• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

C. Kajian Penelitian yang Relevan

Menurut Rafles, Febiola Yulientin (2018) menyatakan bahwa mengenai tingkat perilaku prososial pada mahasiswa yang melakukan slacktivism (seseorang yang melakukan bentuk dukungan isu sosial yang

secara langsung atau melalui internet). Metode analisis menggunakan kuantitatif deskriptif dan subjek dalam penelitian ini sebanyak 174 mahasiswa yang terdiri dari 47 subjek laki-laki dan 127 subjek perempuan yang merupakan mahasiswa yang tersebar dari angkatan 2013 sampai 2017.

Alat pengumpulan data menggunakan skala perilaku prososial dengan

bentuk skala Likert yang disusun oleh peneliti. Hasil penelitian yang diperoleh adalah mahasiswa yang melakukan slacktivism cenderung memiliki perilaku prososial yang sedang atau cukup. Letak relevansinya adalah pada variabel yang akan diukur yaitu perilaku prososial, penelitian ini mengukur tingkat perilaku prososial.

32 BAB III

METODE PENELITIAN

Bab ini berisi uraian tentang jenis atau desain penelitian, waktu dan tempat pengumpulan data penelitian, subyek penelitian, variabel penelitian dan definisi operasional, teknik dan instrument pengumpulan data penelitian, uji coba item, validitas dan reliabilitas serta teknik analisis data.

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Menurut Sugiyono (2015:14) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandasan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data yang bersifat kuantitatif atau secara statistik.

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai perilaku prososial pada Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 di Universitas Sanata Dharma, untuk mengetahui perilaku prososial pada Mahasiswa maka diperlukan skor-skor yang berupa angka yang akan menentukan tinggi rendahnya suatu perilaku prososial pada Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019

Universitas Sanata Dharma. Eksplanasi deksriptif digunakan bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku prososial mahasiswa baru Bimbingan dan Konseling.

B. Waktu dan Tempat Pengumpulan Data Penelitian

Pengambilan data dalam penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2019. Tempat penelitian dilaksanakan di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

C. Subyek Penelitian

Subyek penelitiannya adalah Mahasiswa baru Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2019 dengan mengambil beberapa subjek mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019.

Mahasiswa baru Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2019 jumlah keseluruhannya ada 109 Mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta . Pada penelitian ini, peneliti mengambil 90 mahasiswa baru program studi bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang menjadi subjek penelitian.

Menurut Sugiyono (2015:118) teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan probability sampling yaitu simple random sampling, teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk

dipilih menjadi anggota sampel secara acak di dua kelas pada mahasiswa baru bimbingan dan konseling angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Tabel 3.1 Sampel Penelitian

NO KELAS JUMLAH

1. A 40

2. B 50

TOTAL 90

D. Variabel Penelitian dan Definisi Variabel Penelitian Operasional

Menurut Sugiyono (2015:60) variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut Hatch dan Farhady (Sugiyono, 2015:60) secara teoritis variabel merupakan atribut seseorang, atau obyek yang mempunyai “variasi”

antara satu orang dengan yang lain atau obyek dengan obyek yang lain.

Variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah perilaku prososial.

Menurut Sears, Freedman, dan Peplau (1985) perilaku prososial meliputi segala bentuk tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong orang lain, tanpa memedulikan motif-motif si penolong. Adapun aspek-aspek yang mendukung pada variabel penelitian yaitu berbagi (sharing), menolong (helping), Kedermawanan (donating), Kerjasama (cooperating), Jujur (honesty).

E. Teknik dan Instrumen Penelitian

1. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Menurut Sugiyono (2015:61) kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.

Pada penelitian ini, skala pengukuran yang digunakan ialah kuesioner dalam bentuk skala Likert. Menurut Sugiyono (2016:133) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Skala Likert item-item pernyataan yang disertai pilihan jawaban Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Peneliti meniadakan pilihan jawaban Netral (N) supaya menghindari adanya kecenderungan jawaban ditengah (central tendency effect). Berikut adalah tabel skor pengukuran skala Likert berdasarkan pernyataan favorable dan unfavorable.

Tabel 3.2 Norma Skoring

Altenatif Jawaban Skor

Favorable Unfavorable

Sangat Sesuai (SS) 4 1

Sesuai (S) 3 2

Tidak Sesuai (TS) 2 3

Sangat Tidak Sesuai (STS)

1 4

Kuesioner pada penelitian ini terdiri dari 50 item pernyataan, yaitu 27 item favorable dan 23 item unfavorable.

2. Instrumen Pengumpulan Data

Dalam memperoleh data mengenai tingkat perilaku prososial, peneliti menggunakan instrumen kuesioner Perilaku Prososial. Menurut Sugiyono (2015:146) instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam atau sosial yang diamati, dengan demikian fenomena ini disebut variabel penelitian. Instrumen yang peneliti gunakan disusun berdasarkan aspek-aspek perilaku prososial menurut Musen,dkk (2002) yang mengemukakan beberapa aspek perilaku prososial, yaitu: Berbagi (Sharing), Menolong (Helping), Kedermawanan (Donating), Kerjasama (Cooperating), dan Jujur (Honesty). Pernyataan yang termasuk dalam kuesioner ini terdiri dari pernyataan favorable dan pernyataan unfavorable.

Pernyataan Favorable merupakan pernyataan yang positif mengenai perilaku prososial. Pernyataan Unfavorable merupakan pernyataan yang negatif mengenai perilaku prososial.

Proses penelitian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menyusun kisi-kisi instrumen. Dalam kisi-kisi ini termuat aspek-aspek perilaku prososial yang diukur dengan indikatornya masing-masing.

b. Menyusun item pernyataan kuesioner berdasarkan indikator dari aspek-aspek yang diukur. Item pernyataan tersebut dibagi menjadi dua bentuk, yaitu Favourable dan Unfavourable. Skala pengukuran kuesioner yang digunakan adalah Skala Likert.

c. Mengkonsultasikan item kuesioner kepada dosen pembimbing dan merevisi item, baik dari segi bahasanya maupun kesesuainnya dengan aspek yang ingin diukur.

d. Melakukan uji coba validitas dengan mengambil satu kelas untuk diuji yaitu Kelas B Universitas Sanata Dharma dengan jumlah 50 mahasiswa.

e. Mengolah data hasil uji coba dan menguji dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 25.

f. Mengkonsultasikan item yang valid kepada dosen pembimbing.

g. Menyebar kuesioner pada mahasiswa baru bimbingan dan konseling sebanyak dua kelas dan berjumlah 90 mahasiswa.

h. Hasil jawaban mahasiswa pada kuesioner ditabulasi dan dilakukan analisis butir item melalui perhitungan daya diskriminasi item atau daya beda, selanjutnya menghitung reliabilitas instrumen.

i. Menganalisis dan membahas hasil penelitian kemudian menarik kesimpulan akhir. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3

Kisi-kisi Kuesioner Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma.

No Aspek Indikator

(Sharing) a. Tidak menyakiti perasaan orang lain.

1,2,5 3,4,7 6 14

b. Meluangkan waktu untuk bercerita dengan orang lain.

6,8,10,11 9,12,13,14 8

2. Menolong

(Helping) a. Membantu orang lain.

16 15 2 6

b. Menawarkan bantuan kepada orang lain atau melakukan sesuatu.

18,20 17,19 4

3. Kedermawanan

(Donating) a. Berbagi secara sukarela.

21,22,23 24,25 5 10

b. Bersikap murah hati kepada orang lain.

27,29,30 26,28 5

4. Kerjasama

(Cooperating) a. Berserdia untuk bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan.

32,33 34,36 4 9

b. Menghargai Pendapat atau ide orang lain

31,35,37 38,39 5

5. Jujur

(Honesty) a. Keberanian untuk bersikap jujur

40 41,43

3 11

b. Bertanggung jawab atas sikap kejujuran

44,42,45,46 47,48,49,50 8

Total 27 23 50

Skoring dilakukan dengan menjumlahkan jawaban responden pada masing-masing item. Semakin tinggi jumlah skor yang diperoleh, maka semakin tinggi pula perilaku prososial dan begitu juga sebaliknya,apabila semakin rendah jumlah skor yang diperoleh maka semakin rendah pula perilaku prososial Mahasiswa.

3. Uji Coba Instrumen Penelitian

Sebelum kuesioner digunakan untuk penelitian, kuesioner perilaku prososial diuji cobakan kepada para mahasiswa. Uji coba kuesioner perilaku prososial yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari alat ukur yang sudah disusun.

Uji Coba dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Agustus 2019 dengan subyek Mahasiswa BK kelas B Angkatan 2019. Jumlah Mahasiswa yang mengikuti uji coba terlihat pada tabel berikut:

Tabel 3.4

Jumlah Subyek Uji Coba Kelas Jumlah

Mahasiswa

B 50

Berikut langkah-langkah uji coba yang dilakukan:

a. Peneliti menyusun kuesioner berdasarkan kisi-kisi dengan bantuan dan bimbingan dosen pembimbing.

b. Peneliti meminta ijin kepada dosen, pada saat uji coba dilaksanakan.

c. Peneliti melaksanakan uji coba pada hari Kamis, 29 Agustus 2019 kepada Mahasiswa BK kelas B

d. Setelah para Mahasiswa/mahasiswi selesai mengisi kuesioner perilaku prososial, peneliti mengumpulkan kembali kuesioner yang telah diisi oleh para mahasiswa/mahasiswi.

F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas

Instrumen dalam penelitian ini harus valid dan reliable. Menurut Sugiyono (2015:172) hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.

Validitas isi menunjukkan kemampuan instrument penelitian dalam mengungkap atau mewakili semua isi yang hendak diukur. Pengujian validitas instrumen pada penelitian ini menggunakan pendapat para ahli (experts judgement). Peneliti meminta pendapat Dr. Gendon Barus M.Si selaku dosen pembimbing skripsi untuk menelaah apakah isi item-item instrumen telah

sesuai dengan konsep yang hendak diukur. Pengujian validitas isi instrumen dengan cara experts judgement adalah melalui menelaah kisi-kisi terutama kesesuaian dengan tujuan penelitian dan butir-butir pernyataan.

Setelah melakukan uji coba melalui experts judgment, proses selanjutnya ialah melakukan uji coba secara empiris. Proses perhitungan validitas empiris dilakukan menggunakan program IBM SPSS Statistics 25.

Adapun standar pengukuran yang digunakan dalam penelitian untuk menentukan validitas item yang dianggap valid apabila koefesiennya 0,30.

Namun, apabila jumlah jumlah item yang valid ternyata masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, maka dapat menurunkan sedikit kriteria standar koefisien dari 0,30 menjadi 0.275, 0.25 atau 0.20 (Azwar, 2011:65).

Penelitian standar koefisien validitas yang minimal sama dengan 0,275 yang artinya bahwa item yang pernyataan yang valid adalah item yang memiliki nilai koefisiennya ≥ 0,275 sedangkan item pernyataan yang tidak valid mempunyai nilai koefisien ≤ 0,275. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 40 item pernyataan yang valid dan sebanyak 10 item pernyataan yang tidak valid.

Tabel 3.5

Hasil Rekapitulasi Uji Validitas Kuesioner Perilaku Prososial

No Aspek Indikator Item Valid Item Tidak Valid

1. Berbagi

(Sharing) a. Tidak menyakiti perasaan orang lain.

2,4,5 1,3,7

b. Meluangkan waktu untuk bercerita dengan orang lain.

6,9,12,13,14 8,10,11

2. Menolong

(Helping) a. Membantu orang lain.

15,16 -

b. Menawarkan bantuan kepada orang lain atau melakukan sesuatu.

17,18,19,20 -

3. Kedermawanan

(Donating) a. Berbagi secara sukarela.

21,23,24,25 22

b. Bersikap murah hati kepada orang lain.

26,27,28,29,30 -

4. Kerjasama

(Cooperating) a. Berserdia untuk bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan.

32,33,34,36 -

b. Menghargai Pendapat atau ide orang lain

31,37,38,39 35

5. Jujur

(Honesty) a. Keberanian untuk bersikap jujur

- 40,41

b. Bertanggung jawab atas sikap kejujuran

42,43,44,45,46 ,47,48,49,50

-

Metode yang digunakan untuk menganalisis validitas butir intrumen adalah metode korelasi dengan teknik Pearson product moment yang sama pada teknik analisis perhitungan uji validitas dan reliabilitas pada item-item yang digunakan untuk penelitian. Nilai koefisien validitas 0,30 dan apabila terdapat item yang memiliki nilai koefisien validitas dibawah 0,30 maka item tersebut dinyatakan konsistensi internalnya tidak kuat dan tidak digunakan sebagai item instrumen penelitian.

Perhitungan uji validitas penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung korelasi antara masing-masing skor item pernyataan dengan skor total. Rumus yang digunakan adalah rumus korelasi Pearson Product momen dengan menggunakan program BM SPSS Statistic 25. Rumus korelasi Pearson Product momen adalah sebagai berikut:

(∑ ) (∑ ∑ )

√* ∑ (∑ ) +* ∑ (∑ )

Keterangan:

R: Korelasi produk momen X: Nilai tiap butir

Y: Nilai dari jumlah butir N: Jumlah responden

2. Reliabilitas

Menurut Sugiyono (2015:172) hasil penelitian yang reliabel apabila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang reliable adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.

Perhitungan indeks reliabilitas kuesioner penelitian ini menggunakan pendekatan koefision Alpha Cronbach yaitu (α)

,

Keterangan:

k : Jumlah instrumen pertanyaan Σ S12 :

Jumlah varians dari tiap instrumen

Sx2 :

Varians dari keseluruhan instrument

Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS Statistic 25. Dari hasil perhitungan didapatkan skor sebagai berikut:

Tabel 3.6

Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.853 40

Hasil perhitungan reliabilitas dikonfirmasi dengan menggunakan kriteria Guilford. Kriteria Guilford dapat dilihat pada tabel 3.8 sebagai berikut:

Tabel 3.7 Kriteria Guilford

No Koefisiensi Korelasi Kualifikasi 1. 0,91-1,00 Sangat Tinggi

2. 0,71-0,90 Tinggi

3. 0,41-0,70 Cukup

4. 0,21-0,40 Rendah

5. < 0,20 Sangat Rendah

Berdasarkan hasil diatas maka disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas terhadap 40 item yang valid dengan hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,853 termasuk dalam kriteria tinggi. Artinya, kuesioner ini dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data.

G. Prosedur Penelitian

Proses penelitian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menyusun kisi-kisi kuesioner. Dalam kisi-kisi ini termasuk aspek-aspek perilaku prososial yang diukur dengan indikatornya masing-masing.

2. Menyusun item pernyataan kuesioner berdasarkan indikator dari aspek-aspek yang diukur. Item pernyataan tersebut dibagi menjadi dua bentuk, yaitu Favorable dan Unfavorable. Skala pengukuran kuesioner yang digunakan

adalah Skala Likert.

3. Mengkonsultasikan item kuesioner kepada dosen pembimbing dan merevisi item, baik dari bahasa hingga pada kesesuaian dengan aspek yang akan diukur.

4. Melakukan uji coba validitas dengan mengambil satu kelas untuk diuji yaitu pada kelas B dengan jumlah 50 Mahasiswa.

5. Mengolah data hasil uji coba dan menguji dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 25.

6. Mengkonsultasikan item yang valid kepada dosen pembimbing.

7. Menyebar kuesioner pada Mahasiswa baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma sebanyak dua kelas.

8. Hasil jawaban Mahasiswa pada kuesioner ditabulasi dan dilakukan analisis butir item melalui perhitungan daya diskriminasi item atau daya beda, selanjutnya menghitung reliabilitas instrument.

9. Menganalisis dan membahas hasil penelitian kemudian menarik kesimpulan akhir.

H. Teknik Analisis Data

Menurut Saifuddin Azwar (2017:199), analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai data dari variabel yang diperoleh dari kelompok subjek penelitian dan tidak dimaksudkan untuk melakukan pengujian hipotesis. Analisis deskriptif sangat perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum pengujian hipotesis dilakukan agar peneliti memahami realitas dari data variabel-variabel yang terlibat secara empirik. Penyajian hasil analisis deskriptif biasanya berupa frekuensi dan persentase, tabulasi silang, serta berbagai bentuk grafik dan chart pada data yang bersifat kategorikal, serta berupa statistic-statistik kelompok (antara lain mean dan varians) pada data yang bukan kategorikal.

Tabel 3.8

Norma Kategorisasi Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma

No Norma Kategorisasi Makna Kategori

1. μ + 1,5 (σ) < X Sangat Tinggi Sangat Baik 2. μ + 0,5 (σ) < X ≤ μ + 1,5 (σ) Tinggi Baik

3. μ – 0,5 (σ) < X ≤ μ + 0,5 (σ) Sedang Sedang 4. μ – 1,5 (σ) < X ≤μ – 0,5 (σ) Rendah Buruk

5. X ≤ μ – 1,5 (σ) Sangat Rendah Sangat Buruk

Berdasarkan tabel diatas maka selanjutnya yang dilakukan adalah menentukan norma atau patokan yang akan digunakan dengan mencari X maksimum teoritik, X minimum teoritik, standar devisiasi, dan mean teoritik.

Untuk menggolongkan perilaku prososial pada mahasiswa baru angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma maka digunakan perhitungan sebagai berikut:

X maksimum teoritik : Skor tertinggi yang mungkin diperoleh subjek penelitian dalam skala.

X minimum teoritik : Skor terendah yang mungkin diperoleh subjek penelitian dalam skala.

σ (standar devisiasi) : Luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan deviasi standar

μ (mean teoritik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum

Setelah peneliti mengelompokkan perilaku prososial pada mahasiswa baru, peneliti juga mengelompokkan skor item yang diperoleh dari angket yang telah diisi oleh subjek. Langkah ini dilakukan untuk dapat mengetahui item mana saja yang menunjukkan perilaku prososial yang tinggi. Pengelompokan skor item adalah sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Berikut

perhitungan sebagai berikut:

X item maksimum teoritik : Skor tertinggi yang mungkin dicapai item skala.

X item minimum teoritik : Skor terendah yang mungkin dicapai item skala.

σ (standar devisiasi) : Luas jarak rentang yang dibagi 6 satuan deviasi standar.

μ (mean teoritik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum.

Hasil data angket dianalisis dengan menggunakan norma kategorisasi yang telah diuraikan diatas. Kategori diterapkan sebagai patokan dalam

pengelompokan tinggi rendah perilaku prososial dengan jumlah item valid yaitu 40 item. Diperoleh unsur perhitungan capaian skor subjek sebagai berikut:

Skor maksimum teoritik : 4x40 = 160 Skor minimum teoritik : 1x40 = 40

Rata-rata teoritik (μ) : (160+40)/2 = 100 Standar devisiasi (σ) : (160-40)/6 = 20

Perhitungan capaian skor item perilaku prososial pada mahasiswa baru program studi bimbingan dan konseling angkatan 2019 universitas sanata dharma yang berjumlah 90 mahasiswa dapat dilihat sebagai berikut:

Skor maksimum teoritik : 4x90 = 360 Skor minimum teoritik : 1x90 = 90

Rata-rata teoritik (μ) : (360+90)/2 = 225 Standar devisiasi (σ) : (360-90)/6 = 45

50 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini diuraikan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian perilaku prososial pada mahasiswa baru program studi bimbingan dan konseling angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

A. Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini akan menjawab rumusan masalah penelitian yang mengenai hal:

1. Seberapa baik perilaku prososial pada mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Setelah melihat hasil perhitungan pada Bab III, kategorisasi skor subjek dapat dilihat pada tabel 4.1, sebagai berikut:

Tabel 4.1

Kriteria Kategorisasi Tingkat Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019

Universitas Sanata Dharma

No Norma Interval Skor

Subjek

Keterangan 1. μ+1,5(σ)<X 130 < X Sangat Tinggi 2. μ+0,5(σ)<X≤μ+1,5(σ) 110 < X ≤ 130 Tinggi 3. μ-0,5(σ)<X≤μ+0,5(σ) 90 < X ≤ 110 Sedang 4. μ-1,5(σ)<X≤μ-0,5(σ) 70 < X ≤ 90 Rendah

5. X<μ-1,5(σ) X ≤ 70 Sangat Rendah

Berdasarkan perolehan data penelitian yang telah diperoleh melalui kuesioner perilaku prososial maka dapat dilihat gambaran perilaku prososial mahasiswa baru program studi bimbingan dan konseling angkatan 2019 universitas sanata dharma pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.2

Kategorisasi Skor Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata

Dharma

Berdasarkan tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa:

a. Terdapat 29 atau 32,22% mahasiswa baru yang memiliki perilaku prososial yang sangat baik. Hal ini berarti mahasiswa baru sudah bisa menerapkan perilaku prososial di kehidupan bermasyarakat.

b. Terdapat 55 atau 61,11% mahasiswa baru yang memiliki perilaku prososial yang baik. Hal ini berarti sudah bisa menerapkan perilaku prososial di kehidupan bermasyarakat.

Kategori Interval Skor Subjek

c. Terdapat 6 atau 6,67% mahasiswa baru yang memiliki perilaku prososial yang sedang. Hal ini berarti mahasiswa baru sudah menerapkan perilaku prososial dengan cukup dalam kehidupan sehari-hari.

d. Tidak ada mahasiswa baru yang memiliki perilaku prososial dengan capaian skor yang rendah atau buruk.

e. Tidak ada mahasiswa baru yang memiliki perilaku prososial yang sangat buruk.

Perilaku prososial mahasiswa baru dengan capaian skor yang sangat tinggi (32,22% mahasiswa) dan perilaku prososial mahasiswa baru kategori tinggi (61,11% mahasiswa). Peneliti menggabungkan serta mentafsirkan hasilnya adalah tinggi. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta adalah tinggi.

Kategorisasi perilaku prososial mahasiswa baru program studi bimbingan dan konseling angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dapat dilihat pada diagram 4.1

Diagram 4.1

Kategorisasi Perilaku Prososial Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata

Dharma

2. Dalam hal-hal apa sajakah perilaku prososial pada mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang masih belum baik

Setelah melihat hasil perhitungan pada bab III, pengelompokan skor item dapat dilihat pada tabel 4.3

Sangat Tinggi 32,22%

Tinggi 61,11%

Sedang 6,67%

Sangat Tinggi Tinggi Sedang

Tabel 4.3

Kriteria Kategorisasi Capaian Skor Item Pengukuran Tingkat Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan

dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma

No Norma Interval Skor

Berikut hasil pengkategorisasian item-item yang dapat dilihat tabel 4.4 sebagai berikut:

Tabel 4.4

Kategorisasi Capaian Skor Item Pengukuran Tingkat Perilaku Prososial pada Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Berdasarkan pada tabel 4.4 di atas dapat dilihat perilaku prososial pada mahasiswa baru bimbingan dan konseling angkatan 2019 Universitas Sanata Dharma yang masih belum baik adalah:

a. Terdapat 30 item atau 75% yang memiliki skor sangat tinggi yaitu pada nomer

1,2,4,5,6,8,11,15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,26,27,29,30,31,32,33,35 ,36,37,38,39, dan 40. Hal ini berarti tingkat perilaku prososial mahasiswa baru yang tergambarkan pada item-item tersebut sudah sangat baik akan tetapi untuk meningkatkan dan mengembangkan perilaku prososial pada mahasiswa baru bimbingan dan konseling angkatan 2019 universitas sanata dharma Yogyakarta yang akan menjadi seorang calon konselor maka diusulkannya program-program bimbingan dari item-item yang pencapaian skornya yang masih harus dikembangkan lebih baik dan sesuai dengan pedoman indikator.

b. Terdapat 6 item atau 15% yang memiliki skor tinggi yaitu pada nomer 9,10,13,25,28,dan 34. Hal ini berarti tingkat perilaku prososial pada mahasiswa baru yang tergambarkan pada item-item tersebut sudah baik akan tetapi untuk meningkatkan dan mengembangkan perilaku prososial pada mahasiswa baru bimbingan dan konseling angkatan 2019 universitas sanata dharma Yogyakarta yang akan menjadi seorang calon konselor maka diusulkannya program-program bimbingan dari item-item yang pencapaian skornya yang masih harus dikembangkan lebih baik dan sesuai dengan pedoman indikator.

c. Terdapat 4 item atau 10% yang memiliki skor sedang yaitu pada nomer 3,7,12,dan 14 . Hal ini berarti tingkat perilaku perilaku prososial pada mahasiswa baru yang tergambarkan pada item-item tersebut sudah cukup baik akan tetapi untuk meningkatkan dan

mengembangkan perilaku prososial pada mahasiswa baru bimbingan dan konseling angkatan 2019 universitas sanata dharma Yogyakarta yang akan menjadi seorang calon konselor maka diusulkannya

program-program bimbingan dari item-item yang pencapaian skornya

program-program bimbingan dari item-item yang pencapaian skornya