Anshori, Sakut. 2010. Teknik, MetodedanIdeologiPenerjemahanBuku
“Economic Concepts of IbnuTaimiyah” kedalamBahasa Indonesia dan DampaknyaPadaKualitasTerjemahan. [Tesis]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret, Program Pasca Sarjana
Ardi. 2010. AnalisisTeknikPenerjemahandanKualitasTerjemahanBuku
“AsalAsul Elite Minangkabau Modern: ResponsterhadapKolonial
Belanda Abad ke XIX/XX”. [Tesis]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Aziz, Scholechul. 2013. Jurus Andalan Menguasai EYD. Semarang: Kunci
Makmur
Bell, Roger T., 1991. Translation and Translating: Theory and Practice. New York: Longman
Bogdan, Robert dan Stephen J Taylor. 1975. Introduction to Qualitative Research Methods. New York: John Wliey & Sons
Brata, Frans I Made, 2010. Teknik Pergeseran dalam Penerjemahan Sistem Sapaan dalam Budaya Religi dalam Seminar dan Lokakarya Penelitian Tindakan Kelas dalam Perspektif Etnografi. Program Magister Linguistik UNDIP 2 Oktober 2010.
Catford, J.C. 1965. A linguistic Theory of Translation. London: Oxford University Press
Darwis, Ali. 2008. Optimality in Translation. Melbourne: Writescope Publishers Felystiana, Inge Nurina. 2008. Analisis Penerjemahan Kosakata Kebudayaan
Fisik Bahasa Jepang ke Indonesia dalam Cerita Pendek Imogayu. [Tesis].
Jakarta: Universitas Indonesia, Program Pasca Sarjana
Halverson, Sandra. 2006. Artikel Concept of Equivalence in Translation Studies:
Much Ado about Something: Iranian Translators Cyber Association
Harahap, Romawati. 2010. FiksiHaliliandariBahasaAngkolakeBahasa Indonesia.
[Tesis]. Medan: USU, Program Pasca Sarjana
Hornby, A.S. 1987. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English.
London: Oxford University Press
Hornby, A.S. 1995. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. London: Oxford University Press
Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV. 2008. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Kuncara, Singgih Daru., dkk. 2013.Analisis Terjemahan Tindak Tutur Direktif pada Novel ‘The Godfather’ dan Terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Transling Journal: Translation and Linguistics. Vol.1, No.1, Hal.1-20
Larson, Mildred L., 1984. Meaning-Based Translation: A Guide to Cross-Language Equivalence. New York: University Press
Machali, R., 2009. Pedoman Bagi Penerjemah.Jakarta: Grasindo
Matondang, Rahim. 2012. Panduan Penulisan Tesis dan Disertasi. Medan : USU Molina, L dan Albir, A.H. 2002. Translation Technique Revisited: A Dynamic and
Functionalist Approach . Journal of Meta, Vol. XLVII, No. 4, page: 499- 512
Mustaqin, Andika Hendra. 2010. Pergeseran dan Pemahaman Konteks dalam Penerjemahan Novel. Jurnal Wanasastra, Vo.1, No. 2, Hal. 92-103 Nababan, M., dkk. 2012. Pengembangan ModelPenilaian Kualitas Terjemahan
Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 24, No. 1, Hal. 39-57 Newmark, P., 1988. A Textbook of Translation. New York: Prentice-Hall
International.
Nida, E.A. 1964. Toward a Science of Translating. Leiden: E.J.Brill
Pakpahan, Mangala. 2008. Batak Toba Karakter Kearifan Indonesia. Jakarta:
Erlangga
Prasetyo, Johnny. 2011. Analisis Transposisi dan Modulasi Pada Buku Teori Budaya Terjemahan dari Bulu Culture Theory dalam Lingua Jurnal BahasadanSastra Volume VII, No.1, Hal. 1-13
Salim dan Syahrum. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Ciptapustaka Media
Sibarani, Robert. 2012. Kearifan Lokal “Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan”. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL)
Silalahi, Roswita. 2009. DampakTeknik,
MetodedanIdeologiPenerjemahanPadaKualitasTerjemahanTeks Medical-Surgical Nursing DalamBahasa Indonesia. [Disertasi]. Medan.
Universitas Sumatera Utara, Program Doktor
Silalahi, Roswita. 2012. Terjemahan Teks Medis dalam Bahasa Indonesia:
Analisis Dampak Kemampuan Penerjemah Terhadap Kualitas Terjemahannya. Medan: Bartong Jaya
Simatupang, Maurits. 1999. Pengantar Teori Terjemahan. Jakarta:Universitas Indonesia.
Susilawati, Lusi. 2012. Analisis Transposisi dan Modulasipada Terjemahan Petunjuk PemakaianProduk-produk Oriflame.[Tesis] .Surakarta:
Universitas Sebelas Maret, Program Paca Sarjana
Tinambunan, Rohaya T. 2013. Analisis Kesepadanan Terjemahan dalam Buku Bilingual Active English for Nurses. [Tesis] Medan: USU.
Waridah, Ernawati.Kumpulan Majas, Pantun, dan Peribahasa Plus Kesusastraan Indonesia. Bandung: Ruang Kata
Wasrie, Mhd. Kusnadi. 2012. Intisari Lengkap Bahasa Indonesia. Yogyakarta:
Indonesia Tera
Warneck, J. 2001. KamusBatak Toba-Indonesia. Medan: PenerbitBina Media Wijaya, Laksmi. 2012. Ejaan Yang Disempurnakan. Depok: Pustaka Makmur
Lampiran 1. Transkrip Terjemahan Peribahasa Batak Toba (Bahasa Batak Toba – Bahasa Indonesia)
1. BSu : Aek manuntun lomo angka tolbak gadu-gadu.
air menuntun suka (prefiks) runtuh pematang sawah BSa : Air mengalir sesukanya, pematang sawah menjadi runtuh.
2. BSu : Agia malap-malap, asal ma di hangoluan.
biar menderita asal (partikel) dalam kehidupan.
BSa : Biar menderita asal hanya dalam kehidupan.
3. BSu : Binuang-binuang ganda, hinolit-hinolit mago.
dibuang-buang ganda pelit-pelit hilang
BSa : Semakin murah memberi, semakin berlimpah.
semakin kikir, semakin tidak punya.
4. BSu : Dirgak do eme na lapungon, tegak (partikel) padi (artikel) hampa
unduk do eme na porngis.
menunduk (partikel) padi (artikel) berisi
BSa : Padi kosong berdiri tegak, padi berisi merunduk.
5. BSu : Di toru do tangan ni na di bawah (partikel) tangan (penunjuk tempat) (artikel)
mangido.
meminta
BSa : Tangan orang yang meminta selalu berada di bawah.
6. BSu : Galang do mula ni harajaon.
menjamu makan (partikel) awal (penunjuk tempat) kerajaan BSa : Menarik simpati adalah permulaan kerajaan.
7. BSu : Gelleng sihapor dijunjung do uluna.
kecil belalang dijunjung (partikel) kepalanya.
BSa : Walaupun belalang berbadan kecil, namun kuat mengangkat kepalanya.
8. BSu : Gogo mangula butong mangan, jugul marguru kuat bekerja kenyang makan keras kepala belajar dapotan poda.
mendapat nasihat
BSa : Giat bekerja kenyang makan, rajin belajar mendapat nikmat.
9. BSu : Gok sopo na bolon, lobian sopo na met-met.
penuh rumah yang besar berkelebihan rumah (artikel) kecil.
BSa : Penuh pondok yang besar, pondok yang kecil pun berlimpah.
10. BSu : Hansit mulak mangido, hansitan do mulak mangalean.
sakit kembali meminta lebih sakit (partikel) kembali memberi BSa : Meminta tak diberi memang sakit, namun lebih sakit memberi tapi tak diterima.
11. BSu : Hatop adong pinareakna, lambat adong pinaimana.
Cepat ada yang berjalan lambat ada yang ditunggu.
BSa : Cepat ada yang dikejar, lambat ada yang ditunggu.
12. BSu : Hinombar babiat, jinagahon soitna.
mendekati harimau jagakan kakinya BSa : Jika mendekati harimau, jagalah kakinya.
13. BSu : Holong do mangalap holong.
kasih (partikel) menjemput kasih BSa : Kasih akan membuahkan kasih.
14. BSu : Humarojor mabola hudonna, humalaput tata indahanna.
tergesa-gesa terbelah periuknya terburu-buru mentah nasinya BSa : Tergopoh-gopoh periuk pecah, terburu-buru nasi mentah.
15. BSu : Hurang sangiris asa sabalanga.
kurang sepotong supaya sekuali.
BSa : Kurang sepotong, kurang satu kuali.
16. BSu : Ia i na ummuli, i ma tapareak.
jika itu (partikel) tercantik itu (partikel) dicari BSa : Yang terbaik, itu yang dicari.
17. BSu : Ia tibu hamu lao, tibu hamu dapotan.
jika cepat kamu pergi cepat kamu mendapat BSa : Jika kamu cepat berangkat, kamu cepat mendapat.
18. BSu : Ingkon bengkuk do mata ni hail asa dapotan.
harus bengkok (partikel) mata nya kail agar mendapat BSa : Mata kail haruslah bengkok agar mendapatkan ikan.
19. BSu : Ingkon dos do nangkokna dohot tuatna.
harus sama (partikel) naiknya dan turunnya
BSa : Baik mendaki maupun menurun, jarak yang ditempuh harus sama.
20. BSu : Jempek do pat ni gabus.
pendek (partikel) kaki nya kebohongan BSa : Kaki kebohongan pendek.
21. BSu : Jolo ni dilat bibir asa ni dok hata.
dulu nya jilat bibir agar nya diungkapkan kata BSa : Jilat dulu bibir sebelum berkata-kata.
22. BSu : Jolo ni dodo asa ni nong-nong.
dulu nya menduga agar nya tenggelam BSa : Ukur dahulu, baru renangi.
23. BSu : Jujur jumadi bada, bolus jumadi dame.
bersih keras jadi pertengkaran lewat jadi damai BSa : Mengungkap-ungkap kesalahan menimbulkan perselisihan, melupakan kesalahan menimbulkan perdamaian.
24. BSu : Manat unang tartuktuk, nanget unang tarrobung.
hati-hati jangan tersandung pelan jangan terperosok BSa : Berhati-hati agar tidak tersandung, pelan-pelan agar tidak terperosok.
25. BSu : Mangan di balian ni hurum.
makan di luar nya rahang/pipi BSa : Makan di luar mulut.
26. BSu : Manortori na so gondangna.
menari yang bukan pestanya
BSa : Ikut-ikutan menari tor-tor pada acara musik gondang orang lain.
27. BSu : Marsitijur tu langit, madabu tu ampuan.
berludah ke langit terjatuh ke pangkuan
BSa : Meludah ke langit, akhirnya jatuh ke pangkuan.
28. BSu : Miduk songon panetek ni bagot.
terkumpul seperti tetesan nya nira BSa : Menjadi banyak seperti tetesan nira.
29. BSu : Molo dung puas, sae so ada mara.
jika sudah puas, selesai tidak ada bahaya BSa : Jika telah berterus-terang, risiko buruk akan hilang.
30. BSu : Molo litok aek, tu julu do luluan.
jika keruh air ke hulu lah mencari.
BSa : Jika air keruh, penyebabnya dicari ke hulu.
31. BSu : Molo marhata na raus, godang sarihononhon.
jika berkata (artikel) sembarangan besar akibatnya BSa : Berkata-kata sembarangan mengundang banyak masalah.
32. BSu : Molo padirgakhu tarkutuk pat, jika terlalu tegak tersandung kaki molo paundukhu mapaspas bohi.
jika terlalu tunduk terantuk wajah
BSa : Terlalu tegak kaki tersandung, terlalu tunduk muka terantuk.
33. BSu : Molo suhar bulu ditatit dongan, ingkon paingoton do.
jika terbalik bambu ditarik teman harus mengingatkan nya BSa : Jika sahabat menarik bambu terbalik, kita harus menasehatinya.
34. BSu : Molo tarida urat ingkon tamboran-tamboran.
jika terlihat akar harus ditanam
Molo masuak ranting ingkon talion-talion.
jika patah ranting harus diikat Molo malos bulung ingkon taruan aek.
jika layu daun harus diantar air
BSa : Jika akar nampak harus ditanam, jika ranting patah harus diikat, jika daun layu harus disiram.
35. BSu : Molo teanon uli, teanon do nang gora.
jika diangkatkan cantik diangkatkan (partikel)(artikel) aba-aba BSa : Siap terima pujian, siap terima cerca.
36. BSu : Nabisuk nampuna hata, na oto tu pargadisan.
yang bijak pemilik kata (artikel) bodoh ke tempat jual beli.
BSa : Orang bijak yang empunya perkataan, orang bodoh diperjual- belikan.
37. BSu : Nang pe tinanom na busuk sipat gala,
Walaupun (partikel) ditanam (artikel) busuk banyak batang padi sai muap do.
tetap bau (partikel)
BSa : Walau ditanam sedalam gala, bau busuk tetap tercium.
38. BSu : Na uli do halak na roa, (artikel) cantik (partikel) orang (artikel) jelek pinandenggan ni pangkulingna.
diperbaiki nya perkataan
BSa : Buruk rupa terlihat cantik karena kata-kata.
39. BSu : Ndang be tartangishon, tagonan ma tinortorhon.
jangan lagi tertangiskan lebih baik (partikel) ditarikan BSa : Tak tersalurkan melalui tangis, salurkan melalui tari.
40. BSu : Ndang dung songgop onggang tu hadudu.
tak pernah hinggap enggang ke jerami.
BSa : Tak pernah burung elang hinggap pada gelagah.
41. BSu : Ndang hea guminjang pinggol sian tanduk, tak pernah di atas telinga dari tanduk
ndang hea tumimbo abara sian hulu.
tidak pernah tinggi bahu dari kepala
BSa : Tak pernah telinga lebih tinggi dari tanduk, tak pernah bahu lebih tinggi dari kepala.
42. BSu : Ndang loja aek paihut-ihut rura.
tak lelah air mengikut-ikut lembah BSa : Air tak pernah lelah menyusuri ngarai.
43. BSu : Ndang tarula sada halak dua auga horbo tak terkerjakan satu orang dua bajak kerbau di bagasan sansogot.
di dalam pagi hari
BSa : Mustahil satu orang menggunakan dua bajak pada pagi yang sama.
44. BSu : Ndang tarunsat tanduk sian horbo.
tak terpisah tanduk dari kerbau BSa : Tanduk tak dapat dipisahkan dari kerbau
45. BSu : Ngali aek di ingani dengke, dolgi hau di ingani bodat.
dingin air di huni ikan keras kayu di huni monyet
BSa : Air bersuhu dingin dihuni ikan, kayu tak empuh dihuni monyet.
46. BSu : Ni ida ni mata pianula so ni ida, di lihat (artikel) mata pura-pura tidak di lihat binege ni pinggol pinaula so binege.
didengar di kuping pura-pura tidak didengar
BSa : Yang terlihat oleh mata pura-pura tak dilihat, yang terdengar oleh telinga pura-pura tak didengar.
47. BSu : Nilangka tu jolo, tinailihon tu pudi.
melangkah ke depan menolehkan ke belakang BSa : Ke depan kita melangkah, ke belakang kita menoleh.
48. BSu : Nunut do siraja ni ompuna.
ketekunan (partikel) raja (Partikel) nenek moyang BSa : Ketekunan adalah raja bagi nenek moyang.
49. BSu : Padan na so jadi oseon, bulan na so jadi ubaon.
janji yang tidak boleh ingkar waktu nya tidak boleh diubah BSa : Janji tak boleh diingkari, sumpah tak boleh dilanggar.
50. BSu : Pantun hangoluan, tois hamangoan.
kesantunan kehidupan keangkuhan kehancuran
BSa : Kesantunan adalah kehidupan, ketidaksopanan adalah kehancuran.
51. BSu : Paramak na bidang, parlage so balunon.
pemilik tikar (artikel) lebar, pemilik tikar tidak digulung BSa : Memiliki tikar lebar yang selalu tergelar.
52. BSu : Pasiding ma paguguthon na so sira, menghindari (artikel)menggigit (artikel) bukan garam painumhon na so aek.
meminumkan yang bukan air.
BSa : Hindarilah yang menggigitkan yang bukan garam, meminumkan yang bukan air.
53. BSu : Pitu batu martindi, sada do sitaon na dokdok.
tujuh batu bertindih satu (partikel) merasakan yang berat BSa : Dari tujuh batu bertindih, hanya satu yang memikul beban terberat.
54. BSu : Purpar pande dorpi, tugona tu dimposna.
berbunyi keras tukang kayu kuatnya artikel patennya
BSa : Suara gaduh tukang kayu akan menjadikannya kuat dan kokoh.
55. BSu : Sahali margapgap, pitu hali iba so porsea.
sekali berbohong tujuh kali saya tidak percaya BSa : Sekali berdusta, tujuh kali tak dipercaya.
56. BSu : Sala mandasor, sega luhutan.
salah membuat dasar rusak padi BSa : Salah dasar, onggokan runtuh.
57. BSu : Sapala naung mangasi, unang ma di paralangan.
sepala sudah memberi jangan (partikel) di tanggungkan BSa : Jangan menolong setengah hati.
58. BSu : Siallang gana, ingkon mate satongkin.
makan sumpah harus mati sebentar
BSa : Orang yang bersumpah palsu akan mati seketika.
59. BSu : Soada ihan ba manuk.
tidak ada ikan (partikel) ayam BSa : Tak ada ikan, ayam pun jadi.
60. BSu : Tagonan marmahan sabara horbo sian lebih mudah memelihara sekandang kerbau daripada marmahan sada jolma.
memelihara satu manusia
BSa : Lebih mudah memelihara sekandang harimau, daripada mengurus satu manusia.
61. BSu : Uli pe hata pintor, ulian do hata sae.
indah (artikel) kata benar lebih indah (partikel) kata selesai BSa : Walau kebenaran indah, lebih indah penyelesaian.
62. BSu : Unang hinali na mate nihalak asa adong andungan.
jangan digali (artikel) mati orang lain agar ada tangisan BSa : Jangan menggali kuburan orang lain untuk ditangisi.
63. BSu : Unang jama pat ni hoda pudi.
jangan pegang kaki (artikel) kuda belakang BSa : Jangan memegang kaki belakang kuda.
64. BSu : Unang leas roha di masa ni ari logo.
jangan kecil hati di masa (artikel) hari kemarau
BSa : Jangan menganggap sepele usaha pada musim kemarau.
65. BSu : Unang litohi baba ni mualmu.
jangan keruhkan mulut (artikel) mata airmu BSa : Jangan keruhkan air minummu.
66. BSu : Unang lompa lali na habang.
jangan masak elang (artikel) terbang
BSa : Jangan memasak elang yang sedang terbang.
67. BSu : Unang mandele manjalahi hangoluan.
jangan putus asa menjalani kehidupan
BSa : Jangan pernah putus asa dalam mencari nafkah.
68. BSu : Unang parmeam-meam gara.
jangan bermain-main bara BSa : Jangan bermain bara api.
69. BSu : Unang pinatuduhon bunga tu na lalaen.
jangan tunjukkan bunga ke (artikel) gila BSa : Jangan memberikan bunga kepada orang gila.
70. BSu : Unang piniltikhon api tu ambu-ambu ni dongan.
jangan memercikkan api ke bumbu masak (artikel) teman BSa : Jangan memercikkan api ke bahu sahabat.
71. BSu : Unang sumolosol di pudi, ndada sipaingot so ada.
jangan menyesal di belakang tidak ada nasihat tidak ada BSa : Jika nasihat telah diberikan, jangan menyesal kemudian.
72. BSu : Unang teal so hinallung.
jangan sombong tidak diangkat
BSa : Jangan merasa oleng padahal tidak diangkat.
Lampiran 2. Analisis Data Model Penerjemahan, 2a. Model Penerjemahan Tunggal, 2b. Model Penerjemahan Kuplet, 2c. Model Penerjemahan Triplet, dan 2d Model Penerjemahan Kwartet
2a. Model Penerjemahan Tunggal No.
Data
Jenis Transposisi dan Modulasi
01 Transposisi ditandai dengan nomina jamak dalam bahasa Batak Toba menjadi tunggal dalam bahasa Indonesia.
02 Transposisi ditandai dengan suatu perangkat tekstual penanda fokus dalam BSu yang dinyatakan dengan konstruksi gramatikal dalam BSa.
11 Modulasi bebas ditandai dengan dengan penerjemahan kata yang hanya sebagian aspek maknanya dalam BSu dapat diungkapkan dalam BSa, yaitu dari bernuansa khusus ke umum atau sebaliknya.
12 Transposisi ditandai dengan suatu perangkat tekstual penanda fokus dalam BSu yang dinyatakan dengan konstruksi gramatikal dalam BSa.
13 Transposisi ditandai dengan suatu perangkat tekstual penanda fokus dalam BSu yang dinyatakan dengan konstruksi gramatikal dalam BSa.
17 Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur.
20 Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur.
24 Transposisi ditandai dengan pergeseran unit.
25 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya.
26 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya.
27 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya.
32 Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur.
36 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya.
48 Transposisi ditandai dengan suatu perangkat tekstual penanda fokus dalam BSu yang dinyatakan dengan konstruksi gramatikal dalam BSa.
52 Transposisi ditandai dengan suatu perangkat tekstual penanda fokus dalam BSu yang dinyatakan dengan konstruksi gramatikal dalam BSa.
54 Modulasi wajib ditandai pasangan kata dalam BSu yang salah satunya saja ada padanannya dalam BSa.
57 Modulasi wajib ditandai pasangan kata dalam BSu yang salah satunya saja ada padanannya dalam BSa.
55 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya.
60 Modulasi wajib ditandai pasangan kata dalam BSu yang salah satunya saja ada padanannya dalam BSa.
63 Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur.
65 Modulasi wajib ditandai pasangan kata dalam BSu yang salah satunya saja ada padanannya dalam BSa.
66 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya.
68 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya.
2b. Model Penerjemahan Kuplet No.
Data
Jenis Transposisi dan Modulasi
03 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu + Transposisi ditandai dengan pergeseran unit.
04 Transposisi ditandai dengan suatu perangkat tekstual penanda fokus dalam BSu yang dinyatakan dengan konstruksi gramatikal dalam BSa+
Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur.
05 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur.
06 Transposisi ditandai dengan suatu perangkat tekstual penanda fokus dalam BSu yang dinyatakan dengan konstruksi gramatikal dalam BSa+Modulasi wajib ditandai dengan penerjemahan kata yang hanya sebagian aspek maknanya dalam BSu dapat diungkapkan dalam BSa, yaitu dari bernuansa khusus ke umum atau sebaliknya.
07 Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur +Transposisi ditandai dengan pergeseran unit.
08 Modulasi wajib ditandai dengan penerjemahan kata yang hanya sebagian aspek maknanya dalam BSu dapat diungkapkan dalam BSa, yaitu dari bernuansa khusus ke umum atau sebaliknya + Modulasi bebas ditandai dengan bentuk negatif ganda dalam BSu menjadi posistif dalam BSa.
09 Modulasi wajib ditandai dengan penerjemahan kata yang hanya sebagian aspek maknanya dalam BSu dapat diungkapkan dalam BSa, yaitu dari bernuansa khusus ke umum atau sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur.
14 Modulasi wajib ditandai dengan penerjemahan kata yang hanya sebagian aspek maknanya dalam BSu dapat diungkapkan dalam BSa, yaitu dari bernuansa khusus ke umum atau sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur.
15 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran unit.
16 Transposisi ditandai dengan suatu perangkat tekstual penanda fokus dalam BSu yang dinyatakan dengan konstruksi gramatikal dalam BSa + Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya
21 Modulasi bebas ditandai dengan struktur aktif dalam BSu menjadi pasif dalam BSa dan sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran
struktur.
22 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran unit.
23 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran unit.
28 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran unit.
29 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran unit.
30 Modulasi bebas ditandai dengan struktur aktif dalam BSu menjadi pasif dalam BSa dan sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur.
31 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur.
34 Modulasi wajib ditandai dengan penerjemahan kata yang hanya sebagian aspek maknanya dalam BSu dapat diungkapkan dalam BSa, yaitu dari bernuansa khusus ke umum atau sebaliknya + Transposisi ditandai dengan pergeseran struktur.
35 Transposisi ditandai dengan suatu perangkat tekstual penanda fokus dalam BSu yang dinyatakan dengan konstruksi gramatikal dalam BSa + Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya.
37 Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya + Modulasi wajib ditandai pasangan kata dalam BSu yang salah satunya saja ada padanannya dalam BSa.
38 Transposisi ditandai dengan suatu perangkat tekstual penanda fokus dalam BSu yang dinyatakan dengan konstruksi gramatikal dalam BSa + Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya.
38 Transposisi ditandai dengan suatu perangkat tekstual penanda fokus dalam BSu yang dinyatakan dengan konstruksi gramatikal dalam BSa + Modulasi bebas ditandai dengan menyatakan secara tersurat dalam BSa apa yang tersirat dalam BSu dan sebaliknya.