• Tidak ada hasil yang ditemukan

PETA PEKERJA DAN MESIN

KELOM POK

III. Prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan perancangan peralatan

2.1 Definisi Ergonomi

1. Tujuan Instruksional Khusus

Diharapkan mahasiswa dapat memahami mengenai ergonomi dan aplikasi dalam perancangan tempat kerja.

2. Daftar Materi Pembahasan

2.1. Definisi ergonomi

2.2. Pendekatan Ergonomi dalam perancangan stasiun kerja

3. Pembahasan

2.1 Definisi Ergonomi .

Kehidupan manusia masa lampau disaat kebanyakan dari mereka masih hidup dalam lingkungan alam yang asli ( natural environment). Perubahan waktu , walaupun secara perlahan lahan telah merubah manusia dari keadaan primitif / tradisional menjadi manusia yang berbudaya/modern. Disini manusia berusaha mengadaptasikan dirinya menurut situasi dan kondisi lingkungannya . Hal ini terlihat pada perubahan rancangan peralatan yang dipergunakan manusia untuk menaklukan alam lingkungannya. Tujuan pokok manusia untuk selalu mengadakan perubahan rancangan peralatan yang dipakai adalah untuk memudahkan dan mengenakan penggunaannya. Disiplin keilmuan, lahir dan berkembang , sekitar pertengahan abad ke 20 (1960) ini , yang berkaitan dengan perancangan peralatan dan fasilitas kerja yang memperhatikan aspek-aspek manusiasebagai pemakainya , dikenal kemudin dengan nama ergonomi.

Istilah “Ergonomi” berasal dari bahasa latin (Yunani) yaitu Ergo berarti kerja dan

Nomos yang berarti Hukum Alam, sehingga Ergonomi dapat diartikan sebagai studi tentang

aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi,

engineering, manajemen dan desain atau perancangan. Selain itu Ergonomi juga

ANALISA DAN PERANCANGAN KERJA

berhubungan dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyaman atau kemudahan manusia baik di tempat kerja, di rumah maupun di tempat lainnya. Di dalam ergonomi dibutuhkan studi tentang sistem di mana manusia, fasilitas kerja di lingkungannya saling berinteraksi dengan tujuan utamanya yaitu menyesuaikan suasana kerja dengan manusianya.

Menurut seorang ilmuwan bernama DR. Roger W. Pease Jr. (Sander & Cormick, 1987) merekomendasikan defini dari ergonomi sebagai berikut:

“Ergonomi adalah suatu aplikasi ilmu pengetahuan yang memperhatikan karakteristik manusia yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan dan penataan sesuatu yang digunakan, sehingga antara manusia dengan benda yang digunakan tersebut terjadi interaksi yang lebih efektif dan nyaman”.

Dan menurut Prof. A. Manuaba , 1992, ergonomi didefinisikan sebagai ” ilmu teknologi dan seni yang berupaya menserasikan alat , cara dan lingkungan kerja terhadap kerja terhadap kemampuan , kebolehan dan keterbatasan manusia untuk menciptakan kondisi kerja dan lingkungan yang sehat, aman, nyaman dan efisien agar dapat dicapai produktivitas kerja yang maksimum”.

Maksud dan tujuan dari disiplin ergonomi adalah mendapatkan suatu pengetahuan yang utuh tentang permasalahan-permasalahan interaksi manusia dengan teknologi dan produknya, sehingga dimungkinkan adanya suatu rancangan sistem manusia dengan mesin yang optimal. Kegunaan dari penerapan ergonomi adalah untuk :

 Memperbaiki performasi kerja (menambah kecepatan kerja, keakuratan, keselamatan kerja dan mengurangi energi kerja yang berlebihan serta mengurangi kelelahan).

 Memperbaiki pendayagunaan sumber daya manusia melalui peningkatan ketrampilan yang diperlukan

 Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia dan meminimalkan kerusakan peralatan yang disebabkan “human error”

 Memperbaiki kenyamanan manusia dalam kerja

Disiplin Human Factor (faktor manusia) dalam ergonomi mempunyai definisi sebagai berikut (Sander & Cormick, 1987) : “Human Factor Engineering adalah pengetahuan tentang manusia, keterbatasan, kelebihan dan karakterisitik manusia lainnya yang relevan dalam suatu perancangan”.

Dengan mengaplikasikan aspek-aspek ergonomi atau Human Factor Engineering, maka dengan memanfaatkan informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dapat dirancang sebuah stasiun kerja yang bisa dioperasikan oleh rata-rata

manusia sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem tersebut dengan baik. Dalam arti dapat mencapai tujuan yang diinginkan melalui aktivitas tersebut dengan efektif, efisien, aman dan nyaman.

Memang banyak bidang ilmu juga memiliki kaitan dengan isu-isu ini, tetapi ergonomi memiliki perspektif khusus, sesuai dengan naluri/insting manusia sejak beribu-ribu tahun yang lalu yaitu mencari cara terbaik untuk mengorganiasi aktivitas manusia agar mampu berproduksi dengan lebih efisien dan produktif, bisa meningkatkan kesejahteraan, cukup dalam penyediaan makanan, baju, rumah, dan lain sebagainya.

Dari diuraikan singkat diatas maka dapat ditarik beberapa pokok-pokok kesimpulan mengenai disiplin ergonomi, yaitu sebagai berikut :

a. Fokus perhatian dari ergonomi ialah berkaitan erat dengan aspek-aspek manusia di dalam perencanaan ״man-made objects״ dan lingkungan kerja. Pendekatan ergonomi akan ditekankan pada penelitian kemampuan keterbatasan manusia baik secara fisik maupun mental psikologis dan intraksinya dalam sistem manusia-mesin yang integral. Secara sistematis pendekatn ergonomi kemudian akan memanfaatkan informasi tersebut untuk tujuan rancang bangun, sehingga akan tercipta produk, sistem atau lingkungan kerja yang lebih sesuai dengan manusia. Pada giliran rancangan yang ergonomis akan dapt meningkatkan efisien, efektifitas dan produktifitas kerja, serta dapat menciptakan sistem serta lingkungan kerja yang cocok, aman, nyaman dan sehat.

b. Ergonomi didefinisikan sebagai “a discipline concernid with designing man-made objects (equipmens) so that people can use them effectively and savely and creating environments suitable for human living and work ”, Dengan demikian jelas bahwa pendekatan ergonomi akan mampu menimbulkan “ functional effectiveness” dan kenikmatan-kenikmatan pemakai dari peralatan fasilitas maupun lingkungan kerja yang dirancang.

c. Maksud dan tujuan utama dari pendekatan disiplin ergonomi diarahkan pada upaya memperbaiki perfomans kerja manusia seperti menambah kecepatan kerja, accuracy, keselamatan kerja disamping untuk mengurangi enersi kerja yang berlebihan serta mengurangi datangnya kelelahan yang terlalu cepat. Disamping itu disiplin ergonomi diharapkan pula mampu memperbaiki pendayagunaan sumber daya manusia serta meminimalkan kerusakan peralatan yang disebabkan kesalahan manusia (human errors). Manusia

adalah manusia bukannya mesin ! Mesin tidaklah seharusnya mengatur kerja manusia, untuk itu bebanilah manusia (operator / pekerja) dengan tugas-tugas yang manusiawi.

d. Pendekatan khusus yang ada dalam disiplin ergonomi aplikasi yang sistematis dari segala informasi yang relavan yang berkaitan dengan karakteristik dan perilaku manusia di dalam perancangan peralatan, fasilitas dan lingkungan kerja yang dipakai. Untuk ini analisis dan penelitian ergonomi akan meliputi hal-hal yang berkaitan dengan :

 Anatomi (struktur), fisiologi (bekerjanya) mengenai berfungsinya otak dan anthropometri (ukuran) tubuh manusia.

 Psikologi yang fisiologi mengenai berfungsinya otak dan sistem syaraf yang berperan dalm tingkah laku manusia.

 Kondisi-kondisi kerja yang dapat mencederai baik dalm waktu yang pendek maupun panjang ataupun membuat celaka manusia; dan sebaliknya ialah kondisi-kondisi kerja yang dapat membuat nyaman kerja manusia.

Denagn memperhatikan hal-hal tersebut maka penelitian dan pengembangan ergonomi akan memerlukan dukungan berbagai disiplin keilmuan seperti psikologi, anthropologi faal/anatomi dan teknologi (engineering).

Dokumen terkait