PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
B. Temuan Penelitian
1. Metode dakwah Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga a. Metode dakwah yang dilaksanakan Pondok Pesantren Agro Nuur El-
Falah Kota Salatiga
Metode yang lebih ditonjolkan lebih ke agronya yaitu sekolah langsung praktek pertanian, madin pada sore dan malam hari dengan kitab kuning (nahwu, shorof, ilmu alat) kitab Al-Qur‟an
untuk tahfidz dan latihan menghafal, malam jum‟at dilaksanakan
dibak, ngaji takror/ekstra (Ustadz Madin: Ahmad Su’udi di Ruang Sekretariat, Pukul 14.15 WIB)
Metode pengajaran pondok pesantren dengan pembelajaran pertanian, ditambah ekstra pertanian pada sore hari. Ngaji umum
pada sore haridan ngaji ekstra. Pada malam jum‟at diadakan kitobiyah dan malam jum‟at keempat dilaksanakan kitobiyah akbar
(Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Pengajaran pondok mengaji dan sekolah SMP dan SMK dengan berbasik pertanian (Asatidz: Wahyu Nugroho di Masjid Jami’ Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Pondok pesantren ini dapat dijadikan lembaga pendidikan Islam yang mampu memberikan sumbangan yang besar kepada bangsa, baik dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi serta ilmu agama. Pendidikan Madin di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah memfokuskan pendidikan agama melalui pengkajian kitab kuning dengan mempelajari ilmu Tafsir, Hadits, Fiqih, Akhlak, Tasawuf serta mengajarkan pendidikan dakwah muhadhoroh dalam bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Inggris serta mengajarkan ilmu pertanian (wawancara dengan KH. Usman Mansur selaku pengasuh Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah di dalem pada Rabu 5 April 2017 pukul 12.45 WIB).
b. Pengaturan jadwal kegiatan Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga
Jam 07.00 WIB sampai jam 12.00 WIB sekolah pagi SMP dan SMK sampai jam 13.30 WIB. Madin sore mulai jam 14.30 WIB sampai jam 15.30 WIB dan dilaksanakan Madin malam hari setelah Isak. Setelah sholat asar selesai dibuat jadwal olahraga dan pertanian pada jam 16.00 WIB samapai dengan jam 17.15 WIB, pembagian tugasnya pertanian mencangkul, menanam, memelihara, dan lainnya disesuaikan kondisi (Ustadz Madin: Ahmad Su’udi di Ruang
Ngaji umum jam 14.30 WIB sampai jam 15.30 WIB (Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Sesuai pembagian jadwal jam 07.00-12.00 WIB kegiatan sekolah, jam 14.30-15.30 WIB kegiatan madin (Asatidz: Wahyu Nugroho di Masjid Jami’ Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Sesuai pembagian jadwal jam 07.00-12.00 WIB kegiatan sekolah, jam 14.30-15.30 WIB kegiatan madin (Asatidz: Wahyu Nugroho di
Masjid Jami’ Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Selama 24 jam dipondok aktifitasnya penuh, untuk pertanian dan mengaji disesuaikan jadwal (Pengasuh: Bp. KH. Usman Mansur di dalem pondok pesantren Agro Nuur El-Falah)
c. Kurikulum Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga
Sekolah pagi sekolah seperti umumnya, pembelajaran agro, dan pelaksanaan madin. Sebelum ada madin pembelajaran banyak ke agronya, sehingga sekarang menggunakan kurikulum baru dan pengasuhnya juga ada pergantian sampai sekarang. Yang menggunakan pembelajaran seperti Gontor. Bagi mahasiswa yang disebut dengan maha santri pembelajaran disesuaikan setelah pulang kuliah (Ustadz Madin: Ahmad Su’udi di Ruang Sekretariat, Pukul 14.15 WIB).
Menunjuk majelis ma‟arif yang bertugas untuk pengajaran
pertanian. Mengaji dengan pembelajaran kitab kuning (Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Kurikulum pondok dan sekolah dan saat ini ada perubahan pembelajaran yang lebih ketat, dengan melaksanakan apel disetiap kegiatannya (Asatidz: Wahyu Nugroho di Masjid Jami’ Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Kurikulum sesuai pondok Gontor, dan juga pembelajaran pertanian masuk kurikulum SMP dan SMK dibidang agrobisnis dan pengajian dengan kitab-kitab sesuai pondok salaf (Pengasuh: Bp. KH. Usman Mansur di dalem pondok pesantren Agro Nuur El-Falah)
2. Implementasi metode dakwah Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga.
a. Cara melakukan metode dakwah tersebut
Selain sekolah pagi diberikan pembelajaran pertanian juga dilaksanakan madin, apabila ada yang kurang untuk mengaji diberikan ekstra dan di takror, mengaji dengan kitab kuning, dilaksanakan apel pagi sebelum makan, apel siang, apel sore, apel malam, apel pergantian piket, apel pembagian tugas, semua kegiatan sudah dibagi sesuai pembagian tugas(Ustadz Madin: Ahmad Su’udi di Ruang Sekretariat, Pukul 14.15 WIB)
Untuk pertaniannya lahan dibagi, dibuat kelompok, dan lahan dicangkul/diolah dan diberi mulsa (tempat menyemai tanaman). Untuk mengajinya disesuaikan jadwal (Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Untuk lahan pertanian sudah dibagi sesuai perkamar, untuk lahan SMK dan SMP, setiap santri bertanggungjawab untuk piket, dan kegiatan sekolah dan ngaji sesuai jadwal, ngaji madrasah 14.30 WIB sampai 16.30 WIB, dan setelah sholat ashar bisa melaksanakan olahraga. Kegiatan ngaji malam habis magrib ada istigosah dilanjutkan makan malam. Setelah Isak jam 19.30 WIB sampai jam 22.00 WIB diadakan takror, Hari kamis ziarah kemakam Pulutan. Kitobiyah diadakan lomba bergantian sudah dibagi, kegiatan bulanan kitobiyah kubro perkamar mewakilkan satu santri, kegiatan tahunan ada Maulid Nabi, lomba-lomba adzan kegiatan agustusan
antar santri (Asatidz: Wahyu Nugroho di Masjid Jami‟ Dharma
Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Dilaksanakan 24 jam aktifitas penuh, pengelolalaan dan pemasaran dari santri sendiri, bekerjasama koramil untuk melatih baris berbaris, setiap kegiatan ada apel dan juga ada piket kebersihan, habis ngaji subuh bersih-bersih (Pengasuh: Bp. KH. Usman Mansur di dalem pondok pesantren Agro Nuur El-Falah)
b. Yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan
Pak H. Pono (pendiri), pengasuh KH. Usman Mansyur, Majelis maarif ustadz Nur Sholeh (babinsa), dan ustadz-ustadz (Ustadz
Majelis maarif yang diketuai oleh ustad Nur Sholeh. Santri (siswa SMP dan SMK), dan masyarakat memberikan saran masukan (Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Pendirinya Pak Haji Supono, dari masyarakat Mbah Muhdi dan anaknya, santri siswa SMP dan SMK dan yang lebih aktif dalam mengelola lahan pertanian mbah Muhdi (Asatidz: Wahyu Nugroho di
Masjid Jami‟ Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Siswa SMP dan SMK, guru pertanian, santri yang dipilih untuk santri pengabdian dan dibantu melibatkan masyarakat yang mampu mengajar kitab-kitab. Ir. Supriyanto membantu di pertanian dengan pembuatan pupuk dan penanaman sayuran organik (Pengasuh: Bp. KH. Usman Mansur di dalem pondok pesantren Agro Nuur El-Falah)
c. Kegiatan yang dilakukukan santri dan pengasuh (kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan)
Semua kegiatan sudah terjadwal, dan pembagian tugas kerja dan lahan juga sudah di berikan. Sehingga kegiatan itu sudah dilaksanakan rutinitas baik santri, ustadz dan pengasuh.
Kegiatan harian sudah sesuai piket , madin sore, madin bakdha isa‟
(mengaji dengan sistem sorogan bakdha subuh, bakdha magrib,
bakdha isa‟), sekolah jam 07.00-12.00 WIB. Kegiatan mingguan
dziba‟ ashghor/shigor setiap malam jum‟at (perkamar berjanjen diteras), pidato, MC. Kegiatan bulanan dziba‟ kibar/akbar dan
mendatangkan tokoh terkenal, rencana habib syeh (Ustadz Madin:
Ahmad Su’udi di Ruang Sekretariat, Pukul 14.15 WIB)
Kegiatan harian kegiatan ngaji umum yaitu kitab, Al-Qur‟an dan hadist sesuai jadwal dan ngaji setelah isak Ngaji Ekstra setelah
ashar mengaji kitab kuning, kegiatan mingguan dziba‟ ashghor setiap malam jum‟at , kegiatan bulanan dziba‟ kibar/akbar dan
lomba, kegiatan tahunan Haul dari bapak pendiri pondok pesantren (Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Kegiatan harian, pagi sekolah, siang madin, setelah ashar dilahan dan olahraga, habis magrib Istigosah, setelah isak takror(persiapan untuk besok pagi). Kegiatan mingguan, hari kamis ziarah kubur dan kitobiyah. Kegiatan bulanan, kitobiyah kubro perkamar mewakilkan 1 orang. Kegiatan tahunan, peringatan Maulid Nabi dan Agustusan
diadakan lomba (Asatidz: Wahyu Nugroho di Masjid Jami‟ Dharma
Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Kegiatan harian, kajian kitab-kitab kuning, sebelum dan sesudah kegiatan melaksanakan apel, piket jaga dan piket kebersihan, madin dan melaksanakan agribisnis pertanian. Kegiatan dilaksanakan mulai subuh mengaji Al-Qur‟an, bersih-bersih, sekolah pagi, Madin sore, kegiatan olahraga, dan Madin malam. Kegiatan mingguan, pramuka, latihan pidato, latihan dziba‟ iyah setiap malam jum‟at.
Kegiatan bulanan, ada lomba pidato dan dziba‟iyah, di pertaniannya
ada pelatihan keluar daerah, kegiatan maulid dengan pengajian. Kegiatan tahunan, latihan PBB bekerjasama dengan Babinsa, haul dari bapak pendiri pondok pesantren, pernah ada kegiatan peresmian pondok dari Presiden Megawati Sukarno Putri pada tahun 2014, Bapak Gubernur Bibit Waluyo pada peresmian masjid dan Menteri Agama saat ini yaitu Lukman Hakim Syaefudin.
Kegiatan haul Bapak dan Ibu dari Bapak H. Supono (Pengasuh: Bp. KH. Usman Mansur di dalem pondok pesantren Agro Nuur El-Falah)
d. cara meningkatkan metode dakwah
Untuk meningkatkan hasil pertanian serta pembelajaran sering dilaksanakan lomba-lomba antar kamar/konsulat.
Diadakan lomba-lomba, pernah mendapatkan penghargaan dari Bapak Presiden SBY, di Madin diadakan ektra/takror untuk penambahan belajar mengaji, Pengelompokan kelas supaya efektif
(Ustadz Madin: Ahmad Su‟udi di Ruang Sekretariat, Pukul 14.15
WIB)
Bagi siswa diberikan jam tambahan ekstra untuk mengaji, untuk pertanian penyediaan bibit dipilih yang bagus. Diadakan lomba- lomba antar santri (Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Melaksanakan kegiatan dengan kedisiplinan dikenalkan berbagai kitab seperti Al-Qur‟an dengan tajwid (Asatidz: Wahyu Nugroho di
Masjid Jami‟ Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Untuk pertanian membuat pupuk sendiri, peternakan dan budidaya cacing, menjadi rujukan latihan pendidikan pertanian, untuk menopang hasil pertaniannya akan segera di buka jurusan baru SMK jurusan Tata Boga dan siswa SMP dan SMK putri, kedepan menjadi pusat pelatihan pendidikan pertanian. Di didik
KH. Usman Mansur di dalem Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah pada tanggal 5 April 2017 pukul 12.45)
3. Kelebihan dan kekurangan metode dakwah Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga
a. Kelebihan dan kekurangan metode dakwah yang diterapkan
Kelebihan dari pondok Agro Nuur El-Falah adalah untuk biaya gratis, kedisiplinan lebih diutamakan serta skill pertanian ditonjolkan. Sedangkan kekurangannya adalah SDM yang kurang mencukupi serta latar belakang keinginan dan tujuan baik santri maupun pengajar.
Kelebihan dari Madin masih menggunakan kitab kuning sebagai rujukan, tahfidz Al-Qur‟an (dengan ustadz Husen), menonjolkan kedisiplinan dengan melaksanakan PBB pada setiap kegiatannya atau mau makan apel mau sholat setelah sholat apel selain kegiatan agronya. Kekurangannya, jumlah santri dan pengajar tidak seimbang (200 santri dan pengajar/ustadz 40), agenda mingguan dan bulanan untuk pertanian belum ada (Ustadz Madin: Ahmad
Su‟udi di Ruang Sekretariat, Pukul 14.15 WIB)
Kelebihan, setiap tahun ada ajarkan pelatihan PBB dan pelatihan Militer, kitabnya yang diajarkan juga banyak (Fikih, Al-Qur‟an, Hadits, danlainnya), dari pertanianya lahannya luas dan dari pengairan cukup, biaya disini bulanan digratisin dari pondok dan
kemampuan(seiklasnya) dan makan sama gratis. Kekurangan, pembelajaran SMP dan SMK kuranglama gak terlalu ditekan yaitu masuk 07.15 sampai dengan 12.00 WIB tergantung gurunya, Ngajinya hanya penjelasan tidak disuruh dihafalkan, untuk pertanian gagal panen dan yang tumbuh bibitnya bisa rusak (Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Kelebihan, tempatnya nyaman sehingga bisa menyesuaikan, fasilitas pondoknya bagus, jarak dari rumah tidak terlalu jauh, Apel rutin, Biaya gratis yang tidak memberatkan orang tua, pengajian kitab, prestasi tingkat salatiga, dan lomba adzan tingkat Salatiga. Kekurangan, guru kurang maksimal di dalam pembelajaran, fasilitas
kurang mendukung (Asatidz: Wahyu Nugroho di Masjid Jami‟
Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Kelebihannya, tidak hanya belajar ilmu tetapi diajarkan kehidupan dan didik gimana bisa hidup dengan disiplin dengan PBB, untuk siswa pertanian melaksanakan PKL ke lingkungan dan Kopeng. Ada pelatihan tulis menulis, pelatihan kaligrafi, pelatihan qiroat, tahfidz, dan sekolah pertanian. Kekurangannya, kurangnya SDM (Sumber Daya Manusia), santri datang dari seluruh penjuru Indonesia atau dari mana-mana yang penyatuannya tidak mudah, pengajar ada yang masih niatnya bekerja dan sekedar menyampaikan ilmu (Pengasuh: Bp. KH. Usman Mansur di dalem pondok pesantren Agro Nuur El-Falah)
b. Faktor-faktor pendukungnya
Semua biaya ditanggung oleh pendiri yaitu Bapak H. Darmo Supono, setiap pergantian kegiatan dilaksanakan apel untuk
koordinasi dan meningkatkan kedisiplinan. Ustadz dan guru juga mendorong dan memberikan motivasi.
Setiap pergantian piket melaksanakan apel dan PBB (apel pagi, siang, sore/ashar, apel magrib, apel piket malam sesuai dengan bagiannya), pendiri menyediakan pendanaan yang cukup sehingga santri banyak yang digratiskan, sarpas dipenuhi oleh pendiri, ustadz yang sesuai bagiannya/keahliannya, pembelajaran pondok salafiyah
dengan kitab kuning (Ustadz Madin: Ahmad Su‟udi di Ruang
Sekretariat, Pukul 14.15 WIB)
Ustadz dan guru sering memberi motifasi atau nasihat, disini biaya gratis tidak terlalu membebani orang tua, jarang terjadinya permusuhan/pertikaian dengan tema (Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Biayanya gratis sehingga bisa meringankan orang tua, sekarang sudah bisa menyesuaikan lingkungan dan dukungan dari kakak tingkat sehingga kerasan untuk mondok. Makannya tiga kali sehari yang disiapkan oleh pondok (Asatidz: Wahyu Nugroho di Masjid
Jami‟ Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Biaya gratis ditanggung pendiri, tenaga dari alumni-alumni yang mau mengabdi (Pengasuh: Bp. KH. Usman Mansur di dalem pondok pesantren Agro Nuur El-Falah)
Faktor-faktor penghambat bisa terjadi dari beberapa faktor diantaranya adalah keterlambatan pengiriman sarpras, fasilitas yang kurang, serta bisa muncul dari dalam diri sendiri yaitu rasa malas yang menyebabkan beberapa kegiatan tidak bisa terlaksana dengan sempurna. Berikut adalah uraian keterangan dari beberapa narasumber:
Keterlambatan pengiriman Sarpras, bibitnya untuk penanaman kadang masih terlambat pengirimannya (Ustadz Madin: Ahmad
Su‟udi di Ruang Sekretariat, Pukul 14.15 WIB)
Terjadinya kehilangan barang, Fasilitas kurang lengkap, guru sering terlambat dan tidak masuk, bibit di rusak teman/dicabut (Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Timbulnya rasa malas dan merasa kalau teman saya bisa aku juga harus bisa dan guru madin pada musim penghujan tidak masuk atau guru luar tidak bisa masuk, untuk pertanian perawatan kurang maksimal, santri dalam mengolah pertanian kurang sadar (Asatidz:
Wahyu Nugroho di Masjid Jami‟ Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Beraneka macam tujuan para pengajar dan bermacam karakter
santri yang berlatar belakang berbeda” (Pengasuh: Bp. H.Usman
d. Cara mengatasi hambatan-hambatan
Para alumni diharuskan untuk mengabdi selama 1 tahun untuk membantu pembimbingan adik tingkat, dan untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar.
Apabila ada kekosongan kelas dijadikan satu untuk efesian, pembimbingan dari alumni yang mengabdi sesuai dengan konsulat masing-masing, dibentuk koperasi dan swalayan untuk menampung
hasil pertanian (Ustadz Madin: Ahmad Su‟udi di Ruang Sekretariat,
Pukul 14.15 WIB)
Adanya penjagaan dibagi sesuai kelompok ada jadwalnya sesuai harinya, apabila ada jam kosong diberi tugas/digantikan ustadz lain/guru lain (Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Memaksakan diri untuk selalu aktif dan kegiatam diberikan jadwal
(Asatidz: Wahyu Nugroho di Masjid Jami‟ Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Menambah tenaga pengajar/SDM, melatih kedisiplinan dan memberikan pancajiwa santri yaitu (Jiwa keiklasan, Jiwa kesederhanaan, Jiwa kemandirian, Jiwa ukuwah/persaudaraan, dan Jiwa kebebasan), serta memberikan bekal santri pola makan, pola hidup, pola berfikir yang bersih, berdisiplin dan berhasil (Pengasuh: Bp. KH. Usman Mansur di dalem pondok pesantren Agro Nuur El- Falah)
BAB IV