• Tidak ada hasil yang ditemukan

DARAH MANUSIA

Dalam dokumen modul IPA kelas 8 semester gasal KTSP (Halaman 42-50)

STANDAR KOMPETENSI :

1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia

KOMPETENSI DASAR :

2.2 Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan dan hubungannya dengan kesehatan INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI :

 Membandingkan macam organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia

 Menjelaskan fungsi jantung, fungsi pembuluh darah dan darah dalam sistem peredaran darah

 Mendata contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

Fungsi penting darah bagi tubuh, yaitu sebagai berikut.

1. Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.

2. Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru.

3. Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh. 4. Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal.

5. Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36°C sampai 37°C. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Darah mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Caranya, darah melakukan penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata.

6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh.

Komponen darah

Darah terbagi atas 2 komponen besar yaitu bagian cair yang disebut plasma darah dan bagian padat yang disebut butir darah.

a. Plasma darah

Plasma darah menyusun 55% dari keseluruhan darah, di dalamnya terlarut berbagai zat. Plasma tersusun dari air 91% dan zat terlarut 9%. Zat terlarut terdiri dari protein plasma, garam mineral, enzim, hormon, gas, dan zat organik lain. Protein dalam plasma antara lain berupa albumin

(berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik darah), globulin (membentuk antibodi), dan

fibrinogen (untuk pembekuan darah). Bagian plasma darah yang berperan dalam sistem kekebalan disebut serum. Serum ini mengandung berbagai antibodi yang penting dalam sistem kekebalan tubuh.

b. Butir darah

1) Eritrosit (sel darah merah) A. Darah

Eritrosit tidak berinti dan merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Berbentuk Bikonkaf, mengandung senyawa Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen dan Fe. Selain itu Hb dalam darah menyebabkan warna merah pada darah.

Kadar Hb inilah yang dijadikan patokan dalain menentukan penyakit Anemia. Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang telah tua dihancurkan di Limpa. Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin (pigmen empedu).

2) Leukosit (sel darah putih)

Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 - 9000 sel/cc darah. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh. Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksi, misalnya radang paru-paru.

Leukopeni yaitu Berkurangnya jumlah lekosit sampai di bawah 6000 sel/cc darah.

Leukositosis yaitu Bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 9000 sel/cc darah). Fungsi fagosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar

pembuluh darah. Kemampuan lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah (kapiler) untuk mencapai daerah tertentu disebut Diapedesis.

Jenis Lekosit : a. Granulosit

Lekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar (granula). Jenisnya adalah eosinofil, basofil dan netrofil.

Eosinofil mengandung granola berwama merah (Warna Eosin) disebut juga Asidofil. Berfungsi pada reaksi alergi (terutama infeksi cacing).

Basofil mengandung granula berwarna biru (Warna Basa). Berfungsi pada reaksi alergi karena mengandung histamin.

Gambar 6.1 sel darah merah

Netrofil merupakan sel darah putih terpenting yang berguna untuk menjaga masuknya bakteri. b. Agranulosit

Lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola. Jenisnya adalah limfosit dan monosit. • Limfosit (ada dua jenis sel yaitu sel T dan sel B). Keduanya berfungsi untuk menyelenggarakan imunitas (kekebalan) tubuh.

• Monosit merupakan leukosit dengan ukuran paling besar 3) Trombosit (keping-keping darah)

Disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200.000 - 500.000 sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic Factor). Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemofili.(darah sukar beku)

Proses Pembekuan Darah

Keterangan :

1. bila terjadi luka, trombosit yang terkena dinding luka akan pecah dan mengeluarkan tromboplastin/trombokinase.

2. tromboplastin/trombokinase akan mengubah protrombin menjadi trombin dengan bantuan vitamin K. perubahan protrombin yang belum aktif menjadi trombin yang aktif dipercepat dengan ion kalsium (Ca2+).

3. trombin mengubahn fibrinogen menjadi benang-benang fibrin yang menjerat sel darah merah dan membentuk gumpalan, sehingga darah membeku.

Jantung

Terdiri dari tiga lapisan 1. Perikardium (lapisan luar)

2. Miokardium (lapisan tengah/otot jantung) 3. Endokardium (lapisan dalam)

Jantung terdiri dari 4 ruang 1. Atrium Sinister (Serambi Kiri)

2. Atrium Dekster (Serambi Kanan) 3. Ventrikel Sinister (Bilik Kiri) 4. Ventrikel DekSter (Bilik Kanan)

Antara Atrium Sinister (Serambi Kiri) dengan Ventrikel Sinister (Bilik Kiri) terdapat katup dua daun (valvula bicuspidalis), sedangkan antara Atrium Dekster (Serambi Kanan) dengan Ventrikel Dekster (Bilik Kanan)

dihubungkan katup tiga daun (valvula tricuspidalis). Jantung

mendapat makanan

(oksigenasi) melalui pembuluh Arteri Koronaria.

Kerja otot jantung Pada saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kaya

oksigen dipompa menuju aorta. Sedangkan dari ventrikel kanan dipompa menuju arteri

pulmonalis. Keadaan ini yang disebut sistol

Bila ventrikel mengendur jantung akan menerima darah

dari vena cava superior dan vena cava inferior yang kaya karbon dioksida masuk ke atrium kanan. Sedangkan darah kaya oksigen dari vena pulmonalis masuk atrium kiri. Keadaan ini disebut diastol

Tekanan darah normal bagi individu berusia antara 20-35 tahun adalah sebagai berikut.

a. Sistol : 120 mmHg b. Diastol : 80 mm Hg

Pembuluh darah

Macam-macam pembuluh darah ; a. pembuluh nadi (arteri)

ciri-ciri :

1) dinding tebal dan elastis

2) katup hanya satu

3) membawa darah yang mengandung oksigen, kecuali arteri pulmonalis, yaitu arteri yang membawa darah dari ventrikel kanan ke paru-paru.

4) umumnya terletak di bagian dalam tubuh

Arteri bercabang-cabang menjadi arteriol dan arteriol bercabang menjadi kapiler-kapiler. b. pembuluh balik (vena)

ciri-ciri :

1) berdinding tipis dengan lubang pembuluh lebih besar daripada arteri 2) banyak terdapat katup untuk mencegah darah tidak mengalir kembali.

3) membawa darah yang kaya karbondioksida, kecuali vena pulmonalis yang membawa darah dari paru-paru ke atrium kiri.

4) terletak dekat permukaan tubuh.

Sistem peredaran darah pada manusia dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu peredaran darah paru-paru (peredaran darah kecil) dan peredaran darah sistemik (peredaran darah besar). Karena dua sistem peredaran darah ini, sistem peredaran darah pada manusia disebut sistem peredaran darah ganda.

1. Peredaran darah Pulmona/Peredaran darah kecil

Ventrikel kanan → arteri pulmonalis → paru-paru → vena pulmonalis → atrium kiri 2. Peredaran darah Sistemik/Peredaran darah besar

Ventrikel kiri → aorta→arteri(seluruh tubuh)→arteriol(seluruh tubuh)→kapiler(seluruh tubuh)→venula→vena→vena cava superior (tubuh bagian atas) dan vena cava inferior (tubuh bagian bawah)→atrium kanan.

Karena darah dalam peredarannya selalu dalam pembuluh darah, peredaraan darah manusia juga disebut peredaran darah tertutup.

Hemofili

Hemofili adalah penyakit kekurangan atau tidak adanya zat antihemofili sehingga darah si penderita sulit membeku.

Anemia

Anemia merupakan penyakit kekurangan sel darah merah atau eritrosit. Penyakit ini dapat disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya, tubuh kekurangan zat besi, akibatnya proses pembentukan darah menjadi terhambat. Penyebab lainnya antara lain rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau terkena penyakit infeksi cacing.

Penyakit Kuning pada Bayi

Bayi yang lahir dengan kulit berwarna kekuningan dapat terjadi karena rusaknya sel-sel darah merah pada bayi tersebut.

Leukimia

Leukimia atau kanker darah terjadi karena sel darah putih (sel limfosit B) mengalami kelainan sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, sel tersebut juga mengalami pembelahan yang tidak terkendali.

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi juga dikenal sebagai hipertensi. Penyakit ini muncul karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri sehingga tekanan darah menjadi meningkat. Pada beberapa kasus, tekanan darah tinggi disertai dengan gejala stroke. Selain faktor genetis, penyakit ini juga dipicu oleh pola makan yang tinggi kadar lemak dan zat kapur. Konsumsi makanan yang mengandung lemak dan zat kapur dalam kadar tinggi dapat mengakibatkan penebalan dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Tekanan Darah Rendah

Tekanan darah rendah atau hipotensi dapat disebabkan oleh keletihan. Tekanan darah rendah pada ibu hamil dapat mengakibatkan janin yang dikandung mengalami penurunan tingkat kecerdasan. Gejala tekanan darah rendah antara lain pusing, pingsan, dan tubuh lemah atau letih.

Sklerosis

Sklerosis merupakan penyakit mengerasnya pembuluh darah arteri karena timbunan lemak dan zat kapur. Pengendapan oleh zat lemak disebut atherosclerosis dan pengendapan oleh zat kapur disebut arteriosclerosis.

Varises

Varises merupakan penyakit pelebaran pembuluh darah yang terjadi pada bagian tertentu, misalnya pada betis.

Ambeien atau Hemoroid

Penyakit ambeien sering dijumpai pada pria. Ambeien terjadi karena adanya pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah pada ujung rektum atau anus.

1. Komponen system peredaran darah manusia terdiri dari darah, jantung dan pembuluh darah. 2. Darah terdiri atas komponen padat dan komponen cair.

3. Komponen padat darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit).

4. Komponen cair pada darah berupa plasma darah yang sebagian besar tersusun atas air dan protein terlarut.

5. Bilik kiri memiliki dinding yang lebih tebal karena berkenaan dengan fungsinya dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

6. Pembuluh nadi yang membawa darah nonaerasi adalah arteri pulmonalis, sedangkan pembuluh balik yang membawa darah aerasi adalah vena pulmonalis

7. Gangguan pada system peredaran darah diantaranya ada ambeien, hipertensi, hipotensi dan sklerosis

1. Pembuluh darah yang berfungsi membawa darah dari paru-paru ke serambi kiri adalah …. 2. Katup yang membatasi serambi kiri dan bilik kiri adalah ….

3. Komponen darah yang berperan dalam pembekuan darah adalah …. 4. Leukosit yang sitoplasmanya tidak terdapat granula disebut …. 5. Eritrosit berwarna merah karena mengandung zat ….

6. Pembuluh darah yang berfungsi membawa darah keluar dari bilik kiri adalah ….

7. Dinding otot pada bilik kiri lebih tebal karena berkaitan dengan tugasnya memompa darah menuju….

8. Penyakit tekanan darah tinggi disebut juga …. 9. Penyakit darah sukar membeku disebut juga ….

10. … adalah penyakit pelebaran pembuluh darah pada bagian tubuh tertentu. 11. Jantung pada manusia terbagi atas … ruangan

12. Pembuluh … memiliki dinding tipis dan banyak terdapat katup 13. Pembuluh nadi hanya memiliki satu katup yang dinamakan ….

14. Penyakit mengerasnya pembuluh darah karena timbunan zat kapur dinamakan …. 15. Kemampuan sel darah putih untuk menembus dinding pembuluh darah disebut ….

Keterangan : tiap soal benar skor 2

nilai=jumlah skor

3 ×10 1. Vena pulmonalis 2. Valvula bikuspidalis 3. Trombosit 4. Agranulosit 5. Hemoglobin 6. Aorta 7. Seluruh tubuh 8. Hipertensi 9. Hemofilia 10. Varises 11. 4 12. Balik 13. Valvula semilunaris 14. Arteriosklerosis 15. Diapedesis E. Evaluasi F. Kunci Jawaban

STRUKTUR TUBUH

Dalam dokumen modul IPA kelas 8 semester gasal KTSP (Halaman 42-50)

Dokumen terkait