VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
6.2. Pembahasan Model Estimasi
Setelah dicoba beberapa alternatif spesifikasi model maka akhirnnya diperoleh model pengembangan komoditas perkebunan di Jambi yang terdiri dari 17 persamaan struktural sebagai berikut:
6.2.1.Karet Jambi A.Areal Karet Jambi
Pada Tabel 10 menunjukkan bahwa peubah penjelas pada persamaan areal karet Jambi mampu menjelaskan secara baik (97.864) keragaman perkembangan areal karet Jambi. Areal karet Jambi berhubungan positif dengan harga karet jambi riil dan areal karet jambi pada tahun sebelumnya. Sementara itu areal karet Jambi berhubungan negatif dengan perkembangan upah tenaga kerja riil, areal kelapa sawit pada tahun sebelumnya dan perkembangan areal Kelapa Dalam. Semua tanda ekonomi pada persamaan ini telah sesuai dengan harapan. Perilaku areal karet Jambi dipengaruhi secara nyata pada taraf 10 dan 5 persen oleh harga karet Jambi riil, perkembangan areal kelapa dalam dan luas areal karet tahun sebelumnya.
Perubahan harga karet Jambi sebesar satu persen akan mengakibatkan perubahan areal karet Jambi sebesar kurang dari satu persen (sejalan dengan penelitian Suwanakul et al., 1987; Limbong, 1994), disebabkan petani belum tentu akan memperluas areal karetnya ketika harga karet meningkat, karena keuntungan yang diperoleh petani dari peningkatan harga karet digunakan untuk pembelian input yang dibutuhkan, atau bisa digunakan petani untuk pembelian kebutuhan hidupnya, atau bisa juga digunakan untuk meremajakan tanaman karet yang sudah tua.
Tabel 10. Hasil Estimasi Persamaan Areal Karet Jambi
Variabel Parameter Elastisitas Prob > |t| Label
Estimasi SR LR
Intercept -427.238 0.7600 Intercept
HKJR 10.71178 0.0116 0.0123 0.0938 harga karet jambi riil (Rp/Kg) UTKRR -236.069 -0.0014 -0.0014 0.3933
perkembangan upah tenaga kerja riil (Rp/bulan)
LAKSJ -0.01062 -0.0092 -0.0098 0.3774 areal kelapa sawit jambi t-1 (Ha) AKDJR1 -536.071 -0.0047 -0.0049 0.0265
perkembangan areal kelapa dalam jambi (Ha)
DBT 63601.43 <.0001 dummy kabupaten batanghari DMJ 34052.32 <.0001 dummy kabupaten muaro jambi DBU 39894.44 <.0001 dummy kabupaten bungo DTE 58122.65 <.0001 dummy kabupaten tebo DSAR 55686.08 <.0001 dummy kabupaten sarolangun DME 56242.4 <.0001 dummy kabupaten merangin DTJB 11044.75 <.0001
dummy kabupaten tanjung jabung barat
DTJT 2753.452 0.1347
dummy kabupaten tanjung jabung timur
LAKJ 0.056711 0.0669 areal karet jambi t-1 (Ha)
R-Square 0.97864 Dw 1.066667
F-hit 260.78 Dh 1.895767
Keterangan: SR = Short Run, LR = Long Run(berlaku untuk tabel persamaan lain).
Besarnya perubahan areal karet Jambi (AKJ) sebagai akibat perubahan tingkat upah sebesar 1 persen adalah lebih kecil dari 1 persen (sejalan dengan penelitian Limbong, 1994). Hal ini dikarenakan umumnya perkebunan rakyat di Jambi, masih menggunakan tenaga kerja keluarga sehingga tidak responsif terhadap perubahan tingkat upah baik dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Perubahan areal kelapa sawit sebesar 1 persen akan mengakibatkan perubahan areal karet lebih kecil dari 1 persen. Komoditas karet merupakan tanaman tahunan, yang tidak mungkin dilakukan penggantian tanaman kekomoditas lain (kelapa sawit) dalam waktu yang cepat, oleh sebab itu areal karet kurang respon terhadap areal kelapa sawit. Hal yang sama juga terjadi pada elastisitas areal karet Jambi terhadap areal Kelapa Dalam Jambi.
Nilai parameter estimasi peubah penjelas areal karet Jambi tahun sebelumnya yang mendekati nol dan berpengaruh nyata terhadap areal karet Jambi. Menunjukkan bahwa nilai koefisien penyesuaian parsial areal karet mendekati satu sehingga dapat dikatakan bahwa areal karet Jambi cenderung lambat dalam merespon berbagai perubahan situasi ekonomi yang mempengaruhinya. Inilah yang menjadi salah satu ciri perilaku tanaman tahunan dimana areal karet tidak bisa disesuaikan secara cepat pada saat terjadi perubahan berbagai faktor seperti harga karet dan harga input lainnya.
Tujuh variabel dummy kabupaten pada persamaan ini mempunyai pengaruh yang nyata pada taraf 5 persen, hal ini berarti bahwa areal karet yang berada pada ke tujuh kabupaten mempunyai luas areal yang lebih tinggi dari kabupaten pengontrolnya, yaitu kabupaten Kerinci.
B.Produktivitas Karet Jambi
Hasil pada Tabel 11 menunjukkan bahwa produktivitas karet Jambi berhubungan positif dengan areal karet Jambi, perkembangan jumlah tenaga kerja karet, dan produktivitas karet Jambi tahun sebelumnya. Sementara itu produktivitas karet Jambi berhubungan negatif dengan curah hujan, dan perkembangan suku bunga. Persamaan produktivitas karet Jambi dipengaruhi secara nyata pada taraf nyata 5 persen oleh areal karet, perkembangan suku bunga dan produktivitas karet Jambi pada tahun sebelumnya.
Perubahan areal karet jambi 1 persen akan mengakibatkan perubahan produktivitas sebesar kurang dari 1 persen. Hal ini dikarenakan penambahan areal karet Jambi tidak serta merta langsung meningkatkan produktivitas, karena karet merupakan tanaman tahunan yang memerlukan tenggat waktu dalam berproduksi.
Apalagi petani hanya menggunakan biji sapuan maka akan berproduksi dalam jangka waktu 6 sampai 8 tahun. Maka penambahan areal karet pada waktu sekarang akan memperlihatkan atau menambah produktivitas pada 6 atau 8 tahun kedepan.
Tabel 11. Hasil Estimasi Persamaan Produktivitas Karet Jambi
Variabel Parameter Elastisitas Prob > |t| Label
Estimasi SR LR
Intercept 435.4691 <.0001 Intercept
AKJ 0.000253 0.0125 0.0179 0.0031 areal karet jambi (Ha) CHR -0.0314 -0.0411 -0.0592 0.1223 curah hujan (mm/tahun) JTKKR 2.560594 0.0016 0.0023 0.1159
perkembangan jumlah tenaga kerja karet (orang/tahun)
SBR -31.5372 -0.0032 -0.0047 0.0240 perkembangan suku bunga (%) DBT 3.661015 0.9352 dummy kabupaten batanghari DMJ 75.58957 0.0251 dummy kabupaten muaro jambi DBU 11.94429 0.7153 dummy kabupaten bungo DTE 51.59424 0.1906 dummy kabupaten tebo DSAR 78.06989 0.0507 dummy kabupaten sarolangun DME 19.5637 0.6264 dummy kabupaten merangin DTJB 114.5628 0.0006
dummy kabupaten tanjung jabung barat
DTJT 94.85851 0.0023
dummy kabupaten tanjung jabung timur
LYKJ 0.305571 0.0015
produktivitas karet jambi t-1 (Kg/Ha)
R-Square 0.64104 Dw 1.818716
F-hit 10.17 Dh 0.855642
Perubahan jumlah tenaga kerja 1 persen akan mengakibatkan perubahan produktivitas karet sebesar kurang dari satu persen. Penyebabnya adalah petani karet pada umumnya hanya menggunakan tenaga kerja dari dalam keluarga, maka pertambahan jumlah anggota keluarga pun memerlukan proses yang panjang sampai anggota keluarga tersebut mampu untuk menjadi tenaga kerja di lahan karetnya. Oleh sebab itu dengan jumlah tenaga kerja dalam keluarga yang
cenderung tetap, maka perubahan produksi pun cenderung tetap, maka perubahan produktivitas pun akan cenderung tetap.
Perubahan tingkat suku bunga sebesar 1 persen akan mengakibatkan perubahan produktivitas karet Jambi sebesar kurang dari 1 persen. Dijambi pada umumnya, petani tidak menggunakan pinjaman dari bank untuk mengusahakan tanaman karetnya, karena selain prosedur bank yang rumit, petani karet pun tidak memiliki sertifikat tanah sebagai syarat jaminan peminjaman modal dari bank. Itulah sebabnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, perubahan suku bunga bersifat inelastis dalam mempengaruhi produktivitas karet Jambi.
Empat variabel dummy kabupaten berpengaruh nyata pada taraf 5 persen, hal ini menunjukkan bahwa produktivitas karet pada ke empat kabupaten tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kabupaten Kerinci sebagai kabupaten pengontrolnya.
Variabel produktivitas karet Jambi pada tahun sebelumnya yang berpengaruh nyata terhadap produktivitas karet Jambi, mengindikasikan adanya tenggat waktu yang relatif lambat bagi produktivitas untuk menyesuaikan diri dalam merespon perubahan yang ada baik dari segi teknologi, kelembagaan maupun ekonomi yang terjadi.
C.Ekspor Karet Jambi
Persamaan ekspor karet Jambi berhubungan positif dengan harga karet dunia riil, produksi karet Jambi, nilai tukar rupiah dan ekspor karet Jambi pada tahun sebelumnya, serta mempunyai hubungan yang negatif dengan perkembangan ekspor karet provinsi lain. Semua tanda ekonomi pada persamaan
ini telah sesuai dengan harapan. Persamaan ekspor karet dipengaruhi secara nyata pada taraf 5 persen oleh harga karet dunia dan nilai tukar rupiah.
Perubahan harga karet dunia sebesar 1 persen akan mengakibatkan perubahan ekspor karet Jambi kurang dari satu persen. Hal ini disebabkan para eksportir di Jambi telah melakukan penjualan kontrak (forward trading) dengan para importir, berdasarkan harga di Singapura. Sehingga ketika terjadi perubahan harga karet dunia, para eksportir tidak respon terhadap perubahan itu, karena telah terikat kontrak. Hal yang sama juga terjadi pada perubahan nilai tukar rupiah dan perkembangan ekspor karet provinsi lain, dikarenakan eksportir telah terikat kontrak dengan importir, maka volume ekspor tidak respon terhadap perubahan nilai tukar dan ekspor karet provinsi lain.
Tabel 12. Hasil Estimasi Persamaan Ekspor Karet Jambi
Variabel Parameter Elastisitas Prob > |t| Label
Estimasi SR LR
Intercept -6.84E+07 0.4197 Intercept
HKDR 7.67E+09 0.5274 0.5561 <.0001 harga karet dunia riil (US$/Kg) QKJ 1.962537 0.3220 0.3396 0.1042 produksi karet jambi (Kg) XKPLR -4.96E+07 -0.0033 -0.0035 0.1942
perkembangan ekspor karet provinsi lain (Kg)
NTR 14713.69 0.8362 0.8818 0.0449 nilai tukar rupiah (Rp/US$) DBT -9.91E+07 0.2154 dummy kabupaten batanghari DMJ -5.33E+07 0.2567 dummy kabupaten muaro jambi DBU -5.67E+07 0.2514 dummy kabupaten bungo DTE -9.32E+07 0.2250 dummy kabupaten tebo DSAR -9.21E+07 0.2254 dummy kabupaten sarolangun DME -8.42E+07 0.2286 dummy kabupaten merangin
DTJB -1.69E+07 0.4886
dummy kabupaten tanjung jabung barat
DTJT -3488071 0.8650
dummy kabupaten tanjung jabung timur
LXKJ 0.051746 0.3109 ekspor karet jambi t-1 (Kg)
R-Square 0.66371 Dw 2.518217
Dalam jangka panjang, perubahan produksi karet Jambi sebesar 1 persen akan mengakibatkan perubahan ekspor karet Jambi sebesar lebih kecil dari 1 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa karet sebagai tanaman tahunan mempunyai waktu yang lama dalam berproduksi sehingga perubahan ekspor bersifat inelastis terhadap produksi karet.
D.Harga Karet Jambi Riil
Tabel 13 menunjukkan bahwa peubah penjelas pada persamaan harga karet Jambi riil mampu menjelaskan secara baik (91.914) keragaman perkembangan harga karet Jambi. Persamaan harga karet Jambi riil berhubungan positif dengan harga karet dunia, nilai tukar rupiah dan harga karet jambi pada tahun sebelumnya. Sementara itu persamaan harga karet Jambi riil berhubungan negatif dengan perkembangan ekspor karet Indonesia. Semua tanda yang diharapkan pada persamaan ini sudah sesuai secara ekonomi. Persamaan harga karet Jambi dipengaruhi secara nyata oleh harga karet dunia (sejalan dengan penelitian Suwanakul et al.,1987), perkembangan ekspor karet Indonesia, nilai tukar rupiah dan harga karet jambi pada tahun sebelumnya, pada taraf nyata 5 persen.
Pengaruh harga karet dunia terhadap harga karet Jambi merupakan salah satu konsekuensi dari perekonomian terbuka yaitu terjadi integrasi harga antara harga di tingkat pasar global (harga dunia) dengan harga domestik. Kemudian apabila dilihat dari koefisien elastisitas, respon harga karet Jambi bersifat elastis baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini menunjukkan, bahwa transmisi harga dari pasar dunia ke harga karet di Jambi tidak menemukan hambatan, informasi pasar terbuka terhadap petani karet di Jambi.
Tabel 13. Hasil Estimasi Persamaan Harga Karet Jambi
Variabel Parameter Elastisitas Prob > |t| Label
Estimasi SR LR
Intercept -137.27 <.0001 Intercept
HKDR 3572.961 1.0455 1.0547 <.0001 harga karet dunia riil (US$/Kg) XKIR -74.0977 -0.0254 -0.0256 0.0003
perkembangan ekspor karet indonesia (Kg)
NTR 0.014257 3.4458 3.4764 <.0001 nilai tukar rupiah (Rp/US$) DBT 9.905007 0.0237 dummy kabupaten batanghari DMJ 7.732834 0.0569 dummy kabupaten muaro jambi DBU 11.14558 0.0069 dummy kabupaten bungo DTE 10.39266 0.0119 dummy kabupaten tebo DSAR 6.747242 0.0977 dummy kabupaten sarolangun DME 8.203984 0.0438 dummy kabupaten merangin
DTJB 6.92324 0.0871
dummy kabupaten tanjung jabung barat
DTJT 4.938666 0.2201
dummy kabupaten tanjung jabung timur
LHKJR 0.008787 0.4669 harga karet jambi riil t-1 (Rp/Kg) LHKJR2 -0.15972 0.0010 harga karet jambi riil t-2 (Rp/Kg)
R-Square 0.91914 Dw 1.783407
F-hit 64.71 Dh 1.026124
Secara ekonomi variabel pertumbuhan ekspor karet Indonesia berpengaruh negatif terhadap harga karet Jambi. Hal tersebut berarti apabila terjadi kenaikan ekspor karet Indonesia maka akan terjadi kelebihan penwaran karet dunia, ceteris paribus (diasumsikan Indonesia sebagai big country dalam produksi karet), sehingga harga karet dunia akan menurun yang nantinya akan ditransmisikan kepada penurunan harga karet jambi. Namun secara statistik pengaruh ekspor karet Indonesia terhadap harga karet Jambi adalah inelastis, yang mengindikasikan bahwa perubahan pada ekspor karet Indonesia hanya mampu mendorong perubahan yang sangat kecil terhadap harga karet di Jambi. Selain itu Jambi hanya merupakan salah satu provinsi penghasil karet di Indonesia, sehingga apabila ekspor karet Jambi meningkat belum tentu dapat meningkatkan ekspor
karet Indonesia, sehingga dapat menurunkan harga dunia yang nantinya akan ditransmisikan pada harga karet Jambi.
Perubahan nilai tukar rupiah sebesar satu persen akan mengakibatkan perubahan terhadap harga karet Jambi lebih besar dari satu persen. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan nilai tukar akan dapat meningkatkan harga karet Jambi dengan cepat, sehingga harga menjadi lebih tinggi, dan petani mendapat keuntungan dari keadaan ini.
Variabel dummy kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, Bungo, Tebo, Sarolangun, Merangin, dan Tanjung Jabung Barat mempunyai pengaruh yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa ke tujuh kabupaten tersebut mempunyai harga karet yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga karet di kabupaten Kerinci sebagai variabel pengontrolnya.
6.2.2.Kelapa Sawit Jambi A.Areal Kelapa Sawit Jambi
Berdasarkan hasil estimasi pada Tabel 14, dapat diketahui bahwa peubah penjelas mampu menerangkan secara baik keragaman dari areal kelapa sawit (90.400). Persamaan areal kelapa sawit Jambi mempunyai hubungan positif dengan harga CPO Jambi dan areal kelapa sawit pada tahun sebelumnya, serta mempunyai hubungan negatif dengan perkembangan upah tenaga kerja, tingkat suku bunga (Susila et al., 1995) dan perkembangan areal karet jambi dan areal Kelapa Dalam sebagai komoditi saingan dalam penggunaan lahan.
Pada Tabel 14 juga dapat dijelaskan bahwa persamaan areal kelapa sawit Jambi dipengaruhi secara nyata pada taraf 5 persen oleh harga CPO Jambi riil
(sejalan dengan penelitian Abdul et al., 2002), dan areal Kelapa Dalam Jambi, serta pada taraf 10 persen oleh suku bunga.
Respon areal kelapa sawit terhadap harga CPO Jambi adalah inelastis baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini dikarenakan karakteristik tanaman kelapa sawit sebagai tanaman tahunan yang cenderung lambat dalam merespon berbagai perubahan situasi ekonomi yang mempengaruhinya, dimana areal kelapa sawit tidak bisa disesuaikan secara cepat pada saat terjadi perubahan berbagai faktor ekonomi seperti harga CPO.
Tabel 14. Hasil Estimasi Persamaan Areal Kelapa Sawit Jambi
Variabel Parameter Elastisitas Prob > |t| Label
Estimasi SR LR
Intercept -6002.25 0.3039 Intercept
HCPOJR 333.5008 0.3721 0.3931 <.0001 harga cpo jambi riil (Rp/Kg) UTKRR -1166.34 -0.0078 -0.0083 0.2623
perkembangan upah tenaga kerja (Rp/bulan)
SB -526.875 -0.1832 -0.1935 0.0579 suku bunga (%) AKJR -27.7095 -0.0016 -0.0017 0.3080
perkembangan areal karet jambi (Ha)
AKDJ -0.92126 -0.2909 -0.3073 0.0234 areal kelapa dalam jambi (Ha) DBT 46093.97 <.0001 dummy kabupaten batanghari DMJ 63984.14 <.0001 dummy kabupaten muaro jambi DBU 28339.4 <.0001 dummy kabupaten bungo DTE 22303.3 <.0001 dummy kabupaten tebo DSAR 24817.84 <.0001 dummy kabupaten sarolangun DME 36069.4 <.0001 dummy kabupaten merangin DTJB 83703.62 <.0001
dummy kabupaten tanjung jabung barat
DTJT 44029.01 0.0251
dummy kabupaten tanjung jabung timur
LAKSJ 0.053267 0.2192 areal kelapa sawit jambi t-1 (Ha)
R-Square 0.90400 Dw 1.403707
F-hit 49.1 Dh 2.821853
Perubahan suku bunga 1 persen akan mengakibatkan perubahan areal kelapa sawit lebih kecil dari 1 persen. Hal ini menunjukkan bahwa petani tidak menggunakan pinjaman dari bank untuk memperluas areal kelapa sawitnya karena
prosedurnya yang rumit, dan masih tingginya tingkat suku bunga bank. Oleh sebab itu areal kelapa sawit tidak respon terhadap perubahan suku bunga.
Respon areal kelapa sawit terhadap perkembangan areal Kelapa Dalam sebagai komoditi saingan dalam penggunaan lahan adalah inelastis dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Walaupun areal Kelapa Dalam Jambi berpengaruh nyata, namun kelapa sawit merupakan tanaman tahunan yang memerlukan waktu cukup lama apabila akan dikonversi lahannya ketanaman Kelapa Dalam, sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang. Makanya perubahan areal Kelapa Dalam tidak mempengaruhi keputusan petani sawit mengenai luas arealnya. Hal yang sama juga berlaku untuk areal karet Jambi sebagai komoditas saingan dalam penggunaan lahan bagi kelapa sawit.
Seluruh variabel dummy kabupaten berpengaruh nyata terhadap areal kelapa sawit Jambi, hal ini menunjukkan bahwa kedelapan kabupaten mempunyai areal kelapa sawit yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabupaten Kerinci sebagai kabupaten pengontrolnya.
B.Produktivitas CPO Jambi
Pada Tabel 15 dapat ditunjukkan bahwa peubah penjelas pada persamaan produktivitas CPO Jambi mampu menjelaskan dengan baik (90.126) keragaman perkembangan produktivitas CPO Jambi. Persamaan produktivitas CPO jambi mempunyai hubungan positif dengan perkembangan areal kelapa sawit Jambi, jumlah tenaga kerja kelapa sawit, dan produktivitas CPO Jambi pada tahun sebelumnya, serta mempunyai hubungan negatif dengan curah hujan dan tingkat suku bunga. Produktivitas CPO Jambi dipengaruhi secara nyata pada taraf 5
persen oleh perkembangan areal kelapa sawit Jambi, curah hujan, tingkat suku bunga, dan produktivitas CPO Jambi pada tahun sebelumnya.
Perubahan areal kelapa sawit Jambi sebesar satu persen akan menyebabkan perubahan produktivitas Jambi lebih kecil dari satu persen. Hal ini disebabkan komoditas kelapa sawit merupakan tanaman tahunan, yang apabila dilakukan penambahan luas areal tidak serta merta langsung dapat berproduksi dan meningkatkan produktivitas.
Tabel 15. Hasil Estimasi Persamaan Produktivitas Crude Palm Oil Jambi
Variabel Parameter Elastisitas Prob > |t| Label
Estimasi SR LR
Intercept 1094.479 0.0044 Intercept AKSJR 0.119836 0.0066 0.0105 0.0022
perkembangan areal kelapa sawit jambi (Ha)
CH -4.56485 -0.3067 -0.4868 0.0154 curah hujan (mm/tahun) JTKKS 0.001826 0.0086 0.0137 0.4105
jumlah tenaga kerja kelapa sawit (orang/tahun)
SB -24.228 -0.0955 -0.1516 0.0438 suku bunga (%)
DBT 1800.477 <.0001 dummy kabupaten batanghari DMJ 1841.409 <.0001 dummy kabupaten muaro jambi DBU 2084.126 <.0001 dummy kabupaten bungo DTE 1999.996 <.0001 dummy kabupaten tebo DSAR 1843.055 <.0001 dummy kabupaten sarolangun DME 2085.942 <.0001 dummy kabupaten merangin DTJB 2098.175 <.0001
dummy kabupaten tanjung jabung barat
DTJT 1385.111 <.0001
dummy kabupaten tanjung jabung timur
LYCPOJ 0.369921 <.0001 produktivitas cpo jambi t-1 (Kg/Ha)
R-Square 0.90126 Dw 1.972732
F-hit 51.96 Dh 0.129007
Respon produktivitas Jambi terhadap perubahan curah hujan adalah inelastis baik dalam jangka panjang dan jangka pendek, ini dikarenakan petani biasanya telah memilih lokasi penanaman areal kelapa sawitnya pada daerah yang curah
hujannya tidak tinggi, sehingga perubahan curah hujan merata sepanjang tahunnya, sesuai dengan yang dibutuhkan oleh kelapa sawit.
Seluruh variabel dummy kabupaten berpengaruh nyata terhadap produktivitas CPO Jambi, hal ini menunjukkan bahwa kedelapan kabupaten mempunyai produktivitas CPO yang tinggi dibandingkan dengan kabupaten Kerinci sebagai kabupaten pengontrolnya.
Produktivitas CPO Jambi pada tahun sebelumnya berpengaruh secara nyata terhadap produktivitas CPO Jambi, hal ini menunjukkan bahwa ada tenggang waktu yang relatif lambat bagi produktivitas CPO Jambi untuk menyesuaikan diri dalam merespon perubahan teknologi dan kelembagaan yang terjadi.
C.Ekspor CPO Jambi
Persamaan ekspor CPO Jambi mempunyai hubungan yang positif dengan harga CPO dunia, produksi CPO Jambi, dan nilai tukar rupiah (Susila et al., 1995; Alias et al., 1999; Abdul et al., 2002; Abdul et al., 2007; Shri et al., 2007; Shri et al., 2009; dan Shri, 2011). Sementara itu persamaan ekspor CPO Jambi mempunyai hubungan negatif dengan ekspor CPO provinsi lain dan pajak ekspor CPO. Pada Tabel 16 dapat terlihat bahwa ekspor CPO dipengaruhi secara nyata pada taraf 5 persen oleh harga CPO dunia, ekspor CPO provinsi lain, pajak ekspor CPO dan ekspor CPO Jambi pada tahun sebelumnya.
Perubahan harga CPO dunia sebesar 1 persen akan mengakibatkan perubahan ekspor CPO Jambi lebih besar dari 1 persen. Hal ini menunjukkan bahwa eksportir dapat menyesuaikan jumlah CPO yang akan diekspor apabila harga ekspor terus mengalami peningkatan.
Perubahan ekspor CPO provinsi lain sebesar 1 persen akan mengakibatkan perubahan ekspor CPO Jambi lebih besar dari 1 persen. Hal ini menunjukkan bahwa eksportir di Jambi bisa menyesuaikan dengan cepat volume ekspornya keluar negeri, agar tidak terjadi kelebihan penawaran (supply) CPO dunia, mengingat Indonesia merupakan produsen CPO terbesar di dunia, dan Jambi merupakan salah satu provinsi terbesar dalam menghasilkan CPO. Apabila volume ekspor CPO provinsi lain menurun, maka volume ekspor CPO Jambi akan meningkat.
Tabel 16. Hasil Estimasi Persamaan Ekspor Crude Palm Oil Jambi
Variabel Parameter Elastisitas Prob > |t| Label
Estimasi SR LR
Intercept 65277538 0.0042 Intercept
HCPODR 2.39E+10 2.8271 4.0533 <.0001 harga cpo dunia riil (US$/Kg) QCPOJ 0.061009 0.2117 0.3035 0.2537 produksi cpo jambi (Kg) XCPOPL -0.01522 -2.5691 -3.6834 0.0001 ekspor cpo provinsi lain (Kg) NTRS 11528818 0.0035 0.0050 0.2859
perkembangan nilai tukar rupiah (Rp/US$)
PECPO -1.04E+07 -1.2188 -1.7474 <.0001 pajak ekspor cpo DXCPOJ -3.77E+07 0.0654 dummy ekspor cpo jambi DPECPOJ -2.04E+07 0.2279 dummy pajak ekspor cpo jambi DBT -2.16E+07 0.4027 dummy kabupaten batanghari DMJ -2.72E+07 0.3581 dummy kabupaten muaro jambi DBU -2.09E+07 0.3717 dummy kabupaten bungo DTE -1.91E+07 0.3861 dummy kabupaten tebo DSAR -1.95E+07 0.3829 dummy kabupaten sarolangun DME -2.26E+07 0.3634 dummy kabupaten merangin
DTJB -2.47E+07 0.3586
dummy kabupaten tanjung jabung barat
DTJT -1.58E+07 0.4373
dummy kabupaten tanjung jabung timur
LXCPOJ 0.302507 0.0023 ekspor cpo jambi t-1 (Kg)
R-Square 0.68399 Dw 2.811429
F-hit 9.60 Dh -1.043905
Perubahan nilai tukar sebesar 1 persen akan mengakibatkan ekspor CPO Jambi berubah lebih kecil dari 1 persen. Perubahan nilai tukar tidak dapat
mengurangi atau meningkatkan volume ekspor CPO Jambi, ini merupakan akibat dari penjualan kontrak yang telah dilakukan eksportir pada waktu sebelumnya. Sehingga apabila terjadi perubahan nilai tukar, menyebabkan eksportir tidak merespon dalam mengurangi atau meningkatkan volume ekspornya.
Perubahan pajak ekspor CPO sebesar 1 persen akan mengakibatkan ekspor CPO berubah lebih besar dari 1 persen. Hal ini menunjukkan bahwa eksportir dapat menyesuaikan volume ekspornya keluar negeri, apabila terjadi peningkatan pajak ekspor. Apabila pajak ekspor meningkat maka para eksportir akan mengurangi volume ekspor CPO Jambi, atau sebaliknya.
D.Harga CPO Jambi Riil
Pada Tabel 17 dapat terlihat bahwa peubah penjelas mampu menjelaskan secara baik (92.947) keragaman perkembangan harga CPO Jambi. Persamaan harga CPO Jambi mempunyai hubungan positif dengan harga CPO dunia (Susila et al.,1995), nilai tukar rupiah, dan harga CPO jambi pada tahun sebelumnya, serta mempunyai hubungan negatif dengan ekspor CPO Indonesia.
Persamaan harga CPO Jambi dipengaruhi secara nyata oleh harga CPO dunia dan nilai tukar rupiah. Pengaruh harga CPO dunia terhadap harga CPO Jambi merupakan salah satu konsekuensi dari perekonomian terbuka yaitu terjadi integrasi harga antara harga di tingkat pasar global (harga dunia) dengan harga domestik. Harga dunia CPO berpengaruh nyata terhadap harga CPO jambi dengan koefisien parameter 7 882.307, yang menjelaskan bahwa dari setiap kenaikan harga CPO dunia sebesar US.$ 1 per kg, ceteris paribus, menyebabkan harga CPO Jambi meningkat sebesar US.$ 7 882.307 per kg. Namun, apabila dilihat dari koefisien elastisitas, respon harga CPO Jambi bersifat elastis dalam jangka
panjang. Hal ini menunjukkan, bahwa perubahan harga CPO di pasar dunia