• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR LAMPIRAN

DAMPAK PERUBAHAN KEBUN CAMPURAN Aspek Ekonom

Jenis-jenis komersil yang mendominasi dalam kebun merupakan upaya petani mengintensifkan kebunnya sebagai sumber pendapatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Orientasi usahatani kebun campuran kini lebih difokuskan pada orientasi komersil. Ini akan menjadikan ekonomi petani tergantung dengan ekonomi pasar sekaligus menjadi lebih rentan terhadap perubahan yang terjadi di pasar. Orientasi usaha ini selanjutnya akan mempengaruhi kondisi tegakan sebagai sumberdaya.

Kebutuhan subsisten yang dahulu dipenuhi dari buah-buahan kurang komersil menjadi berkurang persediaannya di kebun. Mereka mengkonsumsi buah-buahan tersebut yang berasal dari luar desa sebagai konsekuensinya. Fenomena yang nampak kini di warung desa dijual buah seperti kecapi yang berasal dari desa lain yang diperjualbelikan di pasar kecamatan.

Dampak ekonomi lainnya yang terlihat adalah muncul peluang usaha baru pembibitan manggis skala rumah tangga sehingga dapat menambah pendapatan rumah tangga. Usaha ini dijalankan untuk memenuhi permintaan bibit manggis bukan hanya dari penduduk lokal namun penduduk desa lainnya.

Kebun campuran yang mampu berkontribusi terhadap pendapatan tahunan petani sebenanrnya bukan hanya pemilik kebun yang menikmati. Pendapatan dari kebun ini sebenarnya terdistribusi bukan hanya pada pemilik kebun namun juga pada para buruh tani, pedagang dan pengumpul buah.

Aspek Sosial

Pertambahan penduduk menyebabkan kebun terbagi-bagi kepemilikannya secara individual melalui sistem pewarisan. Ini menghasilkan rata-rata luas pemilikan kebun menyempit. Penyempitan kebun campuran ini tentunya berpengaruh terhadap total produksi kebun yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Luas kebun semakin sempit maka kebutuhan tenaga kerja untuk mengelola kebun semakin sedikit. Hal ini turut berkontribusi terhadap

kecenderungan kaum muda saat ini memilih pekerjaan di luar desa, jikapun ada yang menetap di desa mereka menjadi tukang ojek.

Dampak sosial lainnya sehubungan dengan berubahnya kebun yang cenderung didominasi dengan jenis-jenis komersil menyebabkan terjadi penurunan fungsi sosial yang tidak dapat tergantikan dengan sistem produksi lainnya.

Koperasi swadaya di Karacak sebagai lembaga yang membantu petani khususnya dalam usaha kebun manggis mampu menciptakan pasar baru komoditi manggis. Keberadaan koperasi yang mampu membuat jaringan langsung ke perusahaan ekspor buah mengurangi asimetri informasi yang kerap terjadi antara petani dan para tengkulak. Namun di sisi lain bahwa hubungan antara koperasi dengan perusahaan ekspor buah ini juga masih mendudukan koperasi sebagai price taker dan asimetri informasi terjadi antara koperasi dan perusahaan.

Aspek Ekologi

Kecenderungan petani untuk mengembangkan jenis-jenis komersil akan berakibat pada penurunan jenis-jenis pohon yang tidak atau kurang komersil dan dari sisi ekologi ini merupakan penuruan keragaman hayati. Pengelolaan manggis yang intensif meningkatkan penggunaan pupuk anorganik yang akan mengancam kelestarian tanah, meskipun perilaku produksi seperti ini terbatas bagi kalangan petani yang mampu untuk membeli pupuk anorganik. Manggis yang mendominasi semakin kuat akan meningkatkan peluang ancaman hama dan penyakit semakin besar.

KESIMPULAN

Kebun campuran telah mengalami perubahan mendasar dalam kurun waktu hampir 20 tahun. Perubahan biofisik yang terjadi berupa perubahan struktur dan komposisi tegakan serta perubahan rata-rata luas pemilikan kebun campuran per rumah tangga. Perubahan budidaya dari cara tradisional menjadi teknik intensif juga terjadi khususnya terhadap jenis pohon yang diutamakan. Perubahan- perubahan yang terjadi pada kebun campuran ini dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung oleh faktor-faktor tekanan penduduk, pasar, teknologi dan kebijakan.

Perubahan-perubahan pada kebun campuran terjadi melalui proses seleksi dan adaptasi yang dilakukan oleh petani terhadap lingkungannya. Keragaman jenis yang masih dipertahankan pemilik kebun khususnya jenis-jenis komersil merupakan strategi mereka untuk mengurangi risiko usaha kebun campuran sekaligus menjadi salah satu kunci keberlanjutan tegakan kebun campuran.

Eksistensi kebun campuran yang dinamis hingga saat ini tidak lain merupakan cara hidup petani di lahan kering. Peranan kebun campuran dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan sebuah ketergantungan penduduk lokal terhadap kebun campuran. Kontribusi kebun campuran dari aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek ekologi bagi kehidupan penduduk lokal secara mendasar menjadi kunci keberlanjutan kebun campuran hingga saat ini.

Tantangan bagi keberlanjutan kebun campuran antara lain dominansi jenis pohon yang diutamakan dan intensifikasi jenis, perubahan sosio profesi kaum muda, penguasaan lahan oleh orang-orang di luar komunitas lokal dan pengelolaan kebun campuran dalam konteks pengelolaan sebuah daerah aliran sungai. Dominansi yang semakin kuat atas suatu jenis komersil yang diutamakan dalam kebun campuran akan memperbesar peluang serangan hama dan penyakit meskipun petani tetap mempertahankan jenis komersil lainnya. Penggunaan pupuk anorganik sebagai salah satu aplikasi dari intensifikasi jenis akan mengancam kelestarian tanah dan air. Hal ini selanjutnya akan mengancam kelestarian tegakan kebun campuran itu sendiri.

Jumlah penduduk yang bertambah akan diikuti dengan luas pemilikan lahan yang menurun per rumah tangga. Luas areal pertanian umumnya dan kebun campuran khususnya yang menyempit tidak lagi efektif untuk dapat menyerap kapasitas tenaga kerja yang semakin bertambah dengan bertambahnya populasi. Hal ini mendorong kaum muda cenderung mencari pekerjaan ke luar desa dan secara perlahan ini akan mengancam terhadap keberlanjutan pengelolaan kebun campuran antar generasi.

Pemilikan lahan oleh orang-orang di luar komunitas lokal melalui sistem jual beli menyebabkan beralihnya status kepemilikan lahan dari penduduk lokal ke orang luar desa. Hal ini menyebabkan ada sebagian penduduk lokal yang menjadi pengelola kebun milik orang luar. Sebagian penduduk menyewa kebun tersebut untuk mengembangkan usahatani tanaman cepat menghasilkan seperti palawija atau sayur-sayuran. Hal ini berimplikasi terhadap keberlanjutan pengelolaan kebun campuran ditentukan oleh orientasi usaha penduduk luar desa.

Kebun campuran yang berada dalam sebuah daerah aliran sungai (DAS) memiliki peran penting dalam sistem tata hidrologi DAS. Banyak pihak menerima manfaat dari fungsi ekologi yang melekat pada kebun campuran sehingga keberlanjutan kebun campuran dalam konteks pengelolaan DAS dalam jangka panjang menjadi tanggungjawab bersama. Kebijakan yang mendorong terciptanya insentif bagi penduduk lokal untuk tetap mempertahankan kebun campuran merupakan hal yang perlu diperhatikan.

Optimalisasi kebun campuran sangat potensial untuk dilakukan melalui pemanfaatan ruang kebun campuran khususnya di lapisan bawah. Berbagai jenis tanaman potensial dapat dikembangkan pada lapisan bawah ini seperti jenis umbi- umbian atau temu-temuan. Optimalisasi kebun campuran dapat menjadi salah satu solusi untuk dapat menyerap kapasitas tenaga kerja yang ada.