• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENYAKIT MENULAR DAN INTERAKSI SOSIAL

D. Definisi Interaksi Sosial

Indonesia positif terpapar virus setelah mereka melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang yang sedang berkunjung ke Indonesia. Tanggal 11 Maret 2020, untuk pertama kalinya ada kasus kematian diakibatkan virus corona tersebut, seorang pria berusia 59 tahun warga Solo. Diketahui bahwa ia terpapar setelah mengikuti seminar di Bogor pada bulan Februari. Virus corona terus menyebar di seluruh Indonesia sampai ke 34 provinsi di negeri ini.16

D. Definisi Interaksi Sosial

John Lewis Gillin mendefinisikan bahwa interaksi sosial itu adalah hubungan sosial yang dinamis mengenai hubungan antar individu, antar individu dan kelompok atau antar satu kelompok dengan kelompok yang lainnya. Lalu Homnas memberikan pengertian kalau interaksi sosial merupakan suatu kejadian, di saat aktivitas yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain mendapatkan ganjaran atau hukuman melalui tindakan dari individu lain yang menjadi pasangannya. Kemudian Bonner menjelaskan bahwa interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara dua orang individu atau lebih sehingga kelakuan seorang individu mempengaruhi atau mengubah prilaku individu lainnya begitupun sebaliknya.17

Dari beberapa pengertian yang disampaikan oleh para ahli di atas, secara garis besar menunjukkan bahwa interaksi sosial adalah hubungan antar individu ataupun kelompok. Akan tetapi suatu hubungan bisa dikatakan sebagai interaksi sosial jika memenuhi ciri-ciri berikut: adanya dua orang pelaku atau lebih, adanya hubungan timbal balik antar pelaku,       

16 Moch Halim Syukur, dkk, “Penanganan Pelayanan Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Hukum Kesehatan”, 4.

17 Suhandi, “Agama dan Interaksi Sosial: Potret Harmoni Beragama Di Wiyono Kabupaten Pesawaran”. Jurnal Al-Adyan, vol. 13, no. 2 (Desember 2018), 174.

dimulai dengan kontak sosial secara langsung dan mempunyai maksud dan tujuan yang jelas.18 Dengan memenuhi dua syarat tertentu, interaksi sosial bisa terbentuk yaitu: 1. Adanya kontak sosial (social contact) yang berlangsung dalam tiga bentuk, antar individu, antar individu dengan kelompok dan antar kelompok melalui kontak secara langsung maupun tidak langsung. 2. Adanya komunikasi, ketika seseorang memberi arti pada prilaku orang lain mengenai perasaan-perasaan yang ingin disampaikan orang tersebut, lalu orang tersebut merespon perasaan yang ingin disampaikan oleh orang yang bersangkutan.19

Kata kontak sosial terambil dari bahasa latin con atau cum yang berarti bersama-sama dan tango yang berarti menyentuh. Maka bisa diartikan secara harfiah bahwa kontak sosial adalah bersama-sama menyentuh. Jika dilihat secara fisik, kontak sosial baru bisa terjadi jika ada hubungan badaniah akan tetapi melihat perkembangan teknologi hari ini manusia dapat menyentuh manusia lain tanpa menyentuhnya sehingga hubungan badaniah tidak lagi menjadi syarat utama untuk terjadinya kontak sosial.20

Selain itu, Burhan Bungin juga memberikan lima gambaran kontak sosial yang bisa terjadi di tengah masyarakat:

a. Melalui proses sosialisasi antar individu dan pribadi. Proses sosialisasi ini bisa memberikan kesempatan kepada individu untuk mempelajari norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakatnya. Proses ini terbentuk dari dunia objektivasi, yakni interaksi sosial yang terjadi di       

18 Asrul Muslim, “Interaksi Sosial Dalam Masyarakat Multietnis”. Jurnal Diskursus Islam, vol. 1, no. 3 (Desember 2013), 486.

19 Nashrillah MG, “Peranan Interaksi Dalam Komunikasi Menurut Islam”.

Jurnal Warta, edisi 52 (April 2017), 7.

20 Soeryono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: Rajawali Press, 2002), 65.

35  

dunia intersubjektif yang dilembagakan atau telah mengalami proses institusionalisasi.

b. Antara individu dengan individu lain terhadap suatu kelompok masyarakat ataupun sebaliknya.

c. Antara suatu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lain dalam sebuah komunitas.

d. Antara individu per individu dengan masyarakat global dunia internasional.

e. Antara individu dengan individu, kelompok, masyarakat dan dunia global, ketika kontak sosial terjadi secara simultan diantara mereka.21 Suatu kontak yang terjadi tidaklah seutuhnya berkaitan dengan tindakan, tetapi respon atau tanggapan dari tindakan tersebut juga memberikan pengaruh. Jika kontak sosial itu bersifat positif, maka akan mengarahkan kepada kerja sama. Adapun yang bersifat negatif akan mengarah kepada suatu perselisihan, pertentangan bahkan tidak menghasilkan interaksi sosial sama sekali.

Kontak yang terjadi ada yang bersifat primer dan sekunder. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan bertemu secara langsung atau saling bertatap muka. Sedangkan kontak sekunder membutuhkan perantara, yang bisa juga dilakukan secara langsung.

Hubungan secara sekunder bisa dilakukan melalui media komunikasi seperti handphone, email, radio, media sosial dan sebagainya.

Lalu ada satu lagi faktor yang bisa membangun interaksi sosial yaitu komunikasi. Komunikasi adalah salah satu upaya untuk megadakan persamaan dengan orang lain melalui penyampaian suatu gagasan,       

21 Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat (Jakarta: Kencana, 2008), 56.

keterangan atau sikap. Selain itu komunikasi memiliki arti penting dalam kehidupan sosial ketika seseorang memberikan tafsiran kepada perilaku orang lain berupa (pembicaraan, gerak-gerik badaniah dan sikap), perasaan-perasaan apa yang akan disampaikan kepada orang tersebut.

Kemudian orang yang bersangkutan memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain itu.

Komunikasi mengambil peran penting dalan proses interaksi sosial, karena tidak bisa terlepas dari sifat dasar manusia. Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang bergantung, manusia tidak bisa hidup mandiri untuk mengatasi segala masalah yang ada pada dirinya sehingga ia membutuhkan orang lain untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu manusia disebut sebagai makhluk sosial. Dan jika dilihat secara umum, interaksi merupakan kegiatan yang memungkinkan adanya hubungan antara satu individu dengan individu lainnya yang kemudian diaktualisasikan melalui praktik komunikasi.22 Ketika manusia sudah membangun komunikasi dengan manusia lain, lalu ditambah dengan kontak sosial maka akan terciptalah interaksi sosial antar sesamanya dengan itu akan terjalin relasi antar sesama manusia baik yang bersifat positif ataupun yang bersifat negatif.

Saat melakukan proses interaksi sosial, orang mengkomunikasikan secara simbolis makna-makna kepadap pihak-pihak yang terlibat. Lalu orang-orang tersebut menafsirkan simbol-simbol itu, mengorientasikan tindakan mereka dan merespons berdasarkan penafsiran mereka, maka dalam interaksi sosial para pelaku terlibat dalam suatu proses saling

      

22 Nur Ahmad, “Komunikasi Sebagai Proses Interaksi dan Perubahan Sosial Dalam Dakwah”. AT-TABSYIR Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, vol. 2, no. 2 (Desember 2014), 27.

37  

mempengaruhi satu sama lain.23 Saling keterikatan antar sesama pelaku interaksi sosial lalu memberikan pengaruh antara satu dengan yang lainnya menunjukkan bahwa interaksi sosial itu penting dalam kehidupan bermasyarakat.