Ali, Mukti. 2017. Komunikasi Antarbudaya dalam Tradisi Agama Jawa. Yogyakarta: Pustaka Ilmu Group.
Al-Qahthani, Sa’d ibn Ali ibn Wahf. 2005. Menjadi Da‟i yang Sukses. Jakarta: Qisthi Press.
Amin, Samsul Munir. 2013. Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah.
An-Nabiry, Fathul Bahri. 2008. Meniti Jalan Dakwah: Bekal Perjuangan
Para Da‟i. Jakarta: Amzah.
Arif, Mohammad. 2013. Perkembangan Pesantren di Era Teknologi. Jurnal Pendidikan Agama.Vol.28, No.2.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Aziz, Moh. Ali. 2004. Ilmu Dakwah. Jakarta: Prenada Media.
Azra, Azyumardi. 2011. Pengembangan Metode Dakwah. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Bahroni. 2016. Analisis Wacana Retorika Dakwah K.H. Abdullah Gymnastiar. Jurnal Inject (Interdisciplinary Journal of Communication), (Online), Vol. 1. No. 1, (http://e- journal.iainsalatiga.ac.id, diakses 4 Juni 2017).
Budiharjo. 2007. Dakwah dan Pengentasan Kemiskinan. Yogyakarta: Sumbangsih Press.
Daymon, C. dan Holloway, Immy. 2008. Metode-metode Riset Kualitatif dalam Demokratisasi Institusi. Jakarta: Erlangga.
Iswati. 2012. Metode Dakwah Pondok Pesantren Syaikh Jamilurrahman As- Salafy Yogyakarta. Semarang: Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Juliono. 2015. Implementasi Nilai-nilai Panca Jiwa Pondok Bagi Santri di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah. Salatiga: Jurusan PAI IAIN Salatiga.
Millah, Asep Saeful. 2016. Metode Dakwah Pesantren Mahasiswa An Najah Desa Kutasari Kecamatan Baturraden. Purwokerto: Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam.
Moeloeng, J Lexy. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung . Remaja Rosdakarya.
Nugroho, Wahyu. 2016. Peran Pondok Pesantren dalam Pembinaan Keberagamaan Remaja. Jurnal Inject (Interdisciplinary Journal of Communication), (Online), Vol. 8. No. 1, (http://e- journal.iainsalatiga.ac.id, diakses 4 Juni 2017).
Saputra, Wahidin. 2011. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Sudar. 2009. Khazanah Intelektual Pesantren. Jakarta: Maloho Jaya Abadi.
Sugiyono. 2010. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.
Wawancara dengan Bagus Putro Pembayun santri pondok pesantren Agro Nuur El-Falah pada hari Selasa 4 April 2017 pukul 13.10 WIB.
Wawancara dengan Bapak KH. Usman Mansur pengasuh pondok pesantren Agro Nuur El-Falah pada hari Rabu tanggal 5 April 2017 pukul 12.45 WIB.
Wawancara dengan Ustadz Madin Bapak Ahmad Su’udi pada hari Rabu 22 Maret 2017 pukul 16.15 WIB.
Wawancara dengan Wahyu Nugroho Asatidz pondok pesantren Agro Nuur El-Falah pada hari Selasa 4 April 2017 pukul 13.47 WIB.
Yahya. 2016. Dakwah Islamiyah dan Proselytisme; Telaah Atas Etika Dakwah Dalam Kemajemukan. Jurnal Inject (Interdisciplinary Journal of Communication), (Online), Vol. 1. No. 1, (http://e- journal.iainsalatiga.ac.id, diakses 4 Juni 2017).
Yasmadi. 2002. Modernisasi Pesantren: Kritik Nurcholish Madjid Terhadap Pendidikan Islam Tradisional. Jakarta: Ciputat Press.
Pedoman Wawancara
1. Bagaimana metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
a. Apa saja metode dakwah yang dilaksanakan Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
b. Bagaimana pengaturan jadwal kegiatan Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
c. Bagaimana kurikulum Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
2. Bagaimana Implementasi metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
a. Bagaimana cara melakukan metode dakwah tersebut?
b. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut?
c. Apa kegiatan harian, mingguan, bulanan dan tahunan yang dilaksanakan? d. Bagaimana cara meningkatkan metode dakwah tersebut?
3. Bagaimana kelebihan dan kekurangan metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
a. Apa saja kelebihan dan kekurangan metode dakwah tersebut? b. Apa saja faktor pendukungnya?
c. Apa saja faktor penghambatnya?
Paparan Informasi dari Wawancara
Nama : Ahmad Su’udi
Sebagai : Ustadz Madrasah Diniyah
Tempat : Sekretariat Ponpes Agro Nuur El-Falah Hari/tanggal : Hari Rabu 22 Maret 2017
Waktu : Pukul 16.15 WIB
1. Bagaimana metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El- Falah Kota Salatiga?
a. Apa saja metode dakwah yang dilaksanakan Ponpes Agro Nuur El- Falah Kota Salatiga?
Jawab: Metode yang lebih ditonjolkan lebih ke agronya yaitu sekolah langsung praktek pertanian, madin pada sore dan malam hari dengan kitab kuning (nahwu, shorof, ilmu alat) kitab Al-Qur’an untuk tahfidz dan latihan menghafal, malam jum’at dilaksanakan dibak, ngaji takror/ekstra.
b. Bagaimana pengaturan jadwal kegiatan Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
Jawab: Jam 07.00 WIB sampai jam 12.00 WIB sekolah pagi SMP dan SMK sampai jam 13.30 WIB. Madin sore mulai jam 14.30 WIB sampai jam 15.30 WIB dan dilaksanakan Madin malam hari setelah Isak. Setelah sholat asar selesai dibuat jadwal olahraga dan pertanian pada jam 16.00 WIB samapai dengan jam 17.15 WIB, pembagian tugasnya pertanian mencangkul, menanam,
Jawab: Sekolah pagi sekolah seperti umumnya, pembelajaran agro, dan pelaksanaan madin. Sebelum ada madin pembelajaran banyak ke agronya, sehingga sekarang menggunakan kurikulum baru dan pengasuhnya juga ada pergantian sampai sekarang. Yang menggunakan pembelajaran seperti Gontor. Bagi mahasiswa yang disebut dengan maha santri pembelajaran disesuaikan setelah pulang kuliah.
2. Bagaimana implementasi metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
e. Bagaimana cara melakukan metode dakwah tersebut?
Jawab: selain sekolah pagi diberikan pembelajaran pertanian juga dilaksanakan madin, apabila ada yang kurang untuk mengaji diberikan ekstra dan di takror, mengaji dengan kitab kuning, dilaksanakan apel pagi sebelum makan, apel siang, apel sore, apel malam, apel pergantian piket, apel pembagian tugas, semua kegiatan sudah dibagi sesuai pembagian tugas.
f. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya?
Jawab: Pak H. Pono (pendiri), pengasuh KH. Usman Mansyur, Majelis maarif ustadz Nur Sholeh (babinsa), dan ustadz-ustadz
g. Apa saja kegiatan yang dilakukukan santri dan pengasuh (kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan?
Jawab: Kegiatan harian sudah sesuai piket , madin sore, madin bakdha
isa’ (mengaji dengan sistem sorogan bakdha subuh, bakdha magrib, bakdha isa’), sekolah jam 07.00-12.00 WIB. Kegiatan
mingguan dziba’ ashghor/shigor setiap malam jum’at (perkamar berjanjen diteras), pidato, MC. Kegiatan bulanan dziba’
kibar/akbar dan lomba. Kegiatan tahunan Haul dari bapak pendiri pondok pesantren, mendatangkan tokoh terkenal, rencana habib syeh
Jawab: Diadakan lomba-lomba, pernah mendapatkan penghargaan dari Bapak Presiden SBY, di Madin diadakan ektra/takror untuk penambahan belajar mengaji, Pengelompokan kelas supaya efektif
3. Bagaimana kelebihan dan kekurangan metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
e. Apa saja kelebihan dan kekurangan metode dakwah tersebut?
Kelebihan dari Madin masih menggunakan kitab kuning sebagai rujukan, tahfidz Al-Qur’an (dengan ustadz Husen), menonjolkan kedisiplinan dengan melaksanakan PBB pada setiap kegiatannya atau mau makan apel mau sholat setelah sholat apel selain kegiatan agronya. Kekurangannya, jumlah santri dan pengajar tidak seimbang (200 santri dan pengajar/ustadz 40), agenda mingguan dan bulanan untuk pertanian belum ada.
f. Apa saja faktor pendukungnya?
Jawab: Setiap pergantian piket melaksanakan apel dan PBB (apel pagi, siang, sore/ashar, apel magrib, apel piket malam sesuai dengan bagiannya), pendiri menyediakan pendanaan yang cukup sehingga santri banyak yang digratiskan, sarpas dipenuhi oleh pendiri, ustadz yang sesuai bagiannya/keahliannya, pembelajaran pondok salafiyah dengan kitab kuning.
g. Apa saja faktor penghambatnya?
Jawab: keterlambatan pengiriman Sarpras, bibitnya untuk penanaman kadang masih terlambat pengirimannya
h. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut?
Jawab: Apabila ada kekosongan kelas dijadikan satu untuk efesian, pembimbingan dari alumni yang mengabdi sesuai dengan konsulat masing-masing, dibentuk koperasi dan swalayan untuk menampung hasil pertanian,
Paparan Informasi dari Wawancara
Nama : Bagus Putro Pembayun Sebagai : Santri/Siswa SMP kelas 8 Tempat : Kepontren Agro Nuur El-Falah Hari/tanggal : Hari selasa/04 April 2017
Waktu : Pukul 13.10 WIB
1. Bagaimana metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El- Falah Kota Salatiga?
a. Apa saja metode dakwah yang dilaksanakan Ponpes Agro Nuur El- Falah Kota Salatiga?
Jawab: Metode pengajaran Ponpes dengan pembelajaran pertanian, ditambah ekstra pertanian pada sore hari. Ngaji umum pada sore
haridan ngaji ekstra. Pada malam jum’at diadakan kitobiyah dan malam jum’at keempat dilaksanakan kitobiyah akbar
b. Bagaimana pengaturan jadwal kegiatan Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
Jawab: Ngaji umum jam 14.30 WIB sampai jam 15.30 WIB c. Bagaimana kurikulum Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
Jawab: Menunjuk majelis ma’arif yang bertugas untuk pengajaran pertanian. Mengaji dengan pembelajaran kitab kuning.
2. Bagaimana Implementasi metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
Jawab: untuk pertaniannya lahan dibagi, dibuat kelompok, dan lahan dicangkul/diolah dan diberi mulsa (tempat menyemai tanaman). Untuk mengajinya disesuaikan jadwal
b. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya?
Jawab: Majelis maarif yang diketuai oleh ustad Nur Sholeh. Santri (siswa SMP dan SMK), dan masyarakat memberikan saran masukan
c. Apa saja kegiatan yang dilakukukan santri dan pengasuh (kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan)?
Jawab: Kegiatan harian kegiatan ngaji umum yaitu kitab, Al-Qur’an dan hadist sesuai jadwal dan ngaji setelah isak Ngaji Ekstra setelah ashar mengaji kitab kuning, kegiatan mingguan dziba’ ashghor
setiap malam jum’at , kegiatan bulanan dziba’ kibar/akbar dan
lomba, kegiatan tahunan Haul dari bapak pendiri pondok pesantren
d. Bagaimana cara meningkatkan metode dakwah tersebut?
Jawab: Bagi siswa diberikan jam tambahan ekstra untuk mengaji, untuk pertanian penyediaan bibit dipilih yang bagus. Diadakan lomba- lomba antar santri.
3. Bagaimana kelebihan dan kekurangan metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
a. Apa saja kelebihan dan kekurangan metode dakwah tersebut?
Kelebihan, setiap tahun ada ajarkan pelatihan PBB dan pelatihan Militer, kitabnya yang diajarkan juga banyak (Fikih, Al-Qur’an, Hadits, danlainnya), dari pertanianya lahannya luas dan dari pengairan cukup, biaya disini bulanan digratisin dari pondok dan subsidi infak bulanan bagi yang mampu sesuai kemampuan(seiklasnya) dan makan sama gratis. Kekurangan, pembelajaran SMP dan SMK kuranglama gak terlalu ditekan
untuk pertanian gagal panen dan yang tumbuh bibitnya bisa rusak.
b. Apa saja faktor pendukungnya?
Jawab: Ustadz dan guru sering memberi motifasi atau nasihat, disini biaya gratis tidak terlalu membebani orang tua, jarang terjadinya permusuhan/pertikaian dengan teman.
c. Apa saja faktor penghambatnya?
Jawab: Terjadinya kehilangan-kehilangan barang, fasilitas juga kurang lengkap, kadang gurunya sering terlambat dan tidak masuk, untuk pertaniannya telat menyiram dan gagal panen, bibit di rusak teman/dicabut.
d. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut?
Jawab: Adanya penjagaan dibagi sesuai kelompok ada jadwalnya sesuai harinya, apabila ada jam kosong diberi tugas/digantikan ustadz lain/guru lain.
Paparan Informasi dari Wawancara
Nama : Wahyu Nugroho
Sebagai : Asatidz/ustadz pengabdian Tempat : Masjid Agro Nuur El-Falah Hari/tanggal : hari Selasa 4 April 2017
Waktu : Pukul 13.47 WIB
1. Bagaimana metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El- Falah Kota Salatiga?
a. Apa saja metode dakwah yang dilaksanakan Ponpes Agro Nuur El- Falah Kota Salatiga?
Jawab: Pengajaran pondok mengaji dan sekolah SMP dan SMK dengan berbasik pertanian.
b. Bagaimana pengaturan jadwal kegiatan Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
Jawab: Sesuai pembagian jadwal jam 07.00-12.00 WIB kegiatan sekolah, jam 14.30-15.30 WIB kegiatan madin
c. Bagaimana kurikulum Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga? Jawab: Kurikulum pondok dan sekolah dan saat ini ada perubahan
pembelajaran yang lebih ketat, dengan melaksanakan apel disetiap kegiatannya
2. Bagaimana Implementasi metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
piket, dan kegiatan sekolah dan ngaji sesuai jadwal, ngaji madrasah 14.30 WIB sampai 16.30 WIB, dan setelah sholat ashar bisa melaksanakan olahraga. Kegiatan ngaji malam habis magrib ada istigosah dilanjutkan makan malam. Setelah Isak jam 19.30 WIB sampai jam 22.00 WIB diadakan takror, Hari kamis ziarah kemakam Pulutan. Kitobiyah diadakan lomba bergantian sudah dibagi, kegiatan bulanan kitobiyah kubro perkamar mewakilkan satu santri, kegiatan tahunan ada Maulid Nabi, lomba-lomba adzan kegiatan agustusan antar santri
b. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya?
Jawab: Pendirinya Pak Haji Supono, dari masyarakat Mbah Muhdi dan anaknya, santri siswa SMP dan SMK dan yang lebih aktif dalam mengelola lahan pertanian mbah Muhdi
c. Apa saja kegiatan yang dilakukukan santri dan pengasuh (kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan)?
Jawab: Kegiatan harian, pagi sekolah, siang madin, setelah ashar dilahan dan olahraga, habis magrib Istigosah, setelah isak takror(persiapan untuk besok pagi). Kegiatan mingguan, hari kamis ziarah kubur dan kitobiyah. Kegiatan bulanan, kitobiyah kubro perkamar mewakilkan 1 orang. Kegiatan tahunan, peringatan Maulid Nabi dan Agustusan diadakan lomba
d. Bagaimana cara meningkatkan metode dakwah tersebut?
Jawab: Melaksanakan kegiatan dengan kedisiplinan dikenalkan berbagai kitab seperti Al-Qur’an dengan tajwid.
3. Bagaimana kelebihan dan kekurangan metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
e. Apa saja kelebihan dan kekurangan metode dakwah tersebut?
pengajian kitab, prestasi tingkat salatiga, dan lomba adzan tingkat Salatiga. Kekurangan, guru kurang maksimal di dalam pembelajaran, fasilitas kurang mendukung
f. Apa saja faktor pendukungnya?
Jawab: Biayanya gratis sehingga bisa meringankan orang tua, sekarang sudah bisa menyesuaikan lingkungan dan dukungan dari kakak tingkat sehingga kerasan untuk mondok. Makannya tiga kali bsehari yang disiapkan oleh pondok.
g. Apa saja faktor penghambatnya?
Jawab: Timbulnya rasa malas dan merasa kalau teman saya bisa aku juga harus bisa dan guru madin pada musim penghujan tidak masuk atau guru luar tidak bisa masuk, untuk pertanian perawatan kurang maksimal, santri dalam mengolah pertanian kurang sadar.
h. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut?
Jawab: Memaksakan diri untuk selalu aktif dan kegiatan diberikan jadwal.
Paparan Informasi dari Wawancara
Nama : KH. Usman Mansur
Sebagai : KH. Usman Mansur
Tempat : dalem Ponpes Agro Nuur El-Falah Hari/tanggal : hari Rabu 5 April 2017
Waktu : Pukul 12.45 WIB
1. Bagaimana metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El- Falah Kota Salatiga?
a. Apa saja metode dakwah yang dilaksanakan Ponpes Agro Nuur El- Falah Kota Salatiga?
Jawab: Ponpes ini dapat dijadikan lembaga pendidikan Islam yang mampu memberikan sumbangan yang besar kepada bangsa, baik dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi serta ilmu agama. Pendidikan Madin di Ponpes Agro Nuur El-Falah memfokuskan pendidikan agama melalui pengkajian kitab kuning dengan mempelajari ilmu Tafsir, Hadits, Fiqih, Akhlak, Tasawuf serta mengajarkan pendidikan dakwah muhadhoroh dalam bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Inggris serta mengajarkan ilmu pertanian (wawancara dengan KH. Usman Mansur selaku pengasuh Ponpes Agro Nuur El-Falah di dalem pada Rabu 5 April
b. Bagaimana pengaturan jadwal kegiatan Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
Jawab: selama 24 jam dipondok aktifitasnya penuh, untuk pertanian dan mengaji disesuaikan jadwal
c. Bagaimana kurikulum Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga? Jawab: Kurikulum sesuai pondok Gontor, dan juga pembelajaran
pertanian masuk kurikulum SMP dan SMK dibidang agrobisnis dan pengajian dengan kitab-kitab sesuai pondok salaf
2. Bagaimana Implementasi metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
a. Bagaimana cara melakukan metode dakwah tersebut?
Jawab: Dilaksanakan 24 jam aktifitas penuh, pengelolalaan dan pemasaran dari santri sendiri, bekerjasama koramil untuk melatih baris berbaris, setiap kegiatan ada apel dan juga ada piket kebersihan, habis ngaji subuh bersih-bersih
b. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya?
Jawab: Siswa SMP dan SMK, guru pertanian, santri yang dipilih untuk santri pengabdian dan dibantu melibatkan masyarakat yang mampu mengajar kitab-kitab. Ir. Supriyanto membantu di pertanian dengan pembuatan pupuk dan penanaman sayuran organik.
c. Apa saja kegiatan yang dilakukukan santri dan pengasuh (kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan)?
Jawab: Kegiatan harian, kajian kitab-kitab kuning, sebelum dan sesudah kegiatan melaksanakan apel, piket jaga dan piket kebersihan, madin dan melaksanakan agribisnis pertanian. Kegiatan dilaksanakan mulai subuh mengaji Al-Qur’an, bersih-bersih, sekolah pagi, Madin sore, kegiatan olahraga, dan Madin malam.
dziba’iyah, di pertaniannya ada pelatihan keluar daerah, kegiatan maulid dengan pengajian. Kegiatan tahunan, latihan PBB bekerjasama dengan Babinsa, haul dari bapak pendiri pondok pesantren, pernah ada kegiatan peresmian pondok dari Presiden Megawati Sukarno Putri pada tahun 2014, Bapak Gubernur Bibit Waluyo pada peresmian masjid dan Menteri Agama saat ini yaitu Lukman Hakim Syaefudin. Kegiatan haul Bapak dan Ibu dari Bapak H. Supono
d. Bagaimana cara meningkatkan metode dakwah tersebut?
Jawab: Untuk pertanian membuat pupuk sendiri, peternakan dan budidaya cacing, menjadi rujukan latihan pendidikan pertanian, untuk menopang hasil pertaniannya akan segera di buka jurusan baru SMK jurusan Tata Boga dan siswa SMP dan SMK putri, kedepan menjadi pusat pelatihan pendidikan pertanian. Di didik kesederhanaan dan selalu beribadah kepada Allah
3. Bagaimana kelebihan dan kekurangan metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga?
a. Apa saja kelebihan dan kekurangan metode dakwah tersebut?
Kelebihannya, tidak hanya belajar ilmu tetapi diajarkan kehidupan dan didik gimana bisa hidup dengan disiplin dengan PBB, untuk siswa pertanian melaksanakan PKL ke lingkungan dan Kopeng. Ada pelatihan tulis menulis, pelatihan kaligrafi, pelatihan qiroat, tahfidz, dan sekolah pertanian. Kekurangannya, kurangnya SDM (Sumber Daya Manusia), santri datang dari seluruh penjuru Indonesia atau dari mana-mana yang penyatuannya tidak mudah, pengajar ada yang masih niatnya bekerja dan sekedar menyampaikan ilmu.
c. Apa saja faktor penghambatnya?
Jawab: Beraneka macam tujuan para pengajar dan bermacam karakter santri yang berlatar belakang berbeda
d. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut?
Jawab: Menambah tenaga pengajar/SDM, melatih kedisiplinan dan memberikan pancajiwa santri yaitu (Jiwa keiklasan, Jiwa kesederhanaan, Jiwa kemandirian, Jiwa ukuwah/persaudaraan, dan Jiwa kebebasan), serta memberikan bekal santri pola makan, pola hidup, pola berfikir yang bersih, berdisiplin dan berhasil.