• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Keterbatasan Penelitian

Meskipun penelitian ini telah direncanakan dengan optimal dan telah melalui proses evaluasi namun tetap tidak dapat luput dari keterbatasan. Adapun

commit to user

beberapa hal yang menjadi keterbatasan dalam melaksanakan penelitian ini antara lain: (1). kemampuan matematik siswa hanya dikategorikan ke dalam dua kelompok saja, yaitu tinggi dan rendah. Peneliti tidak melibatkan kategori sedang. Hal ini mungkin sedikit berpengaruh terhadap hasil penelitian; (2). gaya belajar siswa hanya dikategorikan ke dalam dua kelompok saja, yaitu visual dan kinestetik, untuk siswa yang mempunyai gaya belajar auditory lebih cenderung memilih salah satu gaya belajar, sehingga hal ini mungkin sedikit berpengaruh terhadap hasil penelitian; (3) penelitian ini hanya melibatkan sebagian faktor dari keseluruhan faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar kimia siswa, meliputi metode pembelajaran, media, kemampuan matematik siswa, gaya belajar terhadap prestasi belajar; (4). instrumen yang digunakan untuk menilai prestasi afektif siswa hanya berupa angket. Penggunaan angket menunutut adanya kejujuran dalam pengisian untuk mengungkap karakteristik afektif diri sendiri.

Peneliti hanya bisa mengantisipasi jawaban siswa tidak berasal dari jawaban temannya atau kerjasama. Peneliti tidak bisa menjamin jawaban siswa

benar-benar jujur seperti apa yang ada dalam pertanyaan dan pernyataan angket.

(5). pada saat pelaksanaan praktikum di laboratorium real, kebanyakan siswa belum bisa menggunakan alat dan bahan percobaan sehingga waktu percobaan yang dibutuhkan menjadi lebih lama.

commit to user

138 BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya, penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Penggunaan metode Problem Based Learning (PBL) dengan laboratorium real dan virtual dapat membantu dan memberikan semangat dalam diri siswa dalam memecahkan persoalan pembelajaran kimia tentang materi kelarutan dan hasil kali kelarutan secara berkelompok. Hal ini dapat dilihat dengan adanya pengaruh penggunaan metode Problem Based Learning (PBL) yang menggunakan media loaboratorium real dan virtual terhadap prestasi kognitif.

Berdasarkan rata-rata data prestasi kognitif diketahui bahwa siswa yang diberikan perlakuan dengan menggunakan media laboratorium virtual memperoleh prestasi lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diberi perlakuan menggunakan media laboatorium real, hal itu disebabkan karena siswa lebih aktif dan kreatif dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, dan dapat dilakukan berulang-ulang tanpa menghabiskan waktu untuk mempersiapkan pengulangan sehingga mereka dapat mengulangi praktikum sampai merasa paham.

Pada prestasi afektif, siswa yang menggunakan media laboratorium real dan virtual memberikan pengaruh yang sama terhadap prestasi afektif. Siswa yang menggunakan media laboratorium real senang saat mempelajari materi

commit to user

kelarutan dan hasil kali kelarutan karena mereka dapat melakukan percobaan secara langsung, sementara siswa dengan menggunakan laboratorium virtual mereka juga dapat melakukan percobaan secara langsung dengan menggunakan computer yang telah didesain menggunakan software khusus, dimana percobaan yang dilakukan sama dengan percobaan pada laboratorium real. Sehingga baik siswa yang menggunakan media laboratorium real maupun siswa yang menggunakan media laboratorium virtual memiliki prestasi afektif yang relatif sama.

2. Kemampuan matematik merupakan salah satu faktor internal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui kemampuan matematik siswa digunakan tes kemampuan matematik. Pada uji hipotesis menunjukkan ada pengaruh kemampuan matematik tinggi dan kemampuan matematik rendah terhadap prestasi kognitif. Namun tidak terdapat pengaruh kemampuan matematik tinggi dan kemampuan matematik rendah terhadap prestasi afektif. Berdasarkan rata-rata data prestasi kognitif diketahui bahwa siswa yang memiliki kemampuan matematik tinggi memperoleh prestasi lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki kemampuan matematik rendah, karena siswa yang mempunyai kemampuan matematik tinggi dapat lebih cepat dan tepat dalam menyelesaikan persoalan materi kelarutan dan hasil kali kelarutan yang bersifat hitungan. Sedangkan untuk prestasi afektif, dinyatakan tidak ada perbedaan prestasi siswa yang memiliki kemampuan matematik tinggi dan matematik rendah.

commit to user

3. Siswa memiliki kecenderungan dalam menerima dan mengolah informasi selama proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing. Kerja laboratorium dapat memberikan rangsangan kepada para siswa yang memiliki gaya belajar visual maupun kinestetik. Oleh karena itu, terdapat pengaruh gaya belajar visual dan kinestetik terhadap prestasi kognitif dan afektif. Berdasarkan rata-rata data prestasi kognitif dan afektif diketahui bahwa siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih baik prestasinya dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar visual. Hal itu disebabkan karena siswa yang mempunyai gaya belajar kinestestetik cenderung lebih aktif pada proses pembelajaran.

4. Semua siswa baik yang mempunyai kemampuan matematik tinggi maupun rendah tertarik terhadap pembelajaran kimia dengan menggunakan media laboratorium real dan virtual. Bagi siswa yang mempunyai kemampuan matematik tinggi maupun rendah mempunyai semangat yang sama dalam mengikuti pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan. Oleh karena itu, tidak terdapat interaksi antara laboratorium real, laboratorium virtual dan kemampuan matematik terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa.

5. Penggunaan media laboratorium real dan virtual dalam pembelajaran kimia berpengaruh terhadap prestasi siswa yang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Hal itu ditunjukkan dengan adanya interaksi antara media laboratorium real dan media laboratorium virtual dengan gaya belajar visual dan kinestetik terhadap prestasi belajar kognitif. Berdasarkan hasil uji lanjut yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa pada media real dengan gaya

commit to user

belajar kinestetik memiliki prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar visual, sedangkan tidak ada perbedaan rata-rata pretasi siswa antara siswa yang menggunakan media virtual dengan gaya belajar visual dan kinestetik. Hal inilah yang menunjukkan adanya interaksi antara media dengan gaya belajar siswa. Namun, tidak terdapat interaksi antara media laboratorium real dan media laboratorium virtual dengan gaya belajar visual dan kinestetik terhadap prestasi belajar afektif.

6. Semua siswa baik yang mempunyai kemampuan matematik tinggi dengan gaya belajar visual maupun kinestetik mempunyai ketertarikan yang sama dalam mengikuti pembelajaran kimia pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan.

Hal itu ditunjukkan dengan tidak terdapat interaksi antara kemampuan matematik dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif.

Sehingga pengaruh yang diberikan kemampuan matematik terhadap prestasi kognitif dan afektif merupakan pengaruh yang berdiri sendiri dan tidak berhubungan dengan gaya belajar siswa. Begitu pula sebaliknya, pengaruh yang diberikan oleh gaya belajar siswa terhadap prestasi kognitif dan afektif merupakan pengaruh yang berdiri sendiri dan tidak berhubungan dengan kemampuan matematik siswa.

7. Penggunaan media laboratorium real dan virtual dalam pembelajaran kimia sangat menarik bagi semua siswa. Dikaitkan dengan kemampuan matematik dan gaya belajar terhadap media yang digunakan mempunyai ketertarikan yang hampir sama. Oleh karena itu, tidak terdapat interaksi antara media

commit to user

laboratorium real dan laboratorium virtual, kemampuan matematik tinggi dan rendah dan gaya belajar visual dan kinestetik terhadap prestasi kognitif dan afektif.

B. Implikasi Hasil Penelitian.

1. Implikasi teoritik

Implikasi teoritik dari penelitian ini yaitu bahwa siswa dengan kemampuan matematik tinggi akan lebih mudah memahami konsep yang disampaikan oleh guru, daripada siswa dengan kemampuan matematik rendah.

Sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhi kemampuan kognitif siswa.

Penggunaan media laboratorium real menuntut siswa untuk menemukan suatu konsep dengan melakukan percobaan langsung. Sedangkan penggunaan media laboratorium virtual proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan komputer, percobaan dilakukan dengan menggunakan software yang telah rancang sesuai dengan percobaan pada laboratorium yang sebenarnya.

2. Implikasi praktis

Dengan diperolehnya kesimpulan dari penelitian ini sebagai implikasi praktisnya terhadap prestasi kognitif dan afektif siswa adalah:

a. Hendaknya guru menggunakan media laboratorium virtual pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan agar siswa mendapatkan prestasi kognitif dan afektif yang lebih baik.

b. Hendaknya guru mengukur kemampuan matematik siswa agar guru lebih mengetahui kemampuan siswa dalam mengerjakan soal kelarutan dan hasil kali

commit to user

kelarutan yang bersifat hitungan, serta melakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan matematik siswa tersebut dengan memberikan latihan soal matematik yang sesuai dengan indikator soal yang ingin diukur.

c. Hendaknya guru mengukur dan mengetahui gaya belajar siswa agar pembelajaran yang diberikan sesuai dengan memperhatikan media yang digunakan.

C. Saran 1. Bagi Guru

a. Penggunaan media laboratorium virtual hendaknya digunakan oleh guru dalam upaya memberikan variasi pembelajaran dan meningkatan prestasi belajar siswa, khususnya pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan.

b. Guru sebaiknya melakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan matematik siswa dengan memberikan latihan soal matematik yang sesuai dengan indikator soal kemampuan matematik yang ingin diukur, karena dengan kemampuan matematik yang baik dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi kimia yang bersifat hitungan.

c. Gaya belajar siswa hendaknya diperhatikan oleh guru dalam merancang pembelajaran karena dengan mengetahui gaya belajar siswa guru lebih mehami dalam pemilihan metode dan media yang tepat agar prestasi belajar siswa menjadi lebih baik.

commit to user 2. Bagi Peneliti Berikutnya

a. Hendaknya metode dan media yang digunakan dalam penelitian dicoba terlebih dahulu agar kita mengetahui kelemahan dan mengetahui kesiapan dalam menyampaikan materi.

b. Hendaknya peneliti tidak hanya mengukur kemampuan matematik tinggi dan rendah saja, siswa yang mempunyai kemampuan matematik sedang sebaiknya diukur supaya peneliti benar-benar mengetahui kemampuan siswa.

c. Hendaknya peneliti tidak hanya mengukur gaya belajar visual dan kinestetik, siswa yang mempunyai gaya belajar auditori sebaiknya diukur supaya benar-benar mengetahui gaya belajar siswa, sehingga dapat meninggkatkan prestasi belajar siswa.

d. Hendaknya untuk prestasi afektif tidak hanya menggunakan angket, tetapi sebaiknya peneliti melakukan observasi dan wawancara untuk mencocokkan jawaban siswa dengan angket, agar mengetahui kejujuran siswa.

e. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acauan untuk penelitian yang sejenis dengan pokok bahasan yang lain seperti materi laju reaksi, asam dan basa, koloid, dan materi kimia yang lainnya yang sebagian besar materinya dapat disampaikan dengan praktikum di laboratorium.

f. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan menambah variabel yang lain, misalnya: sikap ilmiah, motivasi belajar, kemampuan awal dan lain sebagainya.