelah total harga yang harus dibayar telah ditentukan kemudian customer memasukan informasi kartu kredit pada form slip pembelian yang telah disediakan pada Websitemerchant.

3) Informasi tersebut selanjutnya dikirim ke web server merchant bersama informasi pembelian lainnya.

4) Kemudian melalui sistem gateway pihak penjual akan melakukan proses otorisasi.

5) Merchant melakukan otorisasi ke acquirer untuk selanjutnya diteruskan ke issuer melalui jaringan kredit atau debit.

6) Setelah memeriksa validitas informasi kartu kredit atau debit, issuer akan mengirimkan hasil otorisasi kembali ke acquirer

7) Acquirer selanjutnya mengirimkan hasil otorisasi kepada merchant dan diinformasikan kepada customer melalui Websitemerchant

8) Jika otorisasi berhasil, selanjutnya merchant mengesahkan transaksi tersebut dan mengirim produk yang telah disepakati.

d. Menyerahkan Barang

Apabila serangkaian proses pembayaran telah dilalui dan merchant dipastikan telah menerima pembayaran dari customer, maka merchant diwajibkan untuk menyerahkan barang sesuai dengan yang disepakati kepada customer.

e. Merchant wajib menjamin customer untuk dapat memiliki barang yang telah dibelinya itu dengan aman dan tentram, serta bertanggung jawab terhadap cacat-cacat yang tersembunyi dan sebagainya.