BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
2. Usulan Topik-topik untuk Program Pengembangan Kepribadian pada
Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk
Mengembangkan Perilaku Prososial
Dari hasil data penelitian ini juga menunjukkan bahwa adanya item-item yang memiliki pencapaian skornya yang sedang dan akan dijadikan topik bimbingan untuk meningkatkan perilaku prososial pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Alasan peneliti tidak mengambil item-item yang memiliki pencapaian skornya yang tinggi atau sangat tinggi supaya skor yang sangat tinggi atau tinggi di dalam penelitian ini akan menjadi
keterbatasan-keterbatasan pada penelitian ini. Serta, peneliti mengambil
item-item yang pencapaiannya skornya yang sedang supaya untuk meningkatkan Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa rekapitulasi item-item yang tergolong dalam kategori sedang Tingkat Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta adalah sebagai berikut:
Tabel 4.5
Rekapitulasi Item-item yang Tergolong dalam Kategori Sedang Tingkat Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
No No Item Aspek Indikator Pernyataan Skor
bercerita
Item yang termasuk dalam kategori sedang adalah yang pertama yaitu “Saya lebih mementingkan kegiatan organisasi saya daripada mendengarkan cerita orang lain.” Pada item tersebut dapat diindikasikan bahwa pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogykarta masih adanya suatu pembelajaran untuk berperilaku prososial yang baik, yang akan menjadi seorang calon konselor yang profesional dan berdedikasi tinggi.
Item kedua yaitu “Ketika saya lelah fisik dan psikologis saya, saya mementingkan untuk istirahat daripada mendengar cerita orang lain.”
Pada item tersebut dapat diindikasikan bahwa pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta masih adanya suatu pembelajaran untuk berperilaku prososial yang baik, yang akan menjadi seorang calon konselor yang profesional dan berdedikasi tinggi.
Item ketiga yaitu “Saya lebih mementingkan kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) daripada mendengar cerita orang lain.” Pada item tersebut dapat diindikasikan bahwa pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta masih adanya suatu pembelajaran untuk berperilaku prososial yang baik, yang akan menjadi seorang calon konselor yang profesional dan berdedikasi tinggi.
Item keempat yaitu “Saya sulit percaya kepada orang lain.” Pada item tersebut dapat diindikasikan bahwa pada Mahasiswa Baru
Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta masih adanya suatu pembelajaran untuk berperilaku prososial yang baik, yang akan menjadi seorang calon konselor yang profesional dan berdedikasi tinggi.
Berikut ini saya sampaikan usulan topik-topik bimbingan untuk meningkatkan perilaku prososial pada mahasiswa baru bimbingan dan konseling angkatan 2019 universitas sanata dharma Yogyakarta adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6
Usulan-usulan Topik untuk Program Pengembangan Kepribadian Mahasiswa Baru Angkatan 2019 Program Studi Bimbingan dan
Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk Mengembangkan Perilaku Prososial
No Item Kategori
Skor Item
Aspek Indikator Topik Metode Referensi
1. Saya lebih
4. Saya sulit percaya kepada orang lain.
Sedang Kedermawanan (Donating)
Berbagi secara sukarela.
Percayalah kepada-Ku!
Ceramah
Diskusi
Refleksi
Sarwono W, Sarlito &
Meinarno A,Eko. (2018).
Psikologi Sosial Edisi
2.Yogyakarta:
Salemba Humanika.
66 BAB V PENUTUP
Pada bab ini diuraikan kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan serta saran-saran untuk berbagai pihak
A. Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta maka peneliti menyimpulkan bahwa perilaku prososial pada mahasiswa baru termasuk kedalam kategori tinggi atau positif (baik). Penelitian menunjukkan ada sebanyak 29 mahasiswa baru (32,22%) yang memiliki perilaku prososial yang sangat tinggi, 55
mahasiswa baru (61,11%) yang memiliki perilaku prososial yang tinggi, serta 6 mahasiswa baru (6,67%) yang memiliki perilaku prososial yang kategori cukup atau sedang. Dari hasil penelitian yang dilakukan tidak ada mahasiswa baru yang memiliki perilaku prososial yang rendah atau sangat rendah.
2. Berdasarkan Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 yang masih belum baik dan pencapaian skornya yang sedang atau cukup maka peneliti mengusulkan beberapa topik-topik untuk program pengembangan kepribadian mahasiswa baru angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta diantaranya sebagai berikut:
(a) “Luangkanlah waktu-Mu untuk Orang Lain!”, (b) Tingkatkan Profesionalitas-Ku!”, (c) “Rasa Empati-Ku untuk Orang Lain!”, (d)
“Percayalah kepada-Ku!”
B. Keterbatasan Penelitian
Di bawah ini dipaparkan beberapa keterbatasan dalam melakukan penelitian:
1. Pada saat akan wawancara kepada mahasiswa baru, peneliti belum
menanyakan kepada mahasiswa baru secara intens atau secara mendalam.
2. Masih terdapat jawaban dari subjek yang jawabannya masih belum konsisten menurut pengamatan dari peneliti.
3. Masih terdapat pengolahan data yang masih belum akurat.
4. Masih memakai buku yang populer untuk penelitian ini
5. Keterbatasan waktu saat Mahasiswa Baru menjawab kuesionernya.
6. Penelitian dilakukan pada saat habis selesai kuliah sehingga menurunnya daya kosentrasi saat menjawab kuesioner penelitian.
C. Saran
Berikut ini saya paparkan beberapa saran yang diajukan, yaitu:
1. Bagi Mahasiswa
Supaya bisa meningkatkan dan mengembangkan secara baik Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
2. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Dengan usulan topik-topik yang peneliti buat, bisa dipergunakan untuk program pengembangan kepribadian pada Mahasiswa Baru Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
a. Bisa lebih menggali permasalahan yang terjadi saat dilapangan. Baik saat wawancara secara intens atau secara mendalam kepada subjek ataupun membuat item-item pernyataan untuk subjek lebih mendalam.
b. Bisa observasi jangka panjang untuk bisa melihat atau mengontrol setiap perilaku prososial yang terjadi pada Mahasiswa Baru.
c. Perencanaan saat sebelum mengambil data dan sesudah mengambil data, harus diperhitungkan secara matang.
d. Bisa mendapatkan referensi yang terbaru supaya penelitian bisa berjalan secara optimal dan memuaskan.
DAFTAR PUSTAKA
Aprilia Dwi Ismail Tandi. 2019. Perilaku Prososial Siswa (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas X SMK Penerbangan AAG Adisucipto Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Penyusunan Topik-Topik Bimbingan Pribadi-Sosial).
Skripsi. Universitas Sanata Dharma.
Azwar, Saifuddin. (2012). Penyusunan Skala Psikologi (edisi 2). Yogyakarta:
Pustaka Belajar.
Azwar, Saifuddin. (2017). Metode Penelitian Psikologi Edisi II. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Baihaqi,Mif. (2008). Psikologi Pertumbuhan Kepribadian Sehat untuk Mengembangkan Optimisme. Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya.
Byrne, Donn & Robert A. Baron. (2005). Psikologi Sosial edisi kesepuluh jilid 2.
Jakarta: Kencana.
Dariyo,Agoes. (2004). Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: PT.
Grasindo Anggota Ikapi.
Gerungan, W.A. (2002). Psikologi Sosial. Bandung: PT Refika Aditama Gerungan,W.A. (2010). Psikologi Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.
Intan Kusumaningrum.2014. Meningkatkan Perilaku Prososial Rendah Melalui Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Sosiodrama pada Siswa Kelas VII SMP NEGERI 21 Semarang.Skripsi.Universitas Negeri Semarang.
Irwanto. (1991). Psikologi Umum Buku Panduan Mahasiswa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Khairani, Makmun. (2013). Psikologi Umum. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
King A, Laura. (2010). Psikologi Umum Sebuah Pandangan Apresiatif. Jakarta:
Salemba Humanika.
Leish Mc, John.(1985). Behaviorisme Sebagai Psikologi Perilaku Modern. Bandung:
Tarsito.
Marat, Samsunuwiyati. (2006). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Meirina Wibawani & Wiryo Nuryono, Pengembangan Buku Panduan Perilaku Prososial untuk Siswa Kelas VIII di SMP 3 Candi Sidoarjo, Hlm 7, 2017.
Muhammad Farid, Perilaku Prososial dan Unit-unit Kegiatan Mahasiswa, Jurnal Psikologi Indonesia, 2 (3): 248-256, 2013.
Nadia Vernanda Putri. 2019. Tingkat Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling Merencanakan Program BK di Sekolah (Studi Deskriptif Kompetensi Merencanakan Program BK Guru-Guru MGBK SMA/MA Sleman). Skripsi.
Universitas Sanata Dharma
Pear,J.M.G. (2015). Modifikasi Perilaku Makna dan Penerapannya. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Sarwono W, Sarlito & Meinarno A,Eko. (2018). Psikologi Sosial Edisi 2.Yogyakarta:
Salemba Humanika.
Sears, Freedman & Peplau L. Anne. (1985). Psikologi Sosial (Edisi Kelima). Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Sugiyono. (2016).Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: CV Alfabeta.
Sukandarrumidi. (2002). Metodologi Penelitian: Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Suparno,Paul. (2016). Pengantar Statistika Untuk Pendidikan dan Psikologi.
Yogyakarta: APPTI.
Surya,Mohamad. (2004). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Yogyakarta:
IKAPI.
Suwardi. (2010). Bimbingan dan Konseling 3. Yogyakarta: Yudhistira.
Taylor E, Shelley., dkk. (2009). Psikologi Sosial Edisi Kedua Belas. Jakarta:
Kencana.
Upton, Penney. (2012). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Walgito,Bimo. (1978). Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta: CV Andi Offset.
Wenni Suwardi. 2018. Pengaruh Permainan Tradisional Bentengan Pada Perilaku Prososial. Skripsi. Universitas Sanata Dharma.
Winkel, W.S & Sri Hastuti M.M. (2004). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan (Edisi Revisi). Yogyakarta: Media Abadi.
Winarsih, AD Yahya, Layanan Bimbingan Pribadi-Sosial Dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Peserta Didik Kelas XI SMA NEGERI 2 Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, Jurnal Bimbingan dan Konseling. 03 (1): 1-15, 2016.
LAMPIRAN
KUESIONER PENELITIAN
Disusun Oleh:
Bimo Catur Kristianto (151114052)
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN YOGYAKARTA
2019
Nama : Inisial :
Usia :
Jenis Kelamin :
B. Kata Pengantar
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya memohon kesedian para Mahasiswa baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 untuk kerjasamanya dalam mengisi kuesioner ini. Mohon Anda mengisi secara jujur, teliti, sesuai dengan keadaan Anda. Atas kerjasamanya, saya ucapkan terimakasih.
C. Petunjuk Pengisian
Bacalah masing-masing pernyataan dengan secara urut dan teliti. Berikanlah tanda ceklist (√) pada kolom yang telah disediakan dan sesuai dengan diri dan keseharian Anda. Altenatif jawaban adalah sebagai berikut:
1. Sangat Sesuai (SS) : Maksud pernyataan ini Sangat Sesuai dengan diri Anda dan keseharian Anda.
2. Sesuai (S) : Maksud pernyataan ini Sesuai dengan diri Anda dan keseharian Anda.
3. Tidak Sesuai (TS) : Maksud pernyataan ini Tidak Sesuai dengan diri Anda dan keseharian Anda.
4. Sangat Tidak Sesuai (STS) : Maksud pernyataan ini Sangat Tidak Sesuai dengan diri Anda dan keseharian Anda.
1. Saya dapat berbagi pengalaman iman saya kepada orang lain.
2. Saya mengalihkan perhatian ketika orang lain bercerita.
3. Saya dapat berbagi cerita kepada orang lain yang berbeda suku dengan saya.
4. Saya menyempatkan waktu untuk mendengarkan cerita orang lain.
5. Saya lebih suka mendengarkan lagu yang saya putar daripada cerita orang lain.
6. Ketika teman saya terjatuh, saya menolongnya.
7. Ketika dosen membawa layar proyektor, saya sangat cuek untuk membantunya.
8. Saya menawarkan bantuan ke dosen untuk membawa barang bawaannya.
9. Saya hanya peduli kepada orang lain yang se-level dengan saya.
10. Saya senang bisa berbagi pengalaman saya kepada orang lain.
11. Saya lebih asik dengan smart phone saya daripada menawarkan bantuan kepada orang lain yang berada disebelah saya.
12. Saya lebih mementingkan kegiatan organisasi saya daripada mendengarkan cerita orang lain.
13. Ketika saya lelah fisik dan psikologis saya, saya
mementingkan untuk istirahat daripada mendengar cerita orang lain.
14. Saya lebih mementingkan kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) daripada mendengar cerita orang lain.
status.
17. Saya enggan membagikan minuman saya kepada orang lain.
18. Saya bisa belajar kelompok bersama teman-teman saya.
19. Saya mengalihkan perhatian ketika teman saya sedang dibully.
20. Saya menolong orang lain atau teman saya yang sedang dibully.
21. Saya enggan meminjamkan uang saku saya kepada orang lain.
22. Saya senang saat saya menawarkan tumpangan kepada orang lain.
23. Saya dapat memberikan kasih yang tulus kepada orang lain.
24. Saya tidak egois terhadap ide atau gagasan saya.
25. Saya sulit percaya kepada orang lain.
26. Saya dapat diajak berdiskusi bersama teman-teman tanpa harus memilih-milih.
27. Saya lebih senang mengerjakan tugas secara individu.
28. Saya lebih asik menyendiri disaat teman-teman saya sedang berdiskusi.
29. Ketika dosen sedang berbicara, saya menyimaknya dengan baik.
30. Saya cenderung ingin memaksa orang lain untuk mengikuti ide atau gagasan saya.
31. Ketika dosen berbicara, saya asik ngobrol dengan teman saya.
32. Saya berani “Minta Maaf” kepada orang lain jika saya
34. Saya dapat bertanggung jawab atas ucapan dan tindakan yang saya perbuat.
35. Saya mampu menempati janji kepada orang lain.
36. Saya berkata terus terang mengambil barang orang lain.
37. Saya senang sekali berdusta kepada orang lain atau kepada teman saya.
38. Saya senang sekali “Lempar Batu Sembunyi Tangan”
kepada orang lain.
39. Saya sering kali tidak konsisten atas ucapan dan tindakan saya.
40. Saya enggan berterus terang kalau saya mengambil barang orang lain.
-Terima Kasih-
Hasil Perhitungan Validitas Instrumen Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Angkatan 2019 Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
No Item Parameter Hasil Hitung Keputusan
1. Person Correlation
10. Person Correlation Sig. (2-tailed)
11. Person Correlation Sig. (2-tailed)
12. Person Correlation Sig. (2-tailed)
13. Person Correlation Sig. (2-tailed)
,525**
0,000
Valid
N 50 15. Person Correlation
Sig. (2-tailed)
16. Person Correlation Sig. (2-tailed)
17. Person Correlation Sig. (2-tailed)
18. Person Correlation Sig. (2-tailed)
19. Person Correlation Sig. (2-tailed)
20. Person Correlation Sig. (2-tailed)
21. Person Correlation Sig. (2-tailed)
22. Person Correlation Sig. (2-tailed)
23. Person Correlation Sig. (2-tailed)
24. Person Correlation Sig. (2-tailed)
25. Person Correlation Sig. (2-tailed)
26. Person Correlation Sig. (2-tailed)
27. Person Correlation Sig. (2-tailed)
28. Person Correlation Sig. (2-tailed)
,448**
0,001
Valid
N 50 30. Person Correlation
Sig. (2-tailed)
31. Person Correlation Sig. (2-tailed)
32. Person Correlation Sig. (2-tailed)
33. Person Correlation Sig. (2-tailed)
34. Person Correlation Sig. (2-tailed)
35. Person Correlation Sig. (2-tailed)
36. Person Correlation Sig. (2-tailed)
37. Person Correlation Sig. (2-tailed)
38. Person Correlation Sig. (2-tailed)
39. Person Correlation Sig. (2-tailed)
40. Person Correlation Sig. (2-tailed)
41. Person Correlation Sig. (2-tailed)
42. Person Correlation Sig. (2-tailed)
43. Person Correlation Sig. (2-tailed)
45. Person Correlation
46. Person Correlation Sig. (2-tailed)
47. Person Correlation Sig. (2-tailed)
48. Person Correlation Sig. (2-tailed)
49. Person Correlation Sig. (2-tailed)
50. Person Correlation Sig. (2-tailed)