ANALISA PENELITIAN
B. Implementasi metode dakwah yang diterapkan di Ponpes Agro Nuur El-Falah Kota Salatiga
Meskipun basis pembelajarannya adalah agribisnis pertanian, akan tetapai cara belajar dan mengajar di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah mempunyai pembelajaran pendidikan yang sama dengan pesantren lainya yakni dengan menggunakan sistem pendidikan kombinasi antara sistem pondok pesantren modern dan pondok pesantren salafiyah.
Pada pagi hari anak-anak siswa SMP maupun siswa SMK-SPP sudah mempersiapkan diri untuk masuk kelas. Dan pembelajaran akan dilaksanakan pada jam 07.00 WIB sampai dengan jam 12.15 WIB. Kegiatan diawali dengan apel pagi berbaris masing-masing kamar, dan masing-masing regu terdapat ketua yang melaporkan keadaan anggotanya. Bahwa apabila ada anggota yang tidak hadir ketua regu menyampaikan alasan kemana dan siapa aja yang tidak ada, baik ijin maupun sakit serta tanpa keterangan. Selesai laporan semua ketua regu kembali kebarisan masing-masing, dan pimpinan apel memberikan pembinaan, informasi, kejadian dan koreksi yang nantinya akan menggantikan tugas melaksanakan piket selanjutnya. Hal ini
berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Ahmad Su’udi selaku ustadz
Selain sekolah pagi diberikan pembelajaran pertanian juga dilaksanakan madin, apabila ada yang kurang untuk mengaji diberikan ekstra dan di takror, mengaji dengan kitab kuning, dilaksanakan apel pagi sebelum makan, apel siang, apel sore, apel malam, apel pergantian piket, apel pembagian tugas, semua kegiatan sudah dibagi sesuai pembagian tugas(Ustadz Madin: Ahmad Su’udi di Ruang Sekretariat, Pukul 14.15 WIB)
Pada sore hari setelah ashar para santri terlihat bergerombol atau berkelompok menuju ke kebun tempat menanam berbagai tanaman. Ada yang membawa cangkul, sabit, tempat sampah dan ada yang hanya bersih- bersih mencabut rumput. Penanaman dilakukan setelah lahan sudah siap, terlihat mulsa membentang berjajar dan kelihatan rapi seperti memang sudah disiapkan dengan rapi. Lahan sudah dibagi sesuai kelompok, kamar, serta santri siswa SMK dan SMP. Kegiatan tersebut memang dibagi sesuai dengan piket masing-masing. Terlihat sebagian ada yang olahraga sore. Kegiatan tersebut berhenti setelah menjelang magrib, biarpun nanti setelah magrib dan
isa’ sudah terjadwal tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Selain
kegiatan harian, ada kegiatan mingguan, yaitu melaksanakan ziarah kubur
pada malam jum’at di pemakaman terdekat untuk mendo’akan sesepuh yang
telah meninggal dunia. Pada malam harinya akan dilaksanakan lomba pidato antar perwakilan kamar atau santri yang telah ditunjuk untuk maju mewakili kelompok. Selain kegiatan mingguan ada kegiatan bulanan yaitu
pelaksanaan lomba-lomba, dan untuk kegiatan tahunannya adalah pengajian akbar dalam rangka haul orang tua dari pendiri pondok-pesantren. Sealain haul juga akan diadakan lomba-lomba yang sudah di agaendakan tahunan. Berdasarkan informasi dari Asatidz Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah yaitu:
Untuk lahan pertanian sudah dibagi sesuai perkamar, untuk lahan SMK dan SMP, setiap santri bertanggungjawab untuk piket, dan kegiatan sekolah dan ngaji sesuai jadwal, ngaji madrasah 14.30 WIB sampai 16.30 WIB, dan setelah sholat ashar bisa melaksanakan olahraga. Kegiatan ngaji malam habis magrib ada istigosah dilanjutkan makan malam. Setelah Isak jam 19.30 WIB sampai jam 22.00 WIB diadakan takror, Hari kamis ziarah kemakam Pulutan. Kitobiyah diadakan lomba bergantian sudah dibagi, kegiatan bulanan kitobiyah kubro perkamar mewakilkan satu santri, kegiatan tahunan ada Maulid Nabi, lomba-lomba adzan kegiatan agustusan antar santri
(Asatidz: Wahyu Nugroho di Masjid Jami‟ Dharma Lestari, Pukul
13.47 WIB).
Apabila kegiatan agro sudah selesai, para santri bisa melaksanakan olahraga yang diminatinya, misalnya volly, sepakbola atau footsal. Ini merupakan salah satu materi pokok bagi silabus pesantren. Karena olah raga merupakan sarana untuk menjadikan fisik yang sehat dan menumbuhkan jiwa yang sportif. Berdasarkan informasi dari Asatidz pondok yaitu :
Kegiatan harian, pagi sekolah, siang madin, setelah ashar dilahan dan olahraga, habis magrib Istigosah, setelah isak takror(persiapan
kitobiyah. Kegiatan bulanan, kitobiyah kubro perkamar mewakilkan 1 orang. Kegiatan tahunan, peringatan Maulid Nabi dan Agustusan diadakan lomba (Asatidz: Wahyu Nugroho di Masjid Jami‟ Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Selain kegiatan pagi dengan system modern juga ada pengajian kitab kuning untuk memperdalam ilmu pengetahuan, sorogan guna memperlancar dalam Al-Qur’an serta adanya takror untuk menjadikan santri aktif melakukan pembiasaan pembelajaran sebelum tidur dan juga kegiatan- kegiatan yang mendukung para santri yang nantinya berkiprah di era modern.
Takror adalah kegiatan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Sehingga dapat berinteraksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Dimaksudkan sebagai sarana untuk mengulas ulang/mentelaah terhadap materi-materi yang telah disampaikan dengan metodologi musyawarah serta untuk mempersiapkan materi-materi yang akan disajikan besok harinya. Kegiatan ini dilaksanakan didalam ruangan seperti acara debat dan tanya jawab. Ada yang memaparkan ide
yang didapat, ada yang bertanya dan menyanggahnya. Berdasarkan informasi dari asatidz yaitu:
Kegiatan harian, pagi sekolah, siang madin, setelah ashar dilahan dan olahraga, habis magrib Istigosah, setelah isak takror(persiapan untuk besok pagi). Kegiatan mingguan, hari kamis ziarah kubur dan kitobiyah. Kegiatan bulanan, kitobiyah kubro perkamar mewakilkan 1 orang. Kegiatan tahunan, peringatan Maulid Nabi dan Agustusan diadakan lomba (Asatidz: Wahyu Nugroho di Masjid Jami‟ Dharma Lestari, Pukul 13.47 WIB)
Juga ada kegiatan yang namanya Muhadloroh yaitu latihan berpidato/orasi di depan orang banyak, dilaksanakan bisa masing-masing kamar atupun perwakilan. Kegiatan ini dilaksanakan seminggu sekali dan dijadikan ajang lomba. Muhadloroh mempunyai nilai lebih pada sisi penggarapan mental, sekwensialitas berfikir dan berkata/orasi serta management public. Bahasa yang dipakai dalam berorasi menggunakan tiga bahasa; yaitu bahasa inggris, bahasa arab, dan bahasa Indonesia. Di samping itu para santri bukan hanya sekedar belajar ilmu, dimana para santri dirangsang untuk selalu aktif dan responsif terhadap materi yang disampaikan oleh ustadz, dituntut tidak hanya menguasai (mengerti dan hafal) pelajaran saja, akan tetapi harus bisa menghayati dan mengamalkannya dalam berbagai situasi serta mampu
menerangkan/menyampaikan kembali kepada yang lain (untuk berdakwah). Sesuai yang disampaikan santri pondok pesantren.
Metode pengajaran pondok pesantren dengan pembelajaran pertanian, ditambah ekstra pertanian pada sore hari. Ngaji umum
pada sore haridan ngaji ekstra. Pada malam jum‟at diadakan kitobiyah dan malam jum‟at keempat dilaksanakan kitobiyah akbar
(Santri: Bagus Putro Pembayun di depan Kopontren, Pukul 13.10 WIB)
Dengan berbagai kegiatan seperti ini, bisa dijadikan metode pendekatan sosial, atau dalam bahasa keagamaan lebih dikenal dengan sebutan dakwah. Pendekatan sosial atau dakwah ini tentu harus menggunakan cara yang tepat bila menghendaki keberhasilan dalam mengubah perilaku masyarakat menjadi pribadi yang taat menjalankan ibadah agamanya. Pendekatan sosial yang dilakukan harus dilakukan dari hati ke hati, tanpa menyinggung dan "mengorek" kekurangan pihak tertentu dalam pelaksanaan ibadahnya. Kebijakan ini akan membuahkan hasil yang lebih efektif dibandingkan dengan apabila penanganan individu. Berdasarkan informasi dari Ustadz madrasah diniyah yaitu:
Kegiatan harian sudah sesuai piket , madin sore, madin bakdha isa‟
(mengaji dengan sistem sorogan bakdha subuh, bakdha magrib, bakdha isa‟), sekolah jam 07.00-12.00 WIB. Kegiatan mingguan
diteras), pidato, MC. Kegiatan bulanan dziba‟ kibar/akbar dan
lomba. Kegiatan tahunan Haul dari bapak pendiri pondok pesantren, mendatangkan tokoh terkenal, rencana habib syeh (Ustadz Madin:
Ahmad Su’udi di Ruang Sekretariat, Pukul 14.15 WIB)
Itulah implementasi atau penerapan dari metode dakwah di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah yang mencakup kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Implementasi ini didapatkan peneliti dari proses wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan berdasarkan prinsip- prinsip ilmiah.
C. Kelebihan dan kekurangan metode dakwah yang diterapkan di Ponpes