• Tidak ada hasil yang ditemukan

Obat Penekan Saraf Pusat (Depresan)

Dalam dokumen modul IPA kelas 8 semester gasal KTSP (Halaman 96-102)

DAN PSIKOTROPIKA

2. Obat Penekan Saraf Pusat (Depresan)

Obat jenis depresan adalah obat yang bereaksi memperlambat kerja sistem saraf pusat. Obat jenis ini biasanya berupa obat tidur dan obat penenang. Contoh obat penekan saraf pusat antara lain diazepam (valium), nitrazepam (mogadon), luminal, dan pil KB. Di Indonesia para pengedar menamakan obat-obatan ini sebagai pil koplo. Penyalahgunaan obat penekan saraf dapat menimbulkan berbagai macam efek, antara lain perasaan menjadi labil, bicara tak karuan dan tidak jelas, mudah tersinggung, serta daya ingat dan koordinasi motorik terganggu sehingga jalannya menjadi limbung.

3. Halusinogen (Obat Halusinasi)

Obat jenis halusinogen adalah obat yang jika dikonsumsi dapat menyebabkan timbulnya halusinasi. Halusinogen paling terkenal adalah lysergic acid diethylamide (LSD). Efek yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan obat halusinasi ini adalah sebagai berikut.

a. Keringat berlebihan, denyut jantung menjadi cepat dan tak teratur, timbul perasaan cemas. b. Pupil mata melebar dan pandangan mata kabur.

Efek yang dapat ditimbulkan karena pemakaian narkotika antara lain sebagai berikut. 1. Sedatif atau menghilangkan rasa nyeri.

2. Analgesik atau membius. 3. Depresan atau menenangkan. 4. Stimulan atau merangsang. 5. Euphoria atau menyenangkan.

6. Halusinogen atau menimbulkan khayalan.

Beberapa jenis narkotika antara lain ganja (marijuana), morfin, heroin, dan kokain.

Pengayaan :Ganja (Marijuana)

Ganja diperoleh dari daun kering dan pucuk tanaman ganja (Cannabis sativa) yang sedang berbunga.

Kandungan zat kimia delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) di dalam daun ganja dalam dosis tertentu dipercaya dapat memengaruhi perasaan, penglihatan, dan pendengaran.

Ganja biasanya disalahgunakan dengan cara dihisap sebagai rokok atau dikunyah untuk

mendapatkan efeknya yang memabukkan (intoksikasi). Setiap batang rokok ganja diperkirakan memiliki kandungan THC yang berkisar antara 5–20 miligram. Orang yang mengisap ganja, pada saat intoksikasi akan mengalami hal-hal berikut.

a. Tahap awal berupa rasa pusing dan euphoria (rasa gembira) diikuti rasa damai dan tenang. b. Perubahan suasana hati yang diikuti dengan perubahan persepsi tentang ruang dan waktu. c. Proses berpikir menjadi terganggu oleh terpecah-pecahnya ide dan ingatan.

d. Beberapa pengguna menyatakan selera makan dan perasaan senang serta bahagia mereka meningkat.

e. Efek negatif ganja bisa berupa perasaan bingung, reaksi panik yang berlebihan, keinginan untuk menyerang, ketakutan, tak berdaya, dan kehilangan kontrol diri.

f. Pengguna ganja yang kronis akan mengalami sindrom amotivasional, yaitu menjadi sangat pasif dan tidak peduli pada apa pun.

g. Seperti intoksikasi pada alkohol, pandangan, pendengaran, cara bicara, kemampuan

menyelesaikan masalah, ingatan, waktu untuk merespon sesuatu, dan kemampuan mengendarai kendaraan bermotor menjadi terganggu.

Ciri-ciri orang yang kecanduan narkoba adalah sebagai berikut. 1. Lesu, mata merah dan kelihatan mengantuk, pikiran melayang.

2. Tidak sabaran, apa yang diinginkan harus segera dipenuhi saat itu juga. C. Narkotik

3. Cenderung hedonis, melakukan apa saja untuk mencapai apa yang diinginkan. 4. Bila ada permasalahan pelik, sifat agresif dan destruktif selalu dikedepankan.

5. Biasanya mengalami kesulitan dalam pergaulan dengan lawan jenisnya, malu, rendah diri, sukar didekati atau mendekati lawan jenis, dan suka menyendiri.

6. Menjadi dewasa pada usia terlalu dini dengan berperilaku seks bebas dan melakukan tindakan kriminal. Jika sudah ketagihan, apa pun akan dilakukan untuk mendapatkan narkoba dan

memuaskan rasa ketagihannya.

7. Sikapnya cenderung sangat ceroboh, nekat, dan kurang perhitungan.

8. Pembosan, emosi tidak stabil, tidak konsentrasi, tidak bersemangat, malas, depresi, dan tidak memiliki motivasi.

Ciri-Ciri Fisik Korban Ketergantungan Zat Adiktif dan Psikotropika

Orang yang telah kecanduan zat adiktif dan psikotropika dapat kita lihat dari fisiknya. Ciri-ciri korban ketergantungan zat adiktif dan psikotropika adalah sebagai berikut.

a. Mengalami gangguan pada sistem saraf (neurologis) Contoh gangguan pada sistem saraf, antara lain kejangkejang, halusinasi, gangguan kesadaran, dan kerusakan saraf tepi.

b. Mengalami gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler).

Gangguan pada jantung dan pembuluh darah, antara lain infeksi akut otot jantung dan gangguan peredaran darah.

c. Mengalami gangguan pada kulit (dermatologis)

Contoh gangguan pada kulit, antara lain penanahan (abses), alergi, dan eksim. d. Mengalami gangguan pada paru-paru (pulmoner)

Contoh gangguan paru-paru, antara lain penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernapas, dan pengerasan jaringan paru-paru.

e. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati, dan sulit tidur.

f. Mengalami gangguan kesehatan reproduksi, yaitu pada endokrin, seperti penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual. g. Pada remaja perempuan, mengalami perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).

Cara Pencegahan dan Penyembuhan Akibat Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika a. Pencegahan Primer

Pencegahan primer adalah upaya pencegahan agar orang sehat tidak terlibat penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan ini biasanya dilakukan dalam bentuk pendidikan,

penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, dan pendekatan melalui keluarga.

Berikut ini adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah anggota keluarga terjerumus penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.

1) Pelajari fakta dan gejala dini penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.

2) Menjadikan orang tua sebagai teladan. Orang tua yang baik, hendaknya berhenti merokok, minum minuman beralkohol, atau memakai zat adiktif dan psikotropika serta membuang semua peralatan dan persediaan rokok atau minuman beralkohol.

3) Kembangkan kemampuanmu untuk menolak penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Jika ada teman yang memaksa atau membujuk menggunakan narkoba, kamu berhak menolak. Carilah kawan sejati yang tidak menjerumuskan.

4) Mengikuti kegiatan yang sehat dan kreatif.

5) Mematuhi norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.

b. Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder adalah upaya pencegahan pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (terapi). Tahapan ini meliputi:

1) Tahapan penerimaan awal (initial intake)

Tahapan ini dilakukan antara 1 sampai 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental. 2) Tahapan detoksifikasi dan terapi komplikasi medik

Tahapan ini dilakukan antara 1 sampai 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.

c. Pencegahan Tersier

Pencegahan tersier adalah upaya untuk merehabilitasi mereka yang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan.

Tahap ini biasanya terdiri atas: 1) Tahapan stabilisasi

Tahapan stabilisasi dilakukan antara 3 sampai 12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakyat.

2) Tahapan sosialiasi dalam masyarakat

Tahapan ini dilakukan agar mantan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika mampu mengembangkan

kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, dan mengembangkan kegiatan alternatif.

1. Zat adiktif adalah suatu zat yang dapat menimbulkan ketagihan bagi penggunanya. 2. Zat adiktif dapat digolongkan dalam jenis psikotropika (mempengaruhi saraf pusat) dan

non psikotropika

3. Rokok dan miras termasuk dalam jenis zat adiktif nonpsikotropika

4. Zat adiktif psikotropika digolongkan dalam halusinogen, depresan dan stimulant. 5. Cara pencegahan diri terhadap penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika d\salah

satunya dengan mematuhi aturan dalam masyarakat, mencari kawan sejati yang tidak menjerumuskan ke hal-hal negative.

1. Jelaskan yang dimaksud dengan zat adiktif dan psikotropika? 2. Jelaskan pengaruh zat nikotin pada tubuh manusia!

3. Jelaskan pengaruh minuman keras terhadap kesehatan dan kehidupan social dalam masyarakat!

4. Bagaimana cara menghindarkan diri dari penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika? Tiap soal skor maksimal = 5

Nilai = jumlah skor x 5

1. Zat adiktif adalah zat yang dapat menimbulkan ketagihan dan ketergantungan bagi pemakainya.

Zat psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). 2. 3. D. Rangkuman E. Evaluasi F. Kunci jawaban

4. Berikut ini adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah anggota keluarga terjerumus penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.

1) Pelajari fakta dan gejala dini penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. 2) Menjadikan orang tua sebagai teladan. Orang tua yang baik, hendaknya berhenti merokok, minum minuman beralkohol, atau memakai zat adiktif dan psikotropika serta membuang semua peralatan dan persediaan rokok atau minuman beralkohol.

3) Kembangkan kemampuanmu untuk menolak penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Jika ada teman yang memaksa atau membujuk menggunakan narkoba, kamu berhak menolak. Carilah kawan sejati yang tidak menjerumuskan.

4) Mengikuti kegiatan yang sehat dan kreatif.

SELAMAT. Kalian telah menyelesaikan pembelajaran IPA kelas VIII semester gasal. Semoga dengan adanya modul ini, membantu mempermudah kalian dalam memahami materi IPA kelas VIII semester gasal. Nah, untuk mengingat kembali apa saja yang telah kalian pelajari jangan lupa untuk mengerjakan Latihan soal Ulangan Akhir Semester (UAS) gasal yang ada pada modul ini.

Dalam dokumen modul IPA kelas 8 semester gasal KTSP (Halaman 96-102)

Dokumen terkait