• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KERANGKA KONSEP PENELITIAN

3.2. Definisi Operasional

Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menafsirkan judul dan untuk memberikan kesamaan pengertian akan konsep yang diangkat dalam penelitian ini, maka definisi operasional konsepnya adalah sebagai berikut :

Kajian : Suatu proses untuk menyediakan informasi tentang suatu keadaan atau kondisi yang ada

Kapasitas : Jumlah unit maksimum yang dapat di tampung oleh sebuah fasilitas dalam suatu periode waktu tertentu Kebutuhan Parkir : Daya tampung yang dibutuhkan untuk memarkir

kendaraan dalam periode waktu tertentu

Efektivitas : Ukuran sejauh mana sebuah target yang telah dicapai berdasarkan mutu dan melibatkan semua komponen yang terlibat.

kendaraan yang masuk keluar kawasan Bandara El

Mendapatkan kapasitas dan kebutuhan ruang parkir Tari

yang aman, nyaman dan tertib

Pertumbuhan penumpang di Bandara El Tari yang terus meningkat setiap tahunnya

Melakukan kajian kapasitas, kebutuhan ruang dan pelayanan parkir

Merencanakan pengembangan sistem electronic parking di area parkir Bandara El Tari Kupang

pada saat ini dan di masa yang akan datang Peningkatan aktivitas pergerakan termasuk

Mengetahui kapasitas dan kebutuhan ruang parkir tertibnya parkir

Permasalahan area parkir yang terbatas dan kurang

31 Parkir : Keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat

sementara karena ditinggalkan oleh pengemudinya Bandar Udara : Kawasan di daratan dengan batas-batas tertentu yang

digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya

Jadi Kajian Kapasitas, Kebutuhan, dan Efektivitas Parkir Di Bandar Udara El Tari Kupang dapat defenisi sebagai proses menyediakan informasi kondisi kapasitas, kebutuhan daya tampung dan sejauh mana efektifnya lahan parkir di kawasan bandara El Tari Kupang.

32

Halaman ini sengaja dikosongkan

33

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1.Tahapan Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, ada beberapa tahapan yang harus ditempuh, yaitu : 1. Identifikasi Masalah

Tahap permulaan untuk mengumpulkan informasi permasalahan yang terjadi pada objek penelitian, yaitu kawasan parkir Bandara El Tari Kupang.

2. Studi Pustaka

Tahap mengumpulkan semua informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan diteliti, yaitu tentang fasilitas bandara khususnya untuk parkir.

3. Penentuan Variabel dan Indikator Pelayanan Parkir di Bandara El Tari Kupang.

Penentuan variabel ini mengacu pada peraturan ± peraturan maupun pedoman yang ada, yaitu :

a. Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 49 Tahun 2012 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga berjadwal dalam Negeri

b. Pedoman. Perencanaan dan. Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998

c. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. 72/hk.105/drjd/96 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir

d. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 66 Tahun 1993 tentang Fasilitas Parkir untuk Umum

4. Desain Kuesioner

a. Penyusunan kuesioner dilakukan berdasarkan variabel-variabel yang telah ditentukan.

b. Penentuan kelompok pendapatan dilakukan berdasarkan Upah Minimum Provinsi (UMP) NTT tahun 2016 sebesar Rp 1.425.000

5. Pengumpulan Data

Pengumpulan data berupa data primer yaitu penelitian di wilayah kajian studi dan data sekunder (data penunjang).

6. Pengolahan dan Analisa Data.

34

Dari data yang sudah dikumpulkan, dilakukan pengolahan dan analisa data untuk mendapatkan karakteristik parkir dan kebutuhan parkir untuk masa yang akan datang. Dalam proses pengolahan data parkir untuk tingkat pelayanan diselesaikan dengan metode IPA dan QFD

7. Pembahasan

Pada tahap ini, akan diberikan penjelasan dan interpertasi atas hasil penelitian yang telah dianalisis.

8. Rencana Pengembangan sistem electronic parking

Tahap ini dilakukan dilakukan perencanaan yang memusatkan perhatiannya pada pelaksanaan sistem electronic parking dalam mencapai efisiensi pengelolaan parkir di bandara El Tari Kupang.

9. Kesimpulan dan saran

Tahap ini merupakan penegasan dari hasil penelitian dengan masalah dan tujuan penelitian serta rekomendasi tindakan operasional yang mungkin dapat dilakukan demi penyelesaian masalah yang ada.

Gambaran tahapannya dapat dilihat pada gambar 4.1.

35 Gambar 4.1 Diagram tahapan penelitian

Indentifikasi Masalah

Data Primer

- Jumlah kendaraan parkir - Kapasitas parkir

- Durasi parkir

- Wawancara dan Kuesioner pelayanan parkir

Selesai

Rencana pengembangan sistem electronic parking

Desain Kuesioner

Penentuan Variabel dan Indikator Pelayanan Parkir Bandara El Tari Kupang

Awal

Data Sekunder :

- Site Plan Bandara El Tari Kupang

- Jumlah pergerakan penumpang dan pesawat di Bandara El Tari

Kesimpulan dan Saran Pengumpulan Data

Pembahasan Studi Pustaka

Pengolahan dan Analisa Data - Analisis Kinerja parkir - Proyeksi Kebutuhan Parkir - Analisis IPA

- Analisis QFD

36

4.2.Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2.1. Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di kawasan parkir Bandara El Tari Kupang, yang terletak di Jalan Adi Sucipto Terminal B, Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Gambar 4.2 Site plan Bandara El Tari Kupang 4.2.2. Waktu Penelitian

Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan selama 4 hari yang akan ditentukan nanti harinya berdasarkan tingkat kepadatan penumpang tinggi. Pengambilan data akan dilakukan selama jam kerja di bandara El Tari Kupang.

4.3.Jenis Data 4.3.1. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil pengamatan langsung di lokasi penelitian. Data primer yang dibutuhkan dalam studi ini adalah :

a. Jumlah kendaraan yang parkir

b. Jumlah satuan ruang parkir yang tersedia c. Durasi parkir kendaraan

d. Kuesioner tingkat pelayanan parkir

37 4.3.2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui studi literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Data sekunder yang dibutuhkan dalam studi ini adalah :

a. Jumlah penumpang b. Jumlah karyawan

c. Site Plan Bandara El Tari Kupang

4.4. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, akan dilakukan beberapa metode dalam mengumpulkan data, yaitu survei, observasi langsung, wawancara, dan penyebaran kuesioner

1. Survei

Survei dilakukan dengan cara menempatkan surveyor pada pintu masuk, pintu keluar dan lahan parkir kendaraan bermotor untuk mencatat data yang diperlukan, yaitu data nomor pelat kendaraan, jenis kendaraan, waktu masuk dan waktu keluar.

2. Observasi.

Observasi yang berupa pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang diteliti akan dilakukan di kawasan parkir Bandara El Tari Kupang yang meliputi kondisi fasilitas baik secara kualitas maupun secara kuantitas.

3. Wawancara

Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Dalam penelitian ini responden adalah pihak-pihak yang terkait dan pemegang kebijakan parkir di Bandara El Tari Kupang.

4. Penyebaran Kuesioner

Kuesioner dalam penelitian ini akan disebarkan kepada pengunjung bandara yang adalah pengguna fasilitas parkir di Bandara El Tari Kupang. Penyebaran kuesioner ini bertujuan untuk mendapatkan informasi secara lengkap sesuai kebutuhan dengan akurat yang nantinya akan digunakan untuk menilai tingkat kepuasan pengguna jasa parkir dengan menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) dan dilanjutkan dengan metode QFD (Quality Function Deployment).

38

4.5.Populasi dan Sampel 4.5.1. Populasi

Populasi adalah sekelompok orang dalam suatu wilayah atau objek yang diteliti yang akan diberikan kuesioner dengan sejumlah pertanyaan menurut variabel yang telah ditentukan.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengunjung bandara yang pada umumnya adalah penumpang pesawat pada Bandara El Tari Kupang. Berdasarkan data terakhir yang dirilis BPS NTT, jumlah penumpang pada bulan September 2016 sebanyak 169079 penumpang. Maka rata-rata jumlah penumpang dalam satu minggu sebanyak 42270 penumpang.

4.5.2. Sampel

Jumlah sampel yang diberikan kuesioner harus bisa mewakili jumlah populasi yang ada.

Perhitungan jumlah sampel ini menggunakan metode solvin, dengan formula sebagai berikut.

2

n N

1 Ne (4-1) dengan :

n = ukuran sampel

N = ukuran populasi (42270) e = tingkat kesalahan (5%)

maka diperoleh jumlah sampel ± 400 sampel per minggu

4.6. Metode Pengolahan Data

Pada tahapan pengolahan data untuk karakteristik parkir di Bandara El Tari Kupang, dilakukan perhitungan yang mencakup durasi parkir kendaraan rata-rata per hari, akumulasi parkir per hari, kapasitas parkir, volume parkir, tingkat okupansi, dan kebutuhan parkir.

Perhitungan ini dapat dilakukan dengan Microsoft Excel.

Pada tahapan pengolahan data untuk tingkat efektivitasnya kebijakan parkir dilakukan dengan menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) dan QFD (Quality Function Deployment).

Pada tahapan perencanaan sistem e-parking akan dibuat rencana pelaksanaan penerapan sistem electronic parking di Bandar Udara El Tari Kupang mulai dari awal masuk sampe pengunjung keluar dari kawasan bandara.

39 4.7.Variabel Kajian Pelayanan Parkir

Variabel dalam penelitian diambil dengan mengadopsi item-item yang terkait dengan pengoperasian fasilitas parkir pada taman parkir pada Pedoman. Perencanaan dan.

Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998 yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas Angkutan Kota, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan menambahkan beberapa sub variabel dari peraturan-peraturan yang berkaitan dengan parkir di bandara.

Variabel kajian yang dipakai dalam penelitian ini antara lain : 1. Kebijakan Parkir

a. Penetapan tarif dasar parkir yang optimal (Pedoman. Perencanaan dan.

Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998)

b. Pembatasan lokasi parkir dengan larangan parkir (Pedoman. Perencanaan dan.

Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998)

c. Penetapan tarif progresif sesuai dengan durasi parkir (Pedoman. Perencanaan dan.

Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998)

d. Penetapan sistem karcis (Pedoman. Perencanaan dan. Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998)

2. Pelataran parkir

a. Kemudahan dijangkau oleh pengguna jasa (Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 66 Tahun 1993 tentang Fasilitas Parkir untuk Umum)

b. Pelataran parkir diatur sirkulasi dan posisi parkir kendaraan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas atau marka jalan (Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 66 Tahun 1993 tentang Fasilitas Parkir untuk Umum)

c. Setiap lokasi yang digunakan untuk parkir kendaraan diberi tanda berupa huruf, atau angka yang memberikan kemudahan bagi pengguna jasa untuk menemukan kendaraannya (Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 66 Tahun 1993 tentang Fasilitas Parkir untuk Umum)

d. Kebersihan pelataran parkir (Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No.

72/hk.105/drjd/96 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir) e. Kondisi perkerasan parkir (Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No.

72/hk.105/drjd/96 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir) f. Kapasitas parkir sesuai standar (Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 49 Tahun

2012 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga berjadwal dalam Negeri)

40

g. Luas lahan parkir sesuai standar (Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 49 Tahun 2012 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga berjadwal dalam Negeri)

h. Ruang bebas kendaraan yang cukup (Pedoman. Perencanaan dan. Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998)

i. Pola parkir yang teratur (Pedoman. Perencanaan dan. Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998)

j. Jalur sirkulasi, gang, dan modul yang lancar (Pedoman. Perencanaan dan.

Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998) 3. Pengawasan Parkir

a. Pengawasan parkir terhadap pelanggaran parkir (Pedoman. Perencanaan dan.

Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998)

b. Keamanan kendaraan berserta perlengkapan yang diparkir (Pedoman. Perencanaan dan. Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998)

c. Kemampuan petugas parkir memandu pengemudi masuk dan keluar tempat parkir (Pedoman. Perencanaan dan. Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998)

d. Kemampuan petugas parkir mengatur lalu lintas di kawasan parkir (Pedoman.

Perencanaan dan. Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998)

e. Kemampuan petugas parkir mengarahkan tata cara memarkirkan kendaraan (Pedoman. Perencanaan dan. Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998)

f. Perilaku petugas parkir dalam menghadapi pemarkir (Pedoman. Perencanaan dan.

Pengoperasian Fasilitas Parkir tahun 1998) 4. Fasilitas Penunjang Parkir

a. Pos petugas (Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 66 Tahun 1993 tentang Fasilitas Parkir untuk Umum)

b. Lampu penerangan (Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 66 Tahun 1993 tentang Fasilitas Parkir untuk Umum)

c. Pintu keluar dan masuk (Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 66 Tahun 1993 tentang Fasilitas Parkir untuk Umum)

d. Alat pencatat waktu elektronik (Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 66 Tahun 1993 tentang Fasilitas Parkir untuk Umum)

e. Pintu elektronik (Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 66 Tahun 1993 tentang Fasilitas Parkir untuk Umum)

41 4.8.Metode Analisis Data

4.8.1. Analisis Kondisi Kinerja Parkir dan Kebutuhan Ruang Parkir

Kinerja parkir dapat diketahui dengan menganalisis karakteristik parkir yang ada pada Bandara El Tari Kupang, yaitu mencakup durasi parkir, akumulasi, volume, pergantian parkir (parking turn over), kapasitas parkir, dan indeks parkir.

4.8.2. Analisis Kebutuhan Ruang Parkir

Pertumbuhan menjadi parameter dalam menentukan standar kapasitas parkir.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan No PM 178 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Pengguna Jasa Bandar Udara, kapasitas standar parkir untuk bandara adalah 80%

dari penumpang pada waktu sibuk dengan luas lahan parkir adalah kapasitas parkir dikalikan 35m2.

Persentase pertumbuhan pergerakan penumpang di Bandar Udara El Tari Kupang dijadikan peramalan karena pada SNI 03-7046-2004 tentang Terminal Penumpang Bandar Udara satu-satunya variabel yang menentukan jumlah lot parkir bandara adalah jumlah penumpang, serta di Bandar Udara El Tari sendiri tidak terdapat sarana untuk keperluan lainnya seperti sarana hiburan sehingga mayoritas pengunjung yang datang ke Bandar Udara El Tari hanya untuk keperluan mengantar maupun menjemput penumpang, sehingga tinggi rendahnya pergerakan penumpang pesawat menjadi faktor paling dominan yang mempengaruhi kebutuhan ruang parkir di Bandar Udara El Tari Kupang.

Untuk memprediksi kebutuhan parkir pada tahun mendatang, maka digunakan jumlah penumpang pada hari survei kendaraan parkir dan persentase yang telah dihitung sebelumnya, sehingga diperlukan hubungan antara jumlah penumpang dan akumulasi parkir maksimum dengan menggunakan regresi linear.

Untuk memprediksi jumlah penumpang di tahun mendatang, maka akan dilakukan menggunakan rumus :

Pi = Pn (1 + i)n (4-2)

dengan

Pn = Jumlah penumpang pada tahun awal Pi = Jumlah penumpang pada tahun ke-i i = Persentase kenaikan tahunan n «GVW

Kebutuhan Ruang Parkir (KRP) kendaraan dihitung dengan menggunakan cara Direktorat Jendral Perhubungan Darat yaitu dengan menggunakan rumus :

42

KRP = F1 x F2 x VPH (4-3)

dengan :

KRP = Kebutuhan Ruang Parkir (SRP) F1 = Faktor Akumulasi

F2 = Faktor Fluktuasi (1,10)

VPH = Volume parkir harian pada suatu pengamatan

Untuk memprediksi KRP di masa mendatang, dibuatkan model hubungan antara KRP dan jumlah pergerakan penumpang. Dengan dilakukan prediksi jumlah pergerakan penumpang harian Bandar Udara El Tari Kupang hingga 10 tahun mendatang, maka akan didapatkan KRP mobil dan sepeda motor pada 10 tahun mendatang.

4.8.3. Analisis IPA (Importance Performance Analysis)

Analisis IPA (Importance Performace Analysis) akan dilakukan demi menjawab perumusan masalah tentang tingkat pelayanan parkir di Bandara El Tari Kupang maka akan dilakukan analisa berdasarkan presepsi pengguna jasa menggunakan metode Importance Peformance Analysis (IPA). Analisis IPA menggunakan atribut-atribut pelayanan yang dikelompokkan menjadi kuadran-kuadran yang nantinya akan diketahui tingkat kinerja pelayanan dan tingkat kepentingan pelayanan.. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam analisa IPA adalah sebagai berikut :

a. Penentuan Variabel

Pelayanan penggunaan jasa parkir meliputi beberapa aspek, yaitu kebijakan parkir, lahan parkir, dan pengawasan parkir yang pemberi nilai tambah kenyamanan yang akan dijabarkan lagi menjadi sub-sub variabel.

b. Penyebaran Kuesioner

Kuesioner yang disebarkan kepada pengunjung bandara El Tari Kupang merupakan kuesioner yang telah disusun berdasarkan informasi yang ingin didapatkan. Akan disediakan pilihan jawaban bagi setiap item pertanyaan, agar informasi yang didapatkan sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam penelitian ini.

Kuesioner ini akan dibuat berdasarkan sub-sub variabel tentang pelayanan parkir pada bandara yang dijabarkan dalam pertanyaan-pertanyaan dengan jawabannya dibuat dalam bentuk skala Likert. Akan disediakan lima skala tingkat untuk menjawab pertanyaan dalam kuesioner ini, yaitu :

- Kuesioner tingkat kepuasan 1 = Sangat tidak puas 2 = Tidak puas

43 3 = Cukup puas

4 = Puas 5 = Sangat Puas

- Kuesioner tingkat kepentingan 1 = Sangat tidak penting 2 = Tidak penting 3 = Cukup penting 4 = Penting 5 = Sangat Penting

c. Perhitungan nilai tingkat kepuasan dan kepentingan yang selanjutnya diplotkan dalam diagram kartesius. Sumbu absis dalam diagram ini akan diisi oleh nilai tingkat kepuasan pengguna terhadap pelayanan, sedangkan untuk sumbu ordinat akan diisi oleh nilai tingkat kepentingan pelayanan bagi para pengguna. Dari pengeplotan nilai kepuasan dan kepentingan dalam diagram kartesius ini, nanti akan diketahui posisi kuadran dari setiap variabel.

4.8.4. Analisis QFD (Quality Function Deployment)

Analisis QFD akan memberikan prioritas penanganan terhadap kinerja pelayanan yang masuk pada kuadran I analisis IPA, yang mana kuadran I ini merupakan pelayanan yang memiliki tingkat kinerja rendah namun dirasakan memiliki tingkat kepentingan yang tinggi.

Tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam Analisa QFD ini adalah :

a. Penentuan kuadran I metode IPA sebagai suara dari pangguna (voice of customer) Dalam studi ini, suara dari para pengguna (voice of customer) adalah variabel yang dianggap penting bagi para pengguna namun belum ada kepuasan dari para pengguna terhadap variabel tersebut. Variabel ini merupakan hasil analisis metode IPA yang masuk dalam kuadran I

b. Membangun House of Quality

House of Quality merupakan bagian dalam proses QFD yang menggunakan sebuah matriks perencanaan untuk menghubungkan voice of customer dan bagaimana cara untuk memenuhi keinginan tersebut. Tahapan membangun House of Quality adalah :

1) Voice of Customer

Voice of Customer adalah atribut pada kuadran I hasil analisis metode IPA 2) Matrix Planning

44

Dalam membuat matriks perencanaan, ada langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu :

a) Importance to Customer (ItC)

Merupakan tingkat kepentingan kebutuhan oleh pengguna parkir.

b) Customer Satisfaction Performance (CuSP)

Merupakan tingkat kepuasan pengguna atas pelayanan parkir yang diberikan.

CuSP ini dapat dihitung menggunakan rumus Total Nilai Kebutuhan No.x CuSP kebutuhan no.x =

Jumlah Responden (4-4) c) Goal

Merupakan berapa besarnya keinginan dari pengolola parkir untuk memenuhi kebutuhan pengguna parkir dengan mempertimbangkan variabel serta hambatan yang ada untuk bisa atau tidak direalisasikan.

d) Improvement Rasio

Merupakan rasio antara seberapa besarnya keinginan pengelola parkir untuk memenuhi kebutuhan pengguna dengan seberapa tingkat kepuasan pengguna parkir atas pelayanan yang diberikan.

Imporvement Ratio = Goal

Customer Satisfaction Performance (4-5) e) Raw Weight

Merupakan seberapa pentingnya setiap kebutuhan pengguna parkir secara keseluruhan berdasarkan Importance to Customer dan Improvement Ratio.

Untuk menghitung Raw Weight ini digunakan rumus :

Raw Weight = (importance to customer) × (improvement ratio) f) Normalized Raw Weight

Merupakan persentase dari Raw Weight. Untuk menentukan Normalized Raw Weight ini digunakan rumus :

Raw

Raw Weight Normalized Raw Weight =

Weight Total (4-6)

g) Technical Response

Merupakan karakteristik desain dalam menjawab voice of customer yang ditransformasikan ke bahasa teknis pengelola demi solusi perbaikan dan

45 penanganan dari segi teknis sehingga menjadi prasyarat bisa diukur dan dilaksanakan.

h) Relationship Matrix

Merupakan matriks penilaian korelasi antara respon teknis atribut tertentu dengan setiap atribut keinginan dan kebutuhan pengguna. Matriks ini menjadi dasar prioritas penanganan perbaikan oleh pihak pengelola.

Tabel 4.1 Simbol Relationship

Simbol Pengaruh Korelasi Nilai

Ɣ

Kuat 9

ż

Sedang 3

¨

Lemah 1

<blank> Tidak Ada 0

i) Technical Correlation

Merupakan korelasi teknis antara respon teknis yang satu dengan respon teknis yang lain. Korelasi tersebut dilambangkan dengan simbol.

Tabel 4.2 Arti Simbol Korelasi

Simbol Arti Korelasi

++ Ada hubungan positif yang kuat antara kedua respon teknis

+ Ada hubungan positif yang lemah antara kedua respon teknis

- Tidak ada hubungan antara kedua respon j) Technical Matrix

Merupakan sasaran kinerja secara teknis dari pihak pengelola parkir, Dalam studi ini, ada tiga hal yang perlu dibuat dalam technical matrix ini, yaitu : - Contribution

Pengaruh dari respon teknis - Normalized Contribution

Persentase respon teknis terhadap total contribution - Priorities

Prioritas respon teknis dari pihak pengelola.

46

4.9.Rancangan Pengembangan Sistem Electronic Parking

Dalam pengembangan sistem parkir akan dilakukan rencana pelaksanaan dari sistem electronic parking (e-parking) yang akan diterapkan di Bandara El Tari Kupang.

Perencanaan operasional dari e-parking akan menggambarkan cara-cara untuk mencapai pengelolaan parkir yang baik dan tertib serta menjelaskan bagaimana rencana strategis ini akan dimasukkan ke dalam operasi. Rencana pelaksanaan dari awal proses masuk sampai keluar tempat parkir. Adapun rancangan operasional atau pelaksanaan dari sistem e-parking ini adalah meliputi rencana kebijakan parkir, tata cara parkir, pengawasan parkir, fasilitas penunjang parkir.

47

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1.Gambaran Wilayah Penelitian

Nusa Tengara Timur (NTT) merupakan wilayah kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 1.192 pulau yang 44 pulau di antaranya berpenghuni sedangkan sisanya belum berpenghuni. pulau besar yang berpenghuni biasa disebut dengan Flobamorata yakni Flores, Sumba, Timor, Alor dan Lembata. Luas wilayah daratan NTT adalah 47.391,54 km2 dan secara astronomis NTT terletak di bagian selatan Indonesia lebih tepatnya pada posisi 8o ± 12o Lintang Selatan dan 118o ± 125o Bujur Timur.

Provinsi NTT terdiri dari 21 Kabupaten dan 1 Kota yang terletak di 3 pulau besar dan beberapa pulau-pulau kecil, antara lain : Pulau Timor ( Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Malaka; Pulau Sumba (Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat daya (SBD) ); Pulau Flores ( Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur);

Pulau²Pulau Kecil (Alor, Lembata, Rote Ndao, dan Sabu Raijua).

NTT dengan luas wilayah sekitar 47.931,54 km2 dan didiami oleh 5.203.514 jiwa (tahun 2016) berarti memiliki tingkat kepadatan setiap kilometer persegi berkisar 108 jiwa.

Jika ditinjau berdasarkan Kabupaten/Kota, terlihat bahwa penyebaran penduduk di NTT belum merata. Kota Kupang merupakan daerah yang memiliki tingkat kepadatan paling tinggi yaitu mencapai 2.232 jiwa/km2. Sedangkan Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk paling rendah. Tingginya kepadatan penduduk di Kota Kupang dikarenakan Kota Kupang merupakan pusat pemerintahan kota dan provinsi NTT, sedangkan Kabupaten Sumba Timur memiliki kepadatan penduduk paling rendah Karena merupakan gudang ternak di NTT yang wilayahnya cukup luas.

Karena NTT merupakan wilayah kepulauan, akses dari kabupaten/kota menuju ibukota provinsi NTT dapat ditempuh melalaui beberapa jalur. Jalur darat dapat ditempuh dar Kabupaten/Kota yang terletak di daratan pulau Timor (Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, dan Kota Kupang) sedangkan untuk Kabupaten lain di luar pulau Timor dapat ditempuh dengan menggunakan jalur laut dan udara.

48

Untuk transportasi darat, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik

Untuk transportasi darat, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik