Adi, Inna Sri Supina. 1995. “Fungsi Tempat Pelelangan Ikan dalam Tataniaga Ikan di Daerah Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi” (tesis). Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Adriana, Galuh. 2009. Representasi Sosial tentang Kerja pada Anak Jalanan. Kasus: Anak Jalanan di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Amanah, Siti, Hamidah N. Utami, dan Tifa L. Savitri. 2005. Perilaku Nelayan dalam Pengelolaan Wisata Bahari di Kawasan Pantai Lovina, Kabupaten Bululung, Provinsi Bali. Laporan Kegiatan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor.
Badan Pusat Statistik. 1993. Sensus Pertanian 1993. BPS, Jakarta.
Badan Pusat Statistik. Sumber: http://www.bps.go.id/aboutus.php?sp=0 (diakses pada 29 Maret 2011, pukul 00:51 WIB)
Deaux, Kay dan Gina Philogene. 2001. Representations of the Social. Blackwell Publishers: USA.
Gunawan, Elia Agus. 2003. Pengaruh Representasi Sosial tentang Kerja dan Sosialisasi Nilai Gender terhadap Performa Kerja Perempuan. Kasus: Usaha Pengkacipan Mente di Lombe–Sulawesi Tenggara. Tesis. Program Studi Sosiologi Pedesaan. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor.
Johar, Frisca. 2011. Representasi Sosial Program Simpan Pinjam (SPP) PNPM Mandiri Pedesaan. Kasus: Desa Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Skripsi. Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2009. Kelautan dan Perikanan dalam Angka 2009. KKP. Jakarta.
Kementerian Kelautan dan Perikanan.(unpublished), Pangkalan Pendaratan Ikan Cituis Tahun 2010. KKP. Jakarta.
Layn, Safrudin Bustam. 2008. “Dinamika Ikatan Patron-Klien (Suatu Tinjauan Sosiologis)”, POPULIS,Volume 3 No I, hal. 43-49.
Mulyadi. 2007. Ekonomi Kelautan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Nadra, Hurriyatun. 2010. Representasi Sosial Pertanian pada Pemuda Tani di Komunitas Lahan Kering. Skripsi. Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor.
Pandjaitan, Nurmala Katrina. 2010. „Representasi Profesional Petani Padi-Sawah dalam Hubungannya dengan Praktek Pengendalian Hama‟, Solidity: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia, hal. 273-284. Pidarta, Made. 2007. Landasan Kependidikan (Stimulus Ilmu Pendidikan
Pramitasari, Sulistyani Dyah. 2005. “Analisis Efisiensi TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Kelas 1, 2 dan 3 di Jawa Tengah dan Pengembangannya untuk Peningkatan Kesejahteraan Nelayan” (tesis). Semarang: Universitas
Diponegoro. Sumber:
http://eprints.undip.ac.id/18404/1/SULISTYANI_DYAH_P.pdf diakses pada 15 Oktober 2011.
Putera, Idamsyah Eka, Citra Wardhani dan Resky Muwardani. 2009. Representasi sosial tentang Pemimpin antara Dua Kelompok Usia dan Situasi yang berbeda di Jakarta dan Palembang. Fakultas Psikologi. Universitas
Indonesia. Sumber:
http://idhamputra.wordpress.com/2009/01/19/representasi-sosial-tentang- pemim pin-antara-dua-kelompok-usia-dan-situasi-sosial-yang-berbeda-di- jakarta-dan-palembang/ diakses pada 23 Februari 2011.
Satria, Arif. 2002. Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Bogor: PT. Pustaka Cidesindo.
Satria, Arif. 2009. Pesisir dan Laut untuk Rakyat. Bogor: IPB Press.
Silalahi, David Ganda. 2006. Efektivitas Kelembagaan Tempat Pelelangan Ikan Sebagai Kelembagaan Ekonomi Masyarakat Nelayan. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 1989. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.
Wesman, Septiani. 2011. Representasi Sosial terhadap Program Keluarga Harapan dan Hubungannya dengan Perilaku pada Rumah Tangga Sangat Miskin. Kasus: Peserta PKH Komponen Pendidikan, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Skripsi.
Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor.
Yunizar, Yudarlis. 1989. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) oleh Nelayan di Kotamadya Padang” (tesis). Bogor: Institut Pertanian Bogor.
(Kasus TPI Cituis, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji,
Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten)
Oleh: Wina Ekawati
I34070049
Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Anna Fatchiya, M.Si.
19681121 199702 2 001
DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011
ABSTRACT
This research is focused on social representations about fish auction center in fisher community. Social representation is a psychosocial assessment that refers to the outcome and the process of a common sense. Conceptually, the fish auction center is provided by the government to assist the fishers in selling their fishes. The goals of fish auction center are to increase the fishers’ income, as the price controler, and as a place for fishers to selling their fishes. But the goals were not necessarily making the fishers utilize fish auction center optimally. In fact, many fishers prefer to utilize the broker instead of fish auction center. Thus interesting to examine about how the social representation that fishers had about the fish auction center, find out whether there is any relationship between the characteristics of the fishers, the characteristics of fish auction center and the presence of broker with the fishers’ social representations. This is an explanatory research that also looking for words that represent fish auction center in fishers’ way of thought. The words will elaborate the fishers’ common sense about fish auction center.
Key words: social representation, fishers community, fishers characteristic, coastal community, common sense
RINGKASAN
WINA EKAWATI. Representasi Sosial tentang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pada Nelayan (Kasus TPI Cituis, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten). Di bawah bimbingan ANNA FATCHIYA
Usaha nelayan sangat bergantung kepada keberadaan pasar atau konsumen. Keberadaan pasar yang tetap untuk menjual hasil tangkapan menjadi salah satu kesulitan yang dihadapi oleh nelayan, sehingga banyak nelayan yang memilih untuk melakukan sistem patron-klien agar hasil tangkapan mereka dapat memiliki pasar yang tetap. Namun sistem ini dianggap merugikan nelayan karena penetapan harga cenderung bersifat sepihak, yaitu oleh pihak patron (tengkulak). Tidak jarang harga yang didapatkan nelayan lebih rendah dari harga pasar. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberikan pasar yang pasti bagi nelayan, pemerintah memberi bimbingan dan dorongan agar nelayan menjual hasil tangkapannya melalui proses pelelangan, yaitu Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengkaji representasi sosial tentang TPI Cituis pada nelayan; (2) Mengkaji hubungan karakteristik nelayan dengan representasi sosial nelayan tentang TPI Cituis pada nelayan; (3) Mengkaji hubungan karakteristik TPI dan interaksi nelayan dengan tengkulak dengan representasi sosial tentang TPI Cituis pada nelayan.
Penelitian ini menggunakan metode analisis data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner dan wawancara mendalam, sedangkan data sekunder didapatkan dari dokumentasi kantor pemerintahan, hasil studi dan penelitian ilmiah (skripsi dan tesis), laporan penelitian ilmiah, serta berbagai sumber dokumen lainnya baik cetak maupun elektronik. Representasi sosial nelayan tentang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan kajian utama dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi sosial responden terhadap TPI cenderung netral. Representasi sosial tentang TPI pada responden dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor yang berasal dari internal responden adalah jenis alat tangkap yang dipakai, status nelayan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, pengalaman, dan umur. Faktor yang berasal dari
eksternal responden lebih kepada faktor yang berasal dari TPI, seperti fasilitas TPI, letak TPI, pegawai TPI, sistem retribusi dan sistem lelang yang berlaku.
Uji Chi-Square dan Korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak semua aspek karakteristik responden memiliki kaitan dengan representasi sosial tentang TPI. Jenis alat tangkap yang digunakan dan status responden terbukti memiliki kaitan dengan sikap dan keyakinan nelayan terhadap TPI. Terdapat perbedaan representasi sosial pada responden dengan status dan jenis alat tangkap yang berbeda, sedangkan tingkat pendidikan, pengalaman dan usia responden tidak memiliki hubungan dengan representasi sosial. Selain itu, diketahui bahwa tidak ada hubungan antara tingkat interaksi responden-tengkulak dengan representasi sosialnya. Opini yang muncul pada responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa keberadaan TPI memiliki manfaat bagi nelayan yang ada di sekitar TPI Cituis, namun para responden juga mengakui bahwa keberadaan tengkulak masih mereka butuhkan.
Hasil asosiasi kata menunjukkan bahwa responden menganggap kata yang paling tepat untuk mewakili TPI Cituis adalah Tempat Lelang, yang berarti sesuai dengan fungsi pokok dari TPI. Kata berikutnya yang dianggap mewakili adalah kata pasar. Selain itu responden juga memaknai tengkulak sebagai tempat jual ikan dan tempat mendapat pinjaman. Hasil observasi menunjukkan bahwa banyak responden yang selain memanfaatkan TPI juga memanfaatkan tengkulak untuk menyalurkan hasil tangkapannya. Mereka akan menjual cumi, corak (sotong) dan udang kepada tengkulak, sedangkan hasil tangkapan lain akan dilelang di TPI Cituis. Sebagian besar dari mereka merasa nyaman dengan pola distribusi tersebut.
(Kasus TPI Cituis, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji,
Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten)
Oleh
Wina Ekawati I34070049
SKRIPSI
Sebagai Bagian Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat pada Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia
Institut Pertanian Bogor 2011