• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Data Penelitian dan Analisis

1. Data penelitian hasil belajar dan analisis hasil belajar

 

Desember 2013. Siswa yang diwawancara berjumlah 6 orang. Wawancara ini merupakan tahap terakhir dalam pengumpulan data penelitian.

B. Data Penelitian dan Analisis

1. Data penelitian hasil belajar dan analisis hasil belajar

Berikut akan dijabarkan data penelitian dalam tabel 4.3 berupa nilai pretes, nilai postes dan peningkatan hasil belajar siswa untuk pembelajaran pokok bahasan momentum dan impuls bagi kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Tabel 4.3 Nilai pretes, nilai postes dan peningkatan hasil belajar untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol

Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Kode siswa Pre-tes Post-tes Peningkatan Kode siswa Pre-test Post-test Peningkatan A1 15.5 76 60.5 B1 26 56.5 30.5 A2  15.5 94 78.5 B2 8.5 82 73.5 A3  18.5 66 47.5 B3 26.5 87 60.5 A4  17 82 65 B4 22 54 32 A5  25 84.5 59.5 B5 8.5 80 71.5 A6  5.5 65.5 60 B6 8.5 64.5 56 A7  7.5 55.5 48 B7 18 62 30.5 A8  7.5 89 81.5 B8 22 52.5 73.5 A9  13.5 95 81.5 B9 18.5 55 60.5 A10  4.5 92 87.5 B10 14.5 72 32 A11  16.5 67 50.5 B11 5 41 71.5 A12  16.5 91.5 75 B12 2 89 56 A13  17 78.5 61.5 B13 5 94 89 A14  19 68 49 B14 7 93 86 A15  19 76 57 B15 7 75 68 A16  28 93 65 B16 12 46 34 A17  14.5 80 65.5 B17 9.5 66 56.5 A18  17 67.5 50.5 B18 30.5 92 61.5 A19  9.5 78 68.5 B19 20 90 70 A20  16 91 75 B20 17.5 59 41.5 A21  5.5 41 35.5 B21 15 55 40 A22  11 91 80 B22 5.5 81 75.5 A23  13.5 73 59.5 B23 23 86 63

   

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dalam penelitian terdistribusi normal atau tidak. Bila data terdistribusi normal, data tersebut dapat diuji dengan menggunakan statistik parametrik. Bila data terdistribusi tidak normal, data tersebut dapat diuji dengan menggunakan statistik nonparametrik. Sehingga dilakukan uji normalitas untuk masing-masing data yaitu data pretes untuk kelas kontrol, data postes untuk kelas kontrol, data pretes untuk kelas eksperimen dan data postes untuk kelas eksperimen. Masing-masing data tersebut akan diuji menggunakan uji One Sample Kolmogorov Smirnov dan hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4 Hasil uji normalitas menggunakan uji One Sample Kolmogorov Smirnov untuk pretes-postes dari kelas kontrol dan

pretes-postes dari kelas eksperimen

IPA 2 pretes IPA 2 postes IPA 3 pretes IPA 3 postes N

Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z

Asymp. Sig. (2-tailed)

27 15.315 6.1911 .133 .133 -.125 .694 .722 27 77.796 13.0798 .112 .094 -.112 .582 .887 27 13.481 8.0736 .171 .171 -.077 .886 .412 27 72.093 15.7474 .137 .098 -.137 .710 .694 a. Test distribution is Normal.

A24  21.5 77 55.5 B24 14.5 78 63.5 A25  28 85.5 57.5 B25 8 69 61 A26  16.5 78.5 62 B26 9 82 73 A27  14.5 64.5 50 B27 0.5 85 84.5 Rata-rata 15.32 77.79 62.48 13.48 72.09 58.61

   

Hipotesis:

Ho: Tidak terdapat perbedaan antara distribusi data dengan distribusi normal, artinya data berdistribusi normal

Ha: Terdapat perbedaan antara distribusi data dengan distribusi normal, artinya data tidak berdistribusi normal

Analisis:

Jika nilai probabilitas (Asymp. sig. 2-tailed) > 0,05, Ho diterima; dan jika nilai probabilitas (Asymp. sig. 2-tailed) < 0,05, Ho ditolak.

Dari tabel 4.4, karena nilai probabilitas (Asymp. sig. 2-tailed) untuk masing-masing data yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen > 0,05, maka Ho diterima yaitu tidak terdapat perbedaan antara distribusi data dengan distribusi normal. Artinya data-data tersebut berdistribusi normal.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah sebelum diberikan perlakuan, baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol memiliki varian yang sama atau tidak, serta dapat mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata kedua kelas secara signifikan.

Data yang digunakan dalam uji homogenitas adalah data hasil pretes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji homogenitas ini menggunakan uji t untuk dua kelompok independen pada

   

program SPSS for windows versi 16.0. Berikut adalah hasil analisis SPSS dari kedua kelas dalam tabel 4.5 dan tabel 4.6

Tabel 4.5 Output bagian pertama uji t untuk uji homogenitas Group Statistics

Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Pretes 2 27 15.315 6.1911 1.1915

3 27 13.481 8.0736 1.5538

Tabel 4.6 Output bagian kedua uji t untuk untuk uji homogenitas Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T df Sig. (2-taile d) Mean Differe nce Std. Error Differe nce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Nilai Equal variances assumed 4.395 .041 .936 52 .353 1.8333 1.9580 -2.0957 5.7624 Equal variances not assumed .936 48.721 .354 1.8333 1.9580 -2.1020 5.7687 1) Uji varians

Uji varians dilakukan untuk melihat kesamaan varians pada kedua kelas.

Hipotesis untuk uji varians:

Ho: Varians kedua kelas adalah identik Ha: Varians kedua kelas adalah tidak identik Analisis:

   

Jika nilai probabilitas (sig. 2-tailed) > 0,05, Ho diterima; dan jika nilai probabilitas (sig. 2-tailed) < 0,05, Ho ditolak.

Dari tabel 4.6, terlihat bahwa F untuk nilai pretes memiliki nilai equel variance assumed adalah 4,395 dengan nilai probabilitas (sig. 2-tailed) = 0,353 > 0,05, maka Ho diterima yaitu varians kedua kelas adalah identik . Ini berarti bahwa kedua kelas memiliki varians yang sama.

2) Uji t independen

Dengan uji t independen, kita dapat melihat ada tidaknya perbedaan hasil belajar dari kedua kelas.

Hipotesis uji t:

Ho: Tidak terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen

Ha: Terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen

Analisis:

Jika nilai probabilitas (sig. 2-tailed) > 0,05, Ho diterima; dan jika nilai probabilitas (sig. 2-tailed) < 0,05, Ho ditolak.

Dari tabel 4.6, karena nilai probabilitas (sig. 2-tailed) = 0,353 > 0,05, maka Ho diterima yaitu tidak terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Ini berarti bahwa keadaan awal antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak ada perbedaan atau homogen.

   

c. Uji t

1) Uji t untuk kelompok dependen a) Pretes-Postes Kelas Eksperimen

Uji t untuk kelompok dependen di sini bermaksud untuk mengetahui kemampuan siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan metode demonstrasi, sehingga dapat diketahui apakah metode ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa atau tidak. Data yang diperlukan adalah nilai pretes dan postes dari kelas eksperimen yang dianalisis menggunakan program SPSS for windows versi 16.0. Berikut adalah hasil analisis SPSS untuk nilai pretes-postes pada kelas eksperimen seperti pada tabel 4.7, tabel 4.8 dan tabel 4.9:

Tabel 4.7 Output bagian pertama uji t untuk pretes-postes kelas eksperimen

Paired Samples Statistics

Mean N

Std.

Deviation Std. Error Mean Pair 1 pretes 15.315 27 6.1911 1.1915

postes

77.796 27 13.0798 2.5172

Tabel 4.8 Output bagian kedua uji t untuk pretes-postes kelas eksperimen

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig. Pair 1 pretes & postes

   

Tabel 4.9 Output bagian ketiga uji t untuk pretes-postes kelas eksperimen Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig. (2-tailed ) Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 pretes - postes -62.4815 12.7154 2.4471 -67.5115 -57.4514 -25.533 26 .000 Hipotesis uji-t:

Ho: Tidak terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran Ha: Terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan

antara sebelum dan sesudah pembelajaran Analisis:

Jika nilai probabilitas (sig. 2-tailed) > 0,05, Ho diterima; dan jika nilai probabilitas (sig. 2-tailed) < 0,05, Ho ditolak.

Dari tabel 4.9, karena nilai probabilitas (sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran. Ini berarti bahwa nilai postes siswa lebih baik dari nilai pretes. Maka pembelajaran dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

   

b) Pretes-Postes Kelas Kontrol

Uji t untuk kelompok dependen di sini bermaksud untuk mengetahui kemampuan siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan metode ceramah, sehingga dapat diketahui apakah metode ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa atau tidak. Data yang diperlukan adalah nilai pretes dan postes dari kelas kontrol yang dianalisis menggunakan program SPSS for windows versi 16.0. Berikut adalah hasil analisis uji t SPSS seperti pada tabel 4.10, tabel 4.11 dan tabel 4.12:

Tabel 4.10 Output bagian pertama uji t untuk pretes-postes kelas kontrol

Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 pretes 13.481 27 8.0736 1.5538 postes 72.093 27 15.7474 3.0306

Tabel 4.11 Output bagian kedua uji t untuk pretes-postes kelas kontrol Paired Samples Correlations

N Correlation Sig. Pair 1 pretes & postes 27 -.140 .486

Tabel 4.12 Output bagian ketiga uji t untuk pretes-postes kelas kontrol Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig. (2-taile d) Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 pretes - postes -58.6111 18.6755 3.5941 -65.9989 -51.2233 -16.308 26 .000

   

Hipotesis uji-t:

Ho: Tidak terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran Ha: Terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan

antara sebelum dan sesudah pembelajaran Analisis:

Jika nilai probabilitas (sig. 2-tailed) > 0,05, Ho diterima; dan jika nilai probabilitas (sig. 2-tailed) < 0,05, Ho ditolak.

Dari tabel 4.12, karena nilai probabilitas (sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran. Ini berarti bahwa nilai postes siswa lebih baik dari nilai pretes. Maka pembelajaran dengan metode ceramah dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

2) Uji t untuk kelompok independen

Untuk mengetahui metode mana yang lebih meningkatkan hasil belajar siswa atau dengan kata lain untuk membandingkan apakah hasil belajar siswa dengan metode demonstrasi lebih baik dari pada hasil belajar siswa dengan metode ceramah atau sebaliknya, dilakukan uji t untuk

   

kelompok independen. Data yang digunakan adalah nilai postes dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berikut adalah hasil analisis SPSS untuk kelompok yang independen seperti ditunjukkan pada tabel 4.13 dan tabel 4.14:

Tabel 4.13 Output bagian pertama uji t untuk membandingkan peningkatan hasil belajar

Group Statistics

Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean postes 2 27 77.796 13.0798 2.5172

3 27 72.093 15.7474 3.0306

Tabel 4.14 Output bagian kedua uji t untuk membandingkan peningkatan hasil belajar

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T df Sig. (2-taile d) Mean Differe nce Std. Error Differe nce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper postes Equal variances assumed 2.900 .095 1.448 52 .154 5.7037 3.9397 -2.2018 13.6092 Equal variances not assumed 1.448 50.306 .154 5.7037 3.9397 -2. 2081 13.6155 Hipotesis uji t:

Ho: Tidak terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol

Ha: Terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

   

Analisis:

Jika nilai probabilitas (sig. 2-tailed) > 0,05, Ho diterima; dan jika nilai probabilitas (sig. 2-tailed) < 0,05, Ho ditolak dan Ha diterima.

Dari tabel 4.14, karena nilai probabilitas (sig. 2-tailed) = 0,154 > 0,05, maka Ho diterima yaitu tidak terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Dokumen terkait