BAB IV RESEPSI MAHASISWA JURUSAN SASTRA INDONESIA
C. Interpretasi Psikoanalisis Ego Pembaca dalam Respon Tekstual Terhadap
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, pembahasan ini menganalisis interpretasi hasil eksperimental pembaca yang berkaitan dengan psikologis ego masing-masing pembaca terhadap aspek tekstual film Laskar Pelangi. Adapun keterkaitan psikobiografi pembaca dalam penelitian ini dengan aspek resepsinya dapat dijelaskan sebagai berikut.
Penilaian pembaca pertama dalam wawancara eksperimental pada poin pertama mengenai penilaian terhadap keseluruhan dalam film1, poin kedua mengenai gagasan atau tema2, dan poin tiga mengenai makna dan daya tarik dalam film3 memiliki keterkaitan secara psiko ego dalam hal kondisi masa kecil pembaca tersebut mengenai pendidikan4. Hal itu setipe dengan pernyataannya pada poin ke duabelas mengenai seluruh makna dalam film5, dalam hal film yang menarik perhatian6, dalam hal ironi7, dan dalam hal unsur yang menegangkan8. Memiliki hubungan setipe
1
Penilaian keseluruhan terhadap filmLaskar Pelangisangat baik karena film itu dapat menginspirasi kehidupan tentang dunia pendidikan dan edukasi.
2
Gagasan atau tema utama film tersebut sangat jelas karena film itu digambarkan secara rinci dan detail mengenai kehidupan para anggotaLaskar Pelangidan tentang kehidupan masyarakatnya.
3
Makna dan daya tarik tertentu tanpa terikat ruang dan waktu sangat jelas karena ketika menyaksikan filmLaskar Pelangimerasakan apa yang dirasakan oleh anak-anakLaskar Pelangi.
4
Memiliki kisah kehidupan dari masa kecil yang sederhana, menjunjung nilai-nilai pendidikan, dan memiliki keluarga yang agamis.
5
Seluruh makna film tersebut cukup dipahami karena terinspirasi tokoh yang diperankan oleh Lintang yang harus kerja keras untuk sekolah dan memiliki semangat juang untuk menuntut ilmu.
6
Film tersebut sangat menarik perhatian karena film tersebut menginspirasi dalam hal edukasi dan semangat juang.
7
Film tersebut sedang dalam mengandung ironi karena adanya unsur menyedihkan dan menyenangkan dalam film tesebut seperti ketika Lintang ingin berangkat sekolah harus bertemu buaya dan harus menunggu buaya itu menepi dan ketika bapak Lintang harus meninggal dan itu menimbulkan ironi.
dengan kondisinya di masa kecil yang harus berjalan sejauh dua kilometer ketika TK, harus menyeberang jalan raya ketika SD, dan harus berangkat pagi dan pulang sore ketika SMP9. Perjalanan yang ditempuh dan pertemuan dengan buaya setipe dengan kondisi harus menyeberang jalan raya karena sama-sama memiliki potensi bahaya. Berjalan selama dua kilometer, harus berangkat pagi, dan pulang sore setipe dengan perjuangan tokoh Lintang yang harus menempuh jarak empat puluh kilometer ketika harus berangkat sekolah.
Perubahan mengenai pandangan terhadap kehidupan yang dimunculkan dari film Laskar Pelangi adalah merasa lebih bersyukur karena ternyata ada yang lebih sulit kehidupannya dibandingkan dirinya. Hal itu setipe dengan penilaiannya terhadap pernyataan dalam wawancara eksperimental pada poin delapan belas mengenai ironi10.
Aspek rasa yang dominan muncul bagi diri pembaca pertama terhadap film Laskar Pelangi adalah rasa iba dan bangga11 yang memiliki hubungan dengan
8
Film tersebut sedikit dalam hal unsur yang menegangkan karena hanya ada beberapa peristiwa yang menegangkan seperti ketika Lintang mau berangkat sekolah dan bertemu dengan buaya.
9
Pernah mengalami pindah rumah, dan setiap hari harus berjalan pulang pergi sejauh dua kilometer ketika TK. Ketika duduk di bangku SD, setiap hari harus menyeberang jalan raya ketika sekolah dan ketika SMP harus berangkat pagi dan pulang sore. Terlahir dari keluarga wirausahawan dan sejak SMP diberi kebebasan dalam hal menentukan jalan hidupnya.
10
Film tersebut sedang dalam mengandung ironi karena adanya unsur menyedihkan dan menyenangkan dalam film tesebut seperti ketika Lintang ingin berangkat sekolah harus bertemu buaya dan harus menunggu buaya itu menepi dan ketika bapak Lintang harus meninggal dan itu menimbulkan ironi.
11
Aspek nilai yang dominan yang muncul terhadap filmLaskar Pelangiadalah rasa Iba dan bangga. Iba karena kehidupan yang mereka jalankan sangat pas-pasan, dan bangga karena selalu semangat, pantang mengeluh, pantang menyerah walau dihadapkan dengan berbagai masalah dan dalam keadaan kehidupan yang pas-pasan.
pernyataan dalam wawancara eksperimentalnya pada poin tujuh mengenai keterlibatan emosional12dan pada poin delapan mengenai karakter kemanusiaan13.
Dampak psikologis yang muncul terhadap diri informan setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah hadirnya kembali semangat yang kuat14. Hal itu setipe dengan pernyataannya dalam wawancara eksperimental pada poin ke tujuh belas mengenai unsur film yang menarik perhatian15.
Penilaian pembaca kedua terhadap pernyataan dalam wawancara psikobiografi mengenai studinya dan cita-citanya menjadi wartawan, memiliki hubungan secara psikologi ego terhadap tanggapan pembaca tersebut pada poin pertama pada wawancara eksperimental yaitu tentang penilaian terhadap keseluruhan film Laskar Pelangi16, gagasan atau tema utama dalam film Laskar Pelangi17, dan pada penilaiannya mengenai makna dan daya tarik dalam film seperti pada poin tiga18yang
12
Keterlibatan emosional dengan watak dan tindakan tokoh sedang karena ada beberapa bagian film yang menggambarkan kegigihan dan kerja keras untuk bisa sekolah, menginspirasi untuk menerapkannya dalam kehidupan secara nyata.
13
Karakter kemanusiaan film tersebut sedang karena mudah di pahami dan film ini benar-benar menggambarkan realita yang dialami oleh masyarakat belitung sehingga ikut merasakan apa yang dialami oleh para pemain ketika menyaksikan film itu.
14
Dampak yang muncul yang dihadirkan dari film Laskar Pelangi adalah semangat yang terbakar kembali setelah melihat film tersebut. Mereka bisa semangat, pantang mengeluh, pantang menyerah, untuk menghadapi tantangan hidup dengan kedaan yang lebih buruk dibandingkan dengan kualitas kehidupannya. Mereka saja mampu walau dalam keadaan yang semua serba minim, maka dirinya harus mampu lebih baik dengan keadaan yang jauh lebih baik dengan mereka.
15
Film tersebut sangat menarik perhatian karena film tersebut menginspirasi dalam hal edukasi dan semangat juang.
16
Penilaian keseluruhan terhadap filmLaskar Pelangisangat baik, tema film yang diangkat itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari jadi dapat memaknainya secara sederhana dan dapat menangkapnya secara mudah.
17
Gagasan atau tema utama film tersebut sangat jelas karena tergambar dengan sangat jelas bahwa tema yang diangkat adalah tema pendidikan.
18
Makna dan daya tarik tertentu tanpa terikat ruang dan waktu dalam film ini sangat mudah dipahami karena pendidikan tidak terbatasi oleh ruang dan waktu, jadi ketika film itu ditampilkan sekarang atau di masa depan yang diangkat tetap tema tentang pendidikan.
secara tidak langsung memiliki hubungan dengan diri pembaca kedua yaitu masih sebagai mahasiswa. Sikap kritisnya terbentuk karena cita-citanya yaitu ingin menjadi wartawan.
Perubahan terhadap pandangan kehidupan yang muncul setelah menyaksikan filmLaskar Pelangiadalah harus mensyukuri hidup karena masih banyak orang yang berada dalam berbagai kekurangan. Hal itu setipe dengan penilaiannya dalam wawancara eksperimental pada poin ketujuh belas tentang unsur film yang menarik perhatian19, dan pada poin kedelapan belas yaitu mengenai ironi dalam film20.
Aspek rasa yang dominan terhadap film Laskar Pelangi adalah sedih dan haru21. Hal itu setipe dengan pendapatnya pada pernyataan dalam wawancara eksperimental pada poin tujuh yaitu mengenai keterlibatan emosional terhadap watak dan tindakan tokoh22.
Dampak psikologis yang muncul terhadap diri pembaca kedua setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah memiliki semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan dan ingin seperti Ikal yang bisa kuliah S-2 di luar negeri. Hal itu setipe dengan pandangannya tehadap pernyataan pembaca kedua pada poin ke enam
19
Film tersebut sangat menarik perhatian karena film tersebut menggambarkan pendidikan yang sederhana dengan fasilitas yang seadanya, tetapi justru mampu mengangkat makna filosofi tentang pendidikan.
20
Film tersebut sangat banyak dalam mengandung ironi karena inilah ironi dari pendidikan di Indoensia, ketika kesenjangan antara pendidikan di kota dan daerah yang sangat jauh ketika di kota dengan fasislitas mewah dan di daerah seperti film tersebut.
21
Aspek rasa yang dominan terhadap film Laskar Pelangi adalah sedih dan haru, karena kondisi mereka yang cukup memperihatinkan namun masih tetap bersemangat dalam bersekolah.
22
Keterlibatan emosional dengan watak dan tindakan tokoh sangat terlibat karena ada sesuatu ketertarikan emosional yang dibawakan dalam film itu, jadi ikut mengalir terbawa suasana.
belas dalam wawancara eksperimental mengenai pokok persoalan film yang menyenangkan23.
Penilaian pembaca ketiga terhadap pertanyaan ke-1 dan ke-2 dalam kuesioner eksperimental memiliki keterkaitan psikologi ego dalam hal memiliki cita-cita menjadi guru. Hasil interpretasinya terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut menitikberatkan pada aspek pendidikan seperti halnya dalam hal pesan atau gagasan dan tema dalam film. Pembaca tersebut memandang bahwa menjadi guru memiliki efisiensi waktu yang cukup karena setelah mengajar masih bisa melakukan hal-hal yang lain. Hal tersebut memiliki hubungan yang teraktualisasi dalam tokoh Bu Muslimah yaitu memiliki usaha sampingan selain mengajar. Kondisi keluarganya yang mapan karena kedua orang tuanya adalah PNS, berdampak pada karakter pribadinya yang meminimalisir terjadinya resiko karena terbiasa memilih rasa aman.
Tokoh yang diinspirasikan oleh pembaca ini adalah Lintang memiliki keterkaitan dengan karakter Lintang sebagai seorang yang cerdas, setipe dengan imajinasinya di waktu kecil yaitu menjadi ilmuwan. Menurut pembaca tersebut menjadi ilmuwan adalah pintar karena bisa menemukan hal-hal yang baru. Selain itu pembaca tersebut pernah mengalami kegagalan seperti halnya Lintang yang harus mengubur impiannya tentang pendidikan yang setipe dengan pengalamannya yaitu gagal untuk kuliah di UB24. Pilihannya untuk kuliah di UB karena pembaca tersebut
23
Film tesebut sangat jelas dalam pokok persoalan yang menyenangkan karena peristiwa-peristiwa dalam film sangat menginspirasi dengan kemauan gigih para anggotaLaskar Pelangi.
24
tinggal di salah satu kota di Jawa Timur sedangkan UB adalah salah satu universitas favorit di kawasan Jawa Timur.
Pandangan tentang kehidupan yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah munculnya kesadaran bahwa hidup itu penuh perjuangan, terlebih bagi anak-anak pesisir yang susah dalam hal memperoleh pendidikan yang bertentangan dengan kondisi kehidupannya sejak kecil yang cukup nyaman karena kodisi ekonomi keluarganya baik.
Aspek rasa yang dominan muncul dari film Laskar Pelangi adalah rasa haru karena melihat perjuangan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang susah dan harus bekerja keras. Hal itu tentu berbeda dengan perjalanan hidupnya yang selalu mapan sehingga rasa haru itu merupakan titik kesadaran akan kondisi kehidupan di luar jangkauan kondisi kehidupan yang ia alami.
Dampak psikologis yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah lebih termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. Hal itu merupakan sebuah kesadaran bahwa selama ini dengan kondisi kehidupannya yang jauh lebih baik pembaca tersebut masih kurang termotivasi dalam hal menuntut ilmu.
Penilaian pembaca keempat terhadap pertanyaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dalam kuesioner ekpserimental memiliki keterkaitan hubungan dengan cita-citanya menjadi penulis. Penilaiannya terhadap film Laskar Pelangi dalam hal gagasan yang jelas, pesan yang ingin disampaikan sutradara, tervisualisasikan sangat jelas, dan dapat tersampaikan kepada penonton. Mengenai film yang menggambarkan pengalaman
masa kecil penulis, berhubungan dengan proses-proses kreatif yang selama ini pernah dialami oleh pembaca yang sering menulis dan memiliki cita-cita menjadi penulis.
Pemahaman terhadap penggunaan bahasa terkait dengan kebiasaannya membaca dan menulis sehingga cukup tertarik terhadap bahasa yang digunakan dalam film Laskar Pelangiyang memadukan bahasa Indonesia dan keunikan bahasa asli Belitung25.
Perubahan pandangan hidup yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi terhadap kehidupannya adalah harus bisa memanfaatkan peluang yang dimiliki sebaik mungkin karena selama ini pembaca keempat terkondisikan dalam kisah hidup dari kecil hingga sekarang dengan tidak mengalami perubahan kehidupan yang signifikan.
Salah satu cita-cita di waktu kecil yang pernah dimiliki oleh pembaca tersebut adalah keliling dunia. Hal itu menggambarkan karakter imajinasi pembaca yang sering berfantasi karena memiliki kondisi kehidupan yang menyenangkan.
Aspek rasa yang dominan setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah sedih, terlebih dengan tokoh Lintang yang pintar tetapi tidak bisa meneruskan sekolah. Hal itu setipe dengan pandangan hidupnya yang selalu menyenangkan di kala kecil sehingga unsur sedih merupakan bentuk kesadarannya ketika melihat sebuah peristiwa yang berada di luar kebiasaannya dalam menjalani kehidupan.
Dampak psikologis yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah termotivasi untuk menjadi seperti anak-anak Laskar Pelangi yang memiliki 25
semangat luar biasa meski dalam kondisi kehidupan yang serba kekurangan. Hal itu berhubungan dengan kondisi kehidupannya di masa kecil yang tidak mengalami perubahan secara signifikan sehingga ketika menyaksikan filmLaskar Pelangiseakan imajinasinya kembali ke masa kecil agar bisa menjalani kehidupan seperti yang dijalani anak-anakLaskar Pelangidengan penuh semangat.
Penilaian pembaca kelima terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner eksperimental memiliki keterkaitan dengan aspek psikobiografinya. Pertanyaan ke-2 dan ke-3 yaitu mengenai tema dan makna dalam peristiwa yang diangkat dalam film Laskar Pelangi adalah mengenai pendidikan. Hal itu sejalan dengan pemahamannya mengenai pendidikan karena sesuai dengan kondisinya saat ini yang masih sebagai pelajar dan terkait dengan cita-citanya menjadi seorang guru.
Interpretasinya terhadap pertanyaan mengenai penggunaan bahasa berhubungan dengan bidang ilmu yang dikaji yaitu Sastra Indonesia. Pembaca tersebut dapat menggunakan istilah “logat” dan “dialek” seperti tertuang dalam jawaban nomor 4 dalam kuesioner eksperimental26.
Perubahan terhadap pandangan hidup yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah harus menyukuri segala sesuatu yang dimiliki karena banyak orang yang tidak memiliki kesempatan yang sama seperti dirinya. Hal itu berhubungan dengan trauma yang dimiliki saat ini yaitu ketika dengan tiba-tiba ditinggalkan oleh salah satu orang tua untuk selama-lamanya dan sehubungan dengan
26
Meskipun penggunan bahasa dengan penggunaan logat maupun dialek Belitong, tetapi masih bisa dipahami.
film tersebut yang sangat banyak dalam mengandung ironi karena kondisi film yang memprihatinkan.
Aspek rasa yang dominan muncul terhadap film Laskar Pelangi adalah rasa haru karena perjuangan anak-anak Laskar Pelangi yang luar biasa. Hal itu setipe dengan pendapatnya mengenai film Laskar Pelangi yang di dalamnya terdapat peristiwa-peristiwa menyentuh, terlebih dengan kondisi mereka yang mampu mencerminkan kondisi pendidikan di pedalaman27.
Dampak psikologi ego yang muncul setelah menyaksikan filmLaskar Pelangi adalah menyukuri atas segala kondisi yang dimiliki. Hal itu berhubungan dengan traumanya ketika tiba-tiba harus kehilangan orang tua dan selama ini kurang memanfaatkan kesempatan yang lebih baik bila dibandingkan dengan anak-anak Laskar Pelangi.
Penilaian pembaca keenam terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner eksperimental memiliki hubungan dalam analisis psikologi ego yang tertuang dalam kuesioner psikobiografi, di antaranya pada jawaban dalam pertanyaan ke-1, ke-2, dan ke-3 yaitu berhubungan dengan cita-citanya yaitu menjadi dosen. Pembaca ini mencoba memahami mengenai kondisi pendidikan yang ada di sekitarnya.
Jawaban pertanyaan mengenai keterlibatan emosional dengan watak dan tindakan tokoh sedang karena ketika ada adegan-adegan yang mungkin tegang atau lucu langsung berekspresi tanpa harus berpikir terlebih dahulu yang berhubungan
27
Kondisi pendidikan di pedalaman yang dimaksud adalah kondisi pendidikan anak-anak pedalaman yang jauh dari sarana yang memadai.
dengan kisah di waktu kecilnya karena mirip dengan anak-anakLaskar Pelangi yaitu penuh petualangan seperti kebanyakan anak-anak lelaki pada umumnya.
Perubahan dalam hal pandangan terhadap kehidupan yang muncul setelah menyaksikan filmLaskar Pelangiadalah di luar pengetahuannya, banyak masyarakat yang hidup dalam garis kemiskinan. Hal itu berhubungan dengan pendapatnya dalam film Laskar Pelangi yang sangat banyak dalam mengandung ironi karena walaupun cerita itu berasal dari masalah yang biasa dijumpai, tetapi terasa kompleks dan mengejutkan prediksi pembaca.
Aspek rasa yang dominan setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah rasa haru dengan keberhasilan Ikal di akhir cerita yang bisa kuliah ke Perancis. Hal itu sejalan dengan cita-citanya ingin menjadi dosen.
Dampak psikologis yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah ingin bisa studi lanjut ke luar negeri seperti Ikal. Hal itu sejalan dengan cita- citanya yaitu ingin menjadi dosen dan berharap bisa kuliah ke luar negeri.
Penilaian pembaca ketujuh terhadap pernyataan pada jawaban ke dua mengenai gagasan dan tema28 ke tiga mengenai makna dan daya tarik29, dan ke delapan belas mengenai ironi30 memiliki keterkaitan kondisi dirinya saat ini sebagai
28
Gagasan atau tema utama film tersebut sangat jelas karena diam-diam mengangkat dan menyoroti tentang pendidikan yang ada di daerah Belitong.
29
Adanya daya tarik tertentu tanpa terikat ruang dan waktu sangat jelas karena kondisi pendidikan di Indonesia terutama di luar pulau Jawa dari dulu hingga sekarang tidak banyak yang berubah.
30
Film tersebut sangat banyak dalam mengandung ironi karena kondisi pendidikan di Indonesia sangat tidak berimbang antara pulau Jawa dan luar Jawa
pelajar dan cita-citanya yaitu ingin menjadi guru31, dan pandangannya menjadi guru yang merupakan profesi mulia.
Perubahan pandangan terhadap kehidupan yang muncul setelah menyaksikan filmLaskar Pelangiadalah adalah rasa bersyukur dengan melihat kondisi masyarakat yang berada di bawahnya. Hal itu menggambarkan kelapangan hati setelah menyaksikan film tersebut karena meski dirinya telah mengalami beberapa peristiwa yang berat, tetapi ia masih merasa beruntung karena kondisi anak-anak dalam film Laskar Pelangi masih jauh di bawah kondisi yang pernah ia alami. Kondisi yang pernah dialami ketika masa kanak-kanak adalah ketika salah satu orang tuanya meninggal32, trauma yang pernah dialami seperti yang disampaikan pada wawancara psikobiografi33, dan harapan-harapannya di masa kecil yang tidak terpenuhi34.
Aspek rasa yang dominan muncul terhadap film Laskar Pelangi adalah rasa haru35. Hal itu memiliki keterkaitan dengan pendapatnya dalam wawancara eksperimental pada poin tujuh, yaitu pada rasa kemanusiaan tokoh-tokoh yang sangat tinggi36dalam filmLaskar Pelangi.
31
Cita-cita yang pernah dimiliki dari kecil hingga sekarang adalah menjadi dokter, masuk jurusan IPA ketika remaja, dan menjadi guru setelah lulus kuliah.
32
Kisah hidup dari kecil hingga sekarang mengalami goncangan ketika pada usia delapan tahun harus kehilangan salah satu orang tua.
33
Trauma yang pernah dimiliki adalah ketika salah satu orang tua meninggal dan gagal masuk IPA.
34
Harapan di masa kecil adalah punya mobil sehingga bisa pergi kemana-mana, punya Nintendo dan
Gameboot. 35
Aspek rasa yang dominan setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah rasa haru dengan semangat anak-anakLaskar Pelangidan kata-kata Pak Harfan yang cukup memotivasi.
36
Karakter kemanusiaan film tersebut sangat jelas karena rasa kemanusiaan tokoh-tokoh film tersebut yang sangat tinggi .
Dampak psikologis yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah tetap semangat untuk menjalani kehidupan. Hal itu setipe dengan pernyataan pembaca tersebut dalam wawancara eksperimental pada poin tujuh mengenai keterlibatan emosional terhadap tokoh37.
Penilaian pembaca kedelapan terhadap pertanyaan dalam wawancara eksperimental pada pertanyaan ke tujuh yaitu mengenai watak tokoh38. Setipe dengan kondisinya di masa kecil pembaca tersebut seperti yang tertuang dalam hasil wawancara psikobiografi pada poin pertama, yaitu mengenai kondisinya di masa kecil yang relatif sama dengan kondisi anak-anak pada umumnya39. Hal itu memiliki kesamaan dengan cerita yang ada pada anak-anakLaskar Pelangi yang digambarkan mengenai hal-hal menyenangkan ketika mereka sedang bermain bersama. Hal tersebut juga sesuai dengan harapan pembaca ketika masih kecil yang ingin memiliki banyak teman40 yang memiliki kondisi yang sama dengan pertemanan anak-anak Laskar Pelangi.
Perubahan terhadap pandangan mengenai kehidupan yang muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah mengenai kondisi pendidikan di Indonesia pada masa lampau terutama di daerah-daerah yang sangat memperihatinkan. Hal itu setipe dengan pendapatnya dalam wawancara eksperimental mengenai pendidikan di
37
Keterlibatan emosional dengan watak dan tindakan tokoh sangat terlibat karena sangat menyentuh dan menginspirasi.
38
Keterlibatan emosional dengan watak dan tindakan tokoh sedang karena ada perwatakan tokoh yang sesuai dengan diri informan.
39
Kisah hidup dari masa kecil hingga dewasa secara garis besar relatif sewajarnya seperti anak-anak kecil pada umumnya yang suka bermain.
40
Indonesia pada pernyataan nomer dua belas, yaitu kondisi yang digambarkan dalam film tersebut sangat nyata41.
Aspek rasa yang dominan muncul setelah menyaksikan film Laskar Pelangi adalah rasa sedih dengan melihat kondisi anak-anak Laskar Pelangi42. Hal itu