BAB III DAMPAK KEHADIRAN PT AR MARTABE DI BATANG
3.2. Dampak Hadirnya PT AR Martabe
3.2.1. Dampak Positif Hadirnya PT AR Martabe
Menciptakan Lapangan Pekerjaan bagi Masyarakat yang berada di sekitar PT AR Martabe merupakan salah satu dampak positif yang dirasakan Masyarakat Batang Toru.
PT AR Martabe telah menjanjikan kepada masyarakat Batang Toru akan menerima putra/putri daerah sebanyak 70% untuk menjadi karyawan di PT AR Martabe. Pada saat itu PT AR Martabe menepati janji dengan menerima masyarakat Batang Toru untuk bekerja di PT AR Martabe. Pekerja yang diterima tidak hanya pemuda-pemudi, tapi berlaku bagi semua orang baik yang sudah berkeluarga, tidak mempunyai pendidikan atau tidak tamat sekolah.
Banyak warga Batang Toru yang bekerja di PT AR Martabe, pekerjaan yang ditawarkan antara antara lain seperti, juru masak, membawa alat berat, petugas keamanan, supir, membangun bangunan-bangunan untuk produksi, menanam pohon lainnya. Diterimanya masyarakat bekerja di PT AR Martabe sehingga membuat pendapatan masyarakat bertambah. Pendapatan yang mereka terima perbulan mencapai Rp.3.000.000,00 – Rp.5.000.000,00 per bulan. Pendapatan yang besar dan pekerjaan yang tidak berat karena pekerjaan mereka sangat memperhatikan keselamatan dan kenyamanan bekerja karyawannya.
Masyarakat Batang Toru yang bekerja di PT AR Martabe menganggap sepele pekerjaan mereka sehingga mereka bekerja bermalas-malasan dan tidak dipergunakan dengan baik oleh masyarakat Batang Toru yang bekerja di PT AR Martabe. Seorang
informan saya “HL (28)” yang pernah bekerja di PT AR Martabe bercerita mengenai cara mereka bekerja waktu di PT AR Martabe, HL mengatakan:
“Waktu karejo hami ditambang na tagian do da dek, tai ima loak nai pada saat i, baru mangarasoi tagina karejo, malosok ma hami karejo, manitip absen kehe ma hami makkail, anggo inda masuk do hami dek tai inda karejo ami, ami baen ma parsionjapan di toru ni pipa-pipa na godang, disi ma ami modom, manelpon gandak na be, marganja, sampe-sampe manonton bokep karejo name dek. (waktu kami kerja ditambang dek, enak rasanya, tapi kami bodoh, baru merasakan kerja yang enak kami malah jadi malas bekerja, kami titip absen pergi memancing, kalau tidak kami membuat tempat persembunyian dibawah pipa-pipa besar,disitu kami tidur, nelpon pacar, berganja bahkan menonton bokep).”
Tidak semua putra daerah yang bekerja di PT AR Martabe bermalas-malasan bekerja. Pekerja yang rajin menjadi pekerja tetap di PT AR Martabe. Informan saya yang telah menjadi karyawan tetap Erwin (30) mengataka:
“karejo di tambang i momo didokkon inda, susah pe inda. Au marusaho do au karejo pade, anggo bisa inda adong libur kecuali terpaksa, marun pe au anggo leng tarpaksaon karejo do au i, marusaho do au inda jungada tarlambat, on ma Alhamdulillah hasilna dongan-dongan bahat di “dirumahkan” au ditarimo jadi karyawan tetap, sampe tong bisa au mambuat boru pake hepengku sendiri, sapai ma kakakmu (istri Erwin). (kerja di tambang itu mudah tidak, susah juga tidak, saya berusaha bekerja dengan baik, tidak pernah libur, jika sakit kalau masih bisa saya paksakan bekerja, saya juga berusaha agar tidak terlambat bekerja, Alhamdulillah dongan-dongan bahat na dirumahkan(dipecat) saya jadi pekerja tetap, sampai bisa mengumpulkan duit sendiri untuk menikah, kalau tidak percaya tanya kakakmu (istri Erwin)”.
PT AR Martabe telah memberikan lapangan pekerjaan kepada banyak masyarakat di Batang Toru tapi banyak pula masyarakat yang bekerja tidak memanfaatkan pekerjaan mereka dengan baik, sehingga sedikit demi sedikit PT AR Martabe memanggil karyawan-karyawan yang malas bekerja dan tidak benar-benar bekerja dan memecat
mereka, sehingga banyak pula masyarakat Batang Toru yang kehilangan pekerjaan mereka dan tidak mempunyai pekerjaan yang bagus lagi.
Informan saya seorang ibu dari karyawan tambang yang telah dipecat Asna (56) bercerita tentang putranya MN:
“Waktu karejo amang boru mu ditambang nalosokan ia karejo, sering manitip absen, sering inda karejo, sannari jadi supir motor ma ia, manyosal di dabu lamaran mulaki inda ra tambang manarimo na be, anak dohot adaboru nia pe mangan tu bagas ku doma. (waktu amang boru mu kerja ditambang dia malas kerja sering titip absen sering tidak kerja dan sekaran jadi supir kerjaannya, anak istrinya makan pun kerumah saya)”.
3.2.1.2.Meningkatnya Pendapatan Masyarakat
Selain menciptakan lapangan pekerjaan PT AR Martabe juga memberikan meningkatkan pendapatan masyarakat yang tidak bekerja di PT AR Martabe.
Peningkatan pendapatan masyarakat dilihat dari banyaknya usaha-usaha masyarakat yang berdiri setelah hadirnya PT AR Martabe. PT AR Martabe memberikan dampak tidak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat yang ada di Batang Toru. Dampak yang tidak langsung yaitu bertambahnya pendapatan masyarakat melalui sirkulasi barang dan jasa yang digunakan oleh karyawan PT AR Martabe. Hal ini terjadi karena permintaan masyarakat yang semakin meningkat dan belanja kebutuhan operasi dan karyawan PT AR Martabe.
Setelah berdirinya PT AR Martabe banyak rumah kost dan hotel-hotel di Batang Toru. Rumah kost dan Hotel menjadi tempat tinggal bagi karyawan PT AR Martabe yang
bertempat tinggal di luar daerah. Seperti hotel yang berada di Wek II setiap hari selalu ada karyawan PT AR Martabe yang menginap di hotel tersebut. Hotel-hotel biasanya menjadi tempat menginap karyawan PT AR Martabe yang mempunyai kedudukan tinggi di PT AR Martabe. Sedangkan rumah kost-kostan biayanya lebih murah dibandingkan menginap dihotel. Rumah kost kebanyakan ditempati karyawan biasa yang tempat tinggalnya jauh dari PT AR Martabe yang tidak bisa pulang pergi. Pendapatan masyarakat meningkat dengan adanya kost dan hotel. Masyarakat menyediakan tempat istirahat dan tempat tinggal untuk karyawan PT AR Martabe yang rumahnya jauh dari PT AR Martabe.
3.2.1.3.Banyak Berdiri Toko Obat dan Bengkel
Di Batang Toru banyak di jumpai toko obat atau apotik. Toko obat selain untuk memenuhi permintaan masyarakat toko obat juga menyediakan keperluan bagi PT AR Martabe. PT AR Martabe memerlukan obat-obat yang digunakan untuk keperluan karyawan, biasanya karyawan PT AR Martabe membeli obat dengan jumlah yang banyak. Seperti saat peneliti berada di salah satu toko obat yang ada di pasar Batang Toru ada dua orang membeli obat-obat seperti infus, banyak obat lagi yang diborong oleh dua orang tersebut. Saat itu mereka tidak memakai baju khas dari karyawan PT AR Martabe, setelah kedua orang itu pergi peneliti bertanya kepada karyawan di toko obat tersebut, Desi (20), dia mengatakan:
“par tambang doi kak, biasa do halai manabusan ubat dison, tardokkon piga kali sapoken halai manabusi ubat dison. Sakali manabusi ubat bahat-bahat doi kak, halai ma termasuk langganan nami kak, lumayan
langsung manambah stok hami”,(karyawan tambang itu ka, mereka biasa membeli obat disini, bisa dibilang beberapa kali seminggu mereka membeli obat disini, sekali beli obat mereka membeli banyak kak, mereka termasuk langganan kami, lumayan lah kak kalau mereka, sekali belanja kami bisa langsung menambah stok obat).
Selain toko obat setelah hadirnya PT AR Martabe banyak bertambah bengkel-bengkel masyarakat. Bengkel motor dan mobil banyak dijumpai di sepanjang jalan di Batang Toru terutama di sekitar lokasi berdirinya PT AR Martabe. Bengkel selalu ramai oleh kendaraan roda dua karena pendapatan masyarakat yang sudah semakin meningkat dan banyaknya masyarakat yang mempunyai sepeda motor sehingga banyak berdiri bengkel untuk sepeda motor. Selain bengkel untuk sepeda motor ada juga bengkel mobil yang langganannya biasanya adalah mobil dari PT AR Martabe. Jika dilihat bengkel-bengkel yang ada di Batang Toru biasanya tidak pernah sepi oleh pelanggan bengkel-bengkel.
3.2.1.4.Banyaknya Tempat Makan dan Mini Market
Setelah hadirnya PT AR Martabe di Batang Toru sekarang Batang Toru sudah seperti sebuah kota yang sangat hidup. Banyaknya dijumpai para pedagang di sepanjang jalan di Batang Toru. Sepanjang jalan di Batang Toru akan banyak dijumpai tempat makan dan mini market. Tempat makan yang dijumpai seperti masyarakat yang membuka rumah makan padang, nasi uduk, warung bakso, café-café dan masih banyak lainnya. Banyaknya tempat makan di Batang Toru menambah pendapatan masyarakat.
karena pendapatan masyarakat yang berubah dan gaya hidup yang masyarakat juga sudah berubah. Selain itu banyaknya tempat makan di Batang Toru tidak lepas dari kehadiran PT AR Martabe di Batang Toru.
Karyawan PT AR Martabe banyak membeli makan biasanya pada saat jam makan siang atau istirahat. Dapat dilihat di Batang Toru pada sekitar jam 12.00-13.00 akan banyak karyawan dari PT AR Martabe yang membeli makan di tempat-tempat makan yang ada di Batang Toru. Banyaknya karyawan PT AR Martabe dapat dilihat dari pakaian mereka yang khas yaitu berwarna orange. Selain pada saat jam istirahat karyawan PT AR Martabe juga akan banyak dijumpai membeli makanan pada sore hari sesudah jam kerja telah selesai.
Selain banyaknya tempat makan di Batang Toru banyak mini market atau grosir.
Mini market akan dijumpai di sekitar PT AR Martabe dan grosir-grosir besar. Grosir dan Mini market untuk memenuhi kebutuhan karyawan. Setiap mini market dan grosir selalu banyak dijumpai karyawan PT AR Martabe yang membeli di Grosir-grosir dan mini market yang ada di Batang Toru. Selain karyawan PT AR Martabe masyarakat di Batang Toru juga memanfaatkan Mini market dan Grosir untuk keperluan sehari-hari mereka
3.2.2. Dampak Negatif Hadirnya PT AR Martabe