Amelia F. 2008. Konsumsi pangan. pengetahuan gizi. aktivitas fisik. da status gizi pada remaja di kota Sungai Penuh kabupaten Kerinci provinsi Jambi [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Anonim. 2010. Gizi seimbang bagi anak remaja dan dewasa. www.microsoft_powerpoint_gizi_seimbang_bagi_anak_remaja_dan_dewasa.pdf [3 Februari 2011].
Aprilian R. 2010. Pola konsumsi pangan hewani dan status gizi remaja SD dengan status sosial ekonomi berbeda di Bogor [skripsi]. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.
Arifin. 2008. Tumbuh kembang remaja. www.blogrusari.blogspot.com [31 Juli 2011].
Aritonang E & Evinaria. 2004. Pola konsumsi pangan. hubungannya dengan status gizi dan prestasi belajar pada pelajar SD di daerah endemik GAKI desa Kuta Dame kecamatan Kerajaan kabupaten Dairi provinsi Sumatera Utara. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
Arya. 2010. Pengertian remaja menurut para ahli. http://belajarpsikologi.com/ pengertian- remaja/ [2 Februari 2011].
As-Sayyid ABM. 2006. Pola Makan Rasulullah: Makanan Sehat Berkualitas Menurut Al-
Qur’an dan As-Sunnah. Ghoffar MA dan Iqbal MH. Penerjemah. Jakarta: Almahira. Terjemahan dari: At-Taghdziyah An-Nabawiyah: Al-Ghadza Baina Ad-Daa wa Ad- Dawa.
Basuki I, Sembiring E, Safitriani D & Simanjuntak D. 2009. Sumberdaya laut Indonesia dan pengelolaannya. http://images.ibasoke.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/ Skt gkgoKCtYAACJ0bdA1/Lautpersen20Indonesia.pdf [3 Februari 2011].
[BPS] Badan Pusat Statistika. 2010. Katalog BPS: Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi. Badan Pusat Statistik Indonesia.
b. 2010. Badan pusat statistik nasional. www.bps.go.id [2 Februari 2011].
Birch LL. 2000. Acquistion of food preferences and eating patterns in children. Di dalam: H. Anderson. J. Bundell. M. Chiva (Eds). Food selection: frm genes to culture. Danone Institute. http://publications.danoneinstitute.org/boutique/imagesproduits/fFOODSELE C1pdf [31 Desember 2010].
Berg A. 1986. Gizi dalam Pembangunan Nasional. Sajogyo. Penerjemah. Jakarta: Rajawali.
Bradbury J, Myers SP & Oliver C. 2004. An adaptogenic role for omega-3 fatty acids in stress; a randomised placebo controlled double blind intervention study (pilot) [ISRCTN22569553]. Nutrition Journal Vol. 3:20. http://www.nutritionj.com/ content/3/1/20 [1 Februari 2011].
Buyken AE, Karaolis-Danckert N & Remer T. 2009. Association of prepubertal body composition in healthy girls and boys with the timing of early and late pubertal markers. The America Journal of Clinical Nutrition Vol.89:221–30. http://www.ajcn.org/content /8 9/1/221.full.pdf+html?sid=e3b0c7c8-0c8d-4355-86c9ea06733dfdce [3 Februari 2011]. Chamidah AN. 2009. Deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.
http://eprints.uny.ac.id/878/2/deteksi_dini _gangguan _tumbang. pdf [3 Februari 2011]. Cheng G et al. 2010. Diet quality in childhood is prospectively associated with the timing of
puberty but not with body composition at puberty onset. The Jounal of Nutrition Vol. 140: 95–102. http://jn.nutrition.org/content/140/1/95.abstract?sid=207c1535-460e 4925-b947-3bebbb89e43c [3 Februari 2011].
Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. 2009. Gizi dan Kesehatan Masyarakat Edisi I. Jakarta: Rajawali Pers.
Departemen Kelautan dan Perikanan [DKP]. 2010. Konsumsi ikan 2014 digenjot naik 39%. http://www.dkp.go.id/index.php/ind/news/2421/konsumsi-ikan-2014-digenjot-naik-39 [2 Maret 2011].
Erkkilä AT, Lichtenstein AH, Mozaffarian D & Herrington DM. 2004. Fish intake is associated with a reduced progression of coronary artery atherosclerosis in postmenopausal women with coronary artery disease. The American Journal of Clinical Nutrition Vol. 80:626–32. http://www.ajcn.org/content/80/3/626.full.pdf+html?sid=8eb 6ee53-15cf-4202-bb1d-01b275ce0d8e [31 Januari 2011].
Fisher JO & Birch LL. 1999. Restricting access to palatable foods affects children’s behavioral response, food selection, and intake. The American Journal of Clinical Nutrition Vol. 69. No. 6: 1264-1272. http://www.ajcn.org/ [29 Desember 2010].
Ghozaly Laura F. 2011. Pengaruh kelompok teman sebaya dan media massa terhadap keterampilan sosial atlet muda di SMA Negeri Ragunan Jakarta [skripsi]. Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor. Günther ALB, Karaolis-Danckert N, Kroke A, Remer T & BuykenAE. 2010. Dietary protein
intake throughout childhood is associated with the timing of puberty. The Journal of Nutrition. http://jn.nutrition.org/ content/140/3/565 .abstract?sid=207c 1535-460e-4925- b947-3bebbb89e43c [3 Februari 2011].
Halim F. 2008. Mengenali pubertas dini pada anak. www.kapanlagi.com [13 Maret 2011]. Hanani 2009. Diversifikasi konsumsi pangan. www.diversifikasikonsumsi pangan.pdf [29
Desember 2010].
Hardinsyah. 2007. Review faktor determinan keragaman konsumsi pangan. Jurnal Gizi dan Pangan. Vol. 2: 55–74.
Harper LJ, Deaton & Driskel JA. 1985. Pangan, Gizi, dan Pertanian. Suhardjo. Penerjemah. Jakarta: UI Press.
Hurlock. 2004. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan Edisi Kelima. Yogyakarta : Erlangga.
Kartasapoetra G & Marsetyo H. 2003. Ilmu Gizi (Korelasi Gizi dan Kesehatan dan Produktifitas Kerja) Cetakan Keempat. Jakarta: Rineka Cipta.
Khomsan A. 2000. Teknik Pengukuran Pengetahuan Gizi. Bogor: Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. . 2005. Pangan dan Gizi Kesehatan 2. Bogor: Mayor Gizi Masyarakat, Fakultas
Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Kolahdooz F et al. 2010. Meat, fish, and ovarian cancer risk: results from 2 Australian case- control studies. a systematic review. and meta-analysis. The American Journal of Clinical Nutrition Vol. 93: 118-126. www.ajcn.org [29 Desember 2010].
Mardayanti P. 2008. Hubungan faktor-faktor risiko dengan status gizi pada siswa kelas 8 di SLTPN 7 Bogor tahun 2008 [skripsi]. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
Martaadisoebrata D. 2005. Obstetri dan Ginekologi Sosial. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Monks. 2002. Psikologi Perkembangan Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : UGM.
Muasyaroh. 2006. Hubungan antara status gizi dengan tingkat kesegaran jasmani pada siswa putra kelas 1 sekolah dasar di desa jetak kidul kecamatan wonopringgo kabupaten pekalongan tahun ajaran 2005/2006 [skripsi]. Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Negeri Semarang.
Murphy SP et al. 2003. School snacks containing animal source foods improve dietary quality for children in rural Kenya. The Journal of Nutrition Vol. 133: 3950S-3956S. www.jn.nutrition.org [29 Desember 2010].
Murphy SP dan Allen LH. 2003. Nutritional importance of animal source foods. The Journal of Nutrition Vol. 133: 3932S-3935S. www.jn.nutrition.org [29 Desember 2010].
Must. 2005. Pubertas timbul lebih dini pada anak-anak perempuan dengan berat badan berlebih. http//www.kalbe.co.id [8 Maret 2011].
Nasoetion A et al. 1992. Laporan Pelaksanaan: Peningkatan Partisipasi Aktif Masyarakat Pedesaan dalam Pengembangan Sistem Pangan dan Gizi. Bogor: Dirjen Pembangunan Desa Departemen Dalam Negeri bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Neumann CG et al. 2003. Animal source foods improve dietary quality. micronutrient status. growth and cognitive function in Kenyan school children: background. study design and baseline findings. The Journal of Nutrition Vol. 133: 3941S-3949S. www.jn.nutrition.org [29 Desember 2010].
Noh SK & Koo SI. 2004. Milk sphingomyelin is more effective than egg sphingomyelin in inhibiting intestinal absorption of cholesterol and fat in rats. The Journal of Nutrition Vol. 134: 2611–2616. www.jn.nutrition.org [31 Januari 2011].
Nurfajriyah. 2009. Psikologi remaja. ririrenata.multiply.com/journal/item/2/ psikologi_remaja [3 Februari 2011].
Nugroho. 2001. Tumbuh kembang usia remaja. www.trinoval.web.id [3 Februari 2011]. Nurmati. 1995. Keragaan keluarga sejahtera dan prasejahtera ditinjau dari aspek sosial
ekonomi dan gizi [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Nurwandi. 2010. Konsumsi susu di Indonesia masih rendah. http://seafast.ipb.ac.id/index. php/facilities/51-konsumsi-susu-diindonesia-masih-rendah [16 Februari 2010].
Papalia DE, Olds SW & Feldman RD. 2001. Human Development (8th Ed.). Boston: McGraw-Hill.
Parwieningrum E. 2008. Gender dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Pusat Pelatihan Gender dan Peningkatan Kualitas Perempuan. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim [PK2PM]. 2010. Tingkat konsumsi ikan tahun 2008 menurut provinsi. http://pk2pm.wordpress.com/2010 /11/01/tingkat-konsumsi-ikan-tahun-2008-menurut-provinsi/ [2 Maret 2011].
Rahmawati D. 2006. Status gizi dan perkembangan anak usia dini di taman pendidikan karakter sutera alam, Desa Sukamantari [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.Rich-Edwards JW et al. 2007. Milk consumption and the prepubertal somatotropic axis. Nutrition Journal Vol. 6:28 http://www.nutritionj.com/content/6/1/28 [3 Februari 2011].
Rifusua AI. 2010. Analisis faktor penggunaan transportasi di Jakarta. [skripsi]. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta.
Riyadi H. 2006. Materi Pokok Gizi dan Kesehatan Keluarga. Jakarta: Universitas Terbuka. Robert WB & Williams SR. 2000. Nutrition Troughout the Life Cycle 4th Edition. The Mc-
Graw-Hill Book Companies. Inc Singapore.
Sarwono SW. 2009. Perubahan fisik remaja. www.e-psikologi.com [3 Februari 2011]. Sediaoetomo AD. 2006. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi di Indonesia. Jakarta: Dian
Rakyat.
Sibarani S. 1985. Kandungan zat gizi makanan jajanan (analisa zat gizi makanan jadi). Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Singarimbun M & Effendi S. 2006. Metode Penelitian Survei. 2006. Jakarta: PT. Pustaka. Smart P. 2008. Mengenal usia remaja. www.khowan.com [5 Agustus 2011].
Suhardjo, Hardinsyah & Riyadi H. 1988. Survei Konsumsi Pangan. Bogor: Pusat Antar Universitas (PAU) IPB kerjasama dengan Lembaga Sumberdaya Informasi.
Suharyanto. 2009. Pengolahan bahan pangan hasil ternak. http://suharyanto. wordpress.com [2 Februari 2011].
Sukandar D. 2007. Studi Sosial Ekonomi, Aspek Pangan, Gizi, dan Sanitasi. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor.
Sunarto & Mayasari ID. 2010. Hubungan kelebihan berat badan dengan menarche dini. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara ForikesVol.I No.4. ISSN: 2086-3098.
Suryana A. 2008. Dukungan teknologi penyediaan produk pangan peternakan bermutu. aman dan halal (bag 1). www.dukunganteknologipanganpeternakan.html [29 Desember 2010].
Teegarden D, Lyle RM, Proulx WR, Johnston CC & Weave CM. 1999. Previous milk consumption is associated with greater bone density in young women. The American Journal of Clinical Nutrition Vol. 69:1014–7. http://www.ajcn.org/content/69/ 5/1014.full.pdf+html?sid=dcf33a2c7e75-407b-9fed-a60c2807cd66 [31 Januari 2011]. Tawaf R. 2009. Mengukir prestasi dengan gizi dari sapi. www.sribd_mengukirprestasi
dengangizidarisapi [29 Desember 2010].
Van Gelder BM, Tijhuis M, Kalmijn S & Kromhout D. 2007. Fish consumption. n_3 fatty acids. and subsequent 5-y cognitive decline in elderly men: the Zutphen Elderly Study. The American Journal of Clinical Nutrition Vol. 85:1142–7. http://www.ajcn.org/ content/ 85/4/1142.full.pdf+html?sid=e4e3630f-ebb4-4722-b45361336a2fecde [26 Januari 2011].
Waysima. 2010. Peran ibu pada pembentukan perilaku makan ikan laut siswa sekolah dasar di kabupaten Jepara dan kabupaten Grobogan. Jawa Tengah [disertasi]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Winarno FG. 1993. Pangan dan Gizi, Teknologi, dan Konsumen. Jakarta: Gramedia.
Wiknjosastro H. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
[WHO] World Health Organization. 2008. Interpreting growth indicators. http://www.who.int/childgrowth/training/module_c_interpreting_indicators.pdf [31 Juli 2011].
Lampiran 1
KUESIONER PENELITIAN (diisi oleh anak)