• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.5. Analisis Survei Kendaraan Parkir

5.5.6. Indeks Parkir

Indeks parkir merupakan perbandingan antara akumulasi parkir dengan jumlah petak parkir yang tersedia (Wikrama, 2010). Indeks parkir dilakukan untuk mengetahui persentase jumlah ruang parkir yang terpakai pada area parkir Bandar Udara El Tari Kupang, apakah kapasitas ruang parkir yang ada masih bisa menampung jumlah permintaan parkir.

Gambar 5.33 Indeks parkir mobil

Gambar 5.33 menunjukkan indeks parkir harian mobil pada hari Selasa dan Rabu dengan interval waktu setiap satu jam. Indeks parkir pada hari Selasa adalah yang tertinggi bila dibandingkan dengan indeks parkir pada hari Senin, Rabu, dan Jumat, yaitu dengan indeks parkir sebesar 118,07% pada pukul 12:00-13:00. Sedangkan indeks parkir maksimum pada hari Senin, Rabu dan Jumat adalah 105,04%, (pukul 12:00-13:00), 85,71% (pukul 12:00-13:00), dan 98,32% (pukul 12:00-13:00) . Dari gambar 5.33 juga bisa digambarkan bahwa mulai pukul 16.00 dan seterusnya indeks parkir cenderung menurun drastis, hal ini

0.00%

20.00%

40.00%

60.00%

80.00%

100.00%

120.00%

140.00%

Jumlah Kendaraan

Jam

Indeks Parkir Mobil Senin Indeks Parkir Mobil Selasa Indeks Parkir Mobil Rabu Indeks Parkir Mobil Jumat

73 dikarenakan mulai jam 15.00 pesawat yang mendominasi pergerakan dari dan ke Bandar Udara El Tari adalah pesawat dengan tujuan lokal NTT seperti AT72 maupun F50, itu pun jumlahnya hanya 2-3 pesawat.

Dengan indeks parkir yang melebihi 100% menggambarkan bahwa seluruh area parkir dipenuhi kendaraan (mobil) bahkan sebagian harus parkir di tempat yang tidak seharusnya digunakan sebagai tempat parkir.

Gambar 5.34 Indeks parkir sepeda motor

Gambar 5.34 menunjukkan indeks parkir harian sepeda motor pada hari Senin, Selasa, Rabu, dan Jumat dengan interval waktu setiap satu jam. Indeks parkir pada hari Selasa adalah yang tertinggi bila dibandingkan dengan hari lainnya. Pada hari Selasa mulai indeks parkir maksimum sepeda motor yaitu mencapai 56,54% pada pukul 13:00-14:00.

Sedangkan pada hari Senin, Rabu dan Jumat indeks parkir maksimum secara berturut-turut adalah sebesar 46,15% (pukul 14:00-15:00), 23,46% (pukul 08:00-09:00) dan 33,27%

(pukul 12:00-13:00) . Indeks parkir sepeda motor yang kecil ini menggambarkan kapasitas parkir untuk sepeda motor masih sangat cukup untuk menampung sepeda motor yang masuk ke Bandar Udara El Tari Kupang.

Gambar 5.33 dan gambar 5.34 menggambarkan trend parkir sepeda motor dan mobil yang bentuknya sedikit berbeda, dimana trend parkir sepeda motor bentuknya sedikit lebih terbuka dibandingkan dengan trend parkir mobil, hal ini disebabkan karena banyaknya mobil yang masuk kawasan bandara dengan hanya mengantar maupun menjemput penumpang dan

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

Jumlah Kendaraan

Jam

Indeks Parkir Sepeda Motor Senin Indeks Parkir Sepeda Motor Selasa Indeks Parkir Sepeda Motor Rabu Indeks Parkir Sepeda Motor Jumat

74

langsung keluar meninggalkan kawasan bandara El Tari, sehingga untuk mobil yang masuk ke kawasan bandara El Tari belum pasti masuk juga ke area parkir kendaraan tapi hanya sebatas melintas di jalur sirkulasi, sedangkan untuk sepeda motor yang masuk ke kawasan bandara El Tari pasti memarkirkan kendaraannya di tempat parkir sehingga tingkat penggunaan parkirnya lebih terbuka.

Tabel 5. 2 Jadwal Keberangkatan Pesawat Harian Waktu

Kebrangkatan

Tujuan

Penerbangan Maskapai Tipe Pesawat

6:00 AM Jakarta (HLP) Batik Air 738 6:00 AM Jakarta (CGK) Batik Air 32A 6:00 AM Surabaya (SUB) Lion Air B739 (PK-LFS) 6:00 AM Tambolaka (TMC) Wings Air ATR 6:00 AM Waingapu (WGP) Wings Air AT76 (PK-WGU)

6:00 AM Ruteng (RTG) Nam Air F50

6:00 AM Ruteng (RTG) Nam Air F50

6:10 AM Larantuka (LKA) TransNusa AT76 (PK-TNF) 6:15 AM Ende (ENE) Wings Air AT76 (PK-WGG) 6:30 AM Ende (ENE) KalStar Aviation EMJ 6:30 AM Surabaya (SUB) Garuda Indonesia B738 (PK-GFX) 7:15 AM Maumere (MOF) Wings Air AT76 (PK-WGU) 8:00 AM Jakarta (CGK) Batik Air B738 (PK-LBZ) 8:01 AM Jakarta (CGK) Batik Air B738 (PK-LBZ) 8:30 AM Bajawa (BJW) TransNusa AT76 (PK-TNF) 9:10 AM Bajawa (BJW) Wings Air ATR

9:10 AM Alor Island (ARD) Wings Air AT76 (PK-WGQ) 9:35 AM Tambolaka (TMC) Garuda Indonesia CRJX (PK-GRH) 9:35 AM Alor Island (ARD) Nam Air F50 9:50 AM Atambua (ABU) Wings Air AT76 (PK-WGU) 10:00 AM Surabaya (SUB) Citilink A320 (PK-GLR) 11:05 AM Surabaya (SUB) Lion Air B739 (PK-LGJ)

11:20 AM Waingapu (WGP) TransNusa AT76 (PK-TNF) 11:20 AM Waingapu (WGP) Nam Air F50

11:50 AM Atambua (ABU) Wings Air AT76 (PK-WGU)

12:05 PM - Nam Air F50

12:15 PM Alor Island (ARD) Wings Air AT76 (PK-WGQ) 1:05 PM Ende (ENE) Garuda Indonesia AT7 1:15 PM Maumere (MOF) Nam Air 735 1:20 PM Jakarta (HLP) Batik Air A320 (PK-LAT) 1:25 PM Maumere (MOF) Nam Air 735 1:30 PM Maumere (MOF) Nam Air 735 1:35 PM Denpasar (DPS) Garuda Indonesia B738 (PK-GFZ) 2:20 PM Ende (ENE) TransNusa AT76 (PK-TNF)

75 Waktu

Kebrangkatan

Tujuan

Penerbangan Maskapai Tipe Pesawat

2:20 PM Alor Island (ARD) Nam Air F50 2:55 PM Surabaya (SUB) Sriwijaya Air B738 (PK-CME) 3:05 PM Surabaya (SUB) Lion Air B739 (PK-LGZ) 3:10 PM Rote Island (RTI) Wings Air AT76 (PK-WHR) 4:25 PM Makassar (UPG) KalStar Aviation EMJ 4:35 PM Denpasar (DPS) Lion Air B738 (PK-LKQ) 6:50 PM Jakarta (CGK) Garuda Indonesia CRK Sumber : flightradar24, 1 April 2017

Tabel 5. 3 Jadwal Kedatangan Pesawat Harian Waktu

Kedatanagan Asal Penerabangan Maskapai Tipe Pesawat 7:10 AM Jakarta (CGK) Batik Air B738 (PK-LBZ) 8:00 AM Larantuka (LKA) TransNusa AT76 (PK-TNF) 8:45 AM Waingapu (WGP) Wings Air AT76 (PK-WGQ) 8:50 AM Jakarta (CGK) Garuda Indonesia CRJX (PK-GRH)

9:05 AM Ende (ENE) Nam Air F50

9:10 AM Ruteng (RTG) Nam Air F50

9:25 AM Tambolaka (TMC) Wings Air ATR

9:30 AM Surabaya (SUB) Citilink A320 (PK-GLR) 10:00 AM Surabaya (SUB) Lion Air B739 (PK-LGJ) 10:40 AM Denpasar (DPS) Lion Air B738 (PK-LKQ) 10:50 AM Bajawa (BJW) TransNusa AT76 (PK-TNF) 11:25 AM Alor Island (ARD) Wings Air AT76 (PK-WGQ) 11:40 AM Alor Island (ARD) Nam Air F50 11:45 AM Atambua (ABU) Wings Air AT76 (PK-WGU) 11:50 AM Ende (ENE) Garuda Indonesia AT7

12:40 PM Jakarta (HLP) Batik Air 738 12:40 PM Jakarta (CGK) Batik Air 32A

12:45 PM Maumere (MOF) Nam Air 735

12:50 PM Denpasar (DPS) Garuda Indonesia B738 (PK-GFZ)

12:55 PM Maumere (MOF) Nam Air 735

1:40 PM Waingapu (WGP) TransNusa AT76 (PK-TNF)

1:40 PM Waingapu (WGP) Nam Air F50

1:45 PM Atambua (ABU) Wings Air ATR 1:45 PM Surabaya (SUB) Sriwijaya Air B738 (PK-CME)

1:50 PM - Nam Air F50

2:05 PM Bajawa (BJW) Wings Air ATR

2:25 PM Surabaya (SUB) Lion Air B739 (PK-LGZ) 2:35 PM Maumere (MOF) Wings Air AT76 (PK-WHR) 2:40 PM Alor Island (ARD) Wings Air AT76 (PK-WGQ) 3:35 PM Ende (ENE) KalStar Aviation EMJ 4:00 PM Tambolaka (TMC) Garuda Indonesia CRK 4:20 PM Ende (ENE) TransNusa AT76 (PK-TNF)

76

Waktu

Kedatanagan Asal Penerabangan Maskapai Tipe Pesawat 4:20 PM

Alor Island (ARD) Nam Air F50

4:35 PM Ende (ENE) Wings Air ATR

4:35 PM Rote Island (RTI) Wings Air AT76 (PK-WHR) 4:55 PM Larantuka (LKA) Wings Air ATR 7:35 PM Makassar (UPG) KalStar Aviation EMJ 9:15 PM Surabaya (SUB) Garuda Indonesia 738 10:05 PM Jakarta (HLP) Batik Air 32A 10:05 PM Surabaya (SUB) Lion Airlines 739 Sumber : flightradar24, 2 April 2017

Dari trend yang digambarkan ada gambar 5.33 dan gambar 5.34, dapat digambarkan indeks parkir mulai meningkat tajam mulai pada pukul 06.00, dan sampai puncaknya pada pukul 13.00 berhubungan erat dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat yang pada tabel 5.2 dan tabel 5.3 yang menunjukkan banyaknya penerbangan dengan rute nasional yang beraktivitas pada rentang waktu tersebut sehingga mengakibatkan tingkat penggunaan parkir kendaraan yang ada di bandara El Tari semakin meningkat.

Namun keadaan ini tidak sepenuhnya menggambarkan keadaan di lapangan, karena tidak semua mobil parkir pada tempat yang semestinya seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.38. Banyak mobil yang parkir di depan hall kedatangan dan ada pula yang parkir pada sisi jalur kendaraan sehingga lebar lajur untuk kendaraan menjadi berkurang.

Gambar 5. 35 Mobil yang parkir di area sekitar hall kedatangan

77 Gambar 5. 36 Mobil yang parkir di tepi jalur sirkulasi

Gambar 5. 37 Taksi yang parkir di jalur sirkulasi

78

Gambar 5. 38 Area parkir mobil saat indeks parkir > 100%

Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka karakteristik parkir di bandara El Tari secara keseluruhan ditunjukkan pada tabel 5.4

Tabel 5. 4 Karakteristik Parkir

Karakteristik Parkir Maksimum

1. Akumulasi parkir

5. Tingkat pergantian parkir a. Mobil

b. Sepeda Motor 6. Indeks parkir

a. Mobil

b. Sepeda Motor

281 kendaraan (pukul 12.00-13.00) 294 kendaraan (pukul 13.00-14.00) 2779 kendaraan

11,676 kendaraan/petak parkir/hari 4,035 kendaraan/petak parkir/hari 112,19% (pukul 12.00-13.00) 56,54% (pukul 13.00-14.00) Gambar 5.37

Area larangan parkir yang biasa digunakan sebagai tempat parkir

79 5.6.Analisis Kebutuhan Ruang Parkir

Persentase pertumbuhan pergerakan penumpang di Bandar Udara El Tari Kupang dijadikan variabel prediksi kebutuhan ruang parkir karena pada SNI 03-7046-2004 tentang Terminal Penumpang Bandar Udara satu-satunya variabel yang menentukan jumlah lot parkir bandara adalah jumlah penumpang, serta di Bandar Udara El Tari sendiri tidak terdapat sarana untuk keperluan lainnya seperti sarana hiburan sehingga mayoritas pengunjung yang datang ke Bandar Udara El Tari hanya untuk keperluan mengantar maupun menjemput penumpang, sehingga tinggi rendahnya pergerakan penumpang pesawat menjadi faktor paling dominan yang mempengaruhi kebutuhan ruang parkir di Bandar Udara El Tari Kupang.

Tabel 5.5 Pertumbuhan Penumpang

Tahun Jumlah Penumpang

Datang Pergi Transit Total Tumbuh

2010 430954 490747 30940 952641

2011 560633 578879 39103 1178615 23.72%

2012 613125 658723 42171 1314019 11.49%

2013 672208 693671 3621 1369500 4.22%

2014 632004 662478 54668 1349150 -1.49%

2015 723506 728979 61762 1514247 12.24%

2016 957449 906281 78206 1941936 28.24%

Rata - Rata 13.07%

Dari jumlah pertumbuhan pergerakan penumpang tahunan dapat diketahui bahwa rata-rata pertumbuhan pergerakan penumpang di Bandar Udara El Tari Kupang adalah sebesar 13,07%. Namun dari sisi pertumbuhan penumpang, perlu juga dilihat persentase pertumbuhan PDRB di kota Kupang, karena pada dasarnya peningkatan penggunaan jasa transportasi udara akan dipengaruhi oleh pertumbuhan perkembangan ekonomi di suatu wilayah.

Tabel 5.6 Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi NTT Tahun PDRB (Juta

Rupiah)

Tumbuh (%) 2010 43846608.66 2011 48815240.28 11.33%

2012 54893145.45 12.45%

2013 61325255.19 11.72%

2014 68598499.72 11.86%

2015 76432477.35 11.42%

Rata-rata 11.76%

Sumber : BPS Provinsi NTT, 2016

80

Pada tabel 5.6 menunjukkan rata-rata laju pertumbuhan PDRB provinsi NTT adalah 11,76% per tahun lebih cocok digunakan untuk prediksi karena ada beberapa pengaruh pertumbuhan dari berbagai lapangan usaha di Provinsi NTT (perdagangan, pengangkutan, hotel, dll). Perkembangan ekonomi suatu wilayah dapat dilihat dari PDRB yaitu jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan perekonomian (Birka, Admaja, Djakfar , & Suharyanto , 2014).

Untuk memprediksi jumlah penumpang di tahun mendatang berdasarkan laju pertumbuhan PDRB, maka akan dilakukan menggunakan rumus :

Pi = Pn (1 + i)n (5-1) dengan

Pn = Jumlah penumpang pada tahun awal Pi = Jumlah penumpang pada tahun ke-i i = Persentase kenaikan tahunan n = 1, «GVW

Kebutuhan Ruang Parkir (KRP) kendaraan dihitung dengan menggunakan cara Direktorat Jendral Perhubungan Darat yaitu dengan menggunakan rumus :

KRP = F1 x F2 x VPH (5-2) dengan :

KRP = Kebutuhan Ruang Parkir (SRP)

F1 = Faktor Akumulasi

F2 = Faktor Fluktuasi (1,10)

VPH = Volume parkir harian pada suatu pengamatan

Faktor akumulasi didapatkan dari hasil pembagian akumulasi kendaraan maksimum dengan volume parkir harian.

Tabel 5.7 KRP Kondisi Eksisting

Hari

Pada kondisi eksisting, KRP mobil pada hari Senin, Selasa, Rabu, dan Jumat secara berturut-turut adalah 275 SRP, 310 SRP, 225 SRP, dan 258 SRP, sedangkan KRP sepeda

81 motor pada hari Senin, Selasa, Rabu, dan Jumat secara berturut-turut adalah 264 SRP, 324 SRP, 135 SRP, dan 191 SRP. Untuk memprediksi Kebutuhan Ruang Parkir (KRP) di masa mendatang, dibuatkan model yang merupakan hubungan antara KRP dan jumlah pergerakan penumpang.

Gambar 5.39 Hubungan kebutuhan ruang parkir mobil dan penumpang pesawat

Gambar 5.40 Hubungan kebutuhan ruang parkir sepeda motor dan penumpang pesawat Dari gambar 5.39 dan 5.40 didapatkan model yang dihasilkan dari hubungan kebutuhan ruang parkir dan jumlah penumpang di Bandar Udara El Tari Kupang adalah y = 1,463x ± 6203,6 dengan determinasi (R2) 0,9881 untuk mobil dan y = 3,3449x ± 14565

y = 1.463x - 6203.6

4380 4390 4400 4410 4420 4430 4440 4450 4460

KRP MOBIL

4380 4390 4400 4410 4420 4430 4440 4450 4460

KRP SEPEDAMOTOR

JUMLAH PENUMPANG

82

dengan koefisien determinasi (R2) 0,9454 untuk sepeda motor. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna parkir mobil dan sepeda motor ke Bandar Udara El Tari hanya untuk mengantar maupun menjemput penumpang.

Dengan memprediksi jumlah pergerakan penumpang harian hingga 10 tahun mendatang, maka dengan menggunakan model yang ditunjukkan pada gambar 5.39 dan 5.40 didapatkan KRP mobil dan sepeda motor yang dibutuhkan. Jumlah pergerakan penumpang harian adalah yang pergerakan tertinggi di antara hari survei parkir, yaitu hari Selasa, 31 Januari 2017 dengan jumlah penumpang sebanyak 4450 penumpang.

Tabel 5.8 Prediksi KRP 10 Tahun Mendatang Tahun Penumpang

(Jiwa)

Dari tabel 5.8 di dapatkan Kebutuhan Ruang Parkir pada tahun 2027 adalah 8700 SRP untuk mobil dan 9092 SRP untuk sepeda motor. Langkah alternatif untuk melayani kebutuhan ruang parkir di tahun 2027 adalah dengan menerapkan tarif dasar parkir yang berbeda antara jam puncak (12.00-14.00) dan jam lainnya. Dengan tarif parkir yang lebih tinggi pada jam puncak bisa berdampak pada para pengguna parkir pada jam puncak lebih cepat bergegas untuk meninggalkan lokasi parkir.

Alternatif lainnya adalah dengan pembangunan area parkir baru yang direncanakan dengan dimensi kendaraan menurut (Direktorat Jendral Perhubungan Darat, 1998) dengan 0,75 x 2 meter untuk sepeda motor dan 2,5 x 5 meter untuk mobil, serta menggunakan lebar gang 1,6 meter untuk sepeda motor dan 8 meter untuk mobil. Selain itu, dilakukan perhitungan luas lahan menggunakan pola parkir 90o untuk menghemat kebutuhan lahan yang ada.

83 Tabel 5.9 Prediksi Luas Kebutuhan Parkir tahun 2047

Kendaraan Panjang Gang (m)

KRP (SRP)

Luas Lahan (m2)

Mobil 2355.12 942 25906.31

Sepeda Motor 738.44 985 2658.40

Luas Total 28564.71

Pada Tabel 5.9 luas lahan yang digunakan adalah 28564,21 m2 tanpa memperhitungkan panjang jalur sirkulasi. Sehubungan dengan kebijakan baru dari PT.

Angkasa Pura I (Persero) dan PRIMKOPAU El Tari bahwa akan dilakukan penataan dan perluasan area parkir Bandar Udara El Tari Kupang, maka perencanaan kebutuhan lahan parkir dilakukan berdasarkan ketersediaan lahan yang ada. Lahan parkir akan dibangun di kawasan kosong yang ada di bagian utara Bandar Udara El Tari Kupang dengan pertimbangan fasilitas parkir yang terletak di daerah pinggiran bandara bisa lebih efisien digunakan untuk mengurangi kemacetan dan hambatan karena mengurangi beban lalu lintas pada jalur sirkulasi yang berada dekat bandara (Qin, 2017).

Luas lahan parkir eksisting di Bandar Udara El Tari adalah 9240 m2, yang berarti luas lahan parkir yang dibutuhkan adalah 19324,71 m2. Tersedia lahan kosong yang dikerjasamakan antara Angkasa Pura I Cabang Bandar Udara El Tari dan PRIMKOPAU El Tari dengan luas 72.910 m2 yang bisa dijadikan taman parkir baru sehingga fasilitas parkir akan dapat menampung kendaraan parkir pada tahun 2027. Rekomendasi layout untuk penambahan luasan taman parkir ditunjukkan pada gambar 5.41. Tempat parkir sepeda motor dipindahkan ke taman parkir yang baru seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.41, karena hal ini mempertimbangkan kelancaran sirkulasi mobil yang bisa mencapai semua area tanpa harus keluar pintu keluar. Tempat parkir sepeda motor yang lama diubah fungsinya menjadi tempat parkir mobil T4, sehingga taman parkir yang lama semuanya digunakan sebagai tempat parkir mobil. Difungsikan kembali jalur sirkulasi di antara parkir mobil T3 dan T4 yang sebelumnya digunakan sebagai tempat parkir sepeda.

Dari hasil perhitungan dengan luasan serta jumlah SRP yang ada, maka diketahui bahwa untuk perencanaan kawasan parkir yang baru adalah perencanaan alternatif taman parkir baru untuk kawasan parkir mobil T1 memiliki luas 26770 m2, kawasan parkir sepeda motor memiliki luas 3175 m2, kawasan parkir bus/truck memiliki luas 5614 m2 dengan luas total yang nantinya akan mencapai 44.799 m2 akan mampu menampung kendaraan parkir sampai 10 tahun mendatang.

84

Gambar 5.41 Layout penambahan wilayah parkir kendaraan Bandara El Tari Kupang

Kantor AP

1

Tempat Par

kir

Mobil T5

Jalur Parkir Eksisting Rencana Jalur Parkir Baru BMG

Tempat Parkir Mobil T4

U

Tempat Parkir Mobil T6

Temp

at

rkirPa

Mobil T7

Rencana Wilayah Parkir Baru

Tem

Tempat Parkir Mobil T2

Tem

Tempat Parkir Mobil T3

em T pat Par kir Mobil

T1

POS AURI Pi

ntu Keluar Keterangan : Wilayah Parkir Eksisting

Cargo

85 5.7.Importance Performance Analysis (IPA)

Analisa IPA dengan menggunakan diagram kartersius dilakukan untuk mengetahui atribut pelayanan mana yang memiliki tingkat kepentingan tinggi, tetapi memiliki kinerja yang belum memuaskan menurut persepsi pengunjung bandara. Hasil rekapitulasi skor tingkat kepentingan dan kepuasan pelayanan ditampilkan pada tabel 5.10.

Tabel 5. 10 Rekapitulasi Nilai Tingkat Kinerja dan Tingkat Kepentingan Pelayanan Variabel Penetapan tarif dasar parkir yang optimal

(x1) 3.23 4.41

Pembatasan lokasi parkir dengan larangan

parkir (x2) 3.46 4.52

Penetapan tarif progresif sesuai dengan

durasi parkir (x3) 3.15 3.95

Penetapan sistem karcis (x4) 4.07 4.56

Kemudahan dijangkau oleh pengguna jasa

(x5) 3.00 4.07

Kemudahan sirkulasi dan posisi parkir

kendaraan (x6) 2.64 4.51

Kemudahan bagi pengguna jasa untuk

menemukan kendaraannya (x7) 3.18 4.29

Kebersihan pelataran parkir (x8) 3.23 4.52 Kondisi fisik pelataran parkir (x9) 2.98 4.21 Kapasitas parkir sesuai standar (x10) 2.99 4.29 Luas lahan parkir sesuai standar (x11) 3.24 4.37 Ruang bebas kendaraan yang cukup (x12) 3.33 4.33 Pola parkir yang teratur (x13) 2.91 4.56 Kelancaran sirkulasi, gang, dan modul

(x14) 2.97 4.46

Pengawasan parkir terhadap pelanggaran

parkir (x15) 2.10 4.64

Keamanan kendaraan berserta

perlengkapan yang diparkir (x16) 3.07 4.83 Kemampuan petugas parkir memandu

pengemudi masuk dan keluar tempat parkir (x17)

2.02 4.63

Kemampuan petugas parkir mengatur lalu

lintas di kawasan parkir (x18) 1.98 4.63 Kemampuan petugas parkir mengarahkan

tata cara memarkirkan kendaraan (x19) 1.92 4.65 Perilaku petugas parkir dalam

menghadapi pemarkir (x20) 2.49 4.68

86

Lampu penerangan (x22) 3.65 4.68

Pintu keluar dan masuk (x23) 3.55 4.79

Alat pencatat waktu elektronik (x24) 3.33 4.45

Pintu elektronik (x25) 3.27 4.66

Nilai dari tabel 5.10 kemudian diplotkan ke diagram kartesius yang terdiri dari 4 kuadran. Gambar 5.42 menunjukkan nilai tingkat kinerja dan kepentingan yang sudah diplotkan ke dalam diagram kartesius.

Gambar 5. 42 Diagram kartesisus kuadran IPA Dari gambar di atas, bias dijelaskan sebagai berikut.

1. Kuadran I (Prioritas Utama)

Atribut pelayanan pada kuadran ini adalah yang mendapatkan perhatian utama, karena memiliki tingkat kepentingan yang tinggi tetapi memiliki tingkat kepuasan yang rendah.

Atribut pelayanan yang masuk pada kuadran ini adalah :

a. Kemampuan petugas parkir mengarahkan tata cara memarkirkan kendaraan (x19)

x1

KUADRAN III KUADRAN IV

87 Para petugas kurang tanggap pada saat pengemudi akan memarkirkan kendaraan, sehingga sering terjadi hambatan di dalam area parkir pada saat mobil akan masuk dan keluar dari lokasi parkir.

Gambar 5. 43 Terjadinya hambatan arus kendaraan.

b. Kemampuan petugas parkir mengatur lalu lintas di kawasan parkir (x18)

Pada saat lalu lintas di area parkir terjadi hambatan, para petugas parkir kurang tanggap pada hal tersebut.

c. Kemampuan petugas parkir memandu pengemudi masuk dan keluar tempat parkir (x17).

Karena penerapan kebijakan sirkulasi parkir yang baru, para pengemudi banyak yang merasa bingung dengan jalan masuk dan keluar di kawasan parkir namun para petugas parkir kurang tanggap terhadap kesulitan yang dialami oleh para pengemudi.

Gambar 5. 44 Kendaraan parkir tidak pada petak parkir d. Pengawasan parkir terhadap pelanggaran parkir (x15)

88

Tidak adanya petugas parkir yang mengawasi pelanggaran parkir di area larangan parkir, khususnya depan hall kedatangan yang sering kali dijadikan tempat parkir bagi mobil padahal pada area itu sudah dilengkapi dengan rambu dilarang parkir.

Gambar 5. 45 Kendaraan parkir di area larangan parkir e. Perilaku petugas parkir dalam menghadapi pemarkir (x20)

Petugas yang kurang memberi respon ketika para pengguna parkir menghadapi masalah di kawasan parkir.

f. Pelataran parkir diatur sirkulasi dan posisi parkir kendaraan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas atau marka jalan (x6)

Marka yang sudah mulai pudar bahkan hilang dan terdapatnya rambu yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Gambar 5.46 Marka yang sudah memudar

89 Gambar 5.47 Rambu petunjuk yang tidak sesuai

g. Pola parkir yang teratur (x13)

Pola parkir yang asal mendapatkan tempat kosong dan parkir, tidak memperhatikan tata cara parkir yang benar, serta kurangnya pengawasan dari para petugas parkir.

Gambar 5.48 Parkir yang tidak teratur 2. Kuadran II (Pertahankan Prestasi)

Atribut pelayanan pada kuadran II ini merupakan atribut pelayanan yang memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan memilik tingkat kepuasan yang tinggi atas kinerjanya menurut pengunjung parkir. Atribut pelayanan yang masuk pada kuadran ini adalah :

a. Keamanan kendaraan berserta perlengkapan yang diparkir (x16) b. Kebersihan pelataran parkir (x8)

c. Pintu elektronik (x25)

90

d. Pos petugas (x21)

e. Pembatasan lokasi parkir dengan larangan parkir (x2) f. Pintu keluar dan masuk (x23)

g. Lampu penerangan (x22) h. Penetapan sistem karcis (x4) 3. Kuadran III (Prioritas Rendah)

Atribut pelayanan yang ada pada kuadran III ini adalah atribut pelayanan yang menurut para pengunjung memiliki tingkat kepentingan rendah dan memiliki tingkat kepuasan atas kinerja pelayanan yang rendah juga. Atribut pelayanan yang masuk pada kuadran ini adalah :

a. Jalur sirkulasi, gang, dan modul yang lancar (x14)

Ketika kendaraan mengantar sampai ke depan hall keberangkatan dan ingin memarkirkan kendaraannya untuk menjemput penumpang, pengemudi tidak mempunyai akses ke lokasi parkir mobil paling sebelah timur, sedangkan lokasi parkir yang lain sudah cukup padat.

b. Kondisi perkerasan parkir (x9)

Terdapat retak-retak pada perkerasan parkir maupun jalur sirkulasi dan gang.

Gambar 5.49 Kondisi perkerasan yang sudah retak

91 Gambar 5. 50 Kondisi perkerasan yang rusak

c. Kapasitas parkir sesuai standar (x10)

Terdapat kesulitan untuk mencari tempat parkir mobil.

Gambar 5.51 Area parkir mobil yang penuh d. Kemudahan dijangkau oleh pengguna jasa (x5)

Area parkir sepeda motor yang cukup jauh jaraknya dari hall kedatangan.

4. Kuadran IV (Cenderung Berlebihan)

Atribut pelayanan yang masuk pada kuadran ini adalah : a. Penetapan tarif progresif sesuai dengan durasi parkir (x3)

b. Kemudahan bagi pengguna jasa untuk menemukan kendaraannya (x7) c. Penetapan tarif dasar parkir yang optimal (x1)

d. Luas lahan parkir sesuai standar (x11)

92

e. Ruang bebas kendaraan yang cukup (x12) f. Alat pencatat waktu elektronik (x24) 5.8.Analisis Quality Function Deployment (QFD)

Dari hasil Importance Performance Analysis (IPA), maka atribut pelayanan yang masuk pada kuadran I selanjutnya akan menjadi data masukan pada Quality Function Deployment (QFD). Atribut-atribut pelayanan yang dimaksud adalah :

- Kemampuan petugas parkir mengarahkan tata cara memarkirkan kendaraan (x19) - Kemampuan petugas parkir mengatur lalu lintas di kawasan parkir (x18)

- Kemampuan petugas parkir memandu pengemudi masuk dan keluar tempat parkir (x17) - Pengawasan parkir terhadap pelanggaran parkir (x15)

- Perilaku petugas parkir dalam menghadapi pemarkir (x20)

- Pelataran parkir diatur sirkulasi dan posisi parkir kendaraan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas atau marka jalan (x6)

- Pola parkir yang teratur (x13)

Adapun tahapan selanjutnya yang harus dilakukan yaitu melakukan Analisa Quality Function Deployment (QFD) mengetahui langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja dari atribut pelayanan itu sehingga lebih memberikan kepuasan yang lebih kepada pengunjung bandara.

5.8.1. Voice of Customer (VoC)

VoC merupakan atribut diperoleh dari kuadran I yang merupakan hasil dari Importance Performance Analysis (IPA). VoC ini akan menjadi pertanya kepada pengelola Parkir Kendaraan Bandar Udara El Tari Kupang.

Tabel 5.11 Data Voice of Customer (VoC)

No Voice of Customer

1 Kemampuan petugas parkir mengarahkan tata cara memarkirkan kendaraan (x19)

2 Kemampuan petugas parkir mengatur lalu lintas di kawasan parkir (x18)

3 Kemampuan petugas parkir memandu pengemudi masuk dan keluar tempat parkir (x17)

4 Pengawasan parkir terhadap pelanggaran parkir (x15) 5 Perilaku petugas parkir dalam menghadapi pemarkir

(x20)

93

No Voice of Customer

6

Pelataran parkir diatur sirkulasi dan posisi parkir kendaraan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas atau marka jalan (x6)

7 Pola parkir yang teratur (x13)

5.8.2. Planning Matrix

Terdapat beberapa bagian yang merupakan matriks perencanaan (Planning Matrix), bagian-bagian yang dimaksud yaitu :

a. Importance to Customer

Nilai rata-rata kepentingan dari atribut pelayanan yang masuk pada kuadran I di Importance Performance Analysis (IPA) digunakan sebagai nilai Importance to Customer

Tabel 5.12 Nilai Importance to Customer

No Voice of Customer Importance

to Customer 1 Kemampuan petugas parkir mengarahkan tata cara

memarkirkan kendaraan (x19) 4,65

2 Kemampuan petugas parkir mengatur lalu lintas di

kawasan parkir (x18) 4,63

3 Kemampuan petugas parkir memandu pengemudi

masuk dan keluar tempat parkir (x17) 4,63 4 Pengawasan parkir terhadap pelanggaran parkir (x15) 4,64 5 Perilaku petugas parkir dalam menghadapi pemarkir

(x20) 4,68

6

Pelataran parkir diatur sirkulasi dan posisi parkir kendaraan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas

Pelataran parkir diatur sirkulasi dan posisi parkir kendaraan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas