• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Data Penelitian dan Analisis

3. Transkip wawancara

 

3. Transkip wawancara

Wawancara dilakukan setelah proses pembelajaran dengan metode demonstrasi selesai dilaksanakan. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa serta bagaimana minat dan alasan mereka tentang metode pembelajaran dengan metode demonstrasi pada pokok bahasan momentum dan impuls. Wawancara dilakukan pada enam orang siswa yaitu dengan kategori: a) Memperoleh nilai pretes rendah, postes rendah dan minat yang rendah. b) Memperoleh nilai pretes rendah, postes tinggi dan minat yang rendah. c) Memperoleh nilai pretes tinggi, postes tinggi dan minat yang rendah. d) Memperoleh nilai pretes rendah, postes rendah dan minat yang tinggi. e) Memperoleh nilai pretes rendah, postes tinggi dan minat yang tinggi. f) Memperoleh nilai pretes tinggi, postes tinggi

A13  50 Sangat Berminat

A14  49 Sangat Berminat

A15  45 Berminat

A16  39 Berminat

A17  45 Berminat

A18  45 Berminat

A19  51 Sangat Berminat

A20  36 Berminat

A21  45 Berminat

A22  50 Sangat Berminat

A23  43 Berminat

A24  43 Berminat

A25  33 Berminat

A26  49 Sangat Berminat

A27 41 Berminat

Jumlah:

Sangat berminat: 10 Berminat: 17 Tidak berminat: 0 Sangat tidak berminat: 0

   

dan minat yang tinggi. Hasil wawancara disajikan sebagai berikut dengan keterangan P adalah peneliti dan S adalah siswa:

a. Siswa dengan kode A21 yang memiliki nilai pretes rendah, nilai postes rendah dan minat yang rendah:

P: Menurut kamu pembelajaran dengan metode demonstrasi kemaren gimana?

S: Ya sebenarnya lebih efektif mba tapi yang ga mendukung itu kelasnya mba, soalnya kelasnya pada rame sendiri jadi yang lain sebenarnya pengen serius jadi ikut rame.

P: Perasaan kamu saat mengikuti demonstrasi bagaimana? S: Tertarik

P: Pernah mengikuti pembelajaran dengan demonstrasi sebelumnya?

S: Pernah mba

P: Itu waktu kelas berapa dan siapa gurunya? S: Waktu SMP, gurunya lupa mba

P: Maksudnya selama berada di SMA Pengudi Luhur!

S: Pernah mba, tapi bukan dengan guru mata pelajaran sekarang P: Kalau dilihat dari hasil pretes dan postes, Kamu memperoleh

nilai yang belum tuntas dan coba kamu ceritakan bagaimana cara kamu belajar!

S: Ya karena kurang belajar, banyak tugas mata pelajaran yang lain, fotokopian yang dikasih sering hilang

P: Kamu lebih mudah belajar dengan metode demonstrasi atau dengan ceramah?

S: Demonstrasi tapi mbanya kalau ngajar harus lebih tegas lagi, kalau ada yang rame marahin aja ga apa mba biar pada ga rame

P: Apakah kamu jadi kurang konsentrasi dalam belajar? S: Iya mba, yang lain rame ya saya jadi ikut rame mba

P: Kesulitan apa yang kamu alami saat belajar dengan demonstrasi?

S: Sulit dipahami demonstrasinya

P: Maksudnya apa yang didemonstrasikan itu sulit dimengerti? S: Gini mba, kitakan belum pernah belajar sebelumnya tentang

itu terus mbanya minta mikir sendiri dulu tanpa lihat di buku makanya agak sulit mba

   

P: Kalau alat demonstrasinya apakah sudah pas atau masih terlalu sederhana?

S: Udah pas mba.

P: Apa usaha-usaha kamu untuk mengatasi kesulitan tersebut? S: Belajar lebih giat, banyak membaca dan berusaha untuk lebih

konsentrasi saat pelajaran

P: Apakah kamu mengikuti les tambahan di luar sekolah? S: Ngga mba

P: Berapa kali kamu belajar fisika dalam seminggu? S: Kalau ada ulangan baru belajar mba

b. Siswa dengan kode A25 yang memiliki nilai pretes tinggi, nilai postes tinggi dan minat yang rendah:

P: Bagaimana menurut kamu pembelajaran dengan metode demonstrasi?

S: Kurang efektif P: Alasannya?

S: Soalnya kalau dijelasin kayak gitu belum tentu semua orang di kelas pada merhatiin. Mbanya juga kurang tegas kalau siswanya ribut.

P: Perasaan kamu saat mengikuti demonstrasi tuh gimana? S: Biasa aja

P: Pernah belajar fisika dengan demonstrasi?

S: Kayaknya belum pernah. Dulu pernah deng, demonstrasi sama pak guru kelas XI di lab

P: Mengapa kamu kurang berminat dengan demostrasi?

S: Soalnya lebih enak dijelasin langsung di papan tulis gitu loh. Lebih enak langsung ditulis

P: Kamu lebih suka metode ceramah?

S: Ya, tapi juga ga ngomong toh tapi tuh kita juga habis dijelasin trus ngerjain soal ga pake demonstrasi jadi ga bingung

P: Jadi habis dijelasin langsung latihan soal? S: Iya jadi to the point gituloh mba

P: Apa ga perlu tanya-tanya dulu yang lain-lain gitu?

S: Iya, nanti kalau ga bisa ngerjain soalnya ya bisa nanya-nanya P: Jadi kamu lebih suka kerja soal ya?

S: He’e mending kayak gitu

P: Lebih suka belajar yang diberitahu guru atau mencari tahu sendiri?

   

S: Diberitahu sama gurus

P: Hasil pretes dan postes kamu tinggi semua, tetapi kamu kurang berminat dalam pembelajaran dengan metode demonstrasi, itu alasannya kenapa?

S: Waktu dijelasin mbanya, akukan kurang enak sama metode kayak gitu terus dirumahkan aku belajar lagi jadi aku baca-baca sendiri lagi sama aku tanya-tanya ke guru les

P: Menurut kamu alat demonstrasi yang digunakan apakah sudah pas atau kurang tepat untuk demonstrasi?

S: Uda pas mba

P: Kesulitan apa yang kamu hadapi saat belajar fisika dengan demonstrasi?

S: Kurang fokus, banyak yang ngomong aku juga ngomong jadinya

P: Dalam seminggu belajar fisika berapa kali? S: Tiga kali

P: Kalau mau ada ulangan, belajarnya lebih banyak waktunya atau sama aja kayak biasanya?

S: Lebih banyak tapi malah kadang belajarnya pas mau ulangan

c. Siswa dengan kode A10 yang memiliki nilai pretes rendah, nilai postes tinggi dan minat yang rendah

P: Bagaimana menurut kamu pembelajaran dengan metode demonstrasi?

S: Sebenarnya sangat menarik ya menurut saya, tapi dari siswa-siswa yang lain ga tahu

P: Bagaimana perasaan kamu saat pembelajaran?

S: Perasaan saya agak senang, karena pelajarannya itu enak, lebih menghibur, beda dari pelajaran biasaya

P: Kamu pernah belajar fisika dengan metode demonstrasi sebelumnya di SMA ini?

S: Belum pernah

P: Jadi demonstrasi ini baru yang pertama kali? S: Iya mba

P: Dari hasil belajar mu, kamu memperoleh nilai pretes yang rendah sedangkan postesnya tinggi, tapi kamu termaksud siswa yang kurang berminat dengan demonstrasi, itu kenapa? S: Agak malas dengan demonstrasinya, tapi kalau

   

P: Mengapa kamu kurang berminat dengan adanya demonstrasi? S: Karena kelasnya rame

P: Kamu biasa merhatiin ngga kalau setiap demonstrasi? S: Tergantung suasana kelas juga

P: Ada komentar tentang alat-alat yang digunakan dalam demonstrasi?

S: Ngga mba, udah baik.

P: Bagaimana usaha kamu dalam belajar karena hasil peningkatan belajarmu itu tergolong tinggi?

S: Ada les dan sedikit belajar

P: Belajar mu itu seminggu berapa kali? S: Setiap hari. Pelajaran apa?

P: Pelajaran fisika

S: Setiap ada pelajaran fisika ya pulang saya belajar lagi

P: Kalau ada ulangan? Kadangkan orang ngga belajar kalau ada ulangan karena setiap hari sudah belajar

S: Ya kadang belajar kadang ngga. Kalau lagi pengen belajar ya belajar

P: Kamu lebih susah mengerti atau lebih mudah memahami dengan adanya demonstrasi?

S: Seimbang ya mba P: Alasannya?

S: Tergantung mood aja, kalau lagi pengen pasti bisa

P: Apa kesulitan yang dialami saat belajar dengan demonstrasi? S: Kalau kelasnya rame trus saya ikut rame jadi ga merhatiin

d. Siswa dengan kode A19 yang memiliki nilai pretes rendah, nilai postes rendah dan minat yang tinggi

P: Bagaimana menurut kamu pembelajaran dengan metode demonstrasi?

S: Ya sangat menarik soalnya pake demonstrasi itu jadi lebih ngedong

P: Perasaan kamu saat mengikuti demonstrasi itu bagaimana? S: Lebih ngedong dan senang

P: Kamu pernah belajar fisika dengan metode demonstrasi ga sebelumnnya?

S: Belum pernah

P: Tadi ada kata temanmu pernah ada demonstrasi sama Pak guru di lab

   

S: Oh iya

P: Itu demonstrasi atau praktikum? S: Praktikum mba bukan demonstrasi

P: Kamu sangat berminat dengan metode demonstrasi, alasannya apa?

S: Lebih menarik, ya sama kayak tadi

P: Kamukan sangat berminat namun nilai yang kamu peroleh belum mencapai ketuntasan, itu kenapa?

S: Kurang belajar

P: Seminggu kamu belajar fisika berapa kali?

S: Kalau ada pelajarannya. Belajar pas sebelum ada pelajarannya

P: Kalau mau ulangan, waktu belajarnya lebih banyak atau sama aja?

S: Lebih banyak

P: Apa kesulitan yang dialami saat belajar dengan demonstrasi? S: Ngerjain soal yang susah

P: Apa usaha yang kamu lakukan untuk mengatasi kesulitan kayak ngerjain soal yang susah tadi?

S: Nyoba-nyoba ngerjain soal, ikut les sama tanya-tanya sama temen juga

e. Siswa dengan kode A22 yang memiliki nilai pretes rendah, nilai postes tinggi dan minat yang tinggi

P: Bagaimana menurut kamu pembelajaran dengan metode demonstrasi yang telah kamu ikuti?

S: Asyik sih, lebih cepat ngerti aja dari pada pake pembelajaran biasa, kan kebanyakan sekolah-sekolah juga menggunakan metode kayak gitu dari SD, SMP, SMA jadi ga monoton. P: Bagaimana perasaan kamu saat mengikuti pembelajaran? S: Kelasnya rame, soalnya ada yang ga mau perhatiin jadi ribut P: Lebih suka demonstrasi atau sebaiknya ceramah aja biar

kelasnya ga rame?

S: Sebaiknya ada dua-duanya

P: Kamu lebih susah atau lebih mudah mengerti pelajaran dengan adanya demonstrasi?

S: Lebih mudah

P: Kamu pernah mengikuti pembelajaran fisika dengan demonstrasi ga selama berada di SMA ini?

   

S: Belum pernah

P: Lebih suka belajar diberitahu terlebih dahulu atau mencari tahu sendiri?

S: Biasanya sih diberitahu

P: Biasanya pak guru mengajar menggunakan metode apa? S: Ceramah itu, kalau ga dengan power point atau gambar ga

jelas di papan tulis makanya sampe sekarang pelajarannya, saya selalu ga tuntas

P: Padahal nilai kamu untuk bab ini tuntas dengan peningkatan yang bagus, selain itu kamu juga sangat berminat dalam pembelajaran fisika menggunakan demonstrasi, mungkin bisa menceritakan alasannya

S: Asyik aja sih, saya dari kelas satu pernah ikut lomba fisika tapi kelas dua karena merasa lombanya kalah terus jadi mengundurkan diri, kalau minat masih ada. Lebih banyak minat di fisika

P: Kesulitan apa yang kamu hadapi saat belajar dengan demonstrasi?

S: Bukan saat demonstrasinya tetapi saat belajar sebelum ulangan. Walaupun udah dikasih cara-cara sama mba tapi masih tetap bingung kog bisa begini

P: Masih kurang penjelasan ya? S: Iya mba

P: Apa saja usaha kamu untuk mengatasi kesulitan yang dialami tersebut?

S: Baca terus, paksain ngerti

f. Siswa dengan kode A4 yang memiliki nilai pretes tinggi, nilai postes tinggi dan minat yang tinggi

P: Bagaimana menurut kamu, pembelajaran dengan metode demonstrasi?

S: Lebih bisa dimengerti P: Alasannya?

S: Karena ada prakteknya. ga cuma teori

P: Dalam belajar lebih suka diberitahu sama guru atau mencari tahu sendirii?

S: Lebih suka diberitahu

P: Bagaimana perasaan kamu saat mengikuti pembelajaran? S: Senang

   

P: Senang, tapi kenapa kamu sering ribut di kelas saat mba ngajar? S: Saking senangnya

P: Kamu pernah belajar fisika dengan metode demonstrasi ga di sekolah ini?

S: Belum pernah

P: Kamu sangat berminat dengan pembelajaran menggunakan demonstrasi, apa alasannya?

S: Ya karena mudah dimengerti, sama kayak jawaban yang diawal mba

P: Bagaimana kalau metode demonstrasi diterapkan pada materi pembelajarn yang lain?

S: Ya ngga apa-apa

P: Alat yang digunakan dalam demonstrasi gimana menurut kamu? Kurang tepat atau sudah pas?

S: pas mba

P: Kesulitan apa yang kamu hadapi saat belajar dengan demonstrasi?

S: Kalau teman-teman ribut itu ya saya kurang konsentrasi P: Kamu merasa ribut ngga di kelas?

S: Ya ngga tahu ya

P: Dalam seminggu kamu belajar fisika berapa kali?

S: Ya tergantung mata pelajarannya berapa kali. Misalnya kalau besok ada fisika ya malamnya belajar fisika

P: Kalau ada ulangan waktu belajarnya lebih banyak atau sama kayak biasanya?

S: Lebih banyak tetapi kebanyakan belajar di sekolah dari teman yang lebih mengerti untuk memberitahu.

P: Kamu ikut les ngga? S: Kalau fisika ngga.

Dokumen terkait