• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian, yaitu sebagai berikut:

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan dan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data secara deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Data yang diperoleh dalam penelitian ini tidak berupa angka-angka tetapi data yang terkumpul berbentuk kata-kata lisan yang mencakup laporan dan foto-foto (Moeloeng, 2009:4).

Menurut Bahroni mengutip pendapat Sutopo bahwa penelitian pendekatan kualitatif deskriptif, adalah bertujuan untuk mengungkapkan berbagai informasi kualitatif dengan pendeskripsian yang teliti dan penuh nuansa untuk menggambarkan secara cermat sifat-sifat suatu hal, keadaan, fenomena, dan tidak terbatas pada pengumpulan data, tetapi meliputi analisis dan interpretasi data tersebut (Bahroni, 2016:125).

Jadi hasil penelitian ini adalah berupa deskripsi atau gambaran metode-metode dakwah Islam yang dilaksanakan di pondok pesantren. Metode dakwah ialah cara dakwah yang teratur dan terpogram secara baik agar maksud mengajak melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam dengan baik dan sempurna (Budiharjo, 2007:53).

Ada berbagai macam metode dakwah, namun dalam penelitian ini hanya akan difokuskan pada metode dakwah yang digunakan Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah, Pulutan, Sidorejo, Kota Salatiga tahun 2017.

2. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai pengamat partisipan. Yaitu peneliti melakukan penelitian dengan pengamatan kegiatan yang dilaksanakan di pondok pesantren tanpa ikut melaksanakan kegiatan harian atau ikut mondok. Akan tetapi peneliti mengamati kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dan mencocokkan dengan pengakuan-pengakuan dari pihak-pihak yang terkait atau terlibat.

3. Lokasi Penelitian

Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah yang berada di Jalan. Dipomanggolo RT 04 RW 05, Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo,

Kota Salatiga, Jawa Tengah. Dengan Luas Tanah 17.000 M² dan Luas Bangunan 8.000 M².

4. Sumber Data

Menurut Arikunto (2006:129), yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian ini adalah subyek darimana data itu dapat diperoleh. Sehingga dalam penelitian ini menggunakan bebarapa sumber. Pertama, sumber data primer yakni data yang diperoleh secara langsung dari obyek yang diteliti. Data primernya adalah pengasuh, ustadz, pengurus dan santri pondok pesantren Agro Nuur El-Falah, yang akan merespon pertanyaan- pertanyaan peneliti terkait dengan obyek penelitian yang diteliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan.

Kedua, yaitu sumber data sekunder yakni data yang diperoleh secara tidak langsung. Data sekundernya adalah buku-buku, internet, dokumen atau arsip-arsip dan bahan-bahan kepustakaan lain yang ada relevansinya dengan penelitian ini.

5. Prosedur Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini untuk pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data diantaranya adalah: pertama, wawancara yaitu pertemuan dua orang untuk bertukar informasi

dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu (Sugiyono, 2010:72).

Secara umum yang disebut wawancara adalah metode yang dilakukan dengan menggunakan pertanyaan secara lisan kepada orang lain dengan maksud agar orang lain memberi jawaban. Dalam metode wawancara terjadi komunikasi antara penulis dan subyek.

Wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur, artinya dalam melakukan wawancara, pengumpul data menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.

Pedoman wawancara yang digunakan berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Metode ini dipergunakan untuk memperoleh data yang digunakan Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah dengan sumber informasi wawancara adalah pengasuh pondok pesantren, ustadz, pengurus dan santri pondok pesantren. Selain itu, sebagai data pendukung wawancara juga dilakukan dengan narasumber lain, tapi tetap yang berhubungan dengan penelitian.

Sedangkan yang kedua, adalah observasi yaitu usaha pengumpulan data dengan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki. Metode ini digunakan

untuk pengamatan yang dilakukan oleh peneliti secara langsung terhadap sumber data yang ada pada pondok pesantren Agro Nuur El-Falah.

Observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, artinya dalam melakukan observasi peneliti ikut terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian (Sugiyono, 2010: 64).

Obyek observasi dalam penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah kota Salatiga meliputi: kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren Agro Nuur El-Falah, kegiatan keagamaan yang dilakukan Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah dan kegiatan- kegiatan lain yang dilakukan Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah.

Ketiga, metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, leger, agenda dan sebagainya (Arikunto, 2006: 231). Dokumen-dokumen yang dijadikan arsip dalam penelitian ini meliputi: dokumentasi mengenai profil pondok pesantren Agro Nuur El- Falah, dokumentasi mengenai struktur organisasi pondok pesantren Agro Nuur El-Falah, dan dokumentasi mengenai kegiatan belajar pondok pesantren Agro Nuur El-Falah.

6. Analisis Data

Adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain (Sugiyono, 2010:89).

Analisis data kualitatif secara umum dapat dilakukan sebagai berikut: Pertama, proses reduksi adalah proses mengolah data dari yang tidak atau yang belum tertata menjadi data yang tertata. Dalam proses reduksi ini terkandung aspek pengeditan, pemberian kode dan pengelompokan data sesuai dengan kategorisasi data. Proses reduksi bertujuan untuk mengolah data yang diperoleh melalui pengumpulan data, agar menjadi data yang dapat dipahami dan tersusun secara sistematis.

Kedua, proses interpretasi (penafsiran) yaitu setelah data disusun secara sistematis, tahap berikutnya yang harus ditempuh adalah tahap analisa. Ini adalah tahap yang penting dan menentukan. Pada tahap ini data yang berkaitan dengan permasalahan yang diajukan, ditafsirkan sedemikian rupa sampai berhasil menyimpulkan kebenaran-kebenaran

yang dapat dipakai untuk menjawab persoalan-persoalan yang diajukan dalam penelitian (Daymon dan Holloway, 2008: 369).

Metode analisis data yang penulis gunakan adalah metode analisis data deskriptif kualitatif. Maksudnya adalah proses analisis yang akan didasarkan pada kaidah deskriptif dan kualitatif. Kaidah deskriptif adalah bahwasannya proses analisis dilakukan terhadap seluruh data yang telah didapatkan, diolah dan kemudian hasil analisa tersebut disajikan secara keseluruhan.

Sedangkan kaidah kualitatif adalah bahwasanya proses analisis tersebut ditujukan untuk mengembangkan teori bandingan dengan tujuan untuk menemukan teori baru yang dapat berupa penguatan terhadap teori lama, maupun melemahkan teori yang telah ada tanpa menggunakan rumus statistik.

Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori metode dakwah kemudian menganalisisnya dengan analisis indeksikalitas. Indeksikalitas adalah keterkaitan makna kata, perilaku dan lainnya pada konteksnya.

7. Pengecekan Keabsahan Data

Dalam suatu penelitian agar data dapat dikatakan valid, maka diperlukan adanya uji keabsahan data. Keabsahan data merupakan

konsep penting yang harus diperbarui dari konsep kesahihan data (validitas) dan keandalan (realibilitas). Untuk menetapkan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan, salah satunya adalah derajat kepercayaan (credibility).

Penelitian ini dilakukan uji keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi. Teknik triangulasi adalah teknik yang paling banyak digunakan untuk pemeriksaan melalui sumber lainnya untuk keperluan pembanding dengan tujuan meningkatkan kualitas penilaian. Triangulasi merupakan salah satu teknik pemeriksaan dari kriteria kredibilitas atau cara untuk meningkatkan keabsahan data dalam penelitian kualitatif.

Terdapat enam macam teknik triangulasi, yaitu sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan teori, data, sumber, metode, instrumen, dan analitik. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Sedangkan pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.

8. Tahap-tahap Penelitian

Dari seluruh penelitian ini dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kegiatan. Pertama, kegiatan ini dilakukan di Pondok Pesantren

Agro Nuur El-Falah dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah diberikan.

Kedua, tahap pemetaan lingkungan fisik terutama di pondok pesantren yang menjadi pilihan lokasi penelitian. Yang meliputi depan, belakang dan lingkungan yang dijadikan lokasi kegiatan-kegiatan. Ketiga, penelitian lapangan yang sesungguhnya. Dalam penelitian lapangan yang sesungguhnya ini peneliti sudah melakukan observasi beberapa waktu sebelumnya. Peneliti sudah terlebih dulu mulai mencari informasi sebelum menentukan lokasi penelitian. Baik dari santri yang telah berada disana serta sumber-sumber yang bisa mendukungnya.

Keempat, pengolahan data yang diperoleh ditulis dalam catatan buku, direkam menggunakan handphone, kemudian ditulis ulang dalam catatan refleksi pada malam hari atau paginya, selanjutnya data yang ditulis dalam catatan refleksi dianalisis secara mendalam guna menemukan kesimpulan sementara. Dari hasil analisis ini pertanyaan maupun hipotesa baru dikembangkan dan kemudian mengadakan penelitian lanjut untuk memperoleh jawaban seterusnya prinsip snow ball. Analisis dilapangan dilakukan dengan mengkategorikan,

menemukan konsep lokal dan menghubungkan antar konsep dari data yang ditemukan.