PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN USAHA NATA DE PINA
DAFTAR RUJUKAN
Abdullah, M.B. 2003. Optimasi Pembuatan Alkohol dari Limbah Cair Nenas Menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses 2004. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.
Alaban, C. A. 1961. "Studies on the optimum conditions for nata de coco bacterium or nata formation in coconut water." dalam: Journal of The College
Agriculture and Cultural Experimentation.
Uni-versity of The Phillippines. (XLV).
Anggraini, Diana. 1998. Pengaruh Peningkatan Kadar Gula Terhadap Hasil Nata De Soya dari Limbah Tahu. Skripsi. Tida diterbitkan. Malang: FPMIPA IKIP MALANG.
Aswan, M dan Mita. 1991. Teknologi Pengolahan Bahan Pangan Nabati Tepat Guna :Jakarta: Akademika Pressindo.
Atmodjo, K. 2002. Pengomposan Kulit Nanas Menggunakan Starter Mikroorganisma Effektif dan Bokashi Dalam Kondisi pH Asam dan Netral. Jurnal Biota Vol. VII (3) : 131-138, Oktober 2002 ISSN 0853-8670.
Aroita. 1894. Produksi enzim protease dari AspergiIlus oryzae dan Bacillus subtilis menggunakan limbah cair tahu dengan berbagai dosis
inokulum. Tesis tidak diterbitkan. Bandung: Pasca Sarjana Biologi ITB. Bandung.
Biro Pusat Statistik. 1991. Survei PertanianProduksi Buah-buahan di Jawa, BPS, Jakarta-Indonesia. BPTP Bali. 2006. Nata De Kakao:Memanfaatkan Limbah
Menyelamatkan Lingkungan Warta Pertanian dan Pengembangan Pertanian. Vol. 28 No. 4. 2006.
Breed, B.S., Murray, E.G.D., Smith, N.R.. 1957. Bergey's Mannual of Determinative Bacteriology. 7th edition. Baltimore The Williams & Wilkins Company.
CDMA. 2006. (Clean Development Mechanism Project Design Document Form).2007. GGP-UJA Biogas Project PDD GGP-UJA Biogas Project Ver 4-06.Doc. PT. Environmental Resources
Management Indonesia (ERM).
Http://Usem.Co.id. Diakses Tanggal 20 Januari 2009.
Direktorat Gizi Departemen Kesehatan R.I., 1981. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Barata. Jakarta.
Dimaguila, L. A. S. 1967. "The nata de coco: Characterization and identity of causal organisms." dalam: The
Droste, R.L. 1997. Theory and Practice of Water and Wastewater Treatment. USA: John Wiley & Sons, Inc.
Encarta. 2001. World English Dictionsry (North American
Edition) (On Line)
(http://dictionary.msn.com/find/entry.asp?refid= 186199647.diakses 12 Mei 2009
Fardias , Srikandi. 1993. Analisis Mikrobiologi Pangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Fogaty, WM.1983. Microbila Enzymes and Biotechnology. London and New York: Applied Science Publisher.
Ginting Simon P. Rantan Krisnan dan Andi Tarigan. 2005. Substitusi Hijauan Dengan Limbah Nenas Dalam Pakan Komplit Pada Kambing (The Substitution Of Forages With Pineapple Wastes In Complete Feed For Goats). Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2005
Hariyadi, P. (Ed). 2000. Dasar-dasar Teori dan Praktek Proses Termal. Pusat STudi Pangan dan Gizi IPB. Bogor: IPB
Hartanaya, J Made. 1991.Analisis Optimalisasi Pembuatan nata dari Pengaruh Bahan Baku dan Sumber Karbon. Skripsi. Tidak diterbitkan. Malang:
Fakuitas Pertanian Universitas Brawijaya
Malang.
Hatfield, R.D. 1989. The effects of barley, unmolases supplements on organic matter, nitrogen and fibre digestibility. Agron. J. Vol. 81:33-38.
Herman, A. H., 1979. Pengolahan air kelapa. Buletin Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia 4 (1). hal. 9 - 17.
Hartadi.1986. Potensi Komposisi Kimiawi Limbah Nenas. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2005
Hutagalung.1977. Potensi Komposisi Kimiawi Limbah Nenas. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2005
Hidayat Nur. Masdiana. Sri Suhartini. 2008. Mikrobiologi Industri. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Judoamidjojo, M., Darwis, A.A. dan Sa'id, E.G., 1990.
Teknologi Fermentasi. PAU Bioteknologi. IPB.
Jakarta: Rajawali Pers.
McDonald, P., R.A. Edward and J.F.D. Greenhalg. 1988. Animal
Nutrition ForthEd. Logman Scientific and Technical
and John Willey & Sons, Inc. New York.
Marrison, I.M. 1986. Factors affecting the breakdown of dietary fiber in the rumen. Hannah Res. Institute. 89-96.
Nurdiyanto. 2008. Kualitas Nata Dari Bahan Bekatul (Nata De Katul) dengan Starter Bakteri Acetobacter xylinum. Skripsi. (Tidak Dipubiklasikan) Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Julius S. 2009. ([email protected]). 21 Pebruari 2009. Kualitas Fisik Kimia IPAL PT Great Green Pineapple Lampung. E-mail kepada Agus Sutanto ([email protected])
Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. 1988. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Pedoman penetapan Baku Mutu Lingkungan. Nomor 05 Tahun 2007 tanggal 08 Mei 2007. Sekretaris Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (on line).. http://www.mnlh.go.id. Diakses 12 April 2009
Kembuan, H. 1987. "Pemanfaatan Air Kelapa." dalam: Buletin
Balitka. Departemen Pertanian, Badan Penelitian
dan Pengembangan Pertanian, Balai Penelitian Kelapa, Manado.
Ketaren, S. dan B. Djatmiko, 1978. "Daya Guna Hasil Kelapa." Departemen Teknologi Hasil Pertanian, Fateta, IPB, Bogor.
Kumalaningsih, A. Setyowati, U. Efendi dan N. Hidayat. 1991. Optimalisasi Penambahan Tepung Kulit Nanas dan Proses Fermentasi pada Pakan Ternak terhadap Peningkatan Kualitas Nutrisi.
ARMP (Deptan). Universitas Brawijaya. Malang.
Lucky. 2006. PT. Great Giant Pineapple: Raja Nanas Dunia. Jakarta: Majalah SWA Sembada.
Lapuz, M.N., Gullardo F.G, and Palo M.A, 1967. The Nata Organism Cultural Requrirements Characteristic and Identify. The Philipines Journal of Science. 9.2
Marrison, I.M. 1986. Factors affecting the breakdown of dietary fiber in the rumen. Hannah Res. Institute. 89-96. McDonald, P., R.A. Edward and J.F.D. Greenhalg. 1988. Animal
Nutrition ForthEd. Logman Scientific and Technical
and John Willey & Sons, Inc. New York.
Muller, 1978. Potensi Komposisi Kimiawi Limbah Nenas. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2005
Muljohardjo, M., 1984. Nenas dan Teknologi Pengolahannya. Liberty. Yogyakarta.
Nurfiningsih. 2009. Pembuatan Nata de Corn dengan Acetobacter Xylinum. Skripsi (Tidak dipublikasikan). Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Palungkun.1984. Produk Olahan Kelapa. Jakarta: Penebar
Swadaya.
Pambayun, R., L. Widodo, Parwiyanti, dan N. Malahayati. 1997. "Perbaikan Proses Pengolahan Nata de Coco." dalam: Prosiding Seminar Hasil Vucer. Cisarua, Bogor
Pambayun, R., L. Widodo, dan Parwiyanti. 1998. "Per-baikan Sanitasi dan Penanganan Limbah Nata de Coco." dalam: Laporan Vucer Ditbinlitabmas LPM UNSRI. Palembang.
Pambayun, R., M. Verawaty dan Hary Wijayanti. 1998. "Pengaruh Penambahan Sukrosa dan Aluminium Sulfat Terhadap Laju Pembentukan Nata de Coco." dalam: Prosiding Seminar Regional: Pe-ranan Teknologi Pertanian dalam Upaya Keta-hanan dan Keamanan Pangan. Fakultas Pertanian UNSRI-PUSR1. Palembang.
Pambayun, R., 2006. Teknologi Pengolahan Nata de Coco. Kanisius. Yogyakarta .
Panji Chilwan. 1988. Penuntun Praktikum Bioindustri. Bogor PAU-IPB.
Popi, Y. 2004. Optimasi Pembuatan Alkohol dari Limbah Cair Nanas Menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses 2004. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.
Prescott & Dunn. 1959. Industrial Microbiology. New York Toronto London: Mc Gnaw-Hill-Book Company, INC.
Rukmana, R. 1996. Nenas, Budidaya Pasca Panen. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Rumokoi, Margaretha M. 1993. Prospek Pemanfaatan Air Kelapa d Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian. XII (4): 87 - 94.
Said, E.G. & Djuli, M. 1988. Penanganan dan pemanfaatan Limbah padat. PT. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.
Saragih, Y.P. 2004. Membuat Nata de Coco. Puspa Swara. Jakarta.
Sasaki. 1992. Optimasi Pembuatan Alkohol dari Limbah Cair Nanas Menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses 2004. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.
Setyawati, Rina. 2009. Kualitas Nata De Cassava Limbah Cair Tapioka dengan Penambahan Gula Aren Dan Lama Fermentasi Yang Berbeda. Skripsi. (Tidak Dipubiklasikan) Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Steinkraus, K. H., R. E. Cullen, C. S.Pederson and L. E. Nellis, 1983. Handbook of Indigenous Fermeted Food. Marcel Dekker Inc. New York.
Steerit, RM. dan Lester, JN. 1988. Microbilogy for Environmental and Public Health Enginers. E&Fn Sipon Ltd.London.
Suarsini Endang. 1999. Budidaya Nata. Modul Kewirausahaan Jurusan Pendidkan Biologi IKIP Malang.
Sugiharto. 1987. Dasar-dasar Pengelolaan Air Limbah. Jakarta: UI Press.
Sumini. 1995. Pengaruh Penambahan Gula dan Diameter Pertumbuhan Wadah Fermentasi Terhadap Kuantitas dan Kualitas Nata De Pina. Skripsi. Tidak diterbitkan. Malang: FP UNIBRAW. Susanti, Lina. 2006. Perbedaan Penggunaan Jenis Kulit
Pisang Terhadap Kualitas Nata. Skripsi. (Tidak Dipubiklasikan) Program Studi. Teknologi Jasa dan Produksi, Konsentrasi Tata Boga, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
Susanto, T, 2000. Pembuatan Nata De Pina dari Kulit Nenas Kajian Dari Sumber Karbon dan Pengenceran Medium Fermentasi, Jurnal Teknologi Pertanian,58-66.
Sutanto, Agus. 2008. Manajemen Mutu dan Penanganan Limbah Agroindustri. Jurnal Manajemen Derivatif. Volume 2 (1) 86-106 Nopember 2008.
Sutanto Agus. 2009a. Isolasi Bakteri Indigenous Limbah cair Nanas Berpotensi Bioremediasi. Jurnal Bioedukasi. Volume VII (1) 56-66 April 2009. ___________. 2009b. Potensi Bioremediasi Senyawa Asam
dan Organik. Jurnal Mentari. Volume 13 (2) 7-12 Nopember 2009.
___________. 2010a. Bioetika Pemanfaatan Genetik Mikroorganisme. Jurnal Bioedukasi. Volume 1 (1) 57-68 Mei 2010.
………. 2010b Bioremediation Potention of Waste Water Pineaple with Indigenous Bacteria. Seminar Nasional Biologi dan Pengembangan Profesi Pendidik Biologi. Jurusan pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta Juli 2010.
---.2010c. Pineapple Wastewater (PW) As Raw Material In Making Nata De Pina. International Biotechnology Seminar 2010. Biotechnology: Breakthrough for the Future of Industrial Chalengger in Developing Countries. University of Muhammadiyah Malang 27-28 July 2010.
Terok, Mariana. 1995. Pemhuatan Nata De Coco. Buletin Tekhnik Pertanian. 1(2): 95 - 98.
Trade and Environment Database. 2004. Nata de coco Boom and the Philipphines. http://www.american.edu/projects/ mandala/TED/coconut.htm.
Wicaksono, Aril R. 1990. Pengaruh Umur Starter Dan Dosis KH2PO4 Pada Proses Pembuatan Nata de Coco. Skripsi. Tidak diterhitkan. Jember: FP UNFJ.
Widia, I.W. 1984. Mempelajari Pengaruh Penambahan Skim Milk, Air Kelapa,Jenis Gula dan Mineral pada Pembuatan Nata de Coco. Karya Ilmiah,I nstitut Pertanian Bogor.
Winarno, F.G. 1986. Air untuk Industri Pangan. Penerbit PT Gramedia. Jakarta.
Wiryani, E. 1991. Analisis kandungan limbah cair pabrik tempe kedelai dan upaya pengolahannya dengan proses anaerobik. Tesis tidak diterbitkan. Bogor: Pasca Sarjana IPB Bogor.
Yuliani, Rinda. 2003. Kualitas Nata sari buah pisang raja uli tehadap kadar karbohidrat, warna, aroma dan sifat organoleptik tekstur nata. Skripsi. (Tidak Dipubiklasikan) Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Zaitun.2004. Pengelolaan Limbah Padat Industri Kecil Nata de coco melalui Teknologi Produksi Gas Bio dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik Cair. Thesis. (Tidak dipublikasikan).Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.
GLOSARIUM
Asam organik merupakan senyawa asam larut dalam air
dan menghasilkan ion hidrogen, asam organik dominan yang terdapat dalam Limbah Cair Nanas (LCN) adalah asam sitrat, sama malat dan asam suksinat. Asam sitrat (asam B-hydroxytricarballylat;
asam
2-hydroxy-1,2,3-propanetricarboxylat).
anaerob suatu organisme yang tumbuh tanpa oksigen molekuler, bandingkan dengan aerob
aerob organisme yang memerlukan oksigen, bandingkan dengan anaerob.
aseptik
pencegahan pencemaran olehmikroorganisme, keadaan bebas infeksi.
amilase sustu enzim yang menghidrolisis pati
Baku mutu air limbah
adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar dan atau jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaanya dalam air limbah yang akan dibuang atau dilepas ke dalam sumber air dari suatu usaha dan atau kegiatan
Bioteknologi ilmu tentang makhluk hidup (terutama mikrobiologi dan biologi molekuler) bersama-sama dengan teknologi untuk memanfaatkan komponen subsel organisme hidup sebagai pabrik untuk menghasilksn barang yang dikehendaki
biodegradasi Perombakan bahan kimia dari struktur komplek ke strktur sederhana oleh makhluk hidup
biotransforma-si
Perubahan zat oleh makhluk hidup
bioaugmentasi penambahan mikroba pendegradasi (degrader) atau menstimulasi pertumbuhan mikroorganisme indigen yang sengaja dimasukkan dari luar ke daerah yang terkontaminasi polusi mikroorganisme
biomassa massa benda hidupyang ada di suatu area tertentu
BOD
(Biochemical Oxygen Demand)
digunakan untuk mengukur banyaknya oksigen yang dikonsumsi oleh mikroba untuk menguraikan/mengoksidasi hampir semua bahan organik yang terlarut dan zat-zat organik yang tersuspensi dalam air
COD