• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anggreini V. 2005. Analisis Usahatani Padi Pestisida dan Non Pestisida di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Inst Pertanian Bogor.

Arifin B. 2005. Pembangunan Pertanian Paradigma Kebijakan dan Strategi Revitalisasi. Jakarta (ID): Grasindo.

Aswatini, Noverla M, Fitranita. Konsumsi Sayur dan Buah di Masyarakat dalam Konteks Pemenuhan Gizi Seimbang. J Kependudukan Vol. III, No. 2, 2008. (ID): Pusat Penelitian Kependudukan–Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKK-LIPI).

Atmoko T. (tahun terbit tidak diketahui). Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

[Badan Pusat Statistik]. 2011. Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial- Ekonomi Indonesia. ISSN: 2085.5664. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik. Cahyono B. 2008. Tomat: Usahatani & Penananganan Pasca Panen. Seri

Budidaya Edisi Revisi. Yogykarta (ID): Kanisius.

Dahlia E. 2002. Analisis Finansial Usahatani Tomat Apel (Recento fi) Hidroponik (Di PT. PRI-MA Tani, Desa Cisarua, Kec. Sukaraja, Kab. Sukabumi, Jawa Barat). [skripsi]. Bogor (ID): Inst Pertanian Bogor.

[Dinas Pertanian Tanaman Pangan Bidang Bina Usaha Provinsi Jawa Barat]. 2012. Pendapatan Usahatani Komoditas Sayuran di Indonesia. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Hortikultura.

[Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat]. 2011. Pedoman Teknis Pelaksanaan Pengembangan Hortikultura Tahun 2012 Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Produk Sayuran dan Tanaman Obat Berkelanjutan. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Hortikultura.

[Direktorat Bina Produksi Hortikultura]. 2003. Budidaya Tomat. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Handayani A. 2013. Analisis Pendapatan Usahatani Wortel Benih Lokal dan Benih Impor (Studi Kasus: Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur) [Skripsi]. Bogor (ID). Inst Pertanian Bogor.

Hanafie R. 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Yogyakarta (ID): Andi Offset. [IPB]. Institut Pertanian Bogor. 2012. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bogor.

Inst Pertanian Bogor Pr.

[IPB]. Pusat Studi Kebijakan Pangan dan Gizi Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor. Suhardjo. [tahun terbit tidak diketahui]. Strategi di Bidang Konsumsi Pangan dalam Mendorong Terwujudnya Swasembada Pangan dan Perbaikan Gizi. Bogor (ID): Inst Pertanian Bogor.

Keskin G, Tatlidil FF, Dellal i. 2010. An Analysis of Tomato Production Cost and Labor Force Productivity in Turkey. Bulgarian J of Agricultural Science, 16 (No 6) 2010, 692-699. Ankara (TR): Agricultural Academy.

Krisnamurthi B. 2012. Pangan Rakyat Soal Hidup atau Mati 60 Tahun Kemudian (Pengantar). Inst Pertanian Bogor Pr.

Koerdianto EZ. 2008. Analisis Daya Saing dan Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Komoditas Sayuran Unggulan (Kasus Kecamatan Ciwidey Kabupaten

73 Bandung dan Kecamatan Lembang Kabupaten Jawa Barat. [skripsi]. Bogor (ID): Inst Pertanian Bogor.

Mankiw N G. 2007. Makroekonomi Edisi Keenam (Alih bahasa oleh Liz Fitria, Nurmawan Imam). Jakarta (ID): Erlangga.

Marimin, Muspitawati H. 2002. Kajian Strategi Peningkatan Kualitas Produk Industri Sayuran Segar (Studi Kasus di Sebuah Agroindustri Sayuran Segar). J. Teknol. dan Ind. Pangan Vol. XIII, No. 3. Bogor (ID): Inst Pertanian Bogor. Mujihurrahmad. Sains Riset Vol.1 - No.2. 2011. Analisis Produktivitas Usahatani

Tomat Berbasis Agroklimat (Kasus Dataran Medium dan Dataran Tinggi). Nazir Moh. 2011. Metode Penelitian. Jakarta (ID): Ghalia Indonesia.

Pertiwi DM. 2008. Analisis Usahatani Sayuran Organik di PT. Anugerah Bumi

Persada “RR Organic Farm” Kabupaten Cianjur, Jawa Barat [skripsi]. Bogor

(ID): Inst Pertanian Bogor.

Naqias S. 2012. Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Varietas Ciherang (Studi Kasus: Gapoktan Tani Bersama, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor (ID): Inst Pertanian Bogor.

[Kementerian Pertanian Republik Indonesia]. 2009. Pedoman Budidaya Buah dan Sayur yang Baik. 48 Permentan/OT.140/10/2009. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pracaya. 1998. Bertanam Tomat. Yogyakarta (ID): Kanisius.

[Pusat Perlindungan Varietas Tanaman]. 2007. Panduan Pengujian Individual Kebaruan, Keunikan, Keseragaman, dan Kestabilan Tomat. Jakarta (ID): Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Puspitasari AR. 2006. Studi Identifikasi dan Tingkat Komersialisasi Benih Tomat Varietas Unggul (Studi Kasus di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat) [skripsi]. Bogor (ID): Inst Pertanian Bogor.

Rosalina L. 2009. Analisis Strategi Pengembangan Usaha Sayuran Organik pada Kelompok Tani Sugih Tani pada Kaawasan Agropolitan di Desa Karehkel, Kecamatan Leuwi Liang, Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor (ID): Inst Pertanian Bogor.

Rukmana R. 2012. Tomat & Cherry. Seri Budidaya Cetakan ke-13. Yogyakarta (ID): Kanisius.

Saptana, Kurnia, Indraningsih S, Hastuti EL. [tahun terbit tidak diketahui]. Analisis Kelembagaan Kemitraan Usaha di Sentra-Sentra Produksi Sayuran (Suatu Kajian atas Kasus Kelembagaan Kemitraan Usaha di Bali, Sumatera Utara, dan Jawa Barat). Bogor (ID): Pusat Analisis Sosial dan Kebijakan Pertanian.

Setiawati W, Sulastrini I, Gunaeni N. 2001. Penerapan Teknologi PHT pada Tanaman Tomat. Monografi No 23 ISBN : 979-8304-37-3. Bandung (ID): Balai Penelitan Tanaman Sayuran.

Soekartawi, Soeharjo A, Dillon JL, Hardaker JB. 2002, c1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. Depok (ID): Univ Indonesia Pr.

Soekartawi. 1990. Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Produksi Cobb-Douglas. Jakarta (ID): CV Rajawali.

Soekartawi. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Ekonomi Pertanian: Teori dan Aplikasi. Jakarta (ID): Raja Grafindo Persada.

74

Suhardjo. (tahun terbit tidak diketahui). Strategi di Bidang Konsumsi Pangan dalam Mendorong Terwujudnya Swasembada Pangan dan Perbaikan Gizi. Bogor (ID): Pusat Studi Kebijakan Pangan dan Gizi (PSKPG) Inst Pertanian Bogor.

Tarigan, PEVBr. 2009. Analisis Risiko Produksi Sayuran Organik pada Permata Hati Organic Farm di Bogor, Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Inst Pertanian Bogor.

Tim Penulis Penebar Swadaya. 2008. Agribisnis Tanaman Sayur. Edisi Revisi. Depok (ID): Penebar Swadaya.

Tim Penulis Penebar Swadaya. Budidaya Tomat Secara Komersial. Depok (ID): Penebar Swadaya.

75

LAMPIRAN

Lampiran 1 Pengeluaran rumah tangga per bulan untuk kelompok makanan tahun 1999, 2002-2011

Kelompok makanan 1999 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Maret September Maret - Padi-padian 16.78 12.47 10.36 9.44 8.54 11.37 10.15 9.57 8.86 8.89 7.48 8.37 9.14 - Umbi-umbian 0.78 0.64 0.65 0.76 0.58 0.59 0.56 0.53 0.51 0.49 0.51 0.48 0.44

- Ikan 5.58 5.17 5.37 5.06 4.66 4.72 3.91 3.96 4.29 4.34 4.27 4.12 4.20

- Daging 2.29 2.86 2.90 2.85 2.44 1.85 1.95 1.84 1.89 2.10 1.85 2.19 2.06

- Telur dan susu 2.91 3.28 3.04 3.05 3.12 2.96 2.97 3.12 3.27 3.20 2.88 2.86 3.00

- Sayur-sayuran 6.23 4.73 4.80 4.33 4.05 4.42 3.87 4.02 3.91 3.84 4.31 3.72 3.78

- Kacang-kacangan 2.33 2.02 1.90 1.75 1.70 1.63 1.47 1.55 1.57 1.49 1.26 1.31 1.33 - Buah-buahan 2.07 2.84 2.97 2.61 2.16 2.10 2.56 2.27 2.05 2.49 2.15 2.06 2.44 - Minyak dan lemak 3.04 2.25 2.23 2.31 1.93 1.97 1.69 2.16 1.96 1.92 1.91 1.79 1.95 - Bahan minuman 3.12 2.71 2.52 2.48 2.23 2.50 2.21 2.13 2.02 2.26 1.80 1.93 1.73 - Bumbu-bumbuan 1.65 1.55 1.46 1.43 1.33 1.37 1.10 1.12 1.08 1.09 1.06 1.02 1.02 - Konsumsi lainnya 1.29 1.37 1.24 1.23 1.34 1.27 1.34 1.39 1.33 1.29 1.07 1.07 1.1 - Makanan jadi 9.48 9.70 9.81 10.28 11.44*) 10.29*) 10.48*) 11.44*) 12.63*) 12.79*) 13.73*) 11.81*) 12.72*)

- Minuman beralkohol 0.05 0.08 0.08 0.08 - - - -

- Tembakau dan sirih 5.33 6.80 7.56 6.89 6.18 5.97 4.97 5.08 5.26 5.25 5.16 5.73 6.16 Jumlah makanan 62.94 58.47 56.89 54.59 51.37 53.01 49.24 50.17 50.62 51.43 49.45 48.46 51.08

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional, Modul Konsumsi 1999, 2002 dan 2005 (2003, 2004, dan 2006) hanya mencakup panel 10,000 rumahtangga, sedangkan 2007, 2008, 2009, dan 2010 mencakup panel 68,000 rumahtangga). Tahun 2011-2012 merupakan data Susenas Triwulan I dan Triwulan III (Maret dan September) dengan sampel 75,000 rumahtangga.

76

Lampiran 2 Peta kabupaten/kota sentra dan pengembangan produksi tomat di Jawa Barat

77

Lampiran 3 Produksi tomat tingkat provinsi di Indonesia

Lokasi 2007 2008 2009 2010 2011 Aceh 10 642.00 10 119.00 12 644.00 24 496.00 17 358.00 Sumatera Utara 76 699.00 69 134.00 90 147.00 84 353.00 93 386.00 Sumatera Barat 25 577.00 30 793.00 33 842.00 49 712.00 58 078.00 Riau 776.00 524.00 795.00 679.00 146.00 Jambi 10 467.00 14 886.00 15 051.00 9 940.00 9 970.00 Sumatera Selatan 12 366.00 16 306.00 17 041.00 19 101.00 10 669.00 Bengkulu 23 210.00 28 346.00 36 083.00 52 667.00 39 748.00 Lampung 14 861.00 16 694.00 17 489.00 20 330.00 18 420.00 Kepulauan Bangka Belitung 167.00 746.00 622.00 878.00 906.00 Daerah Khusus Ibukota

Jakarta 0.00 0.00 0.00 0.00 9.00

Jawa Barat 267 220.00 269 404.00 309 653.00 304 774.00 354 832.00

Jawa Tengah 40 794.00 55 475.00 61 303.00 76 462.00 73 009.00 Daerah Istimewa Yogyakarta 1 168.00 901.00 929.00 1 094.00 747.00 Jawa Timur 33 237.00 46 046.00 56 626.00 56 342.00 67 646.00 Banten 5 149.00 2 745.00 4 276.00 3 506.00 3 052.00 Bali 9 369.00 30 221.00 30 589.00 31 422.00 33 542.00 Nusa Tenggara Barat 10 040.00 19 420.00 28 781.00 25 639.00 33 864.00 Nusa Tenggara Timur 7 233.00 8 174.00 7 394.00 6 151.00 10 476.00 Kalimantan Barat 1 432.00 2 007.00 3 440.00 2 958.00 2 878.00 Kalimantan Tengah 1 938.00 3 945.00 4 634.00 2 416.00 2 317.00 Kalimantan Selatan 3 916.00 4 350.00 4 579.00 6 848.00 5 585.00 Kalimantan Timur 15 034.00 18 336.00 12 888.00 11 929.00 9 545.00 Sulawesi Utara 26 319.00 27 194.00 39 421.00 28 303.00 27 221.00 Sulawesi Tengah 3 612.00 5 083.00 5 645.00 10 974.00 14 730.00 Sulawesi Selatan 12 999.00 26 138.00 30 981.00 33 084.00 44 807.00 Sulawesi Tenggara 5 258.00 2 220.00 7 590.00 9 674.00 6 231.00 Gorontalo 2 014.00 1 805.00 3 522.00 3 827.00 2 823.00 Sulawesi Barat 3 251.00 1 314.00 1 191.00 711.60 1 509.00 Maluku 1 735.00 732.00 197.00 362.00 622.00 Papua Barat 2 143.00 6 277.00 7 300.00 5 368.00 1 964.00 Papua 5 854.00 5 913.00 7 872.00 6 212.00 5 883.00

78

Lampiran 4 Produksi tomat tahun 2007-2011 menurut kabupaten dan kota di Jawa Barat

Kabupaten/kota Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 Bogor 7 028 6 668 5 900 4 193 6 852 Sukabumi 14 699 17 499 16 292 17 288 13 451 Cianjur 37 952 15 982 49 390 15 400 30 118 Bandung 95 509 97 192 138 486 83 123 166 174 Garut 79 879 84 670 148 511 99 125 73 329 Tasikmalaya 7 403 7 501 11 268 9 757 5 604 Ciamis 1 112 1 354 3 793 2 471 3 151 Kuningan 3 848 2 073 3 407 2 895 3 678 Cirebon 0 140 39 47 53 Majalengka 7 978 8 823 7 477 6 576 11 293 Sumedang 4 957 4 503 8 517 6 157 8 707 Indramayu 1 221 2 065 864 822 236 Subang 2 323 2 800 6 023 5 778 6 412 Purwakarta 1 251 1 584 2 789 1 976 1 860 Karawang 0 0 0 0 44 Bekasi 0 0 0 0 0 Bandung Barat 0 14 034 9 070 46 595 22 060 Kota Bogor 823 576 949 1 498 1 008 Kota Sukabumi 690 742 698 480 408 Kota Bandung 53 76 57 1 1 Kota Cirebon 0 0 0 0 0 Kota Bekasi 0 0 0 0 0 Kota Depok 0 0 0 0 0 Kota Cimahi 423 962 654 487 245 Kota Tasikmalaya 22 129 0 105 96 Kota Banjar 18 32 44 1 52 Jumlah 267 189 269 405 414 228 304 775 354,832

79

Lampiran 5 Jenis hama, gejala serangan hama, serta pengendalian pada tanaman tomat

No. Jenis hama Gejala serangan Pengendalian

1. Ulat tanah Terpotongnya

tanaman pada

pangkal batang, sehingga tanaman mati muda. Ulat ini bersembunyi di dalam tanah dan keluar pada malam hari

- Secara fisik/mekanik: dengan

mengumpulkan dan

memusnahkan ulat yang ada serta menjaga kebersihan kebun dengan menggunakan umpan beracun (10 kg dedak + 1 kg gula merah + 100 ml Dursban) yang dipasang di sekitar tanaman. - Secara hayati: memanfaatkan

musuh alami dan predator. - Secara kimiawi: menggunakan

insektisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida.

2. Lalat buah Lalat ini umumnya

menyerang dengan cara memasuka

ovipositor

menyintukan telur- telurnya ke dalam kulit buah tomat. Telur-telur tersebut kemudian akan berubah menjadi

larva dan

menggerogoti buah dari dalam hingga menjadi busuk dan rontok.

- Secara teknis: pembingkaran tanah sekitar tanaman, pengumpulan buah yang terserang, memusnahkan dengan membakar atau dibenamkan ke dalam tanah. - Secara fisik/mekanik:

menggunakan perangkap lalat buah.

- Secara hayati: menggunakan Broconidal maupun predator seperti semut, laba-laba, dan kumbang.

- Secara kimiawi: menggunakan insektisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida.

3. Ulat buah tomat Larva melubangi buah, pucuk tanaman, dan cabang-cabang tomat sehingga buah yang terserang busuk dan jatuh ke tanah.

- Secara teknis: menggunakan varietas toleran (tumpangsari dengan jagung, penanaman tanaman perangkap Tageter

ercota)di sekeliling tanaman tomat

dan menjaga kebersihan lingkungan kebun dari sisa-sisa tanaman dan rerumputan tempat persembunyian hama serta pengaturan waktu tanam.

- Secara fisik/mekanik: membuang dan memusnahkan buah yang terserang.

- Secara kimiawi: menggunakan insektisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida.

80

4. Kutu kebul Nimfa dan serangga dewasa menghisap cairan sel pada daun dengan gejala berupa bercak nektorik. Dalam keadaan populasi tinggi, serangan kutu kebul dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Embun madu yang dikeluarkan dapat menimbulkan serangan jamur. Kutu kebul merupakan vektor penting virus TLVC

(Tomato Leaf Curl

Virus).

-Secara teknis: rotasi tanaman dengan tanaman yang familinya berbeda (tumpangsari dengan cabai atau tagetes) dan sanitasi lingkungan.

-Secara hayati: memanfaatkan musuh alami parasitoid dan predator.

-Secara fisik/mekanik: pemasangan perangkap lalat buah dan menanami pinggiran lahan dengan jagung dan bunga matahari. -Secara kimiawi: menggunakan

insektisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida maupun penggunaan estisida nabati (tageter dan eceng gondok).

5. Ulat grayak Serangan pada daun berupa bercak- bercak putih menerawang, hingga menyebabkan daun berlubang tak beraturan dan menyisakan tulang daun.

-Secara teknis: sanitasi, pengolahan tanah, penggunaan musuh alamai parasitoid. -Secara fisik/mekanik:

pemusnahan larva/pupa pada tanaman yang terserang.

-Secara kimiawi: menggunakan insektisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida.

6. Penggorok daun Pengguguran daun pada tanaman muda,

tanaman yang

terserang tampak terbakar. Luka bekas giggitan tanaman dapat terinfeksi fungi maupun bakteri penyebab penyakit.

-Secara teknis: budidaya tanaman sehat, pemupukan berimbang, penyiangan gulma. -Secara hayati: menggunakan

musuh alami parasitoid.

-Secara fisik/mekanik: pemasangan perangkap likat (perekat).

-Secara kimiawi: menggunakan insektisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida.

81

Lampiran 6 Jenis penyakit, gejala serangan penyakit, serta pengendalian pada tanaman tomat

No. Jenis penyakit Gejala serangan Penanggulangan

1. Rebah kecambah Tanaman tomat menjadi rebah saat tanaman masih dalam persemaian. Pangkal batang atau kecambah menjadi luka sehingga patah, tanaman menjadi kerdil, layu, dan mati. Bagian Batang bagian bawah dan di atas tanah berwarna cokelat kehitam-hitaman.

- Secara teknis: perendaman biji tomat sebelum tanam (benih sehat), mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang.

- Secara kimiawi: penggunaan fungisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida.

2. Antraknosa Pada daun terdapat bercak bulat berwarna cokelat dan kelabu ditengahnya, terkadang kekuningan di tepi atau berlubang. Terdapat bercak kecil pada pucuk, panikle, dan tangkai. Selanjutnya bunga menjadi kehitaman, pada buah terdapat bercak berwarna cokelat hingga gelap, buah yang matang akan menjadi busuk.

- Secara teknis: sanitasi kebun dengan memusnahkan gulma pada saat pertnasan hingga panen, pengumpulan daun yang jatuh di tanah dan dibakar, pemasngkasan setelah panen atau sebelum pertunasan.

- Secara fisik/mekanik:

pembungkusan buah agar terlindung dar kemungkinan serangan yang dilakukan saat buah sebesar bola pingpong.

- Secara kimiawi: penggunaan fungisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida. 3. Bercak daun

Septoria

Terdapat bercak lingkaran berwana keabu-abuan yang dikelilingi warna hitam pada daun, batang, dan petiol sehingga dapat merusak permukaan daun dan kualitas buah.

- Secara teknis: rotasi tanaman dengan famili yang berbeda, sanitasi lapangan dengan memusnahkan bagian yang inang dan gulma, penggunaan bibit dan benih yang bebas dari patogen. - Secara kimiawi: penggunaan

fungisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida. 4. Bercak daun Terdapat bercak-bercak

lingkaran berwarna cokelat tua pada daun, batang, dan buah tomat. Bila buah yang terserang pada permukaan buah terjadi sedikit kempot dan pecah-pecah.

- Secara teknis: rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak satu famili, sanitasi lapangan dengan memusnahkan sisa tanaman inang yang terinfeksi, penggunaan benih bebas dari infeksi patogen, perbaikan sistem drainase lahan, eradikasi tanaman yang terserang. - Secara kimiawi: penggunaan

fungisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida. 5. Busuk daun Bercak daun yang tidak

beraturan, daun agak basah dan lembek, lunak,

- Secara teknis: penggunaan benih sehat, penggunaan varietas yang resisten, pengaturan jarak tanam

82

dan berwarna kehitam- hitaman. Bila cuaca lembab, akan tumbuh cendawan dan akan busuk.

yang tidak terlalu rapat, sanitasi lapangan dengan menghilangkan tanaman yang terinfeksi, perendaman benih dengan desinfektan, rotasi tanaman dengan tanaman bukan satu famili.

- Secara fisik/mekanik: penggunaan fungisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida.

6. Bulukan Daun tomat yang

terserang menjadi bulukan, berwanra hijau kekuning-kuningan tidak beraturan.

- Secara teknis: pengguanan varietas yang tahan, penanaman pada lingkungan yang tidak terlalu lembab.

- Secara kimiawi: penggunaan fungisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida. 7. Layu fusarium Tanaman yang terserang

menunjukkan layu dan kemudian mati.

- Secara teknis: penggunaan benih sehat, sanitasi, darinase, rotasi tanaman, penggunaan varietas tahan patogen.

- Secara kimiawi: penggunaan fungisida yang efektif, terdaftar, dan dianjurkan Komisi Pestisida. 8. Layu Bakteri Daun tanaman layu dan

nampak seperti kurang air.

- Secara teknis: penggunaan benih sehat, sanitasi, drainase, rotasi tanaman, penggunaan varietas yang tahan, pemberian kapur pada tanah. Sumber : Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat (2011)

83

Lampiran 7 Kriteria penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) usahatani tomat

No Jenis Kriteria / Responden 1 2 ...

1. a. b. c. d. e. f. g. Penyediaan benih - - -

Varietas benih hibrida bersertifikat yang dilepas Menteri Pertanian .... .... .... Benih dicatat dan disimpan serta tidak kadaluarsa .... .... .... Mutu benih memiliki tingkat kemurnian > 95% dan kadar air < 10% .... .... .... Media tanam pembibitan berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 .... .... .... Benih direndam dengan air hangat atau pestisida, ditiriskan, diletakkan di atas kertas hingga

berkecambah, media tanam disiram

.... .... .... Pembibitan (rak/bedengan) di tempat terbuka yang dibuat dari bambu dan dinaungi plastik. .... .... .... Persemaian disiram, dibersihkan dari gulma, diberi pupuk daun setelah berumur 10 hari, dan

dipindah ke lahan setelah 15-20 hari atau 4-5 helai daun tumbuh

.... .... .... 2. a. b. c. d. e. Pengolahan lahan - - -

Pemetaan dan pengukuran luas .... .... ....

Perencanaan denah lokasi kebun .... .... ....

Pembabatan dan pembersihan lahan .... .... ....

Pemberian mulsa plastik pada bedengan dengan diameter lubang mulsa 10 cm .... .... ....

Pemberian pupuk kandang dan pupuk anorganik .... .... ....

3. a. b. c.

Penanaman - - -

Penanaman dilakukan pada sore hari .... .... ....

Batang benih diperiksa dengan kriteria batang lurus, perakaran banyak, pertumbuhan normal .... .... ....

Siram tanaman tomat .... .... ....

4. a. b. c. d. Pemasangan ajir - - -

Dilakukan saat tanaman berumur 3 minggu setelah di lapang .... .... .... Panjang ajir 225 cm untuk tanaman dataran tinggi .... .... .... Ajir dipasang 10 cm dari tanaman tomat dengan kedalaman 20 cm .... .... ....

Tanaman diikat pada ajir dengan tali rafia .... .... ....

5. a. b. c. d. Pemangkasan - - -

Pemangkasan dilakukan pada pagi hari .... .... ....

Pemangkasan daun tua dan daun yang terserang hama, pemangkasan buah pada buah cacat, rusak, dan terkena hama penyakit

.... .... .... . Tanaman hasil pemangkasan dibakar atau dibuang .... .... .... 6.

a. b.

Pengairan - - -

Frekuensi pengairan 2 hari sekali .... .... ....

Dilakukan dengan selang yang dimasukkan ke dalam mulsa plastik .... .... .... 7. a. b. c. d. e. f. Pemupukan - - -

Kapur dolomit 1.5 t/Ha .... .... ....

Pupuk kandang 30 t/Ha .... .... ....

Pupuk NPK .... .... .... Pupuk TSP .... .... .... Pupuk KCl .... .... .... Pupuk Lainnya .... .... .... 8. a.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) - - -

Dilakukan dengan pengamatan berkala (setiap minggu), perkirakan OPT yang perlu diwaspadai, gunakan fungisida sistemik maksimal tiga kali setiap musim.

.... .... .... 9. a. b. c. Panen - - -

Penyemprotan pestisida sudah dihentikan 1-2 minggu sebelum panen .... .... ... Tanaman tomat mulai dipanen 75 hari setelah pindah ke lapang, selanjutya 3-5 hari sekali

hingga buah habis

.... .... .... Tingkat kematangan untuk lokasi pemasaran jauh adalah 90%, yaitu saat buah tomat berwarna

kemerahan dan 75% untuk lokasi pemasaran jarak jauh 3-7 hari sebelum berwarna merah

.... .... ....

Jumlah Kriteria Terpenuhi .... .... .... Persentase Kriteria Terpenuhi (%) .... .... .... Kategori Usahatani (Konv. / SOP)* .... .... ....

Keterangan : 1 = Ya, 0 = Tidak

84

Lampiran 8 Penerapan kriteria SOP oleh petani tomat berbasis SOP di Kecamatan Lembang

Kriteria Petani responden Jml Peme- nuhan(%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1. - - - - a. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 b. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 c. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 d. 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 7 47 e. 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 4 27 f. 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 10 67 g. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 2. - - - - a. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 b. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 c. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 d. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 14 93 e. 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 93 3. - - - - a. 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 b. 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 8 53 c. 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 14 93 4. - - - - a. 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 10 67 b. 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 3 20 c. 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 3 20 d. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 5. - - - - a. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 b. 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 12 80 c. 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 10 67 6. - - - - a. 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 4 27 b. 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 13 87 7. - - - - a. 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 b. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 c. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 93 d. 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 11 73 e. 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 11 73 f. 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 7 47 8. - - - - - - - - - - - - - - - - - a. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 9. - - - - - - - - - - - - - - - - - a. 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 2 13 b. 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 11 73 c. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 15 87 Jml 27 24 21 22 24 24 21 28 22 24 23 25 24 25 26 % 79 71 62 65 71 71 62 82 65 71 68 74 71 74 76 Keterangan : Jml = jumlah kriteria terpenuhi

85

Lampiran 9 Penerapan kriteria SOP oleh petani tomat konvensional di Kecamatan Lembang

Kriteria Petani Responden

Jml Terpe- nuhi % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1. - - - - a. 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 14 93 b. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 c. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 d. 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 7 47 e. 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 7 f. 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 11 73 g. 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 87 2. - - - - a. 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 93 b. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 c. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100 d. 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 10 67 e. 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 93 3. - - - - a. 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 b. 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 20 c. 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 13 87 4. - - - - a. 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 4 27 b. 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 c. 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 7 d. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 93 5. - - - - a. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 11 73 b. 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 8 53 c. 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 20 6. - - - - a. 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 7 b. 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 8 53 7. - - - - a. 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 b. 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 13 87 c. 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 93 d. 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 9 60 e. 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 8 53 f. 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 13 8. - - - - - - - - - - - - - - - - - a. 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 11 73 9. - - - - - - - - - - - - - - - - - a. 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 5 35 b. 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 7 47 c. 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 11 73 Jml 20 20 20 20 20 19 20 19 20 18 18 20 20 18 18 % 59 59 59 59 59 56 59 56 59 53 53 59 59 53 53 Keterangan : Jml = jumlah kriteria terpenuhi

Pertanian tomat pada perbukitan di Kecamatan Lembang

Persemaian benih tomat

Lampiran 10 Dokumentasi penelitian usahatani tomat di Kecamatan Lembang

Potensi pertanian tomat di Kecamatan Lembang 86

87

Penyemaian benih tomat dalam skala kecil

Persiapan lahan

88

Lahan yang telah diberi mulsa

Pupuk kandang Sumur air sebagai sumber air tanah

89

Tanaman tomat yang terserang penyakit busuk daun

Tanaman tomat yang terkena penyakit bercak daun

Buah tomat yang telah diberi semprotan pestisida

Tanaman tomat dengan pertumbuhan buah normal

Pemberian benang sebagai penyangga tanaman tomat

90

Buah tomat yang terserang penyakit busuk buah

Tanaman tomat yang ditumpangsarikan dengan tanaman cabai merah

Rumput liar yang tumbuh sebagai gulma

Sisa bagian tanaman tomat yang membusuk dan tidak dibuang

91

Kegiatan perawatan tanaman tomat (pemberian pupuk berkala)

92

Lampiran 11 Biaya rata-rata dan persentase biaya pada usahatani tomat di Kecamatan Lembang pada luas lahan 1 000 m2 per musim tanam No. Jenis biaya Usahatani SOP Usahatani konvensional

Nilai (Rp) Persentase (%) Nilai (Rp) Persentase (%) A. Biaya tunai

1 Benih 296 195.88 4.96 505 306.62 8.25

Total biaya benih 296 195.88 4.96 505 306.62 8.25

2 Pupuk Kandang 328 776.15 5.50 1 048 970.24 17.13 NPK 244 611.86 4.09 517 059.64 8.45 TSP 31 399.54 0.53 52 876.98 0.86 KCL 18 242.54 0.31 36 695.24 0.60 Lainnya 1 248.92 0.02 54 857.14 0.90

Total biaya pupuk 624 279.02 10.45 1 710 459.24 27.94 3 Pestisida Anthracal 43 616.67 0.73 26 134.92 0.43 Bazooka 37 350.46 0.63 18 811.22 0.31 Daconil 186 933.33 3.13 129 023.58 2.11 Prepathon 4 235.03 0.07 4 721.09 0.08 Lainnya 421 480.69 7.06 179 349.21 7.06

Total biaya pestisida 693 616.18 11.61 358 040.02 9.97

4 Mulsa 173 811.55 2.91 120 256.99 1.96

Total biaya mulsa 173 811.55 2.91 120 256.99 1.96 5 Tenaga kerja Penyediaan benih 648 333.33 10.85 433 333.33 7.08 Pengolahan lahan 341 811.11 5.72 399 088.89 6.52 Penanaman 131 133.33 2.20 90 800.00 1.48 Pemasangan ajir 85 266.67 1.43 77 600.00 1.27 Perawatan tanaman 1 634 666.67 27.36 1 340 333.33 21.89 Panen 484 802.67 8.12 171 469.33 2.80

Total biaya tenaga kerja 3 326 013.78 55.67 2 512 624.89 41.04

6 Pajak Tanah 10 000.00 0.17 16 666.67 0.27

Total biaya pajak tanah 10 000.00 0.17 16 666.67 0.27 Total biaya tunai 5 123 916.41 85.77 5 576 673.36 89.44

B. Jenis biaya non tunai

1. Benih 0.00 0.00 0.00 0.00

Total biaya benih 0.00 0.00 0.00 0.00

2 Sewa lahan 88 826.72 1.49 46 666.67 0.76

Total biaya sewa lahan 88 826.72 1.49 46 666.67 0.76 3 Tenaga kerja Penyediaan benih 28 800.00 0.48 101 666.67 1.66 Pengolahan lahan 52 000.00 0.87 12 166.67 0.20 Penanaman 6 000.00 0.10 11 266.67 0.18 Pemasangan ajir 6 000.00 0.10 18 666.67 0.30 Perawatan tanaman 268 000.00 4.49 385 666.67 6.30 Panen 349 866.67 5.86 283 333.33 4.63

Total biaya tenaga kerja 710 666.67 11.90 812 766.67 13.27 4 Penyusutan Cangkul 17 916.67 0.30 14,722.22 0.24 Karung 21 604.17 0.36 15,383.33 0.25 Kored 2 020.83 0.03 1,937.50 0.03 Gunting 4 513.89 0.08 4,513.89 0.07 Sprayer 4 583.33 0.08 3,194.44 0.05

Total biaya peralatan 50 638.89 0.85 39,751.39 0.65 Total biaya non tunai 850 132.28 14.23 899,184.72 14.69 Biaya total 5 974 048.68 100.00 6 475,858.09 100.00

93

Lampiran 12 Hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tomat di Kecamatan Lembang melalui aplikasi Mintab

Regression Analysis: Y versus X1; X2; X3; X4; X5; X6; X7; X8; D The regression equation is

Ln Y = Ln 0,705 + Ln 0,693 X1 + Ln 0,108 X2 + Ln 0,0808 X3 + Ln 0,0506 X4

+ Ln 0,0311 X5 – Ln 0,0179 X6 + Ln 0,218 X7 + Ln 0,016 X8 + Ln

0,0146 D

Predictor Coef SE Coef T P VIF Constant 0,7053 0,6002 1,18 0,025 X1 0,6934 0,1865 3,72 0,001 4,6 X2 0,10757 0,08852 1,22 0,023 1,9 X3 0,08081 0,08750 0,92 0,036 1,7 X4 0,05065 0,06056 0,84 0,041 1,8 X5 0,03109 0,06576 0,47 0,044 2,7 X6 -0,01793 0,03798 -0,47 0,044 1,3 X7 0,2177 0,1910 1,14 0,268 3,0 X8 0,0157 0,3639 0,04 0,046 3,2 D -0,01459 0,08803 -0,17 0,870 1,6 S = 0,191715 R-Sq = 87,0% R-Sq(adj) = 81,1% PRESS = 2,60668 R-Sq(pred) = 53,78% Analysis of Variance Source DF SS MS F P Regression 9 4,90443 0,54494 14,83 0,000 Residual Error 20 0,73509 0,03675 Total 29 5,63952 Durbin-Watson statistic = 2,18577 Fitted Value R e s id u a l 4,5 4,0 3,5 3,0 2,5 0,3 0,2 0,1 0,0 -0,1 -0,2 -0,3

Residuals Versus the Fitted Values

(response is Y)

94

Dokumen terkait