VII. EVALUASI DAMPAK KEBIJAKAN PENGEMBANG
7.2. Dampak Kebijakan Pengembangan Komoditas Perkebun
Evaluasi dampak penerapan alternatif kebijakan pengembangan komoditas perkebunan terhadap perekonomian provinsi Jambi dibatasi kepada perubahan variabel endogen yang terkait dengan pengembangan komoditas perkebunan, yaitu peningkatan areal karet Jambi, areal kelapa sawit Jambi, areal Kelapa Dalam Jambi dan areal kopi Jambi. Evaluasi dilakukan terhadap 6 skenario simulasi historis. Berikut ini dikemukakan hasil simulasi pada masing-masing skenario.
7.2.1.Peningkatan Areal Karet Jambi
Dari Tabel 27 dapat dijelaskan bahwa peningkatan areal karet Jambi sebesar 6 persen menyebabkan peningkatan produktivitas karet sebesar 0.6294 persen. Hal ini sesuai dengan hasil estimasi dimana peningkatan areal karet Jambi
berpengaruh nyata dalam meningkatkan produktivitas karet. Selain itu peningkatan areal karet Jambi juga akan meningkatkan produksi karet Jambi sebesar 6.9122 persen. Peningkatan produksi karet Jambi diikuti oleh peningkatan ekspor karet Jambi sebesar 2.3784 persen. Peningkatan ekspor karet Jambi, akan meningkatkan ekspor karet Indonesia, ceteris paribus, sebesar 0.2108 persen. Tabel 27. Dampak Peningkatan Areal Karet Jambi sebesar 6 persen terhadap
Perekonomian Provinsi Jambi No Variabel Endogen Nilai Dasar Nilai Simulasi Perubahan (%)
1 Areal Karet Jambi 35872.1 38024.43 6.0000
2 Produktivitas Karet Jambi 730.9 735.5 0.6294 3 Produksi Karet Jambi 27821805 29744900 6.9122 4 Ekspor Karet Jambi 1.67E+08 1.71E+08 2.3784 5 Ekspor Karet Indonesia 1.90E+09 1.90E+09 0.2108 6 Harga Karet Jambi Riil 38.9274 38.9254 -0.0051 7 Areal Kelapa Sawit Jambi 30834.2 30834.2 0.0000 8 Produktivitas CPO Jambi 2714.4 2714.4 0.0000 9 Produksi CPO Jambi 97476435 97476435 0.0000
10 Ekspor CPO Jambi 28083168 28083168 0.0000
11 Ekspor CPO Indonesia 4.83E+09 4.83E+09 0.0000 12 Harga CPO Jambi Riil 34.3503 34.3503 0.0000
13 Areal Kelapa Dalam Jambi 9933 9933 0.0000
14
Produktivitas Kelapa Dalam
Jambi 870.6 870.6 0.0000
15 Produksi Kelapa Dalam Jambi 10803.6 10803.6 0.0000 16 Ekspor Kelapa Dalam Jambi 192238 192238 0.0000 17 Ekspor Kelapa Dalam Indonesia 5.55E+08 5.55E+08 0.0000 18 Harga Kelapa Dalam Jambi Riil 9.1732 9.1732 0.0000
19 Areal Kopi Jambi 1925.7 1925.7 0.0000
20 Produktivitas Kopi jambi 477.7 477.7 0.0000
21 Produksi Kopi Jambi 2403.3 2403.3 0.0000
22 Ekspor Kopi Jambi 219528 219528 0.0000
23 Ekspor Kopi Indonesia 3.76E+08 3.76E+08 0.0000 24 Harga Kopi Jambi Riil 51.3655 51.3655 0.0000 25
PDRB Subsektor Perkebunan
Peningkatan areal karet yang berdampak pada peningkatan produksi karet, akan menyebabkan penurunan harga karet Jambi sebesar 0.0051 persen, ceteris paribus. Kemudian, akibat peningkatan areal karet Jambi sebesar 6 persen, dan diikuti oleh peningkatan produksi karet, maka PDRB subsektor perkebunan jambi pun mengalami peningkatan sebesar 0.9535 persen. Hal ini sejalan dengan hasil estimasi dimana produksi karet berpengaruh nyata terhadap PDRB subsektor perkebunan Jambi.
7.2.2.Peningkatan Areal Kelapa Sawit Jambi
Tabel 28 menunjukkan bahwa peningkatan areal kelapa sawit Jambi sebesar 6 persen akan mengakibatkan peningkatan produksi CPO Jambi sebesar 6.0044 persen. Peningkatan produksi CPO akan mengakibatkan ekspor CPO Jambi meningkat sebesar 1.8238 persen. Peningkatan ekspor CPO Jambi akan menyebabkan peningkatan terhadap ekspor CPO Indonesia sebesar 0.0103 persen, ceteris paribus. Akibat peningkatan areal kelapa sawit yang ikut menyebabkan peningkatan produksi CPO di Jambi, maka akan terjadi penurunan terhadap harga CPO Jambi sebesar 0.0009 persen.
Peningkatan areal kelapa sawit Jambi akan menyebabkan penurunan terhadap areal Kelapa Dalam Jambi, sebagai komoditas saingan dalam penggunaan lahan, sebesar 1.0868 persen. Penurunan areal Kelapa Dalam ini, akan mengakibatkan penurunan terhadap produktivitas Kelapa Dalam sebesar 0.1147 persen, dan penurunan produksi Kelapa Dalam Jambi sebesar 0.9898 persen.
Tabel 28. Dampak Peningkatan Areal Kelapa Sawit Jambi sebesar 6 persen terhadap komoditas lainnya dan Perekonomian Provinsi Jambi
No Variabel Endogen Nilai Dasar Nilai Simulasi Perubahan (%)
1 Areal Karet Jambi 36992.9 37166.9 0.4704
2 Produktivitas Karet Jambi 730.8 731 0.0274
3 Produksi Karet Jambi 27843129 27983197 0.5031 4 Ekspor Karet Jambi 1.67E+08 1.67E+08 0.1737 5 Ekspor Karet Indonesia 1.90E+09 1.90E+09 0.0158 6 Harga Karet Jambi Riil 38.9287 38.9283 -0.0010
7 Areal Kelapa Sawit Jambi 30784.4 32631.46 6.0000
8 Produktivitas CPO Jambi 2743.6 2743.6 0.0000 9 Produksi CPO Jambi 98288389 1.04E+08 6.0044
10 Ekspor CPO Jambi 28165953 28679640 1.8238
11 Ekspor CPO Indonesia 4.83E+09 4.83E+09 0.0103 12 Harga CPO Jambi Riil 34.3502 34.3499 -0.0009 13 Areal Kelapa Dalam Jambi 9928.6 9820.7 -1.0868 14
Produktivitas Kelapa Dalam
Jambi 871.9 872.9 0.1147
15 Produksi Kelapa Dalam Jambi 10800.5 10693.6 -0.9898 16 Ekspor Kelapa Dalam Jambi 192238 192238 0.0000 17 Ekspor Kelapa Dalam Indonesia 5.55E+08 5.55E+08 0.0000 18 Harga Kelapa Dalam Jambi Riil 9.1732 9.1732 0.0000
19 Areal Kopi Jambi 1925.7 1925.7 0.0000
20 Produktivitas Kopi jambi 477.7 477.7 0.0000
21 Produksi Kopi Jambi 2403.3 2403.3 0.0000
22 Ekspor Kopi Jambi 219528 219528 0.0000
23 Ekspor Kopi Indonesia 3.76E+08 3.76E+08 0.0000 24 Harga Kopi Jambi Riil 51.3655 51.3655 0.0000 25
PDRB Subsektor Perkebunan
Jambi 144169 145137 0.6714
Berbeda halnya dengan komoditas karet, peningkatan areal kelapa sawit sebesar 6 persen, ternyata tidak menurunkan areal karet. Hal ini dikarenakan adanya program revitalisasi perkebunan yang dilakukan oleh pemerintah Jambi, dimana dilakukan penambahan luas areal secara serentak terhadap komoditas karet dan kelapa sawit. Sehingga program ini menyebabkan, apabila areal kelapa sawit meningkat sebesar 6 persen maka areal karet Jambi meningkat sebesar
0.4704 persen. Peningkatan areal karet akan diikuti oleh peningkatan produksi karet sebesar 0.5031 persen, dan peningkatan produktivitas karet sebesar 0.0274 persen.
Peningkatan produksi karet akan menyebabkan peningkatan terhadap ekspor karet Jambi dan ekspor karet Indonesia, ceteris paribus, masing-masingnya sebesar 0.1737 dan 0.0158 persen. Selain itu peningkatan produksi karet Jambi akan mengakibatkan harga karet di Jambi mengalami penurunan sebesar 0.0010 persen.
Peningkatan areal kelapa sawit Jambi akan mengakibatkan peningkatan terhadap PDRB subsektor perkebunan sebesar 0.6714 persen. Kontribusi peningkatan areal kelapa sawit terhadap PDRB subsektor perkebunan ini lebih kecil bila dibandingkan dengan kontribusi peningkatan areal karet, selisihnya sebesar 0.2821 persen (pada Tabel 27). Hal ini menunjukkan bahwa karet merupakan kontributor terbesar dalam PDRB subsektor perkebunan Jambi.
7.2.3. Peningkatan Areal Kelapa Dalam Jambi
Dampak peningkatan areal Kelapa Dalam sebesar 6 persen dapat dilihat pada Tabel 29. Peningkatan areal Kelapa Dalam akan mengakibatkan kepada peningkatan produksi Kelapa Dalam Jambi sebesar 5.5137 persen.
Peningkatan areal Kelapa Dalam akan mengakibatkan penurunan terhadap areal kelapa sawit Jambi sebagai komoditas saingan dalam penggunaan lahan. Penurunan areal kelapa sawit sebesar 1.8186 persen mengakibatkan penurunan produksi CPO Jambi sebesar 1.6818. Penurunan produksi CPO akan mengakibatkan penurunan terhadap ekspor CPO Jambi dan ekspor CPO Indonesia, masing-masingnya sebesar 0.5101 dan 0.0021 persen, ceteris paribus.
Penurunan produksi CPO Jambi akan menyebabkan harga CPO di Jambi mengalami peningkatan sebesar 0.0003 persen.
Tabel 29. Dampak Peningkatan Areal Kelapa Dalam Jambi sebesar 6 persen terhadap Komoditas lainnya dan Perekonomian Provinsi Jambi
No Variabel Endogen Nilai Dasar Nilai Simulasi Perubahan (%)
1 Areal Karet Jambi 36950 36943.68 -0.0171
2 Produktivitas Karet Jambi 730.8 730.8 0.0000 3 Produksi Karet Jambi 27796763 27791926.4 -0.0174 4 Ekspor Karet Jambi 1.67E+08 1.66E+08 -0.0060 5 Ekspor Karet Indonesia 1.90E+09 1.90E+09 0.0000 6 Harga Karet Jambi Riil 38.9281 38.9281 0.0000 7 Areal Kelapa Sawit Jambi 30523.4 29968.3 -1.8186 8 Produktivitas CPO Jambi 2714.6 2714.6 0.0000 9 Produksi CPO Jambi 97418005 95779635 -1.6818
10 Ekspor CPO Jambi 28078079 27934846 -0.5101
11 Ekspor CPO Indonesia 4.83E+09 4.83E+09 -0.0021 12 Harga CPO Jambi Riil 34.3503 34.3504 0.0003
13 Areal Kelapa Dalam Jambi 9931.5 10527.39 6.0000
14
Produktivitas Kelapa Dalam
Jambi 875.5 875.5 0.0000
15 Produksi Kelapa Dalam Jambi 10807.6 11403.5 5.5137 16 Ekspor Kelapa Dalam Jambi 192239 192239 0.0000 17 Ekspor Kelapa Dalam Indonesia 5.55E+08 5.55E+08 0.0000 18 Harga Kelapa Dalam Jambi Riil 9.1732 9.1732 0.0000
19 Areal Kopi Jambi 1925.7 1925.7 0.0000
20 Produktivitas Kopi jambi 477.7 477.7 0.0000
21 Produksi Kopi Jambi 2403.3 2403.3 0.0000
22 Ekspor Kopi Jambi 219528 219528 0.0000
23 Ekspor Kopi Indonesia 3.76E+08 3.76E+08 0.0000 24 Harga Kopi Jambi Riil 51.3655 51.3655 0.0000 25
PDRB Subsektor Perkebunan
Jambi 143735 143519 -0.1503
Hal yang sama juga terjadi untuk komoditas karet sebagai komoditas saingan dalam penggunaan lahan bagi Kelapa Dalam, dimana peningkatan areal Kelapa Dalam Jambi sebesar 6 persen akan menurunkan areal karet Jambi sebesar 0.0171 persen. Penurunan areal karet akan mengakibatkan penurunan produksi
karet Jambi sebesar 0.0174 persen. Penurunan produksi karet Jambi akan mengakibatkan penurunan ekspor karet Jambi sebesar 0.0060 persen.
Peningkatan areal Kelapa Dalam jambi yang mengakibatkan penurunan terhadap areal karet dan kelapa sawit Jambi, menyebabkan penurunan terhadap PDRB subsektor perekonomian Jambi sebesar 0.1503 persen. Hal ini lebih dikarenakan komoditas karet dan kelapa sawit yang lebih besar kontribusinya terhadap PDRB subsektor perkebunan Jambi mengalami penurunan baik dari luas areal, produksi dan produktivitas akibat peningkatan areal Kelapa Dalam, sehingga terjadi penurunan PDRB subsektor perkebunan Jambi. Hasil ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah Jambi untuk meninjau ulang kembali tentang penambahan luas areal Kelapa Dalam Jambi, karena areal Kelapa Dalam Jambi bisa dialihkan pada komoditas karet dan kelapa sawit sebagai dua kontributor terbesar dalam sumbangsihnya terhadap PDRB subsektor perkebunan Jambi.
7.2.4. Peningkatan Areal Kopi Jambi
Tabel 30 menunjukkan bahwa peningkatan areal kopi Jambi sebesar 6 persen akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan produksi kopi masing–masing sebesar 0.4602 dan 4.8941 persen. Perubahan produksi kopi Jambi akibat peningkatan areal kopi, akan menyebabkan peningkatan eskpor kopi Jambi sebesar 0.0027 persen. Namun peningkatan ekspor kopi Jambi belum memberi pengaruh terhadap perubahan ekspor kopi Indonesia.
Peningkatan produksi kopi akibat peningkatan areal kopi Jambi juga akan mengakibatkan peningkatan PDRB subsektor perkebunan Jambi sebesar 0.0007 persen. Hal ini sejalan dengan hasil estimasi dimana produksi kopi mempunyai
hubungan yang positif dengan peningkatan PDRB subsektor perkebunan Jambi, serta produksi kopi Jambi mempunyai pengaruh yang sangat nyata pada PDRB subsektor perkebunan Jambi, pada taraf 5 persen.
Tabel 30. Dampak Peningkatan Areal Kopi Jambi sebesar 6 persen terhadap Perekonomian Provinsi Jambi
No Variabel Endogen Nilai Dasar Nilai Simulasi Perubahan (%)
1 Areal Karet Jambi 35872.1 35872.1 0.0000
2 Produktivitas Karet Jambi 728.6 728.6 0.0000 3 Produksi Karet Jambi 27162829 27162829 0.0000 4 Ekspor Karet Jambi 1.66E+08 1.66E+08 0.0000 5 Ekspor Karet Indonesia 1.90E+09 1.90E+09 0.0000 6 Harga Karet Jambi Riil 38.9257 38.9257 0.0000 7 Areal Kelapa Sawit Jambi 30784.4 30784.4 0.0000 8 Produktivitas CPO Jambi 2714.6 2714.6 0.0000 9 Produksi CPO Jambi 97419215 97419215 0.0000
10 Ekspor CPO Jambi 28078163 28078163 0.0000
11 Ekspor CPO Indonesia 4.83E+09 4.83E+09 0.0000 12 Harga CPO Jambi Riil 34.3503 34.3503 0.0000 13 Areal Kelapa Dalam Jambi 9931.5 9931.5 0.0000 14
Produktivitas Kelapa Dalam
Jambi 870.9 870.9 0.0000
15 Produksi Kelapa Dalam Jambi 10802.4 10802.4 0.0000 16 Ekspor Kelapa Dalam Jambi 192238 192238 0.0000 17 Ekspor Kelapa Dalam Indonesia 5.55E+08 5.55E+08 0.0000 18 Harga Kelapa Dalam Jambi Riil 9.1732 9.1732 0.0000
19 Areal Kopi Jambi 1925.7 2041.24 6.0000
20 Produktivitas Kopi jambi 478.1 480.3 0.4602
21 Produksi Kopi Jambi 2402.9 2520.5 4.8941
22 Ekspor Kopi Jambi 219528 219534 0.0027
23 Ekspor Kopi Indonesia 3.76E+08 3.76E+08 0.0000 24 Harga Kopi Jambi Riil 51.3655 51.3655 0.0000 25
PDRB Subsektor Perkebunan
Jambi 143301 143302 0.0007
Peningkatan areal kopi Jambi tidak akan memberikan dampak terhadap penurunan areal karet, kelapa sawit dan Kelapa Dalam. Hal ini dikarenakan karakteristik lahan untuk komoditas kopi berbeda dengan lahan yang digunakan untuk ketiga komoditas lainnya.
7.2.5. Peningkatan Areal Karet, Kelapa Sawit, Kelapa Dalam dan Kopi
Tabel 31 memperlihatkan dampak yang terjadi apabila dilakukan peningkatan areal secara serentak terhadap keempat komoditas yang sedang diteliti, yaitu karet, kelapa sawit, Kelapa Dalam dan kopi.
Tabel 31. Dampak Peningkatan Areal Karet, Kelapa Sawit, Kelapa Dalam dan Kopi masing-masingnya sebesar 6 persen Terhadap Perekonomian Provinsi Jambi No Variabel Endogen Nilai Dasar Nilai Simulasi Perubahan (%)
1 Areal Karet Jambi 35872.1 38024.43 6.0000
2 Produktivitas Karet Jambi 730.9 735.5 0.6294 3 Produksi Karet Jambi 27821805 29744900 6.9122 4 Ekspor Karet Jambi 1.67E+08 1.71E+08 2.3784 5 Ekspor Karet Indonesia 1.90E+09 1.90E+09 0.2108 6 Harga Karet Jambi Riil 38.9274 38.9254 -0.0051
7 Areal Kelapa Sawit Jambi 30784.4 32631.46 6.0000
8 Produktivitas CPO Jambi 2743.6 2743.6 0.0000 9 Produksi CPO Jambi 98288389 1.04E+08 6.0044
10 Ekspor CPO Jambi 28165953 28679640 1.8238
11 Ekspor CPO Indonesia 4.83E+09 4.83E+09 0.0103 12 Harga CPO Jambi Riil 34.3502 34.3499 -0.0009
13 Areal Kelapa Dalam Jambi 9931.5 10527.39 6.0000
14
Produktivitas Kelapa Dalam
Jambi 875.5 875.5 0.0000
15 Produksi Kelapa Dalam Jambi 10807.6 11403.5 5.5137 16 Ekspor Kelapa Dalam Jambi 192239 192239 0.0000 17 Ekspor Kelapa Dalam Indonesia 5.55E+08 5.55E+08 0.0000 18 Harga Kelapa Dalam Jambi Riil 9.1732 9.1732 0.0000
19 Areal Kopi Jambi 1925.7 2041.24 6.0000
20 Produktivitas Kopi jambi 478.1 480.3 0.4602
21 Produksi Kopi Jambi 2402.9 2520.5 4.8941
22 Ekspor Kopi Jambi 219528 219534 0.0027
23 Ekspor Kopi Indonesia 3.76E+08 3.76E+08 0.0000 24 Harga Kopi Jambi Riil 51.3655 51.3655 0.0000 25
PDRB Subsektor Perkebunan
Jambi 144221 146493 1.5754
Peningkatan areal serentak pada semua komoditas, akan menunjukkan hasil yang sama, ketika dilakukan peningkatan areal pada masing-masing komoditas.
Hal yang berbeda, disini tidak terjadi persaingan dalam penggunaan lahan, bagi komoditas karet, kelapa sawit dan Kelapa Dalam, sehingga tidak ada areal komoditas yang mengalami penurunan, akibat adanya peningkatan pada areal komoditas saingannya. Oleh karena itu peningkatan areal keempat komoditas tersebut sebesar 6 persen secara serentak mengakibatkan peningkatan yang jauh lebih besar terhadap PDRB subsektor perkebunan Jambi yaitu sebesar 1.5754 persen, dibandingkan apabila hanya dilakukan peningkatan terhadap masing- masing areal komoditas. Peningkatan PDRB subsektor perkebunan ini juga terjadi, akibat keempat produksi komoditas mengalami peningkatan yang disebabkan peningkatan areal secara serentak.
7.2.6.Peningkatan Areal Karet, Kelapa Sawit dan Kopi
Tabel 32 memperlihatkan dampak yang terjadi jika hanya areal komoditas karet, kelapa sawit dan kopi yang ditingkatkan. Hal ini mengingat peningkatan areal Kelapa Dalam yang berkontribusi negatif terhadap PDRB subsektor perkebunan Jambi (Tabel 29).
Hasil yang sama diperlihatkan Tabel 32 ketika dilakukan peningkatan pada keempat komoditas secara serentak pada Tabel 31. Namun yang berbeda disini, untuk areal Kelapa Dalam tidak dilakukan peningkatan (mengingat kontribusinya yang negatif terhadap PDRB subsektor perkebunan Jambi). Sehingga ketika terjadi peningkatan terhadap areal karet dan kelapa sawit sebesar 6 persen, maka Kelapa Dalam sebagai komoditas saingan dalam penggunaan lahan, mengalami penurunan areal yaitu sebesar 1.0843 persen. Kemudian akibat penurunan areal Kelapa Dalam ini diikuti oleh penurunan produktivitas dan produksi Kelapa Dalam, masing-masing sebesar 0.1147 dan 0.9885 persen.
Tabel 32. Dampak Peningkatan Areal Karet, Kelapa Sawit dan Kopi masing- masingnya sebesar 6 persen Terhadap Perekonomian Provinsi Jambi No Variabel Endogen Nilai Dasar Nilai Simulasi Perubahan (%)
1 Areal Karet Jambi 35872.1 38024.43 6.0000
2 Produktivitas Karet Jambi 730.9 735.5 0.6294 3 Produksi Karet Jambi 27821805 29744900 6.9122 4 Ekspor Karet Jambi 1.67E+08 1.71E+08 2.3784 5 Ekspor Karet Indonesia 1.90E+09 1.90E+09 0.2108 6 Harga Karet Jambi Riil 38.9274 38.9254 -0.0051
7 Areal Kelapa Sawit Jambi 30784.4 32631.46 6.0000
8 Produktivitas CPO Jambi 2743.6 2743.6 0.0000 9 Produksi CPO Jambi 98288389 1.04E+08 6.0044
10 Ekspor CPO Jambi 28165953 28679640 1.8238
11 Ekspor CPO Indonesia 4.83E+09 4.83E+09 0.0103 12 Harga CPO Jambi Riil 34.3502 34.3499 -0.0009 13 Areal Kelapa Dalam Jambi 9932.3 9824.6 -1.0843 14
Produktivitas Kelapa Dalam
Jambi 871.6 870.60 -0.1147
15 Produksi Kelapa Dalam Jambi 10803.9 10697.1 -0.9885 16 Ekspor Kelapa Dalam Jambi 192238 192238 0.0000 17 Ekspor Kelapa Dalam Indonesia 5.55E+08 5.55E+08 0.0000 18 Harga Kelapa Dalam Jambi Riil 9.1732 9.1732 0.0000
19 Areal Kopi Jambi 1925.7 2041.24 6.0000
20 Produktivitas Kopi jambi 478.1 480.3 0.4602
21 Produksi Kopi Jambi 2402.9 2520.5 4.8941
22 Ekspor Kopi Jambi 219528 219534 0.0027
23 Ekspor Kopi Indonesia 3.76E+08 3.76E+08 0.0000 24 Harga Kopi Jambi Riil 51.3655 51.3655 0.0000 25
PDRB Subsektor Perkebunan
Jambi 144221 146492 1.5747
Hal yang cukup menarik pada simulasi ini, bahwa peningkatan areal ketiga komoditas ini lebih kecil kontribusinya terhadap PDRB subsektor perkebunan Jambi yaitu sebesar 1.5747 persen, dibandingkan apabila keempat komoditas (karet, kelapa sawit, Kelapa Dalam dan kopi) ditingkatkan arealnya secara bersama-sama pada Tabel 31. Selisih kontribusinya yaitu sebesar 0.0007 persen. Padahal Kelapa Dalam mempunyai kontribusi negatif terhadap PDRB subsektor
perkebunan Jambi, namun ketika areal Kelapa Dalam tidak diikutsertakan dalam peningkatan areal secara serentak, ternyata juga tidak meningkatkan PDRB subsektor perkebunan Jambi, tetapi malah mengurangi PDRB subsektor perkebunan Jambi. Hal inilah yang mungkin menjadi pertimbangan bagi pemerintah dimana apabila keempat komoditas ditingkatkan luas arealnya secara serentak maka sumbangsihnya terhadap PDRB subsektor perkebunan Jambi menjadi lebih besar, dan khusus untuk komoditas Kelapa Dalam dapat memberikan kontribusi positif terhadap PDRB subsektor perkebunan Jambi, dibandingkan bila ditingkatkan hanya areal Kelapa Dalam saja. Karena, ketika ditingkatkan areal Kelapa Dalam saja pada Tabel 29, maka akan mengakibatkan penurunan terhadap areal karet dan areal kelapa sawit Jambi, sebagai komoditas saingan dalam penggunaan lahan, yang mengakibatkan penurunan terhadap PDRB subsektor perkebunan Jambi, terlebih lagi karet dan kelapa sawit merupakan dua kontributor terbesar dalam PDRB subsektor perkebunan Jambi (Tabel 27 dan Tabel 28).
7.3.Dampak Kebijakan Ekonomi Pada Subsektor Perkebunan Terhadap