• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Pasangan Berdampingan dalam Percakapan di Pasar

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.2 Data Pasangan Berdampingan dalam Percakapan di Pasar

Tradisional Aksara

Pola Pasangan berdampingan/bersesuaian adalah pola dari unit-unit terkecil percakapan sehingga menghasilkan pasangan yang berdampingan.

Adapun jenis pola pasangan bersesuaian dalam percakapan di pasar tradisional Aksara dipaparkan di bawah ini:

(A mewakili pembeli dan B mewakili penjual).

4.2.1 Pola Sapaan – Sapaan

Pola sapaan-sapaan merupakan pola yang paling umum dijumpai dalam percakapan. Sapaan-sapaan adalah pola pasangan bersesuaian yang di dalamnya

terdapat ujaran antara penutur saling menyapa, menegur, atau mengucapkan salam.

Data percakapan yang diperoleh seperti di bawah ini: (1) A: Hallo Pak!habis ikannya ya!

B: Lumayan

(2) A: Hallo da! Uda banyak yang laku? B: Ya, begitulah

(3) A: Dek! Laris jualannya ya B: terima kasih

(4) Hallo Bu! Apa kabar? Uda lama ga belanja B: lagi sibuk

(5) A: Kak! apa kabar? Kog uda lama ga nampak? B: ya, pulang kampung

Pola sapaan-sapaan yang sering dijumpai dalam percakapan di pasar tradisional Aksara yaitu percakapan antara penutur dan petuturnya yang sudah saling kenal/bagi langganan.

4.2.2 Pola Panggilan – Jawaban

Pola Panggilan-Jawaban yaitu percakapan antara penutur memanggil nama atau orang dan penutur lain menjawab panggilan tersebut. Data percakapan yan diperoleh sebagai berikut:

A: mau lihat-lihat dulu (2) B: Kak! sini…cari apa ya?

A: lihat-lihat aja

(3) B: Da, apa sayurnya? A: mau cari gori (4) B: Eda, mari singgah

A: nanti ya

(5) B: Dek, mari…..Apa ikanmu? A: ga beli ikan

Pola panggilan jawaban yang terdapat dalam percakapan di pasar tradisional Aksara selalu yang dimulai dengan si penjual (B) yang memanggil (A) pembeli dan penutur (A) menjawab panggilan tersebut. Seperti terlihat dalam contoh di atas.

4.2.3 Pola Permintaan Informasi – Pemberian

Pola permintaan informasi – pemberian adalah percakapan yang penutur pertama meminta informasi kepada penutur kedua dan penutur kedua memberi informasi yang diminta.

Data percakapan yang diperoleh misalnya: (1) A: Pak, ada minyak Bimoli?

(2) A: Eda, ini cabe gunung? B: Ya, cabe gunung

(3) A: Udang berapa seperempat? B: Dua belas

(4) A: Berapa tomat sekilo? B: Enam ribu

(5) A: Kopi enak berapa sekilo? B: Dua lima

(6) A: Pak, ada gelas duralex panjang? B: Ada

(7) A: Ikan mas berapa sekilo? B: Dua dua

Pada umumnya yang digunakan dalam pola permintaan informasi-pemberian adalah bentuk pertanyaan, yang dimulai dengan penutur (A) pembeli kepada penutur (B) penjual yang memberi jawaban/informasi yang diminta.

4.2.4 Pola Keluhan – Mengakui

Pola keluhan mengakui adalah percakapan yang terjadi penutur pertama mengeluh akan suatu perbuatan atau sikap, benda, ataupun tentang manusia dan penutur selanjutnya mengakui.

Data percakapan yang diperoleh misalnya:

(1) B: Satu harian hujan terus, orang yang belanja pun sepi. A: Ya Bu, orang malas belanja ke pasar.

(2) B: Sudah tengah hari, penjualanku belum juga buka dasar.

A: Ya, sekarang makan aja orang susah, apalagi untuk beli pakaian.

(3) A: BBM naik, harga-harga di pasaran semua pada naik, kami ibu-ibu bingung mau belanja.

B: Bagaimanalah Bu, semua kita merasakannya.

Dalam jenis pola keluhan-mengakui meminta maaf dalam contoh di atas tidak dijumpai kata permintaan maaf, penutur pertama mengeluh dan penutur yang lain mengakuinya.

4.2.5 Pola Permintaan – Pemersilakan

Pola pasangan permintaan – pemersilakan adalah percakapan yang terjadi yang penutur pertama meminta sesuatu. Misalnya kegiatan untuk melakukan suatu perbuatan atau sikap, benda atau barang, sedangkan penutur selanjutnya mempersilakan atau melakukan apa yang diminta penutur pertama.

Data percakapan yang diperoleh misalnya: (1) A: Bisa sekalian diperas kelapanya Pak?

(2) A: Saya coba dulu bajunya ya Kak! B: Cobalah

(3) A: Bisa jeruk nipis empat seribu? B: Bisa, ambillah

(4) A: Pak, buang insangnya dan potong dua aja ya! B: ya

(5) A: Eda bersihkan ikannya, kepala belah dua ya! B: Ok

(6) A: Boleh dicoba jeruknya Dek? B: Boleh

Pola pasangan permintaan-pemersilakan yang terdapat dalam percakapan di pasar tradisional Aksara selalu dimulai dengan penutur (A) pembeli meminta/melakukan suatu perbuatan/sikap sedangkan penutur (B) penjual mempersilakan.

4.2.6 Pola Penawaran – Penerimaan

Pola penawaran-penerimaan adalah percakapan antara penutur pertama menawarkan sesuatu seperti barang/jasa dan penutur kedua menerimanya.

Data percakapan yang diperoleh misalnya:

(1) B: Bu, mari Bu, jeruk madu sekilo lima ribu A: Kasih sekilo ya

(2) B: Apa ikannya Bu? Ini ada lele, ikan mas, nila A: Lele aja sekilo

(3) B: Tomatnya Bu, cantik tomatnya, tomat buah ga ambil? A: Kasih setengah aja

(4) B: Apa sayurnya Dek? Ambil brokoli ya A: Yang kecil aja ya

(5) B: Beli apa kak? Cari apa Kak? mari masuk, masuk kak A: Boleh lihat-lihat dulu

(6) B: Bu, mau cari apa ya? A: Mau cari handuk kecil

Pola pasangan penawaran penerimaan yang dijumpai dalam percakapan di pasar tradisional Aksara selalu dimulai dengan penutur (B) si penjual menawarkan sesuatu barang kepada (A) si pembeli dan penutur (A) si pembeli menerimanya.

4.2.7 Pola Penawaran – Penolakan

Pola penawaran – penolakan adalah percakapan antara penutur pertama yang menawarkan benda/barang atau jasa/perbuatan dan penutur kedua menolak tawaran tersebut. Data percakapan yang diperoleh misalnya:

(1) B: Daging Bu? A: Ga

(2) B: Cabenya Bu… ini cabe gunung, ga ambil? A: Masih ada

(3) B: Beli ayam Bu? A: Ga

(4) B: Ini Bu, dencis kaleng baru ikannya A: Ga beli ikan

(5) B: Eda, gembung rebus empat sepuluh ambil da A: Enggak da

(6) B: Dek, mau cari apa ya! A: Ga, mau lihat-lihat aja

(7) B: Tomatnya Dek, ini tomat buah A: Masih ada kak

Pola pasangan penawaran-penolakan yang dijumpai dalam percakapan di pasar tradisional Aksara selalu dimulai dengan penutur (B) si penjual yang menawarkan benda atau barang kepada penutur (A) si pembeli dan penutur (A) si pembeli menolak tawaran tersebut.

4.2.8 Pola Pertanyaan – Jawaban

Pola pertanyaan – jawaban adalah percakapan yang sering dijumpai di pasar tradisional Aksara, salah satu penutur mengutarakan pertanyaan dan penutur yang menjadi lawan tuturnya berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Data percakapan yang diperoleh misalnya: (1) A: Dencis berapa sekilo?

B: Enam belas ribu (2) A: Bawal berapa?

B: Tiga puluh

(3) A: Ada minyak goreng putih Pak? B: Ada

(4) A: Berapa udang sekilo? B: Empat puluh

(5) A: Ci, berapa kuetiaw sekilo? B: Kuetiaw enak, lima ribu

(6) A: Gelas duralex panjang berapa selusin? B: enam puluh

Pola pasangan pertanyaan – jawaban adalah pola percakapan yang pada umumnya dijumpai setiap intraksi sosial di pasar tradisional Aksara Medan. Pola pasangan pertanyaan – jawaban yang terdapat dalam percakapan di pasar tradisional Aksara pada umumnya selalu dimulai dengan penutur (A) si pembeli mengutarakan pertanyaan/bertanya kepada penutur (B) si penjual dan penutur (B) menjawab pertanyaan tersebut.

Dokumen terkait