BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
1. Data Kemampuan Matematik Siswa
Data ini diperoleh melalui tes kemampuan matematik siswa sebanyak 20 butir soal. Data kemampuan matematik dikelompokkan dalam 2 kategori yaitu kemampuan matematik tinggi bagi siswa yang mempunyai nilai kemampuan matematik ≥ rata-rata nilai kemampuan matematik seluruh kelas dan kategori kemampuan matematik rendah bagi siswa yang mempunyi nilai kemampuan matematik ≤ rata-rata nilai kemampuan matematik seluruh kelas. Dengan kriteria tersebut diperoleh data kemampuan matematik siswa yang menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah (PBL) dengan media laboratorium real dan laboratorium virtual yang dideskripsikan dalam Tabel 4.1 sebagai berikut:
commit to user
Tabel 4.1 Deskripsi Data Kemampuan Matematik Siswa Kelompok Jumlah
Berdasarkan Tabel 4.1 terlihat bahwa pada kelas yang menggunakan media laboratorium real nilai tertinggi untuk kemampuan matematik adalah 95, nilai terendah adalah 45, nilai rata-ratanya adalah 70 dan nilai standar deviasinya adalah 15,86, sedangkan pada kelas yang menggunakan media laboratorium virtual nilai tertinggi untuk kemampuan matematik adalah 100, nilai terendah adalah 35, nilai rata-ratanya adalah 67,64 dan nilai standar deviasinya adalah 19,51. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa kemampuan matematik siswa pada kelas yang menggunakan laboratorium real dan kelas yang menggunakan laboratorium virtual relatif sama.
Untuk mengetahui distribusi frekuensi siswa yang memiliki kemampuan matematik tinggi dan rendah pada setiap kelas ditunjukkan oleh Tabel 4.2.
dibawah ini :
Tabel 4.2 Distribusi Data Kemampuan Matematik Tinggi dan Rendah Kemampuan Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase
Tinggi 36 20 55,56% 16 44,44%
Rendah 36 16 44,44% 20 55,56%
Jumlah 72 36 100% 36 100%
Berdasarkan Tabel di atas terdapat 36 siswa yang dikategorikan mempunyai kemampuan matematik tinggi dan 36 siswa dikategorikan mempunyai
commit to user
kemampuan matematik rendah. Pada kelas yang menggunakan media laboratorium real terdapat 20 siswa dengan kemampuan matematik tinggi dan 16 siswa dengan kemampuan matematik rendah. Distribusi frekuensi siswa pada kelas yang menggunakan media laboratorium real berdasarkan kemampuan matematik siswa ditunjukkan oleh Tabel 4.3. dibawah ini :
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Kemampuan Matematik pada Kelas yang Menggunakan Media Laboratorium Real
Berdasarkan Tabel di atas terlihat bahwa frekuensi terbanyak yaitu dengan nilai frekuensi 8 berada pada nilai kemampuan matematik 85-92. Untuk lebih jelas maka disajikan gambar histogram yang ditunjukkan oleh gambar 4.1.
Gambar 4.1 Histogram Kemampuan Matematik Siswa pada Kelas Laboratorium Real
commit to user
Berdasarkan Tabel 4.2 terdapat 16 siswa pada kelas yang menggunakan media laboratorium virtual dengan kemampuan awal tinggi dan 20 siswa dengan kemampuan awal rendah. Distribusi frekuensi siswa pada yang menggunakan media laboratorium real berdasarkan kemampuan matematik siswa ditunjukkan oleh Tabel 4.4. dibawah ini :
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Kemampuan Matematik pada Kelas yang Menggunakan media Lab. Virtual
Interval Kelas Frekuensi Frekuensi (%)
Berdasarkan Tabel di atas terlihat bahwa frekuensi terbanyak yaitu dengan nilai frekuensi 16 berada pada nilai kemampuan matematik 46-56. Untuk lebih jelas maka disajikan gambar histogram yang ditunjukkan oleh gambar 4.2.
Gambar 4.2 Histogram Kemampuan Matematik Siswa pada Kelas Laboratorium Virtual
commit to user 2. Gaya Belajar Siswa
Data gaya belajar siswa dikelompokan menjadi dua kategori, yaitu kategori gaya belajar visual dan kategori gaya belajar kinestetik. Kategori gaya belajar visual yaitu siswa yang memiliki nilai angket gaya belajar visual ≥ nilai angket gaya kinestetik dan kategori gaya belajar kinestetik yaitu siswa yang memiliki nilai angket gaya belajar visual ≤ nilai angket gaya belajar kinestetik.
Deskripsi data gaya belajar siswa ditunjukkan oleh Tabel 4.5. dibawah ini : Tabel 4. 5 Deskripsi Data Gaya Belajar Siswa
Media Laboratorium Real Kategori N
Rata-rata St.Dev Max Min
Visual 36 56,42 5,07
65 47
Kinestetik 36 55,97 4,66
66 48
Media Laboratorium Virtual Kategori N
Rata-rata StDev Max Min
Visual 36 56,06 4,66 68 48
Kinestetik 36 55,39 5,28 70 46
Pada Tabel 4.5 dapat dilihat skor rata-rata gaya belajar visual baik pada kelas yang menggunakan media laboratorium real dan kelas media laboratorium virtual yaitu 56,42 dan 56,06, sedangkan pada gaya belajar kinestetik baik pada kelas yang menggunakan media laboratorium real dan kelas media laboratorium virtual yaitu 55,97 dan 55,39.
Distribusi frekuensi siswa pada kelas yang menggunakan media laboratorium real ditunjukkan oleh Tabel 4.6, dan frekuensi siswa pada kelas
commit to user
yang menggunakan media laboratorium virtual ditunjukkan oleh Tabel 4.7.
dibawah ini :
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Gaya Belajar Kelas Media Lab.Real Visual
commit to user
Tabel 4. 7 Distribusi Frekuensi Gaya Belajar Kelas Media Virtual Visual
commit to user
Gambar 4. 3 Histogram Distribusi Skor Gaya Belajar Visual Kelas Media Lab. Real
Gambar 4.4 Histogram Distribusi Skor Gaya Belajar Kinestetik Kelas Media Lab.Virtual
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
47-49 50-52 53-55 56-58 59-61 62-64 65-67
frekuensi
interval
0 2 4 6 8 10 12
48-50 51-53 54-56 57-59 60-62 63-65 66-68
frekuensi
interval
commit to user
Gambar 4. 5 Histogram Distribusi Skor Gaya Belajar Visual Kelas Media Lab.Virtual
Gambar 4. 6 Histogram Distribusi Skor Gaya Belajar Kinestetik Kelas Media Lab.Virtual
0 2 4 6 8 10 12
48-50 51-53 54-56 57-59 60-62 63-65 66-68
frekuensi
interval
0 2 4 6 8 10 12
46-49 50-53 54-57 58-61 62-65 66-69 70-73
frekuensi
interval
commit to user 3. Data Prestasi
a. Prestasi Belajar Kognitif
Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data hasil prestasi belajar kognitif dan afektif. Berikut ini disajikan Tabel 4.8. untuk mengetahui deskripsi data prestasi kognitif terhadap media pembelajaran.
Tabel 4.8 Deskripsi Data Prestasi Kognitif
Kelompok Jumlah
Distribusi frekuensi prestasi kognitif siswa pada kelas yang menggunakan media laboratorium real ditunjukkan oleh Tabel 4.9.dibawah ini :
Tabel 4. 9 Distribusi Frekuensi Prestasi Kognitif pada Kelas Laboratorium Real
Interval Kelas Frekuensi Frekuensi (%)
commit to user
Gambar 4.7. Histogram Prestasi Kognitif Kelas Laboratorium Real
Distribusi frekuensi prestasi kognitif siswa pada kelas yang menggunakan media laboratorium virtual ditunjukkan oleh Tabel 4.10.dibawah ini
Tabel 4. 10 Distribusi Frekuensi Prestasi Kognitif pada Kelas Laboratorium Virtual
[p
Interval Kelas Frekuensi Frekuensi (%)
55-59 2 5,56
60-64 3 8,33
65-69 7 19,44
70-74 7 19,44
75-79 8 22,22
80-84 6 16,67
85-89 3 8,33
Jumlah 36 100
0 2 4 6 8 10 12 14 16
40-46 47-53 54-60 61-67 68-74 75-81
frekuensi
Laboratorium Real
commit to user
Gambar 4.8. Histogram Prestasi Kognitif Kelas Laboratorium Virtual
Berikut ini adalah deskripsi data prestasi kognitif ditinjau dari media dan kemampuan matematik ditunjukkan oleh Tabel 4.11.
Tabel 4.11 Deskripsi Data Prestasi Kognitif ditinjau dari Media dan Kemampuan Matematik Berikut ini adalah deskripsi data prestasi kognitif ditinjau dari media dan gaya belajar ditunjukkan oleh Tabel 4.12. dibawah ini :
Tabel 4.12 Deskripsi Data Prestasi Kognitif ditinjau dari Media dan Gaya Belajar Siswa Gaya belajar kinestetik 13 71,92 8,55
0
55-59 60-64 65-69 70-74 75-79 80-84 85-89
frekuensi
Laboratorium Virtual
commit to user
Berikut ini adalah deskripsi data prestasi kognitif ditinjau dari kemampuan matematik dan gaya belajar siswa ditunjukkan oleh Tabel 4.13
Tabel 4.13 Deskripsi Data Prestasi Kognitif ditinjau dari Kemampuan Matematik dan Gaya Belajar Siswa
Berikut ini adalah deskripsi data prestasi kognitif ditinjau dari media, kemampuan matematik dan dan gaya belajar siswa ditunjukkan oleh Tabel 4.14.
Tabel 4.14 Deskripsi Data Prestasi Kognitif ditinjau dari Media, Kemampuan Matematik dan Gaya Belajar Siswa
Variabel N
Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data hasil prestasi belajar afektif. Berikut ini disajikan Tabel 4.15. untuk mengetahui deskripsi data prestasi afektif terhadap media pembelajaran.
commit to user
Tabel 4.15 Deskripsi Data Prestasi Afektif
c. media laboratorium real ditunjukkan oleh Tabel 4.16.dibawah ini :
Tabel 4. 16 Distribusi Frekuensi Prestasi Afektif Kelas Laboratorium Real
Interval Kelas Frekuensi Frekuensi (%) Gambar 4.9. Histogram Prestasi Afektif Kelas Laboratorium Real
0
commit to user
Distribusi frekuensi prestasi kognitif siswa pada kelas yang menggunakan media laboratorium virtual ditunjukkan oleh Tabel 4.17.dibawah ini :
Tabel 4. 17 Distribusi Frekuensi Prestasi Afektif pada Kelas Laboratorium Virtual
Gambar 4.10. Histogram Prestasi Afektif Kelas Laboratorium Virtual
Berikut ini adalah deskripsi data prestasi afektif ditinjau dari media dan kemampuan matematik ditunjukkan oleh Tabel 4.18 di bawah ini :
0
81-85 86-90 91-95 96-100 101-105 106-110 111-115
frekuensi
laboratorium virtual
commit to user
Tabel 4.18. Deskripsi Data Prestasi Afektif ditinjau dari Media dan Kemampuan Matematik
Variabel N
Rata-rata
SD
Lab.real Kemampuan Matematik Tinggi 20 103,9 8,49 Kemampuan Matematik Rendah 16 104,69 11,9 Lab.virtual Kemampuan Matematik Tinggi 16 100.06 8,36 Kemampuan Matematik Rendah 20 101,1 9,41 Berikut ini adalah deskripsi data prestasi afektif ditinjau dari media dan gaya belajar ditunjukkan oleh Tabel 4.19 dibawah ini :
Tabel 4.19 Deskripsi Data Prestasi Afektif ditinjau dari Media dan Gaya Belajar Siswa
Variabel N
Rata-rata
SD
Lab.real Gaya belajar visual 20 103 10,69
Gaya belajar kinestetik 16 105,81 9,17 Lab.virtual Gaya belajar visual 23 98,39 8,47 Gaya belajar kinestetik 13 104,62 8,37
Berikut ini adalah deskripsi data prestasi afektif ditinjau dari kemampuan matematik dan gaya belajar siswa ditunjukkan oleh Tabel 4.20 dibawah ini : Tabel 4.20. Deskripsi Data Prestasi Afektif ditinjau dari Kemampuan
Matematik dan Gaya Belajar Siswa Gaya belajar kinestetik 18 104,56 9,46 Kemampuan
Matematik Rendah
Gaya belajar visual 25 101,04 11,52 Gaya belajar kinestetik 11 106,45 7,17
commit to user
Berikut ini adalah deskripsi data prestasi afektif ditinjau dari media, kemampuan matematik dan gaya belajar siswa ditunjukkan oleh Tabel 4.21 dibawah ini :
Tabel 4.21. Deskripsi Data Prestasi Afektif ditinjau dari Media, Kemampuan Matematik dan Gaya Belajar Siswa
Variabel N
Untuk pengujian prasyarat dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas.
Berikut dijelaskan pengujian prasyarat tersebut : 1. Uji Normalitas
Tujuan dari uji normalitas adalah untuk mengetahui sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Jika di dapat signifikansi > 0,05, maka H0 (data tidak berdistribusi normal) ditolak. Nilai signifikansi yang digunakan mengacu pada rumus Kolmogorov-Smirnova. Hasil uji normalitas dilakukan menggunakan SPSS 15, data lengkap mengenai uji normalitas terdapat pada lampiran 26 dan 27. Berikut adalah rangkuman hasil uji normalitas yang ditunjukkan oleh Tabel 4.22 dan Tabel 4.23.
commit to user
Tabel 4.22 Uji Normalitas Prestasi Kognitif
No Variabel Komponen P-value Keputusan Kesimpulan 1 Media Lab.Real 0,096 > 0,05 H0 ditolak Data normal
commit to user
Tabel 4.22 diatas menunjukkan pengujian normalitas data prestasi kognitif memiliki P-value > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak. Dengan demikian sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Dibawah ini merupakan uji normalitas pada prestasi afektif siswa.
Tabel 4.23 Uji Normalitas Prestasi Afektif
No Variabel Komponen P-value Keputusan Kesimpulan 1 Media Lab.Real 0,2 > 0,05 H0 ditolak Data normal
commit to user
No Variabel Komponen P-value Keputusan Kesimpulan 7 Interaksi 4 Real * KM Tinggi *
Tabel 4.23 menunjukkan pengujian normalitas data prestasi afektif memiliki P-value > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak. Dengan demikian sampel berasal dari populasi berdistribusi normal.
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui sampel berdistribusi homogen atau tidak. Uji homogenitas menggunakan SPSS 15. Selengkapnya mengenai uji homogenitas terdapat pada lampiran 28 dan 29. Berikut adalah rangkuman hasil uji homogenitas yang ditunjukkan oleh Tabel 4.24.
commit to user
Tabel 4.24 Hasil Uji Homogenitas Prestasi Kognitif
No Variabel Terikat P-value Keputusan Kesimpulan
1 Media 0,405 > 0,05 H0 ditolak Homogen
2 Kemampuan Matematik 0,768 > 0,05 H0 ditolak Homogen 3 Gaya Belajar 0,078 > 0,05 H0 ditolak Homogen 4 Media * KM 0,427 > 0,05 H0 ditolak Homogen 5 Media * GB 0,831 > 0,05 H0 ditolak Homogen
6 KM * GB 0,157 > 0,05 H0 ditolak Homogen
7 Media* KM* GB 0,794 > 0,05 H0 ditolak Homogen Tabel 4.24. menunjukkan bahwa pengujian homogentitas pada data prestasi kognitif mendapatkan P-value > 0,05, sehingga dapat disimpulkan H0
ditolak, dengan kata lain bahwa sampel mempunyai varians yang sama atau homogen.
Tabel 4.25 Hasil Uji Homogenitas Prestasi Afektif
No Variabel Terikat P-value Keputusan Kesimpulan
1 Media 0,718 > 0,05 H0 ditolak Homogen
2 Kemampuan Matematik 0,142 > 0,05 H0 ditolak Homogen 3 Gaya Belajar 0,731 > 0,05 H0 ditolak Homogen 4 Media * KM 0,357 > 0,05 H0 ditolak Homogen 5 Media * GB 0,815 > 0,05 H0 ditolak Homogen
6 KM * GB 0,147 > 0,05 H0 ditolak Homogen
7 Media* KM* GB 0,051 > 0,05 H0 ditolak Homogen Tabel 4.25. menunjukkan bahwa pengujian homogentitas pada data prestasi afektif mendapatkan P-value > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dengan kata lain bahwa sampel mempunyai varians yang sama atau homogen.
commit to user C. Pengujian Hipotesis
1. Uji Anava
Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis variansi tiga jalan dengan sel tak sama (Uji ANAVA). Pengujiian dilakukan menggunakan program SPSS 15 dan analsisis komputasinya dapat dilihat pada lampiran. Rangkuman hasil analisis variansi tiga jalan dengan sel tak sama yang ditunjukkan oleh Tabel 4.26. dibawah ini :
Tabel 4.26 Rangkuman ANAVA untuk Data Prestasi Kognitif
No Terhadap prestasi kognitif P-value Sig. Keputusan
1 Media 0,000 < 0,05 H0 ditolak
2 Kemampuan Matematik 0,005 < 0,05 H0 ditolak 3 Gaya Belajar Siswa 0,007 < 0,05 H0 ditolak 4 Media*Kemampuan Matematik 0,170 > 0,05 H0 diterima 5 Media* Gaya Belajar 0,005 < 0,05 H0 ditolak 6 Kemampuan Matematik * Gaya Belajar 0,948 > 0,05 H0 diterima 7 Media* Kemampuan Matematik*GB 0,416 > 0,05 H0 diterima
Kesimpulan :
1. P-value media = 0,000 < 0,05 maka H0 (Tidak ada pengaruh penggunaan media terhadap prestasi belajar siswa) ditolak, berarti terdapat pengaruh media terhadap prestasi kognitif.
2. P-value kemampuan matematik = 0,005 < 0,05 maka H0 (tidak terdapat pengaruh kemampuan matematik terhadap prestasi kognitif) ditolak, berarti terdapat pengaruh kemampuan matematik terhadap prestasi kognitif.
commit to user
3. P-value aktivitas siswa = 0,007 < 0,05 maka H0 (tidak terdapat pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi kognitif) ditolak, berarti terdapat pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi kognitif.
4. P-value interaksi media dan kemampuan matematik = 0,170 > 0,05 maka H0 (tidak terdapat interaksi media dan kemampuan matematik terhadap prestasi kognitif) diterima, berarti tidak terdapat interaksi media dan kemampuan matematik terhadap prestasi kognitif.
5. P-value interaksi metode dan aktivitas siswa = 0,005 < 0,05 maka H0 (tidak terdapat interaksi media dan gaya belajar siswa terhadap prestasi kognitif) ditolak, berarti terdapat interaksi media dan gaya belajar siswa terhadap prestasi kognitif.
6. P-value interaksi kemampuan matematik dan gaya belajar siswa = 0,948 >
0,05 maka H0 (tidak terdapat interaksi kemampuan matematik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi kognitif) diterima, berarti tidak terdapat interaksi kemampuan matematik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi kognitif.
7. P-value interaksi media, kemampuan matematik dan gaya belajar siswa = 0,416 > 0,05 maka H0 (tidak terdapat interaksi media, kemampuan matematik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi kognitif) diterima, berarti tidak terdapat interaksi media, kemampuan matematik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi kognitif.
commit to user
Tabel 4.27 Rangkuman ANAVA Data Prestasi Afektif
No Terhadap prestasi afektif P-value Sig. Keputusan
1 Media 0,213 > 0,05 H0 diterima
2 Kemampuan Matematik 0,439 >0,05 H0 diterima 3 Gaya Belajar Siswa 0,046 < 0,05 H0 ditolak 4 Media*Kemampuan Matematik 0,881 > 0,05 H0 diterima 5 Media* Gaya Belajar 0,479 > 0,05 H0 diterima 6 Kemampuan Matematik * Gaya Belajar 0,889 > 0,05 H0 diterima 7 Media* Kemampuan Matematik*Gaya
Belajar
0,778 > 0,05 H0 diterima
Kesimpulan :
1. P-value media = 0,213 > 0,05 maka H0 (tidak terdapat pengaruh media terhadap prestasi afektif) diterima, berarti tidak terdapat pengaruh media terhadap prestasi afektif
2. P-value kemampuan matematik = 0,439 > 0,05 maka H0 (tidak terdapat pengaruh kemampuan matematik terhadap prestasi afektif) diterima, berarti tidak terdapat pengaruh kemampuan matematik terhadap prestasi afektif 3. P-value aktivitas siswa = 0,046 < 0,05 maka H0 (tidak terdapat pengaruh gaya
belajar siswa terhadap prestasi afektif) ditolak, berarti terdapat pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi afektif
4. P-value interaksi metode dan kemampuan awal = 0,881 > 0,05 maka H0 (tidak terdapat interaksi media dan kemampuan matematik terhadap prestasi afektif) diterima, berarti tidak terdapat interaksi media dan kemampuan matematik terhadap prestasi afektif
commit to user
5. P-value interaksi media dan gaya belajar siswa = 0,479 > 0,05 maka H0 (tidak terdapat interaksi media dan gaya belajar siswa terhadap prestasi afektif) diterima, berarti tidak terdapat interaksi media dan gaya belajar siswa terhadap prestasi afektif
6. P-value interaksi kemampuan matematik dan gaya belajar siswa = 0,889 >
0,05 maka H0 (tidak terdapat interaksi kemampuan matematik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi afektif) diterima, berarti tidak terdapat interaksi kemampuan matematik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi afektif
7. P-value interaksi media, kemampuan matematik dan gaya belajar siswa = 0,778 > 0,05 maka H0 (tidak terdapat interaksi media, kemampuan matematik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi afektif) diterima, berarti tidak terdapat interaksi media, kemampuan matematik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi afektif.
2. Uji Lanjut Anava
Setelah uji Anava diatas, maka untuk hipotesis yang diterima, baik prestasi kognitif dan afektif dilakukan uji lanjut dengan uji compare means (uji rata-rata) dengan menggunakan SPSS 15, tetapi untuk uji lanjut pada hipotesis kelima dimana terdapat interaksi antara media pembelajaran dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar kognitif dilakukan uji scheffe, untuk uji lanjut yang dilakukan secara rinci dijelaskan pada Tabel dibawah ini :
commit to user a. Uji lanjut hipotesis 1
Bunyi hipotesis 1 adalah terdapat pengaruh media terhadap prestasi kognitif, untuk mengetahui media mana yang lebih baik maka dilakukan uji lanjut dan hasil uji lanjut untuk hipotesis 1 ditunjukkan pada Tabel 4.28. dibawah ini :
Tabel 4.28. Tabel Hasil Uji Lanjut Hipotesis 1 media
Rata-rata N Std.
Deviation
real 58,75 36 9,440
virtual 71,39 36 8,160
Total 65,07 72 10,828
Berdasarkan Tabel 4.28. diatas dapat diketahui bahwa rata-rata prestasi kognitif siswa dengan menggunakan media laboratorium real = 58,75 lebih kecil dari pada rata-rata prestasi kognitif siswa yang menggunakan media laboratorium virtual = 71,25. Dari rata-rata kedua media diatas dapat disimpulkan bahwa siswa menggunakan media laboratorium virtual lebih baik memiliki prestasi kognitif yang lebih baik dibandingkan dengan siswa menggunakan media laboratorium real.
b. Hasil uji lanjut hipotesis 2
Bunyi hipotesis 2 adalah terdapat pengaruh kemampuan matematik terhadap prestasi kognitif, untuk mengetahui kemampuan matematik mana yang lebih baik maka dilakukan uji lanjut dan hasil uji lanjut untuk hipotesis 2 ditunjukkan pada Tabel 4.29. dibawah ini :
commit to user
Tabel 4.29. Tabel Hasil Uji Lanjut Hipotesis 2 kemmpuan
Berdasarkan Tabel diatas, rata-rata prestasi kognitif siswa yang mempunyai kemampuan matematik tinggi = 67,64 lebih besar dari pada rata-rata prestasi kognitif siswa yang mempunyai kemampuan matematik rendah = 62,5.
Hal tersebut berarti siswa yang mempunyai kemampuan matematik tinggi lebih baik prestasi kognitifnya dibandingkan dengan siswa yang mempunyai kemampuan matematik rendah.
c. Uji lanjut hipotesis 3 pada prestasi kognitif
Bunyi hipotesis 3 adalah terdapat pengaruh gaya belajar terhadap prestasi kognitif, untuk mengetahui gaya belajar mana yang lebih baik maka dilakukan uji lanjut dan hasil uji lanjut untuk hipotesis 3 ditunjukkan pada Tabel 4.30. dibawah ini :
Berdasarkan hasil uji lanjut pada Tabel 4.30, rata-rata prestasi kognitif siswa yang mempunyai gaya belajar visual = 63,02 lebih kecil dari pada rata-rata prestasi kognitif siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik = 68,10. Hal
commit to user
tersebut berarti siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih baik prestasi kognitif dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar visual.
d. Hasil uji lanjut hipotesis 3 pada prestasi afektif
Bunyi hipotesis 3 adalah terdapat pengaruh gaya belajar terhadap prestasi afektif, untuk mengetahui gaya belajar mana yang lebih baik maka dilakukan uji lanjut dan hasil uji lanjut untuk hipotesis 3 ditunjukkan pada Tabel 4.31. dibawah ini :
Tabel 4.31. Tabel Hasil Uji Lanjut Hipotesis 3 pada Prestasi Afektif
Berdasarkan hasil uji lanjut pada Tabel 4.31, rata-rata prastasi afektif siswa yang mempunyai gaya belajar visual = 100,53 untuk siswa yang memiliki gaya belajar visual dan 105,28 untuk siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik.
Hal tersebut berarti siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih baik prestasi afektifnya dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar visual.
e. Hasil uji lanjut hipotesis 5
Bunyi hipotesis 4 adalah terdapat interaksi antara media dan gaya belajar siswa terhadap prestasi kognitif. Uji lanjut ini dilakukan untuk mengetahui media pembelajaran dan gaya belajar manakah yang memiliki perbedaan rerata dan memberikan pengaruh yang signifikan. Dengan bantuan SPSS 15, dengan menggunakan Uji Scheffe diperoleh hasil seperti pada Tabel 4.32.
gaya belajar
Rata-rata N Std.
Deviation
Visual 100,53 43 9,728
kinestetik 105,28 29 8,689
Total 102,44 72 9,552
commit to user
Tabel 4.32. Tabel Hasil Uji Lanjut ANOVA Scheffe Prestasi Kognitif
Interaksi Media-GB Siswa Sig. Kesimpulan
Media Real-Gaya Belajar Visual
Real- Gaya Belajar Kinestetik 0,001 Ada perbedaan Virtual -Gaya Belajar Visual 0,000 Ada perbedaan Virtual - Gaya Belajar Kinestetik 0,000 Ada perbedaan Media Real-Gaya
Belajar Kinestetik
Real- Gaya Belajar Visual 0,001 Ada perbedaan Virtual- Gaya Belajar Visual 0,149 Tidak ada perbedaan Virtual -Gaya Belajar Kinestetik 0,155 Tidak ada perbedaan Media Virtual-Gaya
Belajar Visual
Real- Gaya Belajar Visual 0,000 Ada perbedaan Real- Gaya Belajar Kinestetik 0,149 Tidak ada perbedaan Virtual- Gaya Belajar Kinestetik 0,993 Tidak ada perbedaan Media Virtual-Gaya
Belajar Kinestetik
Real- Gaya Belajar Visual 0,000 Ada perbedaan Real- Gaya Belajar Kinestetik 0,155 Tidak ada perbedaan
Virtual- Gaya Belajar Visual 0,993 Tidak ada perbedaan
Berdasarkan hasil uji lanjut scheffe pada Tabel 4.32 di atas, didapatkan hasil bahwa pada media real dengan gaya belajar kinestetik dengan gaya belajar visual terdapat perbedaan prestasi belajar. Hal serupa juga terjadi pada media virtual dengan gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik. Siswa yang mempunyai gaya belajar visual dengan media laboratorium real memiliki perbedaan prestasi belajar dengan siswa yang menggunakan laboratorium virtual, sedangkan siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik dengan media laboratorium real memiliki perbedaan prestasi belajar dengan siswa yang menggunakan laboratorium virtual. Karena terdapat perbedaan prestasi belajar
commit to user
berdasarkan hasil uji scheffe, maka dilakukan uji rata-rata untuk mengetahui bentuk interaksinya, hasil uji rata-rata terdapat pada Tabel 4.33 dibawah ini :
Tabel 4.33. Data Hasil Uji Rata-rata Hipotesis 5
interaksi 2
Rata-rata N Std.
Deviation
real-GB V 53,75 20 7,926
real-GB K 65,00 16 7,303
virtual-GB V 71,09 23 8,112 virtual-GB K 71,92 13 8,549
Total 65,07 72 10,828
Berdasarkan hasil uji lanjut rata-rata pada Tabel 4.33 di atas, didapatkan hasil bahwa siswa yang mempunyai gaya belajar visual dan kinestetik selalu mendapatkan prestasi yang lebih baik ketika diberikan perlakuan dengan menggunakan media laboratorium virtual jika dibandingkan dengan prestasi siswa yang menggunakan media laboratorium real. Sedangkan siswa yang menggunakan media laboratorium real dengan gaya belajar kinestetik memiliki prestasi belajar yang lebih baik dengan nilai rata-rata 65,00 dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar visual dengan rata-rata 53,75, Sedangkan tidak ada perbedaan rata-rata prestasi siswa antara siswa yang menggunakan media
Berdasarkan hasil uji lanjut rata-rata pada Tabel 4.33 di atas, didapatkan hasil bahwa siswa yang mempunyai gaya belajar visual dan kinestetik selalu mendapatkan prestasi yang lebih baik ketika diberikan perlakuan dengan menggunakan media laboratorium virtual jika dibandingkan dengan prestasi siswa yang menggunakan media laboratorium real. Sedangkan siswa yang menggunakan media laboratorium real dengan gaya belajar kinestetik memiliki prestasi belajar yang lebih baik dengan nilai rata-rata 65,00 dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar visual dengan rata-rata 53,75, Sedangkan tidak ada perbedaan rata-rata prestasi siswa antara siswa yang menggunakan media