• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM KECAMATAN BATANG TORU

2.2. Gambaran Umum Kecamatan Muara Batang Toru

2.2.4. Sarana dan Prasarana Kecamatan Muara Batang Toru

Berdasarkan hasil Statistik daerah Kecamatan Muara Batang Toru tahun 2012, Masyarakat Kecamatan Muara Batang Toru tingkat penduduk yang masih sekolah sekitar 24,20% dari total jumlah penduduk yang ada. Tingkat pendidikan masyarakat Batang Toru masih lebih tinggi untuk Sekolah Dasar. Sekolah SD sederajat yang masih sekolah adalah 17,07%, SLTP/Sederajat 5,82%, SLTA/Sederajat 1,31%. Pada umumnya tingkat pendidikan laki-laki yang sekolah lebih banyak dibandingkan dengan perempuan.

TABEL 4

Jumlah Sekolah dan Jumlah Siswa Kecamatan Muara Batang Toru

NO TINGKAT

PENDIDIKAN JUMLAH JUMLAH SISWA

LAKI-LAKI PEREMPUAN

1 SD/Sederajat 9 unit 1011 951

2 SLTP/Sederajat 3 unit 338 331

3 SLTA/Sederajat 1 unit 82 69

Jumlah 13 unit 1431 1351

Sumber : Kecamatan Muara Batang Toru 2012

Tingkat pendidikan di Kecamatan Muara Batang Toru masih rendah, jumlah laki-laki yang sekolah masih lebih tinggi di bandingkan jumlah perempuan yang sekolah, dapat di lihat dari table di atas. Jumlah sekolah di Kecamatan Muara Batang Toru juga sangat sedikit. Banyak dari pemuda-pemudi dari Kecamatan Muara Batang Toru yang sekolah siluar Kecamatan Batang Toru, Seperti Kecamatan Batang Toru, Kecamatan Angkola Barat dan Kota Padang Sidimpuan.

2.2.4.2. Sarana Kesehatan

Dari data Statistik Kecamatan Muara Batang Toru, Penyakit yang di derita penduduk Kecamatan Muara Batang Toru yaitu Malaria klinis (24,80%), kemudian diikuti dengan penyakit Hypertensi (23,43%), berikutnya penyakit Influenza (15,23%), Disentri (11,13%), Tbc dan Bta klinis (7,81%), Batuk Rejan (5,46%), Bronkitis (5,07%), Diare dan Kolera (4,88%), Campak (1,17%), Tbc Paru Bta Positif sebesar (0,78%) serta penyakit gigitan hewan tersangka Rabies (0,19%). Tingkat Kesehatan penduduk masih rendah jika dilihat dari jenis penyakit yang diderita penduduk.

Sarana kesehatan yang terdapat di Kecamatan Muara Batang Toru, yaitu:

Puskesmas 1 unit, Puskesmas pembantu 2 unit , Posyandu 18 unit. Untuk jumlah tenaga kerja kesehatan terdiri dari Dokter 3 orang, Bidan 25 orang dan perawat 3 orang.

Berdasarkan statistik tahun 2011, dari 11 ribu lebih penduduk di Kecamatan Muara Batang Toru hanya dilayani oleh 2 dokter dan 29 tenaga paramedis lainnya dan tidak ada peningkatan dari tahun sebelumnya.

2.2.4.3. Sarana Transportasi

Sarana transportasi menuju Kecamatan Muara Batang Toru tidak banyak.

Mayoritas penduduk di Kecamatan Muara Batang Toru mempunyai Sepeda Motor sendiri yang digunakan sebagai kendaraan menuju luar Kecamatan. Sarana Transportasi umum untuk sampai di Kecamatan Muara Batang Toru tidak setiap hari ada. Mobil umum jenis L 300 merupakan satu-satunya kendaraan menuju Kecamatan Batang Toru. Kendaraan Umum banyak di Kecamatan Muara Batang Toru hanya pada hari Senin saja. Karena hari senin merupakan hari pekan di Ibu Kota Kecamatan Muara Batang Toru yaitu Hutaraja.

Pada hari senin banyak orang-orang dari luar Kecamatan Hutaraja yang datang untuk berjualan dan berbelanja, sehingga kendaraan umum banyak pada hari senin.

Kondisi jalan sebagai salah satu sarana pendukung transportasi di kecamatan muara batang toru sangat mempengaruhi keadaan transportasi. Pada tahun 2011 kondisi fasilitas jalan khususnya jalan darat sudah cukup membaik. dari panjang jalan kabupaten 41,81 km di Kecamatan Muara Batang toru 45,54 persen kondisinya baik, kondisi sedang (16,98 persen), kondisi rusak (25,93 persen) dan kondisi rusak berat (11,55 persen). dari total panjang jalan yang ada, 18,30 persen sudah diaspal, 27,27 persen sudah di batu onderlag dan 54,44 persen permukaan jalan masih tanah. Untuk sampai di Kecamatan Muara Batang Toru akan melewati jalan-jalan yang rusak dan masih jalan tanah dengan batu-batu besar.

2.2.4.4. Sarana Komunikasi

Sarana Komunikasi di Kecamatan Muara Batang Toru bisa menggunakan telepon seluler, untuk sebagian daerah saja di Kecamatan Muara Batang Toru. Operator yang

tersedia hanya jaringan TELKOMSEL. Sudah banyak masyarakat yang menggunakan telepon seluler sabagai sarana Komunikasi mereka.

2.2.4.5. Sarana Pariwisata

Potensi Pariwisata di Kecamatan Muara Batang Toru berupa pantai yang belum banyak diketahui orang banyak, pantai yang masih belum terjamah yaitu Pantai Barat.

Pantai barat merupakan pantai yang belum dikelola dan masih sangat alami, sudah banyak orang yang berwisata di Pantai Barat tersebut, tapi karena ada kejadian perkelahian antara pengunjung pantai dengan penduduk Kecamatan Muara Batang Toru masyarakat sudah jarang datang ke Pantai Barat tersebut karena terjadinya perkelahian yang menyebabkan banyak orang luka-luka.

Selain Pantai Barat ada Danau yang menjadi tempat kunjungan wisata yaitu Danau Sitapak di Desa Bandar Hapinis. Karena kondisi Danau yang tidak terawat membuat Danau tersebut tidak terurus pengunjung yang datang juga sangat sedikit, dan Danau Sitapak lebih sering di menjadi tempat pemandian Sapi-Sapi Masyarakat.

BAB III

DAMPAK KEHADIRAN PT AGINCOURT RESOURCES MARTABE DI BATANG TORU

3.1. Sikap dan Pandangan Masyarakat terhadap hadirnya PT AR Martabe di

Batang Toru

Hadirnya kegiatan pertambangan di Kecamatan Batang Toru sudah banyak merubah kehidupan masyarakat yang berada disekitarnya. Perubahan bermula pada tahun 90-an dimana perusahaan tambang membeli kebun karet yang dimiliki masyarakat dengan harga yang tinggi. Perusahaan pada saat itu masih melakukan penelitian dan belum melakukan kegiatan membangun. Pada saat itu masyarakat banyak yang beralih pekerjaan karena sudah tidak mempunyai kebun lagi karena sebagian masyarakat bekerja dikebun karet tersebut. Banyak dari warga di kecamatan Batang Toru yang naik haji tapi kehilangan mata pencaharian sehari-hari. Walaupun seperti itu Kehadiran tambang pada saat itu disambut baik oleh masyarakat di Kecamatan Batang Toru.

Kegiatan pertambangan yang terjadi di Batang Toru banyak memberikan dampak positif kepada masyarakat yang ada disekitar perusahaan tambang. PT AR Martabe banyak membuat program-program untuk membantu masyarakat, seperti membangun parit-parit untuk mengaliri air ketempat pemandian umum maysarakat, PT AR Martabe membangun perpustakaan, mengadakan cek kesehatan kepada masyarakat selama satu bulan sekali, memberikan sunat massal gratis kepada anak-anak.

Berdirinya perusahaan tambang di Desa Aek Pining Kecamatan Batang Toru disambut baik oleh sebagian masyarakat dan sebagian masyarakat lain tidak menerima.

Tapi karena sudah ada izin dari pemerintah dan sebagian masyarakat yang menolak tidak bisa berbuat apa-apa, kareno mereka menolak pun tidak ada gunanya. Selama berdirinya PT AR Martabe banyak memberikan manfaat masyarakat yang ada disekitar perusahaan tambang tidak ada merasa keberatan.

Kehadiran PT AR Martabe tidak lepas dari adanya dampak yang akan dirasakan Masyarakat. Dampak yang dirasakan masyarakat bisa berupa dampak positif dan negatif, sehingga menimbulkan macam-macam reaksi dari Masyarakat. Masyarakat yang paling merasakan dampak hadirnya PT AR Martabe di Kecamatan Batang Toru adalah Masyarakat yang paling dekat lokasi PT AR Martabe. PT AR Martabe berada di Kelurahan Aek Pining. Jarak dari Kelurahan Aek Pining menuju pusat Kecamatan hanya 3,70 km, sehingga yang merasakan dampak dari adanya PT AR Martabe hanya desa dan kelurahan yang dekat dengan Kelurahan Aek Pining yaitu Desa Napa, Kelurahan Wek 1, Wek II, Wek III, Wek IV, Desa Telo, Sumuran. Tidak semua Desa/Kelurahan yang ada di Kecamatan Batang Toru tidak terlalu merasakan dampak kehadiran PT AR Martabe.

Irfan Arif dalam Salim,2012 hal.70-71 mengemukakan manfaat kegiatan pertambangan yaitu manfaat ekonomi dibagi menjadi dua bagian yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. Manfaat langsung yaitu keuntungan yang dirasakan baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat.

Manfaat langsung meliputi:

1. Penerimaan Pajak dan Royalti

Kontribusi pajak dan royalti bagi pemerintah pusat dan daerah. Kontribusi tersebut menjadi sumber dana pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.

2. Penciptaan Lapangan Kerja

Rekrutmen masyarakat lokal dan daerah akan meningkatkan pendapatan perkapita, kualitas hidup dan keterampilan masyarakat.

Manfaat tidak langsung merupakan manfaat tidak dinikmati secara langsung oleh masyarakat, namun masyarakat bisa menikmati dan merasakan akibat adanya kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Manfaat tidak langsung kegiatan pertambangan antara yaitu:

1) Sirkulasi Barang dan Jasa

Belanja Kebutuhan Operasi dan Karyawan akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

2) Pembangunan Infrastruktur

Keberadaan kegiatan pertambangan akan di ikuti dengan pembangunan infrastruktur lain, rumah sakit, sekolah, jalan, sarana ibadah dan lainnya.

3) Munculnya usaha pendukung

Lokasi tambang akan melahirkan usaha pendukung pangan, sandang untuk karyawan.

Sedangkan dampak negatif dari keberadaan perusahaan tambang meliputi:

1. Timbulnya konflik/sengketa antara masyarakat dengan perusahaan tambang dan pemerintah daerah.

2. Menurunnya moral masyarakat

3. Melonjaknya harga bahan kebutuhan sehari-hari 4. Menyababkan kerusakan lingkungan.

Kegiatan pertambangan yang dilakukan PT AR Martabe banyak memberikan dampak kepada masyarakat yang ada disekitarnya. Dampak yang dirasakan masyarakat berupa dampak positif dan dampak negatif. dampak positif yang dirasakan masyarakat hanya berupa manfaat ekonomi. Masyarakat Batang Toru mengharapkan kehadiran PT AR Martabe dapat merubah kehidupan mereka. Tapi dampak positif yang dirasakan masyarakat akan selalu berbarengan dengan adanya dampak negatif. Dampak negatif hadirnya PT AR Martabe yang menimbulkan konflik antara masyarakat dengan PT AR Martabe.

3.2.Dampak hadirnya PT AR Martabe

Kehadiran PT AR Martabe tidak bisa dilepaskan dari dampak yang akan dirasakan masyarakat yang berada di sekitar berdirinya PT AR Martabe. Berdirinya PT AR Martabe akan menimbulkan beberapa dampak yang menyababkan perubahan bagi masyarakat yang berada disekitar perusahaan. Dampak-dampak tersebut merupakan hal yang tidak bisa dielakkan dari berdirinya perusahaan tambang di suatu wilayah.

Kehadiran PT AR Martabe menimbulkan berbagai dampak.

3.2.1. Dampak Positif Hadirnya PT AR Martabe 3.2.1.1. Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Menciptakan Lapangan Pekerjaan bagi Masyarakat yang berada di sekitar PT AR Martabe merupakan salah satu dampak positif yang dirasakan Masyarakat Batang Toru.

PT AR Martabe telah menjanjikan kepada masyarakat Batang Toru akan menerima putra/putri daerah sebanyak 70% untuk menjadi karyawan di PT AR Martabe. Pada saat itu PT AR Martabe menepati janji dengan menerima masyarakat Batang Toru untuk bekerja di PT AR Martabe. Pekerja yang diterima tidak hanya pemuda-pemudi, tapi berlaku bagi semua orang baik yang sudah berkeluarga, tidak mempunyai pendidikan atau tidak tamat sekolah.

Banyak warga Batang Toru yang bekerja di PT AR Martabe, pekerjaan yang ditawarkan antara antara lain seperti, juru masak, membawa alat berat, petugas keamanan, supir, membangun bangunan-bangunan untuk produksi, menanam pohon lainnya. Diterimanya masyarakat bekerja di PT AR Martabe sehingga membuat pendapatan masyarakat bertambah. Pendapatan yang mereka terima perbulan mencapai Rp.3.000.000,00 – Rp.5.000.000,00 per bulan. Pendapatan yang besar dan pekerjaan yang tidak berat karena pekerjaan mereka sangat memperhatikan keselamatan dan kenyamanan bekerja karyawannya.

Masyarakat Batang Toru yang bekerja di PT AR Martabe menganggap sepele pekerjaan mereka sehingga mereka bekerja bermalas-malasan dan tidak dipergunakan dengan baik oleh masyarakat Batang Toru yang bekerja di PT AR Martabe. Seorang

informan saya “HL (28)” yang pernah bekerja di PT AR Martabe bercerita mengenai cara mereka bekerja waktu di PT AR Martabe, HL mengatakan:

“Waktu karejo hami ditambang na tagian do da dek, tai ima loak nai pada saat i, baru mangarasoi tagina karejo, malosok ma hami karejo, manitip absen kehe ma hami makkail, anggo inda masuk do hami dek tai inda karejo ami, ami baen ma parsionjapan di toru ni pipa-pipa na godang, disi ma ami modom, manelpon gandak na be, marganja, sampe-sampe manonton bokep karejo name dek. (waktu kami kerja ditambang dek, enak rasanya, tapi kami bodoh, baru merasakan kerja yang enak kami malah jadi malas bekerja, kami titip absen pergi memancing, kalau tidak kami membuat tempat persembunyian dibawah pipa-pipa besar,disitu kami tidur, nelpon pacar, berganja bahkan menonton bokep).”

Tidak semua putra daerah yang bekerja di PT AR Martabe bermalas-malasan bekerja. Pekerja yang rajin menjadi pekerja tetap di PT AR Martabe. Informan saya yang telah menjadi karyawan tetap Erwin (30) mengataka:

“karejo di tambang i momo didokkon inda, susah pe inda. Au marusaho do au karejo pade, anggo bisa inda adong libur kecuali terpaksa, marun pe au anggo leng tarpaksaon karejo do au i, marusaho do au inda jungada tarlambat, on ma Alhamdulillah hasilna dongan-dongan bahat di “dirumahkan” au ditarimo jadi karyawan tetap, sampe tong bisa au mambuat boru pake hepengku sendiri, sapai ma kakakmu (istri Erwin). (kerja di tambang itu mudah tidak, susah juga tidak, saya berusaha bekerja dengan baik, tidak pernah libur, jika sakit kalau masih bisa saya paksakan bekerja, saya juga berusaha agar tidak terlambat bekerja, Alhamdulillah dongan-dongan bahat na dirumahkan(dipecat) saya jadi pekerja tetap, sampai bisa mengumpulkan duit sendiri untuk menikah, kalau tidak percaya tanya kakakmu (istri Erwin)”.

PT AR Martabe telah memberikan lapangan pekerjaan kepada banyak masyarakat di Batang Toru tapi banyak pula masyarakat yang bekerja tidak memanfaatkan pekerjaan mereka dengan baik, sehingga sedikit demi sedikit PT AR Martabe memanggil karyawan-karyawan yang malas bekerja dan tidak benar-benar bekerja dan memecat

mereka, sehingga banyak pula masyarakat Batang Toru yang kehilangan pekerjaan mereka dan tidak mempunyai pekerjaan yang bagus lagi.

Informan saya seorang ibu dari karyawan tambang yang telah dipecat Asna (56) bercerita tentang putranya MN:

“Waktu karejo amang boru mu ditambang nalosokan ia karejo, sering manitip absen, sering inda karejo, sannari jadi supir motor ma ia, manyosal di dabu lamaran mulaki inda ra tambang manarimo na be, anak dohot adaboru nia pe mangan tu bagas ku doma. (waktu amang boru mu kerja ditambang dia malas kerja sering titip absen sering tidak kerja dan sekaran jadi supir kerjaannya, anak istrinya makan pun kerumah saya)”.

3.2.1.2.Meningkatnya Pendapatan Masyarakat

Selain menciptakan lapangan pekerjaan PT AR Martabe juga memberikan meningkatkan pendapatan masyarakat yang tidak bekerja di PT AR Martabe.

Peningkatan pendapatan masyarakat dilihat dari banyaknya usaha-usaha masyarakat yang berdiri setelah hadirnya PT AR Martabe. PT AR Martabe memberikan dampak tidak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat yang ada di Batang Toru. Dampak yang tidak langsung yaitu bertambahnya pendapatan masyarakat melalui sirkulasi barang dan jasa yang digunakan oleh karyawan PT AR Martabe. Hal ini terjadi karena permintaan masyarakat yang semakin meningkat dan belanja kebutuhan operasi dan karyawan PT AR Martabe.

Setelah berdirinya PT AR Martabe banyak rumah kost dan hotel-hotel di Batang Toru. Rumah kost dan Hotel menjadi tempat tinggal bagi karyawan PT AR Martabe yang

bertempat tinggal di luar daerah. Seperti hotel yang berada di Wek II setiap hari selalu ada karyawan PT AR Martabe yang menginap di hotel tersebut. Hotel-hotel biasanya menjadi tempat menginap karyawan PT AR Martabe yang mempunyai kedudukan tinggi di PT AR Martabe. Sedangkan rumah kost-kostan biayanya lebih murah dibandingkan menginap dihotel. Rumah kost kebanyakan ditempati karyawan biasa yang tempat tinggalnya jauh dari PT AR Martabe yang tidak bisa pulang pergi. Pendapatan masyarakat meningkat dengan adanya kost dan hotel. Masyarakat menyediakan tempat istirahat dan tempat tinggal untuk karyawan PT AR Martabe yang rumahnya jauh dari PT AR Martabe.

3.2.1.3.Banyak Berdiri Toko Obat dan Bengkel

Di Batang Toru banyak di jumpai toko obat atau apotik. Toko obat selain untuk memenuhi permintaan masyarakat toko obat juga menyediakan keperluan bagi PT AR Martabe. PT AR Martabe memerlukan obat-obat yang digunakan untuk keperluan karyawan, biasanya karyawan PT AR Martabe membeli obat dengan jumlah yang banyak. Seperti saat peneliti berada di salah satu toko obat yang ada di pasar Batang Toru ada dua orang membeli obat-obat seperti infus, banyak obat lagi yang diborong oleh dua orang tersebut. Saat itu mereka tidak memakai baju khas dari karyawan PT AR Martabe, setelah kedua orang itu pergi peneliti bertanya kepada karyawan di toko obat tersebut, Desi (20), dia mengatakan:

“par tambang doi kak, biasa do halai manabusan ubat dison, tardokkon piga kali sapoken halai manabusi ubat dison. Sakali manabusi ubat bahat-bahat doi kak, halai ma termasuk langganan nami kak, lumayan

langsung manambah stok hami”,(karyawan tambang itu ka, mereka biasa membeli obat disini, bisa dibilang beberapa kali seminggu mereka membeli obat disini, sekali beli obat mereka membeli banyak kak, mereka termasuk langganan kami, lumayan lah kak kalau mereka, sekali belanja kami bisa langsung menambah stok obat).

Selain toko obat setelah hadirnya PT AR Martabe banyak bertambah bengkel-bengkel masyarakat. Bengkel motor dan mobil banyak dijumpai di sepanjang jalan di Batang Toru terutama di sekitar lokasi berdirinya PT AR Martabe. Bengkel selalu ramai oleh kendaraan roda dua karena pendapatan masyarakat yang sudah semakin meningkat dan banyaknya masyarakat yang mempunyai sepeda motor sehingga banyak berdiri bengkel untuk sepeda motor. Selain bengkel untuk sepeda motor ada juga bengkel mobil yang langganannya biasanya adalah mobil dari PT AR Martabe. Jika dilihat bengkel-bengkel yang ada di Batang Toru biasanya tidak pernah sepi oleh pelanggan bengkel-bengkel.

3.2.1.4.Banyaknya Tempat Makan dan Mini Market

Setelah hadirnya PT AR Martabe di Batang Toru sekarang Batang Toru sudah seperti sebuah kota yang sangat hidup. Banyaknya dijumpai para pedagang di sepanjang jalan di Batang Toru. Sepanjang jalan di Batang Toru akan banyak dijumpai tempat makan dan mini market. Tempat makan yang dijumpai seperti masyarakat yang membuka rumah makan padang, nasi uduk, warung bakso, café-café dan masih banyak lainnya. Banyaknya tempat makan di Batang Toru menambah pendapatan masyarakat.

karena pendapatan masyarakat yang berubah dan gaya hidup yang masyarakat juga sudah berubah. Selain itu banyaknya tempat makan di Batang Toru tidak lepas dari kehadiran PT AR Martabe di Batang Toru.

Karyawan PT AR Martabe banyak membeli makan biasanya pada saat jam makan siang atau istirahat. Dapat dilihat di Batang Toru pada sekitar jam 12.00-13.00 akan banyak karyawan dari PT AR Martabe yang membeli makan di tempat-tempat makan yang ada di Batang Toru. Banyaknya karyawan PT AR Martabe dapat dilihat dari pakaian mereka yang khas yaitu berwarna orange. Selain pada saat jam istirahat karyawan PT AR Martabe juga akan banyak dijumpai membeli makanan pada sore hari sesudah jam kerja telah selesai.

Selain banyaknya tempat makan di Batang Toru banyak mini market atau grosir.

Mini market akan dijumpai di sekitar PT AR Martabe dan grosir-grosir besar. Grosir dan Mini market untuk memenuhi kebutuhan karyawan. Setiap mini market dan grosir selalu banyak dijumpai karyawan PT AR Martabe yang membeli di Grosir-grosir dan mini market yang ada di Batang Toru. Selain karyawan PT AR Martabe masyarakat di Batang Toru juga memanfaatkan Mini market dan Grosir untuk keperluan sehari-hari mereka

3.2.2. Dampak Negatif Hadirnya PT AR Martabe 3.2.2.1.Timbulnya Konflik antara Masyarakat

Konflik merupakan salah satu dampak yang paling sering terjadi ketika perusahaan tambang hadir di suatu daerah. Kehadiran PT AR Martabe di Batang Toru menimbulkan konflik antara masyarakat dengan PT AR Martabe. konflik terjadi karena pembuangan limbah PT AR Martabe ke Sungai Batang Toru, selain karena pembuangan limbah konflik terjadi juga karena masyarakat menuntut sebagai putra daerah seharusnya mereka diterima bekerja di PT AR Martabe.

Sebelum terjadi konflik besar karena pembuangan limbah di sungai Batang Toru, sudah terjadi konflik antara masyarakat dengan PT AR Martabe karena tenaga kerja.

Masyarakat menuntut mereka diterima bekerja hanya sebentar saja, tapi saat ini yang bekerja di PT AR Martabe hanya sedikit dari putra daerah yang diterima. Pada saat itu mereka melakukan pembakaran dan pengrusakan mobil PT AR Martabe yang parkir di depan PT AR Martabe.

Pembuangan limbah PT AR Martabe semakin memperbesar konflik antara masyarakat dengan PT AR Martabe. Masyarakat menuntut agar limbah dibuang ke laut bukan kesungai Batang Toru, masyarakat takut sungai Batang Toru tercemar kerena limbah yang dibuang ke Sungai Batang Toru. Tuntutan masyarakat yang tidak dihiraukan membuat masyarakat melakukan tindakan anarkis, dengan merusak kendaraan, kantor polisi, merusak kantor camat Batang Toru dan Kantor Camat Muara Batang Toru.

Masyarakat menyerang kantor camat dan kantor polisi karena masyarakat merasa kesal kepada pemerintah. Masyarakat melihat pemerintah dan polisi berpihak kepada PT AR Martabe. Kekesalan mereka ditujukan kepada pemerintah yang seharusnya berada dipihak mereka tapi tidak berpihak kepada masyarakat. Penyebab konflik lainnya karena masyarakat merasa kesal kepada PT AR Martabe mengenai kondisi lingkungan mereka.

3.2.2.2.Melonjaknya Harga Sehingga Menimbulkan Kesenjangan Kehadiran PT AR Martabe selaim menimbulkan konflik meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok masyarakat juga merupakan dampak negatif dari hadirnya PT AR Martabe di Batang Toru.Mulai dari makin meningkatnya harga rumah kontrakan. Rumah