BAB III DAMPAK KEHADIRAN PT AR MARTABE DI BATANG
4.4. Tanggapan Masyarakat Setelah Terjadinya Konflik dengan PT
Penolakan masyarakat Kecamatan Muara Batang Toru dan Kecamatan Batang Toru atas pembuangan limbah PT AR Martabe ke Sungai Batang Toru berakhir dengan tindakan kekerasan yang dilakukan masyarakat. Tindakan masyarakat yang menyebabkan kerusakan pada kantor polisi, kantor camat Batang Toru dan kantor camat Muara Batang toru membuat masyarakat banyak yang ditangkap dan penduduk laki-laki banyak yang lari ke hutan dan melompat kesungai untuk menyelamatkan diri dari penangkapan yang dilakukan polisi. Setelah terjadinya konflik membuat masyarakat di Batang Toru menjadi sangat ketakutan dan suasana sangat mencekam. Penolakan masyarakat terhadap pembuangan limbah menyebabkan keadaan di Batang Toru untuk beberapa saat tidak
aman. Masyarakat merasa tidak nyaman karena banyak keluarga mereka yang melarikan diri dari Batang Toru.
Setelah terjadinya konflik besar yang menyebabkan penangkapan beberapa orang masyarakat dan suasana di Batang Toru sangat mencekam. Masyarakat merasa tidak ada lagi gunanya masyarakat untuk menolak pembuangan limbah ke Sungai Batang Toru.
Tidak ada gunanya untuk menolak lagi pembuangan limbah PT AR Martabe, karena masyarakat menolak secara baik-baik tidak melakukan kekerasan tidak ada di tanggapi oleh pemerintah dan PT AR Martabe. Saat masyarakat melakukan tindakan kekerasan masyarakat yang disalahkan dan masyarakat yang ditangkap oleh polisi yang menyebabkan beberapa orang di siksa di Kantor Polisi, beberapa orang tidak diketahui dimana karena melarikan diri ke hutan dan melompat ke Sungai Batang Toru.
Untuk sekarang ini masyarakat hanya bisa menerima pembuangan limbah ke Sungai Batang Toru. Masyarakat tidak lagi melakukan penolakan hanya menerima saja karena tidak ada gunanya lagi masyarakat melakukan penolakan, pemerintah tidak ada yang berpihak kepada masyarakat dan PT AR Martabe terlalu mempunyai kekuatan untuk dilawan oleh masyarakat. Sekarang masyarakat tidak lagi mempunyai kepercayaan kepada pemerintah dan PT AR Martabe. Masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menolak pembuangan limbah.
Terjadinya konflik antara masyarakat Kecamatan Batang Toru dan Kecamatan Muara Batang Toru dengan PT AR Martabe membuat masyarakat hanya bisa membiarkan saja apa yang dilakukan PT AR Martabe. Selain itu setelah adanya
penyelesaian konflik oleh PT AR Martabe masyarakat menerima dan berharap tidak akan terjadi lagi kejadian yang menyebabkan Batang Toru mencekam dan tidak aman selama dua bulan. Laki-laki yang melarikan diri membuat banyak keluarga yang tidak memiliki kepala keluarga, dan laki-laki dewasa di Batang Toru sangat susah di jumpai.
Penolakan masyarakat yang berujung konflik untuk sekarang ini masyarakat hanya menerima dan mengawasi pembuangan limbah serta menunggu janji dari PT AR Martabe, seperti diterima Bekerja di PT AR Martabe, perpanjangan pipa PT AR Martabe ke Tor Sibusuk. Tapi pengakuan masyarakat sampai saat ini setelah berlangsung pembuangan limbah ke Sungai Batang Toru belum ada terlihat PT AR Martabe Akan melakukan perpanjangan pipa. Masyarakat akan mempertanyakan mengenai perpanjangan pipa dan akan menerima pembuangan limbah ke PT AR Martabe.
BAB V
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Indonesia merupakan salah satu Negara yang banyak mempunyai sumber daya alam. Sumber daya alam yang ada di Indonesia berupa sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. Pertambangan merupakan salah satu sumber kekayaan Negara Indonesia yang tidak dapat diperbaharui. Di Indonesia banyak berdiri perusahaan-perusahaan tambang untuk mengekplorasi sumber daya alam Indonesia.
Sektor pertambangan diharapkan dapat menambah kegiatan perekonomian bangsa Indonesia. Banyaknya sektor pertambangan berdiri di seluruh Indonesia yang bertujuan agar tercapai kemakmuran kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Kehadiran perusahaan tambang di Indonesia diharapkan bisa menambah pendapatan Negara Indonesia dan menambah pendapatan masyarakat yang berada di daerah sekitar berdirinya perusahaan tambang. Selain diharapkan bisa memberikan dampak yang positif kehadiran tambang memberikan dampak negatif, antara lain menimbulkan konflik antara masyarakat dengan perusahaan tambang. Banyak terjadi konflik antara masyarakat yang berada disekitar wilayah tambang. Konflik terjadi hampir diseluruh Indonesia antara masyarakat dengan perusahaan tambang. Penyebab konflik
antara lain kerusakan sumber daya alam, terjadinya kesenjangan antara masyarakat, dan perebutan tanah adat oleh perusahaan tambang terhadap tanah adat masyarakat.
Konflik yang terjadi antara masyarakat dengan perusahaan tambang terjadi di Tapanuli Selatan yaitu konflik yang terjadi antara masyarakat Kecamatan Batang Toru dan Kecamatan Muara Batang Toru dengan PT AR Martabe. PT AR Martabe merupakan salah satu perusahaan tambang besar di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan emas. Konflik yang terjadi antara masyarakat dengan PT AR Martabe karena pembuangan limbah sisa produksi dari PT AR Martabe akan dibuang ke Sungai Batang Toru. Penolakan dilakukan masyarakat karena masyarakat mengatakan bahwa tidak ada pemberitahuan dari PT AR Martabe terkait pembuangan limbah ke Sungai Batang Toru.
Masyarakat mengetahui bahwa limbah akan dibuang ke laut bukan ke Sungai Batang Toru.
Penyebab terjadinya konflik antara masyarakat dengan PT AR Martabe selain penolakan dibuangnya limbah ke Sungai Batang Toru, yang menyebabkan kemarahan masyarakat adalah adanya penipuan surat-surat Amdal oleh PT AR Martabe untuk memudahkan PT AR Martabe membuang limbah ke Sungai Batang Toru. Selain adanya cacat hukum, masyarakat juga kecewa kepada PT AR Martabe karena janji PT AR Martabe untuk mempekerjakan putra daerah tidak diwujudkan. Masyarakat merasa dibohongi oleh PT AR Martabe.
Penolakan yang dilakukan agar limbah tidak dibuang ke Sungai Batang Toru berupa demonstrasi, pembakaran peralatan PT AR Martabe dan pengrusakan kantor
pemerintahan yang dilakukan oleh masyarakat. Pembakaran yang dilakukan masyarakat terhadap peralatan PT AR Martabe merupakan suatu ancaman yang dilakukan masyarakat bahwa masyarakat bisa melakukan hal yang lebih parah lagi jika PT AR Martabe terus melanjutkan pembuangan limbah ke Sungai Batang Toru.
Pembakaran kantor pemerintahan dilakukan masyarakat karena pemerintah tidak ada yang berpihak kepada masyarakat. Pembakaran kantor polisi dan kantor camat merupakan puncak dari kemarahan masyarakat yang tidak dihiraukan permintaannya.
Konflik besar yang terjadi pada tanggal 30 Oktober 2012 menjadi aksi puncak kemarahan masyarakat. Kerusuhan yang terjadi pada saat itu dimulai hanya beberapa orang saja, tapi setelah adanya pembubaran paksa oleh pihak keamanan masyarakat yang melakukan aksi semakin bertambah. Hal itu dilakukan sebagai aksi solidaritas masyarakat untuk saling mendukung keinginan mereka. Setelah terjadinya konflik tersebut PT AR Martabe membuat perjanjian untuk menenangkan masyarakat, yaitu perpanjangan pipa akan dilakukan dalam waktu 8 bulan, masyarakat diajak bekerja di PT AR Martabe, pemberian bantuan yang menjadi kewajiban PT AR Martabe kepada desa-desa yang termasuk lingkar tambang.
Pembuangan limbah ke Sungai Batang Toru masyarakat tidak lagi menolak pembuangan limbah, tapi masyarakat mengharap PT AR Martabe dan pemerintah menepati janji mereka. Masyarakat sekarang tidak terlalu peduli kehadiran PT AR Martabe tapi masyarakat akan terus melakukan pengawasan terhadap PT AR Martabe
mengenai pembuangan limbah ke Sungai Batang Toru. Setelah terjadinya konflik masyarakat sudah kehilangan kepercayaan kepada Pemerintah dan PT AR Martabe.
5.2. Saran
Berdasarkan penjelasan dari bab-bab yang ada hasil penelitian dan kesimpulan maka peneliti menyarankan beberapa hal sebagai berikut:
• Bagi pemerintah agar lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan saling memberikan yang terbaik bagi pemerintahan daerah, perusahaan dan masyarakat disekitar perusahaan
• Bagi perusahaan agar lebih memperhatikan masyarakat yang ada di sekitar perusahaan bukan hanya mencari keuntungan saja
• Bagi masyarakat agar lebih pandai, lebih pintar menghadapai perusahaan dan pemerintah, jangan cepat-cepat tergiur janji-janji perusahaan dan pemerintah, harus difikirkan apa yang akan terjadi nantinya dikemudian hari
• Bagi akademisi agar lebih banyak mempelajari mengenai konflik-konflik masyarakat dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia, khususnya bidang Antropologi, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah dan juga untuk menambah literature di bidang Antropologi Fisip USU.
DAFTAR PUSTAKA
Bungin, Burhan
2007 Penelitian Kualitatif.Jakarta:Prenada Group
Engle A, Korf B
2005 Teknik-Teknik Perundingan dan Mediasi untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam. Roma: FOA
HS, Salim
2012 Hukum Pertambangan Mineral dan Batubara. Jakarta: Sinar Grafika
HS,Salim
2013 Hukum Penyelesaian Sengketa Pertambangan di Indonesia.
Bandung: Pustaka Reka Cipta Ihromi, T.O
1993 Antropologi Hukum:Sebagai Bunga Rampai. Jakarta: Yayasan Obor
Keraf, A Sonny
2010 Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup Global. Yogyakarta: Media Group
Maimunah, Siti
2012 Negara Tambang dan Masyarakat Adat. Malang: Instrans Publishing
Marzali, Amri
2012 Antropologi dan Kebijakan Publik, Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Moleong, Lexy J
2006 Metodologi Penelitian Kualitatif:Edisi Revisi, Bandung PT.RemajaRosdakarya
Rosadi, Otong
2012 Hukum Ekologi dan Keadilan Sosial, Dalam Perenungan Pemikiran ( Filsafat) Hukum, Yogyakarta: Thafa Media
Saifuddin, Ahmad Fedyani
2005 Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritis Mencapai Paradigma, Jakarta: Prenada Media
Sarwono, Sarlito Wirawan
1987 Masalah-Masalah Kemasyarakatan di Indonesia, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Sobirin, Mokh
2010 “Menjaga Air Tetap Mengalir: Politik Air Dalam Skema Industrialisasi Pati Selatan”. Bencana Industri: Relasi Negara,
Perubahan dan Masyarakat Sipil, eds. Heru Prasetia dan Bosman Batubara, Jakarta: Desantara
Soekanto, Soerjono
1990 Sosiologi Sebagai Suatu Pengantar, edisi Keempat, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Sumber lain:
• “Pengertian pertambangan dan contoh masalah pertambangan.”
http://pabrisianturi.blogspot.com/2012/11/pengertian-pertambangan-dan-contoh.html, (diakses 19032013, 21.56 wib)
• “lembaga pengembangan masyarakat Amungme dan Komoro”.
(http://www.lpmak.org/about_us/amungme, diakses tanggal 04 april 2013, pukul 22.21 wib)
• “Polri di Tengah Konflik Warga-Investor”.
http://www.analisadaily.com/news/2013/6308/polri-di-tengah-konflik-warga-investor/ (diakses tanggal 4 april 2013, pukul 22.35 wib)
• “PT Agincourt Resources Martabe merupakan Kontrak Karya generasi keenam ("KK") dari G-Resources Group Limited perusahaan asal Hongkong.yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang tambang emas.” http://www.g-resources.com/ (diakses tanggal 21 maret 2013, pukul 22.38wib)
• http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30467/5/Chapter%20I.pdf (diakses tanggal 21 maret 2013, pukul 22.40 wib)
• “Masyarakat, Sungai Batang Toru dan Limbah Tambang Emas.” http://ina-has.blogspot.com/2013/01/tambang-emas-pt-agincourt-resources-dan.html (diakses tanggal 22 maret 2013, pukul 01.22 wib)
• Sengketa Berdarah Lahan dan Tambang,
http://www.portalkbr.com/berita/saga/2414043_4216.html, (diakses tanggal 25 maret 2013, pukul 00.51 wib)
• http://duniakomputermuarabatangtoru.blogspot.com/2012/08/berita-kecamatan-muara-batangtoru.html (diakses tanggal 22 maret 2013 pukul 01.13)
Perundang-Undangan
• Undang-Undang no 4 tahun 2009 tentang pertambangan Sumber lain:
• Tambang Emas Martabe (Bermitra Membangun Ketahanan Ekonomi Untuk Masyarakat Batang Toru Mandiri
LAMPIRAN FOTO
Foto : Keadaan Sungai Batangtoru Sumber : Dokumentasi pribadi
Foto : masyarakat yang melakukan aksi Demo di PT AR Martabe Sumber : Dokumentasi pribadi
Foto :Foto bekas pembakaran pipa PT AR dan Sawit yang dibakar masyarakat
Sumber : Dokumentasi pribadi
LAMPIRAN Interview Guide
Data Daftar pertanyaan informan
1. Latar belakang terjadinya konflik
1. Aktifitas apa yang anda lakukan di sungai Batang Toru?
2. Sejak kapan anda mengetahui limbah akan dibuang ke Sungai Batang Toru?
3. Apakah ada pemberitahuan dari AR Martabe akan dibuangnya limbah ke Sungai Batang Toru?
4. Hal-hal apa saja yang mendorong anda untuk melakukan aksi demo?
5. Bagaimana tanggapan anda dibuangnya limbah ke sungai
1. Mengapa limbah dibuang ke sungai Batang Toru?
2. Apakah ada pemberitahuan dari perusahaan kepada masyarakat mengenai pembuangan limbah diSungai Batang Toru?
3. Tindakan apa yang dilakukan perusahaan saat masyarakat melakukan aksi demo?
4. Apakah perusahaan meredam konflik dengan masyarakat?
PT.AR.Martabe
2.
Respon terhadap konflik
1. Mengapa masih melakukan demo sedangkan PT AR
Martabe sudeh mempunyai surat izin dari Bupati?
2. apa-apa saja tuntutan saat melakukan aksi demo?
Masyarakat
Respon terhadap konflik
3. Hal Apa yang menyebabkan masyarakat bisa menjadi sangat
1. Apa tanggapan perusahaan saat masyarakat melakukan aksi demo?
2. Tindakan apa yang dilakukan saat masyarakat merusak
peralatan-peralatan perusahaan?
3. Kenapa perusahaan tidak memenuhi permintaan
masyarakat agar limbah tidak dibuang ke sungai Batang Toru?
4. Apakah ada dampak dari demo masyarakat terhadap kegiatan perusahaan?
PT AR Martabe
3. Penyelesaian
1. Tindakan apa yang dilakukan masyarakat setelah terjadinyan konflik?
2. Apakah dampak yang dirasakan masyarakat setelah terjadinya konflik?
3. Bagaimana proses penyelesaian konflik antara masyarakat dengan PT AR Martabe?
4. Apa tindakan PT AR Martabe setelah terjadinya pengrusakan dari masyarakat?
5. Apakah ada perubahaan terhadap aktifitas masyarakat setelah dibuangnya limbah kesungai Batang Toru?
Masyarakat
1. Tindakan apa yang dilakuakan perusahaan mengenai terhadap pengrusakan yang dilakukan
PT AR Martabe
oleh masyarakat?
2. Bagaimana proses penyelesaian konflik antara perusahaan dengan masyarakat?
3. Bagaimana dampak dari terjadinya konflik terhadap
Pekerjaan : Karyawan PT AR Martabe 6. Nama : Gadih S
Umur : 50 Tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga 7. Nama : Putri Srg
Umur : 23 Tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pekerjaan : Karyawan PT AR Martabe 15. Nama : A.S