BAB IV HASIL PENELITIAN
4.5 Perkembangan Bisnis Pariwisata di Kabupaten Toba
4.5.3 Dampak Langsung Pembangunan Pariwisata Danau
Pariwisata merupakan salah satu industri yang dapat menciptakan banyak peluang tenaga kerja. Selain menciptakan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi wisata, tentu juga akan membuka pikiran masyarakat untuk menjaga lingkungan di sekitarnya sehingga tetap terus dapat mendatangkan keuntungan baginya. Perputaran uang akan meningkat dengan adanya kunjungan para wisatawan baik domestik maupun non domestik, hal ini tentu akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap peningkatan penerimaan devisa negara, pendapatan daerah, serta dampak langsung yang dirasakan bagi masyarakat sekitar objek wisata seperti membuka lapangan pekerjaan, memberi kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk menambah pendapatan sehari-hari.
Masyarakat dapat membuka usaha yang dapat menjadi mata pencaharian utama baginya seperti berdagang, membuka hotel, restoran dan menyediakan segala keperluan wisatawa selama berkunjung. Jumlah kedatangan wisatawan yang rata-rata meningkat setiap tahun menjadi peluang bagi masyrakat.
Kedatangan wisatawan ke Kabupaten Toba Samosir dapat kita lihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.5 Jumlah Kedatangan Wisatawan Yang Datang Ke Toba Samosir Tahun 2015
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Samosir
Dari tabel kedatangan wisatawan yang datang berkunjung ke kabupaten Toba Samosir, dapat kita lihat bahwa kunjungan wisatawan meningkat pada masa libur akhir dan awal tahun serta masa libur anak sekolah. Pada saat itulah masyarakat dapat memaksimalkan pendapatannya dengan menjual dan menyediakan berbagai macam keperluan wisatawan selama berkunjung ke lokasi wisata. Beberapa usaha masyarakat yang paling banyak dilakukan sampai saat ini adalah berjualan di lokasi wisata dengan menyediakan makanan khas daerah, makanan ringan, minuman dan beberapa keperluan wisatawan dan juga berbagai macam aksesoris yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh ataupun souvenir. Selain itu, masyarakat juga mulai menjadikan rumah mereka sebagai home stay bagi para wisatawan. Hal ini membuat para wisatawan yang datang dan masyarakat
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba Samosir (wawancara dilakukan dengan Bapak Ultri Sonlahir Simangunsong, ST, MM pada tanggal 14 Maret 2017 di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba Samosir pada pukul 09.45 WIB) mengungkapkan:
“Masyarakat sudah mulai merasakan langsung adanya dampak pembangunan pariwisata disini. Contohnya saja kita lihat yang ada di pantai Bul-bul. Masyarakat bisa menambah penghasilan sehari-hari dengan jualan. Menyediakan fasilitas untuk digunakan pengunjung seperti banana boat, pelampung bahkan homestay. Terkadang pada masa libur dan kunjungan wisatawan meningkat, masyarakat bahkan tidak sanggup untuk menampung wisatawan yang ingin menginap di homestay. Karena homestay itu memang rumah masyarakat yang juga dijadikan penginapan bagi wisatawan, harga menginapnya memang lebih murah daripada menginap di hotel. Selain itu juga rasanya kan seperti di rumah sendiri.
Ini juga yang perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat agar jangan terlena dengan kedatangan wisatawan lalu tiba-tiba menaikkan harga.
Bisa-bisa wisatawan yang datang malah jera untuk melakukan kunjungan lagi. Pemerintah juga sudah membuat kebijakan yang menjamin adanya persaingan yang sehat antara masyarakat lokal dengan investor asing. Jadi kita mengutamakan dulu masyarakat yang ingin melakukan investasi untuk ambil bagian dalam pembangunan ini. Jadi tidak semua nanti berasal dari investor asing.”
Pariwisata sangat berarti bagi masyarakat lokal. Karena pariwisata memberikan suatu peluang yang mana bisa membuka lapangan kerja, menambah
pendapatan masyarakat dari pembelanjaan wisatawan, mempromosikan budaya masyarakat lokal ke mancanegara, melestarikan lingkungan sekitar. Pemerintah juga harus dapat bekerjasama dengan masyarakat dengan membuat kebijakan yang dapat mendukung pengembangan wisata dan masyarakat diharapkan dapat mejadi pelaksananya.
Selain usaha kecil, beberapa usaha yang juga dilakukan masyarakat adalah mengelola hotel, restoran, café, dan rumah makan. Jumlah usaha yang memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) di Kabupaten Toba Samosir adalah 25 hotel, 5 restoran, 12 café dan 9 rumah makan, yaitu :
1. Villa Sapadia Balige
2. Hotel G.M Marsaringar Balige 3. Mutiara Hotel Balige
4. Hotel Mareda Balige 5. Hotel Sere Nauli Laguboti 6. Hotel Sumatera Balige 7. Hotel Ompu Herti Balige 8. Hotel Tiara Bunga Tampahan 9. Hotel Nabasa Balige
10. Hotel Mezra Balige
11. Hotel Gelora Tao Toba Beach Balige 12. Hotel Santo Djaya Porsea
13. Hotel Nusantara Balige 14. Hotel Bahagia Balige 15. Sara Beach Hotel Ajibata
16. Hotel Tobashanda Ajibata 17. Hotel Baritauli Balige 18. Hotel Liberti Laguboti 19. Hotel Dizon Balige 20. Hotel Adelia Laguboti
21. Danau Toba Cottage Intl. Hotel Ajibata 22. Losmen Gelora Balige
23. Wisma Laksamana Balige 24. Hotel Atsari Ajibata
25. Hotel Aek Jordan Laguboti 26. Restorab Bunga Toba 27. Restoran Boruku 28. Restoran Toba Corner 29. Restoran Driving Range 30. Restoran Gemar
31. Galilea Café 32. Betesda Café 33. Vivi Café 34. Wita Café 35. Galilea Café 36. Malona Café 37. Santai Café 38. Danau Toba Café 39. D’Barens Café
40. Base Camp Café 41. Lili Café
42. Goklas Café
43. Rumah Makan Bundo Kanduang 44. Rumah Makan Saung Bambu 45. Rumah Makan Gumarang 46. Rumah Makan Boima
47. Rumah Makan Sinar Minang 48. Rumah Makan Jaya
49. Rumah Makan Laris 50. Rumah Makan Berkah
Sebagai upaya untuk memacu pengembangan kepariwisataan di kawasan Danau Toba khususnya di Kabupaten Toba Samosir, telah diselenggarakan perhelatan pagelaran seni, budaya dan olahraga bertaraf nasional di Kabupaten Toba Samosir seperti Festival Danau Toba 2014 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dan terakhir pada tanggal 21 Agustus 2016 Kabupaten Toba Samosir bersama dengan Kabupaten Simalungun didaulat menjadi tuan rumah pelaksana Festival Karnaval Pesona Danau Toba 2016 yang dibuka secara resmi oleh Presiden Ir. Joko Widodo dan diramaikan oleh peserta dari 25 provinsi di Indonesia.
4.6 Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantangan Dalam Pengembangan