Ambarsari I dan Sarjana. 2008. Kajian penerapan GMP (Good Manufacturing Practices) pada industri puree jambu biji merah di Kabupaten Banjarnegara. Prosiding Seminar Nasional Teknik Pertanian, 18-19 November 2008, Yogyakarta.
Anonim. 2008. Kerusakan bahan pangan oleh mikroorganisme. http://www.blog.unpad.ac.id/../ mikropangan03.pdf. [5 September 2011].
. 2011. Pasta. http://id.wikipedia.org/wiki/pasta. [5 Agustus 2011].
. 2011. Rumah makan. http://id.wikipedia.org/wiki/rumahmakan. [5 Agustus 2011].
AOAC. 1995. Official Methods of Analysis of The Asociation of Official Analytical Chemist. AOAC, Inc, Washington.
Andarwulan N dan Hariyadi P. 2004. Perubahan mutu (fisik, kimia, mikrobiologi) produk pangan selama pengolahan dan penyimpanan produk pangan. Pusat Studi Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Arpah M dan Rahayu WP. 2003. Penetapan Kadaluwarsa Produk Pangan Industri Kecil. Departemen Teknologi Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Arpah. 2007. Penetuan Waktu Kadaluarsa Pangan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Badan Standarisasi Nasional. 1995. SNI 01-3820-1995. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
. 2002. SNI 01-3541-2002. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
. 2009. SNI 7388:2009. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
Cahyadi W. 2006. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Bumi Aksara, Jakarta.
Daulay D. 1998. Pendinginan dan Pembekuan dalam Pengawetan Pangan. Fakultas Teknologi Pertanian Bogor, Bogor.
De Almeida JC, Perassolo MS, Camargo JL, Bragagnolo N, dan Gross JL. 2006. Fatty acid composition and cholesterol content of beef and chicken meat in Southern Brazil. Revista Brasileira de Ciencias Farmaceuticas Brazilian Journal of Pharmaceutical Sciences 42(1).
Deis RC. 1999. The secret world of spices. http://www.foodproductdesign.com/archive/1999/0899cs. htm. [5 September 2011].
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1996. Daftar Komposisi Kimia Bahan Makanan. Bhratara Karya Aksara, Jakarta.
68
Direktorat P2HP. 2004. Cara Pengolahan yang Baik (Good Manufacturing Practices) Komoditas Hortikultura. Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Jakarta.
Fardiaz. 1992. Petunjuk Laboratorium Mikrobiologi Pengolahan Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, PAU IPB.
Fellow PJ. 1990. Food Processing Technology: Principles and Practice. Ellis Horwood, New York.
Floros JD dan Gnanasekharan V. 1993. Shelf life prediction of packaged foods. In: Chlaralambous G. (ed). Chemical, Biological, Physical, and Nutritional Aspects. Elsivier Publisher, London.
Herawati H. 2008. Penentuan umur simpan pada produk pangan. J. Litbang Pertanian 27(4): 124-150.
Herbert RA dan Sutherland JP. 2000. Di dalam: Lund BM, TC Baird-parker, dan GW Gould. 2000. The Microbiological Safety and Quality of Food.Vol.I. Aspen Publisher, Inc, Maryland.
ICMSF. 1986. Microorganism in Foods 2: Sampling for Microbiological Analysis Principles and Specific Application, 2nded. University of Toronto Press, Toronto.
Ikayanti Y. 2007. Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap jumlah koloni bakteri dan kandungan protein pada sosis ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). [skripsi]. Universitas Islam Negeri, Malang.
Indra H, Shalahuddin H, dan Husnaini. 2004. Halal-Haram dalam Makanan. Penamadani, Jakarta.
Jay MJ. 2000. Modern Food Microbiology. APAC Publisher Services, Singapura.
Jay J, Loessner MJ, dan Golden DA. 2005. Modern Food Microbiology Sevent Edition. Springer Science and Bussiness Media Inc, USA.
Judge MD, Aberle ED, Forrest JC, Hedrick HB, dan Merkel RA. 1989. Priciples of Meat Science. Kendall Hunt Publishing Company, USA.
Ketaren S. 1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Univesitas Indonesia Press, Jakarta.
. 2008. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Koswara S. 2000. Produk pasta, beraneka bentuk dan rupa. http://www. ebookpangan.com/ARTIKEL/ PRODUK%20PASTA,%20SERBA%20ITALI.pdf. [20 Maret 2011].
69
Mangkuwerdoyo dan Sudiarto. 1999. Pengantar Industri Akomodasi dan Restoran. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Muchtadi TR. 2000. Sayur-sayuran Sumber Serat dan Antioksidan: Mencegah Penyakit Degeneratif. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Muhandri T dan Kadarisman D. 2006. Sistem Jaminan Mutu Industri Pangan. IPB Press, Bogor.
Munavizt S. 2010. Pengertian dan klasifikasi rumah makan atau restoran. http://pariwisatadan teknologi.blogspot.com/2010/06/pengertian-dan-klasifikasi-rumah-makan.html. [20 September 2011].
Nugroho W. 2004. Aspek kesehatan masyarakat veteriner Staphylococcus, bakteri jahat yang sering disepelekan. http://pascapanen.litbang.deptan.go.id/media/berita/daging-awet.pdf. [15 Maret 2011].
Parhusip AJN. 2000. Produksi Senyawa Antimikrobia dari Beberapa Jenis Rempah-rempahan Khas Sumatera Utara dan Aplikasinya Sebagai Bahan Pengawet Pangan. Program Pasca Sarjana IPB, Bogor.
Pathir B, Inanli AG, Oksuztepe GA, Dulconglu AH, dan lhak OI. 2009. Shelf life, sensory attributes and microbiological and chemical characteristics of prossed mirror crap (Cyprinus carpio L.) fillets. Journal of Animal and Veterinary Advances 8 (6): 1101-1109.
Prihastuti E, Komariah K, dan Purwanti S. 2008. Restoran Jilid 1 untuk SMK. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Putri R. 2009. Karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik sosis sapi dengan perendaman dalam substrat antimikroba Lactobacillus sp. (1A5) pada penyimpanan suhu dingin. [skripsi]. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Rahayu WP, Nababan H, Budijanto S, dan Syah D. 2003. Pengemasan, Penyimpanan, dan Pelabelan. Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta.
Reddy NR, Villannueva HM, dan Kautter DA. 1995. Shelf life of modified atmosfer packaged fresh tilapia fillets stored under refrigeration and enumeration of oral dan faecal Lactobacilli. Bacteriol Journal 62 (1): 132-133.
Robertson GL. 1993. Food Packaging: Principles and Practice. Marcel Dekker, Inc, New York.
Rostini I. 2007. Peranan bakteri asam laktat (Lactobacillus plantarum) terhadap masa simpan filet nila merah pada suhu rendah. [skripsi]. Universitas Padjadjaran, Jatinangor.
70
Ruban SW. 2008. Effect of tapioca starch and potato flour on physic-chemical, sensory and microbial characteristics of pork sausage during refrigerated storage (4±1ºC). J. Global Veterinaria 2 (5): 219-24, 2008 ISSN 1992-6197.
Siagian A. 2002. Mikroba Patogen pada Makanan dan Sumber Pencemarannya. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Singh RP. 1994. Scientific Principles of Shelf life Evaluation. In: Man C.M.D. dan A.A. Jones. (eds). Shelf Life Evaluation of Foods. Blackie Academic and Professional, London.
Soeparno. 1992. Ilmu dan Teknologi Daging. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Suardi R. 2001. Sistem manajemen mutu 9000:2000: Penerapannya untuk Mencapai TQM. PPM, Jakarta
Sugiarto E dan Sulartiningrum S. 1996. Pengantar Akomodasi dan Restoran. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Syamsir E. 2009. Mengenal sosis. http://ilmupangan.blogspot.com/2009/05/mengenal-sosis.html. [9 Oktober 2011].
Syarief R, Santausa S, dan Isyana ST. 1989. Teknologi Pengemasan Pangan. Laboratorium Rekayasa Proses Pangan Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
United States Department of Agriculture. 2000. Food Safety and Inspection Service. Journal of science, Washington DC.
Winarno FG. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
. 1993. Pangan, Gizi, Teknologi Dan Konsumen. PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.