• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV RESEPSI MAHASISWA JURUSAN SASTRA INDONESIA

B. Interpretasi dan Pembahasan Hasil Kuesioner Eksperimental

3. Dampak Psikologis dan Perubahan yang Muncul terhadap Pembaca

Dampak psikologis yang muncul dari film Laskar Pelangiterhadap pembaca, terbagi dalam aspek rasa dan perubahan sikap mental Pembaca yang dimunculkan setelah menonton film yang didasari oleh faktor biografi para Pembaca tersebut. Adapun pemaparan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.

1. Bagaimanakah kisah hidup Anda secara garis besar dari masa kecil hingga sekarang?

3. Mengapa Anda memiliki cita-cita tersebut dan bagaimanakah pandangan Anda terhadap cita-cita tersebut?

4. Apakah Anda pernah mengalami kegagalan atau peristiwa yang menghadirkan trauma dalam kehidupan Anda?.

5. Apa sajakah harapan Anda pada masa kecil? 6. Apa sajakah harapan Anda pada masa remaja? 7. Apa sajakah harapan Anda sekarang?

8. Sehubungan dengan film Laskar Pelangi, apakah film tersebut mampu menghadirkan perubahan dalam pemikiran Anda mengenai kehidupan? 9. Aspek nilai apakah yang dominan muncul dalam diri Anda yang

dihadirkan dari film tersebut hingga sekarang?

10. Bagaimanakah dampak yang muncul dalam diri Anda hingga sekarang setelah menyaksikan filmLaskar Pelangi?.

Sepuluh pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan-pertanyaan yang memiliki peran dan fungsi untuk mengetahui aspek biografi secara psikologis ego dari masing- masing pembaca yang terpilih sebagai informan dalam penelitian ini. Secara nyata kondisi tersebut akan dapat ditemukan pada aspek rasa dan dampak psikologis yang muncul pada masing-masing pembaca yang dihadirkan dari film Laskar Pelangi. Adapun penjabaran dan analisis terhadap pembaca yang berhubungan dengan dampak psikologis dan perubahan yang muncul dengan mempertimbangkan aspek nilai yang dominan adalah sebagai berikut.

Pembaca pertama menyatakan bahwa: (1) memiliki kisah kehidupan dari masa kecil yang sederhana, menjunjung nilai-nilai pendidikan, dan memiliki keluarga yang agamis. Pernah mengalami pindah rumah, dan setiap hari harus berjalan pulang pergi sejauh dua kilometer ketika TK. Ketika duduk di bangku SD, setiap hari harus menyeberang jalan raya ketika sekolah dan ketika SMP harus berangkat pagi dan pulang sore. Terlahir dari keluarga wirausahawan dan sejak SMP diberi kebebasan dalam hal menentukan jalan hidupnya; (2) memiliki cita cita ingin menjadi bos ketika kecil. Ketika remaja dan dewasa hanyalah ingin membahagiakan orang tua dan keluarga; (3) pandanganya untuk menjadi bos karena ingin memimpin orang banyak, ketika remaja dan dewasa ingin membahagiakan orang tua dan keluarga karena tidak ingin melihat orang tuanya sedih; (4) kegagalan yang pernah dialami dan mengakibatkan trauma adalah ketika gagal latihan setir mobil dan menabrak hingga mobilnya rusak parah; (5) harapan ketika masa kecil adalah ingin melihat orang tua tidak susah dan selalu tersenyum; (6) harapan ketika masa remaja adalah ingin menjadi pria dewasa yang mapan secara materi yang bertujuan untuk membantu keluarga; (7) harapan ketika dewasa adalah ingin berwirausaha dan segera menyelesaikan kuliah; (8) perubahan mengenai pandangan terhadap kehidupan yang dimunculkan dari filmLaskar Pelangiadalah merasa lebih bersyukur karena ternyata ada yang lebih sulit kehidupannya dibandingkan dirinya; (9) aspek nilai yang dominan yang muncul terhadap film Laskar Pelangiadalah rasa iba dan bangga. Iba karena kehidupan yang mereka jalankan sangat pas-pasan dan bangga karena selalu semangat, pantang mengeluh, dan pantang menyerah walau dihadapkan dengan

berbagai masalah dan dalam keadaan kehidupan yang pas-pasan; (10) dampak yang muncul yang dihadirkan film Laskar Pelangiadalah semangat yang terbakar kembali setelah melihat film tersebut, pantang mengeluh, dan pantang menyerah, untuk menghadapi tantangan hidup dengan kedaan yang lebih buruk dibandingkan dengan kualitas kehidupannya.

Pembaca kedua menyatakan bahwa: (1) kisah hidup dari masa kecil hingga sekarang cukup baik dan tidak mengalami kendala yang berarti; (2) cita-cita yang pernah dimiliki pada waktu kecil adalah menjadi dokter, ketika remaja adalah menjadi penulis dan ketika dewasa adalah menjadi wartawan; (3) pandangannya untuk menjadi dokter karena ingin membantu menyembuhkan orang yang sakit, menjadi penulis karena ingin menciptakan karya seperti novel, dan ingin menjadi wartawan karena berhubungan dengan bidang ilmu yang saat ini ditekuni; (4) kegagalan atau trauma yang pernah dialami adalah jatuh dari motor; (5) harapan ketika masih kecil adalah memiliki banyak teman; (6) harapan ketika remaja adalah masuk di perguruan tinggi negeri; (7) harapannya ketika dewasa atau sekarang adalah segera menyelesaikan studi; (8) pandangan terhadap kehidupan yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah bahwa hidup ini harus disyukuri karena masih banyak orang yang berada dalam berbagai kekurangan; (9) aspek rasa yang dominan terhadap film Laskar Pelangi adalah sedih dan haru karena kondisi mereka yang cukup memperihatinkan namun masih tetap bersemangat dalam bersekolah; (10) dampak psikologis yang muncul dari film tersebut adalah memiliki semangat yang

tinggi dalam menjalani kehidupan dan ingin seperti Ikal yang bisa kuliah S-2 di luar negeri.

Pembaca ketiga menyatakan bahwa: (1) kisah hidup dari masa kecil hingga sekarang normal saja karena kedua orang tua adalah pegawai negeri; (2) cita-cita pembaca tersebut waktu kecil ingin menjadi ilmuwan, saat remaja dan sekarang ingin menjadi guru; (3) pandangan pembaca tersebut terhadap cita-cita menjadi ilmuwan itu keren, terkesan pandai, memiliki gengsi, kerja di laboratorium, dan bisa menemukan hal-hal yang baru, sedangkan menjadi guru kelebihannya terletak pada efisiensi waktu, bisa mengurus anak di rumah, dan lain-lain; (4) peristiwa yang membuat pembaca tersebut trauma pada masa kecil adalah ketika mengupas kacang panjang dan ada ulatnya; (5) harapan pembaca tersebut di masa kecil adalah minta boneka Winnie The Pooh yang ukuran besar dan sampai sekarang tidak keturutan karena hanya punya yang kecil; (6) harapan pembaca tersebut ketika remaja adalah ingin kuliah di UNIBRA tetapi tidak keterima dan kuliah di sini; (7) harapan pembaca tersebut ketika dewasa atau saat ini adalah ingin segera lulus kalau bisa tiga setengah tahun, bekerja, dan menikah; (8) penilaian pembaca tersebut tentang kehidupan yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah munculnya kesadaran bahwa hidup itu penuh perjuangan, terlebih bagi anak-anak pesisir yang susah dalam hal memperoleh pendidikan; (9) aspek rasa yang dominan muncul dari film Laskar Pelangi terhadap diri pembaca adalah rasa haru karena melihat perjuangan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang susah dan harus bekerja keras; (10) dampak

psikologis yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangiadalah termotivasi untuk belajar yang lebih giat lagi.

Pembaca keempat menyatakan bahwa: (1) kisah hidup dari kecil pembaca tersebut hingga sekarang tidak mengalami perubahan yang signifikan; (2) cita-cita yang pernah dimiliki pembaca tersebut dari waktu kecil adalah keliling dunia. Ketika remaja cita-cita pembaca tersebut adalah menjadi penulis begitu juga sekarang ketika telah dewasa; (3) pandangan pembaca tersebut terhadap cita-cita bisa keliling dunia karena untuk menambah wawasan dan pengalaman, menjadi penulis karena ingin mengenalkan budaya Indonesia di dunia internasional; (4) trauma yang pernah dimiliki oleh pembaca tersebut adalah takut ketika diboncengkan naik sepeda motor dengan kecepatan yang tinggi; (5) harapan pada masa kecil pembaca tersebut adalah memiliki banyak teman; (6) harapan pembaca tersebut di masa remaja adalah bisa masuk perguruan tinggi favorit; (7) harapan pembaca tersebut sekarang adalah ingin segera menerbitkan novel yang berisi tentang pengenalan kampus; (8) perubahan pandangan hidup pembaca tersebut yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi terhadap kehidupan adalah harus bisa memanfaatkan peluang yang dimiliki sebaik mungkin; (9) aspek rasa yang dominan bagi pembaca tersebut setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah sedih, terlebih dengan tokoh Lintang yang pintar tetapi tidak bisa meneruskan sekolah; (10) dampak psikologis yang muncul terhadap diri pembaca tersebut setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah termotivasi untuk menjadi seperti anak-anak Laskar Pelangiyang memiliki semangat luar biasa meski dalam kondisi yang serba kekurangan.

Pembaca kelima menyatakan bahwa: (1) kisah hidup pembaca tersebut dari kecil hingga sekarang mengalami sedikit guncangan ketika ibunya meninggal; (2) cita-cita yang pernah dimiliki pembaca tersebut dari kecil hingga sekarang adalah menjadi guru; (3) pandangan pembaca tersebut terhadap cita-cita menjadi guru adalah karena profesi tersebut cukup mulia; (4) trauma yang pernah dimiliki pembaca tersebut adalah ketika salah satu orang tuanya meninggal dunia; (5) harapan pembaca tersebut di masa kecil adalah memiliki banyak teman; (6) harapan pembaca tersebut di masa remaja adalah membahagiakan orang tua; (7) harapan pembaca tersebut saat dewasa atau sekarang adalah segera lulus dan bisa bekerja; (8) perubahan pembaca tersebut terhadap pandangan hidup yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangiadalah harus mensyukuri segala sesuatu yang kita miliki karena banyak orang yang tidak memiliki kesempatan yang sama seperti yang kita miliki; (9) aspek rasa yang dominan bagi pembaca tersebut terhadap film Laskar Pelangi adalah rasa haru karena perjuangan anak-anakLaskar Pelangiyang luar biasa; (10) dampak psikologis yang muncul terhadap diri pembaca tersebut setelah menyaksikan film Laskar Pelangiadalah mensyukuri atas segala kondisi yang kita miliki.

Pembaca keenam menyatakan bahwa: (1) kisah hidup pembaca tersebut dari masa kecil hingga sekarang penuh petualangan seperti kebanyakan anak-anak lelaki pada umumnya; (2) cita-cita yang pernah dimiliki oleh pembaca tersebut dari kecil hingga sekarang adalah menjadi dokter. Ketika remaja pembaca tersebut memiliki cita-cita menjadi penulis dan sekarang saat dewasa ingin menjadi dosen; (3) pandangan pembaca tersebut terhadap cita-cita menjadi dokter karena bisa membantu

orang lain, menjadi penulis karena ingin menjadi sastrawan, dan menjadi dosen karena ingin mengabdikan diri untuk bidang ilmu dan negara; (4) trauma yang pernah dialami pembaca tersebut adalah ketika jatuh dari motor; (5) harapan di masa kecil pembaca tersebut adalah menjadi juara umum di kelas; (6) harapan pembaca tersebut ketika remaja adalah bisa menerbitkan novel; (7) harapan pembaca tersebut sekarang adalah ingin segera lulus dan bisa studi lanjut ke luar negeri; (8) perubahan dalam hal pandangan pembaca tersebut terhadap kehidupan yang muncul setelah menonton film Laskar Pelangi adalah di luar pengetahuan kita, banyak masyarakat yang hidup dalam garis kemiskinan; (9) aspek rasa yang dominan bagi pembaca tersebut setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah haru dengan keberhasilan Ikal di akhir cerita yang bisa kuliah ke Perancis; (10) dampak psikologis yang muncul terhadap diri pembaca setelah menyaksikan film Laskar Pelangiadalah ingin bisa studi lanjut ke luar negeri seperti Ikal.

Pembaca ketujuh menyatakan bahwa: (1) kisah hidup pembaca tersebut dari kecil hingga sekarang mengalami goncangan ketika pada usia delapan tahun harus kehilangan salah satu orang tua; (2) cita-cita yang pernah dimiliki pembaca tersebut dari kecil hingga sekarang adalah menjadi dokter, masuk jurusan IPA ketika remaja, dan menjadi guru setelah lulus kuliah; (3) pandangan pembaca tersebut terhadap cita- cita tersebut karena menjadi dokter adalah pekerjaan yang keren karena berseragam putih dan di rumah sakit, masuk IPA karena ingin menjadi dokter, dan menjadi guru ketika dewasa karena profesi yang mulia; (4) trauma yang pernah dimiliki pembaca tesebut adalah ketika salah satu orang tua meninggal dan gagal masuk IPA; (5)

harapan pembaca tersebut di masa kecil adalah punya mobil sehingga bisa pergi kemana-mana, punya Nintendo dan Gameboot; (6) ketika remaja pembaca tersebut ingin punya banyak pacar; (7) saat ini atau ketika dewasa nanti pembaca tersebut ingin segera menyelesaikan kuliah; (8) perubahan pandangan pembaca tersebut terhadap kehidupan setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah rasa bersyukur dengan melihat kondisi masyarakat yang berada di bawah kita; (9) aspek rasa yang dominan bagi pembaca tersebut setelah menyaksikan filmLaskar Pelangiadalah rasa haru dengan semangat anak-anak Laskar Pelangi dan kata-kata Pak Harfan yang cukup memotivasi; (10) dampak psikologis yang muncul terhadap diri pembaca tersebut setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah tetap semangat untuk menjalani kehidupan.

Pembaca kedelapan menyatakan bahwa: (1) kisah hidup pembaca tersebut dari masa kecil hingga dewasa secara garis besar relatif sewajarnya seperti anak-anak kecil pada umumnya yang suka bermain; (2) cita-cita yang pernah dimiliki pembaca tersebut dari kecil hingga sekarang adalah menjadi pilot, menjadi artis, dan mengabdi kepada pemerintah; (3) pandangan pembaca tersebut terhadap cita-cita menjadi pilot karena terlihat hebat yang bisa terbang ke berbagai daerah, menjadi artis karena peluangnya besar dan cukup menjanjikan, menjadi PNS karena terinspirasi orang tua dan keluarga; (4) trauma yang pernah dialami pembaca tersebut adalah ketika jatuh dari motor dan ketika kepleset di waktu kecil hingga kepalanya berdarah; (5) harapan di masa kecil yang pernah dimiliki pembaca tersebut adalah memiliki banyak teman; (6) harapan pembaca tersebut pada masa remaja adalah ingin mempunyai band yang

terkenal; (7) harapan pembaca tersebut sekarang adalah untuk segera menyelesaikan kuliah dan mengabdi kepada pemerintah yaitu menjadi PNS; (8) perubahan pembaca tersebut terhadap pandangan mengenai kehidupan yang muncul setelah menyaksikan filmLaskar Pelangiadalah bahwa kondisi pendidikan di Indonesia pada masa lampau terutama di daerah-daerah sangat memperihatinkan; (9) aspek rasa yang dominan muncul bagi pembaca tersebut setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah rasa sedih dengan kondisi anak-anak Laskar Pelangi yang sulit dalam menempuh pendidikan; (10) dampak psikologis pembaca tersebut yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah termotivasi untuk selalu semangat dalam menjalani kehidupan.

Pembaca kesembilan menyatakan bahwa: (1) kisah hidup pembaca tersebut dari masa kecil hingga sekarang cukup mengalami perubahan ketika di masa kecil kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan namun dengan kerja keras orang tua saat ini kondisi ekonomi keluarga menjadi lebih baik; (2) cita-cita yang pernah dimiliki pembaca tersebut dari masa kecil adalah menjadi dokter, menjadi perawat ketika remaja, dan menjadi guru pada saat ini; (3) pandangan pembaca tersebut terhadap cita-cita tersebut karena menjadi dokter bisa membantu orang yang sedang sakit, menjadi perawat karena ingin kerja di rumah sakit dan berhubungan dengan kondisi ekonomi keluarga, dan menjadi guru karena profesi yang mulia; (4) trauma yang dialami pembaca tersebut adalah ketika mengingat kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan di masa kecil; (5) harapan pembaca tersebut di masa kecil adalah memiliki banyak teman dan boneka; (6) ketika remaja harapan pembaca

tersebut adalah masuk di jurusan pendidikan setelah lulus SMA karena faktor ekonomi dan biaya; (7) harapan pembaca tersebut sekarang ketika dewasa adalah segera menjadi guru dan membahagiakan orang tua; (8) pandangan pembaca tersebut terhadap kehidupan yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah bahwa dengan usaha yang luar biasa, kehidupan itu akan selalu dinamis dan mengarah kearah yang positif; (9) aspek rasa pembaca tersebut yang dominan muncul terhadap film Laskar Pelangiadalah rasa haru dan bangga atas keberhasilan anggota Laskar Pelangi; (10) dampak psikologis pembaca tersebut yang muncul setelah menyaksikan filmLaskar Pelangiadalah lebih termotivasi untuk meraih cita-cita.

Pembaca kesepuluh menyatakan bahwa: (1) kisah kehidupan pembaca tersebut dari masa kecil hingga sekarang tidak mengalami perubahan yang signifikan dan normal-normal saja; (2) cita-cita yang pernah dimiliki pembaca tersebut ketika kecil adalah ingin menjadi guru dan ingin menjadi dokter, ketika remaja ingin menjadi psikolog, dan ketika dewasa atau saat ini adalah ingin menjadi guru; (3) pandangan pembaca tersebut terhadap cita-cita menjadi guru karena sebagai wanita selain mendidik anak sendiri juga bisa mendidik anak bangsa, sedangkan cita-cita pembaca tersebut menjadi dokter karena bisa menolong orang dan menjadi psikolog agar bisa memahami karakter orang dan bisa menempatkan diri; (4) pembaca tersebut tidak pernah mengalami trauma atau peristiwa yang menakutkan; (5) semua harapan di masa kecil pembaca tersebut bisa terwujud dan berjalan dengan normal; (6) ketika remaja keinginan pembaca tersebut adalah ingin kuliah di Psikologi UGM, tetapi tidak keterima dan diterima di sini; (7) harapan pembaca tersebut dalam pertemanan

agar bisa diterima banyak orang, dalam hal kuliah ingin segera lulus, dan dalam hal dunia kerja ingin yang nyaman saja; (8) perubahan yang muncul bagi pembaca setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah lebih bisa menghargai hidup, baik dari segi waku dan lebih semangat; (9) aspek rasa yang dominan muncul terhadap diri pembaca setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah rasa haru dengan melihat pengorbanan anak-anak Laskar Pelangi dalam hal pendidikan; (10) dampak psikologis yang muncul bagi pembaca setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah termotivasi untuk belajar lebih giat dan hasilnya berserah diri pada Tuhan.

BAB V

INTERPRETASI PSIKO EGO PEMBACA TERHADAP ASPEK TEKSTUAL FILMLASKAR PELANGI

A. Pengantar

Sub bab ini membahas mengenai kritik kondisi pembaca (informan) terhadap film Laskar Pelangi. Kritik yang dimaksud adalah penilaian melalui hasil kuesioner terhadap masing-masing pembaca. Dasar-dasar yang dijadikan sebagai bahan penilaian terhadap pembaca adalah berdasarkan pada analisis dan pembahasan, yaitu: (1) identifikasi putusan nilai pembaca terhadap filmLaskar Pelangi;(2) hasil putusan nilai pembaca terhadap film Laskar Pelangi; dan (3) sehubungan dengan dampak psikologis, dan perubahan sikap dan pemikiran yang muncul dari filmLaskar Pelangi terhadap masing-masing pembaca berdasarkan aspek psikobiografi.

Ketiga pembahasan tersebut adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam penelitian ini. Dengan kalimat lain, ketiga pembahasan tersebut adalah sebuah kesatuan yang utuh dalam memaparkan hasil penelitian estetika eksperimental pembaca (informan) terhadap filmLaskar Pelangi.

Pembahasan ini akan dipaparkan melalui dua sub bab. Pertama, akan membahas mengenai kritik terhadap pertanggungjawaban interpretasi eksperimental pembaca dalam kaitannya dengan film Laskar Pelangi, yaitu menghubungkan hasil

kuesioner eksperimental yang berupa resepsi atau tanggapan pembaca terhadap teks yaitu filmLaskar Pelangi.

Sub bab kedua adalah analisis interpretasi terhadap informan yang merupakan kerja analisis untuk menilai pemikiran pembaca yang berhubungan dengan psiko analisis ego mengenai respon pembaca terhadap aspek tekstual yang berhubungan dengan masa lalu dan motivasi pembaca. “Psikoanalisis ini diintegrasikan dalam ilmu pengetahuan sebab psikoanalisis memusatkan perhatiannya pada suatu realitas tentang ketidaksadaran sebagai satu proses yang berkelanjutan”, (Dwi Susanto, 2012:47).

Sehubungan dengan kutipan tersebut, ketidaksadaran yang dimasud adalah kondisi psikologi pembaca yang terbentuk dalam kesejarahannya sejak masa kecil. Secara tidak sadar kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap interpretasi dan penilaian para pembaca terhadap karya sastra. Dalam sub bab memaparkan kondisi kesejarahan masing-masing pembaca yang bisa dikaitkan dengan interpretasinya terhadap teks. Dwi Susanto menjelaskan pendapat Wright mengenai Psikologi ego yang memiliki pandangan bahwa karya seni merupakan harapan-harapan masa kanak- kanak di mana kenikmatan aktivitas artistik diturunkan dari permainan-permainan yang dikontrol oleh harapan masa kanak-kanaknya.

Psikologi ego memiliki pandangan bahwa karya seni merupakan harapan- harapan masa kanak-kanak yang neurosis. Kenikmatan aktivitas artistik diturunkan dari permainan-permainan yang dikontrol dari harapan di masa kanak-kanaknya. Selanjutnya, hal itu ditransformasikan ke dalam bentuk- bentuk yang diterima secara umum. Pendekatan ini tidak menganggap bahwa

kenikmatan sebagai pemenuhan harapan masa kanak-kanak, tetapi hanya merupakan fakta yang membawa proses-proses primer ke dalam permainan (aktivitas) Ego” (Wright dalamDwi Susanto, 2012:48).

Kesejarahan pembaca yang tertuang dalam wawancara psikobiografi yang meliputi kondisi kehidupan sejak masa kecil, harapan, pengalaman yang mengakibatkan trauma, cita-cita semasa kecil, remaja hingga dewasa, dan memiliki keterkaitan psikologis dengan pikiran pembaca. Pikiran yang terpengaruh oleh aspek- aspek tersebut secara tidak disadari akan menentukan pilihan dan kondisi perasaan ketika pembaca dihadapkan pada suatu persoalan. Oleh karena itu, kritik terhadap pembaca dalam penelitian ini mencoba menemukan keterkaitan pembaca secara psikologi dengan interpretasi mereka terhadap teks.

Pemaparan kritik terhadap pembaca dalam penelitian ini akan dijabarkan sehubungan dengan psikologi masing-masing pembaca. Dalam penelitian eksperimental terhadap pembaca, penilaian tidak dapat dilakukan secara garis besarnya saja karena aspek penilaian antara pembaca yang satu dengan pembaca yang lainnya tentu tidaklah sama. Adapun kritik atau penilaian terhadap masing-masing pembaca dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

B. Interpretasi Eksperimental Pembaca terhadap FilmLaskar Pelangi Pembaca pertama jenis kelamin laki-laki, dengan alamat Sukoharjo. Pembaca pertama memiliki tingkat pemahaman dalam hal ketajaman analisis dan penilaian secara keseluruhan terhadap film Laskar Pelangi yang sangat baik karena pembaca

pertama mampu memahami bahwa film tersebut dapat menginspirasi kehidupan tentang dunia pendidikan atau edukasi.

Pembaca pertama sangat memahami gagasan atau tema dalam film Laskar Pelangi. Pembaca pertama dapat menilai bahwa film tersebut menggambarkan secara rinci dan detail mengenai kehidupan para anggota Laskar Pelangi dan tentang kehidupan masyarakatnya.

Pembaca pertama sangat memahami makna dan daya tarik tertentu tanpa