• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Interpretasi Putusan Nilai Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia

BAB IV RESEPSI MAHASISWA JURUSAN SASTRA INDONESIA

B. Interpretasi dan Pembahasan Hasil Kuesioner Eksperimental

2. Hasil Interpretasi Putusan Nilai Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia

Hasil interpretasi putusan nilai mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNS angkatan 2010 terhadap filmLaskar Pelangimerupakan pertanggungjawaban mereka terhadap hasil kuesioner eksperimental. Pengambilan data tersebut dilakukan melalui wawancara, dengan sistem simak, rekam, dan catat. Adapun hasil dan pemaparan dari putusan nilai pembaca tersebut terhadap filmLaskar Pelangiadalah sebagai berikut.

Pembaca pertama menyatakan bahwa: (1) penilaian keseluruhan terhadap film Laskar Pelangi sangat baik karena film itu dapat menginspirasi kehidupan tentang dunia pendidikan atau edukasi; (2) gagasan atau tema utama film tersebut sangat jelas karena film itu digambarkan secara rinci dan detail mengenai kehidupan para anggota Laskar Pelangi dan tentang kehidupan masyarakatnya; (3) makna dan daya tarik tertentu tanpa terikat ruang dan waktu sangat jelas karena ketika menyaksikan film Laskar Pelangi merasakan apa yang dirasakan oleh anak-anak Laskar Pelangi; (4) penggunaan bahasa dalam film tersebut cukup terampil karena pemilihan diksi dari film Laskar Pelangi sangat menarik untuk dipelajari, ditelaah, dan banyak mengandung kata-kata puitis yang bisa diambil dari film ini; (5) pengembangan

organisasi plot film tersebut sedang karena sudah terperinci dan berkesinambungan, tidak melompat-lompat dan mudah dicerna; (6) dalam hal keaslian atau perspektif yang segar dan berbeda film tersebut sedang karena film ini diangkat dari nilai-nilai budaya lokal masyarakat Belitung, mengangkat kebudayaan dan sejarah perkembangan pulau Belitung; (7) keterlibatan emosional dengan watak dan tindakan tokoh sedang karena ada beberapa bagian film yang menggambarkan kegigihan dan kerja keras untuk bisa sekolah, menginspirasi untuk menerapkannya dalam kehidupan secara nyata; (9) karakter kemanusiaan film tersebut sedang karena mudah dipahami dan film ini benar-benar menggambarkan realita yang dialami oleh masyarakat Belitung sehingga ikut merasakan apa yang dialami oleh para pemain ketika menyaksikan film itu; (10) film tersebut cukup cepat dalam tindakan yang terbatas dan berlangsung dengan cepat karena tidak ada loncatan-loncatan alur, dan langsung menuju pada pokok penceritaan; (11) film tersebut sangat kompleks karena menggambarkan secara nyata kondisi masyarakat Belitung; (12) seluruh makna film tersebut cukup dipahami karena terinspirasi penokohan yang diperankan oleh Lintang yang harus kerja keras untuk sekolah dan memiliki semangat juang untuk menuntut ilmu; (13) film tersebut baik dalam hal struktur serta keseluruhan elemen yang terintegrasi dan koheren karena dari sisi alur dan latar film tersebut memiliki pengaruh untuk menikmati film karena mempermudah dalam hal mencerna dan memahami pesan yang ingin disampaikan melalui film tersebut; (14) film tersebut cukup terpercaya karena film ini bersumber dari novel yang ditulis oleh Andrea Hirata yang merupakan kisah nyata Adrea Hirata di Belitung, meski film ini

mendapatkan tambahan-tambahan bagian kecil untuk pemanis, tetapi pada dasarnya dapat dipercaya karena cerita ini adalah kisah nyata Andrea Hirata;(15) film tersebut sedang dalam mengandalkan imajinasi karena munculnya kata-katanya puitis dengan lokal jenius bahasa Melayu sehingga mampu menghadirkan imajinasi pada adegan yang dilihat; (16) film tesebut sedang dalam pokok persoalan yang menyenangkan karena di lain sisi tentang keseriusan, film ini juga memunculkan adegan yang mengundang tawa, seperti ketika Ikal yang jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap kuku yang sangat cantik dan membuat bunga sakura jatuh; (17) film tersebut sangat menarik perhatian karena film tersebut menginspirasi dalam hal edukasi dan semangat juang; (18) film tersebut sedang dalam mengandung ironi karena adanya unsur menyedihkan dan menyenangkan dalam film tesebut seperti ketika Lintang ingin berangkat sekolah harus bertemu buaya dan harus menunggu buaya itu menepi dan ketika bapak Lintang harus meninggal dan itu menimbulkan ironi; (19) film tersebut sedikit dalam hal unsur yang menegangkan karena hanya ada beberapa peristiwa yang menegangkan seperti ketika Lintang mau berangkat sekolah dan bertemu dengan buaya; (20) karakteristik formal film ini cukup disukai karena film ini merupakan sebuah gambaran tentang kurangnya perhatian pemerintah dalam hal pendidikan di pelosok-pelosok yang kualitasnya masih rendah; dan (21) film tersebut cukup menantang dalam memberikan tantangan intelektual untuk merefleksi atau analisis lebih lanjut karena banyak menggunakan bahasa yang ilmiah.

Pembaca kedua menyatakan bahwa: (1) penilaian keseluruhan terhadap film Laskar Pelangi sangat baik, tema film yang diangkat itu sangat dekat dengan

kehidupan sehari-hari jadi dapat memaknainya secara sederhana dan dapat menangkapnya secara mudah; (2) gagasan atau tema utama film tersebut sangat jelas karena tergambar dengan sangat jelas bahwa tema yang diangkat adalah tema pendidikan; (3) makna dan daya tarik tertentu tanpa terikat ruang dan waktu dalam film ini sangat mudah dipahami karena pendidikan tidak terbatasi oleh ruang dan waktu, jadi ketika film itu ditampilkan sekarang atau di masa depan yang diangkat tetap tema tentang pendidikan; (4) penggunaan bahasa dalam film tersebut cukup terampil karena menggunakan perpaduan bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang disampaikan, tentu ada satu ketertarikan tersendiri kita sebagai penikmat film untuk menikmati bahasa yang digunakan dalam film; (5) pengembangan organisasi plot film tersebut sedang karena ada bagian demi bagian yang tidak runtut; (6) dalam hal keaslian atau perspektif yang segar dan berbeda film tersebut sedang karena latar budayanya adalah latar buatan jadi tidak maksimal, tidak sepenuhnya seperti pada zaman Andrea Hirata ketika sekolah; (7) keterlibatan emosional dengan watak dan tindakan tokoh sangat terlibat karena ada sesuatu ketertarikan emosional yang dibawakan dalam film itu, jadi ikut mengalir terbawa suasana; (8) kecakapan teknik naratifnya sangat terampil karena mampu membawa pembaca untuk terhanyut; (9) karakter kemanusiaan film tersebut sangat jelas karena karakternya itu gampang dikenali, jadi unsur ceritanya secara keseluruhan itu dapat di tangkap; (10) film tersebut agak lamban dalam tindakan yang terbatas dan berlangsung dengan cepat karena ada pengemasan yang lebih ringkas sehingga terkadang ada unsur-unsur yang seharusnya dimasukan, terpotong dan ada yang timpang; (11) film tersebut cukup

kompleks karena sekalipun mengusung tema pendidikan tapi di dalamnya juga ada unsur kemanusiaan; (12) seluruh makna film tersebut cukup terpahami karena film tersebut mengangkat tentang bangku pendidikan jadi sangat-sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari; (13) film tersebut baik dalam hal struktur serta keseluruhan elemen yang terintegrasi dan koheren karena film ini menggabungkan unsur-unsur yang ada di Belitung, baik itu tentang bahasa, sudut kota-kota lamanya dan segala kondisi yang ada di sana; (14) film tersebut seluruhnya terpercaya karena ini lah bukti kesenjangan pendidikan yang ada di Indonesia yang dituangkan dalam film Laskar Pelangi; (15) film tersebut sangat tinggi dalam hal mengandalkan imaji karena penggambaran dalam film memunculkan analogi tentang pulau Belitung; (16) film tesebut sangat jelas dalam pokok persoalan yang menyenangkan karena peristiwa- peristiwa dalam film sangat menginspirasi dengan kemauan gigih para anggota Laskar Pelangi; (17) film tersebut sangat menarik perhatian karena film tersebut menggambarkan pendidikan yang sederhana dengan fasilitas yang seadanya, tetapi justru mampu mengangkat makna filosofi tentang pendidikan; (18) film tersebut sangat banyak dalam mengandung ironi karena inilah ironi dari pendidikan di Indoensia, ketika kesenjangan antara pendidikan di kota dan daerah yang sangat jauh ketika di kota dengan fasislitas mewah dan di daerah seperti film tersebut; (19) film tersebut cukup dalam hal unsur yang menegangkan karena ada beberapa peristiwa yang menegangkan sehingga berdampak pada diri pembaca ; (20) karakteristik formal film ini cukup disukai karena adanya narasi yang sangat baik, penggunaan seting dan penggambaran tokoh-tokohnya dengan karakter yang jelas; dan (21) film tersebut

sangat menantang dalam memberikan tantangan intelektual untuk merefleksi atau analisis lebih lanjut karena film ini menunjukkan bahwa kaum intelektual harus menganalisis lebih lanjut dan membantu pendidikan di Indonesia untuk menjadi rata.

Pembaca ketiga menyatakan bahwa: (1) penilaian keseluruhan terhadap film Laskar Pelangi baik karena pesan yang ingin disampaikan tentang perjuangan dalam dunia pendidikan dapat ditangkap oleh penonton dengan baik; (2) gagasan atau tema utama film tersebut sangat jelas karena melalui tokoh Lintang, film tersebut merupakan penggambaran untuk mengangkat masalah perjuangan dalam hal pendidikan; (3) makna dan daya tarik tertentu tanpa terikat ruang dan waktu dalam film ini sangat jelas karena dapat dinikmati di manapun, kapanpun dan oleh siapapun, makna dan tema film tersebut tidak berubah; (4) penggunaan bahasa dalam film tersebut cukup terampil karena cukup membuat penonton jelas dalam menangkap maksud inti cerita; (5) pengembangan organisasi plot film tersebut sedikit karena hanya ruang lingkup pendidikan yang diangkat melalui tokoh-tokoh itu; (6) dalam hal keaslian atau perspektif yang segar dan berbeda film tersebut sangat asli karena film ini hadir dengan membawa tema yang berbeda dari pada yang lain dan film ini menyediakan ide cerita yang segar; (7) keterlibatan emosional dengan watak dan tindakan tokoh sangat terlibat karena bisa merasakan bahwa masih banyak di sekitar kita anak-anak yang membutuhkan pendidikan yang layak, seperti yang digambarkan pada cerita tersebut; (8) kecakapan teknik naratifnya cukup terampil karena pembahasannya menarik membawa pesan yang jelas dan menghibur; (9) karakter kemanusiaan film tersebut sedang karena lakon dijelaskan dengan cukup tetapi ada

beberapa yang kurang; (10) film tersebut agak lamban dalam tindakan yang terbatas dan berlangsung dengan cepat karena ada beberapa bagian yang mendramatisir jalannya cerita; (11) film tersebut cukup kompleks karena plot-nya cukup menggambarkan dunia pendidikan yang kompleks; (12) seluruh makna film tersebut cukup terpahami karena film tersebut cukup mewakili dalam menceritakan perjuangan dunia pendidikan di daerah pinggiran; (13) film tersebut baik dalam hal struktur serta keseluruhan elemen yang terintegrasi dan koheren karena peristiwa- peristiwa dalam film tersebut saling berhubungan secara runtut; (14) film tersebut cukup terpercaya karena tema nya asli dan berdasarkan pengalaman asli dari penulis; (15) film tersebut sedang dalam hal mengandalkan imaji karena dalam pengimajinasian tokohnya cukup menarik untuk dicermati; (16) film tesebut sedang dalam pokok persoalan yang menyenangkan karena melalui film tersebut cukup membuat prihatin akan dunia pendidikan di Indonesia; (17) film tersebut sangat menarik perhatian karena mengangkat tema yang segar dan berbeda dari yang lain; (18) film tersebut sangat banyak dalam mengandung ironi karena adanya peristiwa yang menyedihkan mengenai perjuangan anak-anak Laskar Pelangi dalam mengejar pendidikannya; (19) film tersebut cukup dalam hal unsur yang menegangkan karena unsur-unsur menegangkan yang dihadirkan dalam film tersebut cukup mendramatisir suasana film; (20) karakteristik formal film ini cukup disukai karena karakternya menarik; dan (21) film tersebut cukup menantang dalam memberikan tantangan intelektual untuk merefleksi atau analisis lebih lanjut karena menantang penonton untuk menyelami tema baru yang dimunculkan dalam film itu.

Pembaca ke empat menyatakan bahwa: (1) penilaian keseluruhan terhadap film Laskar Pelangi sangat baik karena film tersebut mengandung gagasan yang jelas; (2) gagasan atau tema utama film tersebut sangat jelas karena pesan yang ingin disampaikan sutradara tervisualisasikan amat jelas dan dapat tersampaikan kepada penonton; (3) makna dan daya tarik tertentu tanpa terikat ruang dan waktu sangat jelas karena film tersebut menggambarkan pengalaman masa kecil penulis yang dapat diambil pelajaran dalam setiap kehidupannya dan cerita seperti Bu Mus yang penuh semangat, hingga kini pun masih bisa dijumpai Bu Mus yang lain pada zaman sekarang; (4) penggunaan bahasa dalam film tersebut cukup terampil karena menggunakan bahasa asli Belitung yang terdengar unik; (5) pengembangan organisasi plot film tersebut sedikit karena terlihat runtut dan tidak membingungkan; (6) dalam hal keaslian atau perspektif yang segar dan berbeda film tersebut sangat asli karena diambil dari pengalaman pribadi penulis dengan setting juga di daerah asal, yang segar dan berbeda dan muncul di tengah-tengah novel-novel populer yang merebak; (7) keterlibatan emosional dengan watak dan tindakan tokoh sangat terlibat karena cerita terasa sangat nyata seperti kehidupan anak-anak; (8) kecakapan teknik naratifnya cukup terampil karena runtut dan mudah dipahami; (9) karakter kemanusiaan film tersebut sedang karena ekspresi dan tindakan tokoh-tokohnya jelas; (10) film tersebut agak lamban dalam tindakan yang terbatas dan berlangsung dengan cepat karena terasa begitu pas dalam percakapan-percakapannya; (11) film tersebut cukup kompleks karena permasalahan yang diangkat penuh pengorbanan dalam mengatasinya; (12) seluruh makna film tersebut cukup dipahami karena maksud atau

pesan yang disampaikan film itu bisa dimengerti; (13) film tersebut baik dalam hal struktur serta keseluruhan elemen yang terintegrasi dan koheren karena runtut dan tidak membingungkan; (14) film tersebut cukup terpercaya karena terdapat bukti- bukti nyata yang sampai sekarang masih bisa dilihat meski sudah mengalami perubahan; (15) film tersebut sedang dalam mengandalkan imajinasi karena berdasarkan kisah nyata; (16) film tesebut sedang, dalam pokok persoalan yang menyenangkan karena setiap adegan tokoh terasa begitu nyata dan tidak dibuat-buat; (17) film tersebut sangat menarik perhatian karena tema yang diangkat adalah tema baru dan penggambaran latar budayanya belum pernah dijumpai sebelumnya; (18) film tersebut sangat banyak dalam mengandung ironi karena seperti kasus Tuk Bayan Tula, sosok Bu Mus mengandung arti lain di balik semua itu; (19) film tersebut cukup dalam hal unsur yang menegangkan karena saat perjalanan bertemu buaya ketika mau cerdas cermat, terasa mistis dan penuh tantangan; (20) karakteristik formal film ini cukup disukai karena penyajiannya bagus; dan (21) film tersebut cukup menantang dalam memberikan tantangan intelektual untuk merefleksi atau analisis lebih lanjut karena mengandung nilai moral untuk dikaji dan diterapkan pada generasi muda supaya mempunyai nilai moral yang baik.

Pembaca kelima, menyatakan bahwa: (1) penilaian keseluruhan terhadap film Laskar Pelangi sangat baik karena amanat yang ingin disampaikan oleh penulis maupun sutradara tersampaikan; (2) gagasan atau tema utama film tersebut sangat jelas karena tema yang diangkat adalah tema tentang pendidikan dan mudah untuk dipahami; (3) makna dan daya tarik tertentu tanpa terikat ruang dan waktu sangat

jelas karena tema yang diangkat adalah tentang pendidikan dan sampai kapanpun film tersebut tetap bertemakan tentang pendidikan; (4) penggunaan bahasa dalam film tersebut sangat terampil karena meskipun penggunan bahasa dengan penggunaan logat maupun dialek Belitung, tetapi masih bisa dipahami; (5) pengembangan organisasi plot film tersebut sangat baik karena alur atau plotnya berurutan; (6) dalam hal keaslian atau perspektif yang segar dan berbeda film tersebut sangat asli karena film tersebut diangkat dari pengalaman pribadi sehingga sangat asli; (7) keterlibatan emosional dengan watak dan tindakan tokoh sangat terlibat karena ada beberapa peristiwa yang mampu menumbuhkan keterlibatan emosional seperti dalam lomba cerdas cermat ketika jawaban yang dikemukakan Lintang benar, tetapi dinyatakan salah oleh juri; (8) kecakapan teknik naratifnya cukup terampil karena kepintaran narator yang menceritakan tentang kondisi di sana; (9) karakter kemanusiaan film tersebut sangat jelas karena dengan mengangkat tema pendidikan yang kondisi masyarakatnya jauh dari kemapanan, film tersebut bisa dijadikan sebagai sebuah patokan untuk pendidikan di Indonesia, terutama di daerah terpencil; (10) film tersebut cukup cepat dalam tindakan yang terbatas dan berlangsung dengan cukup cepat karena misalkan ada beberapa peristiwa dalam novel yang diceritakan dengan cukup jelas, dalam film tersebut ditampilkan dengan cukup cepat; (11) film tersebut cukup kompleks karena dengan tema tentang pendidikan yang diangkat, seharusnya film tersebut masih bisa mengangkat lebih banyak lagi mengenai berbagai permasalahan yang seharusnya lebih bisa dimunculkan; (12) seluruh makna film tersebut dapat dipahami karena pesan yang ingin disampaikan dari film tersebut

tersampaikan dengan baik, yaitu tentang pendidikan; (13) film tersebut sangat baik dalam hal struktur serta keseluruhan elemen yang terintegrasi dan koheren karena unsur instrinsiknya saling berkaitan; (14) film tersebut cukup terpercaya karena film tersebut diangkat dari pengalaman pribadi, jadi bisa dipercaya oleh pembaca nya; (15) film tersebut sedang dalam mengandalkan imajinasi untuk memahaminya karena film tersebut menampilkan tentang pengalaman pribadi, sehingga tidak memberikan banyak efek tentang imajinasi untuk memahaminya; (16) film tesebut sangat jelas dalam pokok persoalan yang menyenangkan karena mengandung motivasi dan banyak hal yang menyentuh; (17) film tersebut sangat menarik perhatian karena tema yang diangkat adalah tentang pendidikan; (18) film tersebut sangat banyak dalam mengandung ironi karena kondisi film yang memprihatinkan dalam film tersebut, merupakan pengalaman hidup secara nyata dari pengarangnya; (19) film ini cukup dalam hal unsur yang menegangkan karena hanya sedikit peristiwa yang mengangkan dalam film tersebut, yaitu hanya pada bagian cerdas cermat dan bagian akhir dari film tersebut; (20) karakteristik formal film ini cukup disukai karena tema dan alur dari film ini cukup jelas; dan (21) film tersebut sangat menantang dalam memberikan tantangan intelektual untuk merefleksi atau analisis lebih lanjut karena adanya unsur penggunaan bahasa yang menggabungkan antara bahasa asli dengan bahasa Indonesia sehingga membutuhkan pemahaman yang lebih.

Pembaca keenam menyatakan bahwa: (1) penilaian keseluruhan terhadap film Laskar Pelangi baik, karena meski banyak hal yang diangkat dalam film tersebut, namun misi utama yang diusung yaitu tentang pendidikan tidak teralihkan; (2)

gagasan atau tema utama film tersebut sangat jelas karena gagasannya itu tanpa harus mencari-cari atau memahami isi dari film tersebut, dengan mudah sudah diketahui bahwa yang diangkat adalah pendidikan; (3) makna dan daya tarik tertentu tanpa terikat ruang dan waktu dalam film ini sangat jelas karena kondisi pendidikan di Indonesia pada umumnya, dari dulu hingga sekarang tidak banyak yang berubah, seperti yang tergambarkan pada film tersebut; (4) penggunaan bahasa dalam film tersebut cukup terampil karena meskipun film tersebut mengunakan dialek melayu beltong, namun setiap penonton akan dapat dengan mudah memahami isinya; (5) pengembangan organisasi plot film tersebut sedang karena tanpa ada kerancuan dan tertata rapi; (6) dalam hal keaslian atau perspektif yang segar dan berbeda film tersebut sangat asli karena latar atau seting film tersebut mengambil lokasi asli dari cerita tersebut yaitu di Belitong; (7) keterlibatan emosional dengan watak dan tindakan tokoh sedang karena ketika ada adegan-adegan yang mungkin tegang atau lucu langsung berekspresi tanpa harus berpikir terlebih dahulu; (8) kecakapan teknik naratifnya cukup terampil karena tidak hanya terbatsa pada dialognya karena melibatkan prolog dari tokoh Ikal yang menceritakan kondisi yang ada dalam film tersebut; (9) karakter kemanusiaan film tersebut sangat jelas karena pada tahapnya film ini adalah sebuah film yang realis dan benar-benar bisa dikatakan diusung dari fakta; (10) film tersebut cukup cepat dalam tindakan yang terbatas dan berlangsung dengan cepat karena perpindahan alur yang cukup cepat dan bisa dinalar dengan logika; (11) film tersebut cukup simpel karena film ini pada awalnya adalah berawal dari fakta dan tidak terkesan dibuat-buat; (12) seluruh makna film tersebut cukup

terpahami karena tidak ada kerancuan dalam jalan cerita film tersebut; (13) film tersebut baik dalam hal struktur serta keseluruhan elemen yang terintegrasi dan koheren karena kondisi yang diangkat dalam film tersebut sinkron tehadap keadaan saat itu; (14) film tersebut cukup terpercaya karena diakhir itu diberi bukti-bukti autentik tentang di mana ada buaya yang begitu besar, terus tentang foto-foto yang asli yang dimiliki oleh Ikal; (15) film tersebut sedang dalam hal mengandalkan imaji karena film ini adalah suatu film yang realis; (16) film tesebut sangat jelas dalam pokok persoalan yang menyenangkan karena sangat jelas dalam menggambarkan keadaan yang sangat menyenangkan dan itu sangat enak untuk ditonton oleh para penonton; (17) film tersebut sangat menarik perhatian karena pada awalnya sudah membaca novelnya dan mengganggap novelnya itu bagus; (18) film tersebut sangat banyak dalam mengandung ironi karena walaupun itu berasal dari masalah yang biasa kita jumpai, namun terasa kompleks dan dan mengejutkan prediksi pembaca ; (19) film tersebut cukup dalam hal unsur yang menegangkan karena ketika ada beberapa peristiwa yang muncul dalam film akan menghadirkan ketegangan seperti yang dialami oleh tokoh; (20) karakteristik formal film ini cukup disukai karena banyaknya istilah-istilah yang dimunculkan oleh penulis yang memicu pembaca untuk berpikir; dan (21) film tersebut cukup menantang dalam memberikan tantangan intelektual untuk merefleksi atau analisis lebih lanjut karena amanat dari filmnya ini tentang pendidikan itu langsung memberi potret bahwa pendidikan Indonesia dari dulu sampai sekarang itu sama saja.

Pembaca ketujuh, menyatakan bahwa: (1) penilaian keseluruhan terhadap film Laskar Pelangi sangat baik karena keseluruhan isi yang ada di dalam novel dituangkan ke dalam film itu; (2) gagasan atau tema utama film tersebut sangat jelas karena diam-diam mengangkat dan menyoroti tentang pendidikan yang ada di daerah Belitong; (3) makna dan daya tarik tertentu tanpa terikat ruang dan waktu sangat jelas