• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Pencurian dan Definisi Kekerasan yang Menyebabkan Hilangnya Nyawa Orang Lain dalam Hukum Pidana Positif

LAIN PERSPEKTIF HUKUM PIDANA POSITIF

A. Definisi Pencurian dan Definisi Kekerasan yang Menyebabkan Hilangnya Nyawa Orang Lain dalam Hukum Pidana Positif

Pencurian merupakan suatu bentuk tindak pidana, hal ini berarti bagi siapa pun orangnya yang melakukan pencurian atau mengambil barang milik orang lain secara melawan hukum harus dikenai sanksi pidana sesuai dengan pasal yang mengaturnya. Pengenaan sanksi tersebut dilakukan melalui suatu proses pengadilan. Berikut ini akan diuraikan. tentang beberapa pengertian pencurian yaitu :

Menurut Kamus Hukum “Pencurian adalah : Perbuatan yang dilakukan dengan sengaja untuk mengambil barang milik orang lain secara melawan hukum.”

Pencurian adalah: “Mengambil barang milik orang lain dengan sengaja dan secara diam-diam dengan maksud untuk dimiliki secara hukum”.1 Ada juga yang

memberi pengertian, pencurian adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang untuk mengambil barang, sebagian atau seluruhnya milik orang

lain dengan melawan hukum.2

1

Mr. J. M. Van Bemmelen, Hukum Pidana 3 Bagian Khusus Delict Khusus, Cetakan I, (Bandung; Bina cipta, 1986), hal. 133.

2

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, arti dari kata “curi” adalah mengambil milik orang lain tanpa izin atau dengan tidak sah, biasanya dengan sembunyi-sembunyi.

Sedangkan arti “pencurian” proses, cara, perbuatan.

Pengertian pencurian menurut hukum beserta unsur-unsurnya dirumuskan dalam Pasal 362 KUHP, adalah berupa rumusan pencurian dalam bentuk pokoknya yang berbunyi: barang siapa mengambil suatu benda yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama 5 Tahun atau denda paling

banyak Rp.900,00-.3

Pengertian di atas menjelaskan bahwa tindak pidana pencurian berupa perbuatan seseorang untuk mengambil barang kepunyaan orang lain dengan maksud

untuk dimiliki secara melawan hukum.4

Kata mencuri artinya mengambil barang orang lain dengan diam-diam dengan sembunyi-sembunyi tanpa diketahui pemilik barang, perbuatan pencurian itu dapat dibedakan antara pencurian ringan, pencurian berat dan pencurian dengan kekerasan. Pencurian ringan adalah pencurian yang dilakukan dengan mengambil barang orang lain dengan sembunyi-sembunyi dan harga barang yang dicuri biasanya relatif rendah, sedangkan pencurian berat adalah pencurian yang dilakukan dengan mengambil barang orang lain dengan maksud untuk dimiliki dengan cara melawan hukum, dan dalam pencurian dangan kekerasan tidak jauh beda dengan pencurian

3

Moeljanto, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2003), hlm. 128.

4

30

berat, tetapi dalam pencurian dengan kekerasan ini lebih menekankan pada cara yang digunakan yaitu dengan kekerasan yang dapat mengakibatkan luka atau matinya seseorang.

Di dalam bahasa sehari-hari mengambil barang orang lain dengan kekerasan itu bisa disebut perampokan atau penodongan, apabila dilihat dari cara para pelaku

melakukan pencurian tersebut.5

Tindak pidana pencurian disertai kekerasan pada dasarnya identik sekali dengan tindak pidana pembegalan atau perampokan. Hal ini berkaitan dengan cara pengambilan harta itu sendiri, yaitu dilakukan dengan caraterang-terangan dan

menggunakan unsur kekerasan di dalamnya.6 Tindak pidana pencurian dengan

kekerasan itu oleh pembentuk undang-undang yang telah diatur dalam pasal 365 KUHP berbunyi :

Ayat (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama Sembilan tahun

pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri.

5

Hilman Hadikusuma, Bahasa Hukum Indonesia, (Bandung: Penerbit Alumni, 1992), hlm.32

6

Djazuli, Fiqh Jinayah (Upaya Menanggulangi Kejahatan Dalam Islam), (Jakarta: PT. Grafindo Persada, 1992), hlm.86.

Ayat (2) Diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun :

ke-1. jika perbuatan dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah

atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, di jalan umum.

ke-2. jika perbuatan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan

bersekutu.

ke-3. jika masuk ke tempat melakukan kejahatan dengan merusak atau

memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

ke-4. jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat.

Ayat (3) Jika perbuatan mengakibatkan kematian maka diancam dengan

pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Ayat (4) Diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup

atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau kematian dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, disertai pula oleh

salah satu hal yang diterangkan dalam no. 1 dan 3.7

B. Macam-macam pencurian dalam hukum pidana positif. 1. Pencurian Biasa

Pencurian biasa ini perumusannya diatur dalam PaSAL 362 KUHP yang menyatakan:

7

32

“Barang siapa mengambil suatu barang yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk memiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah”.8

2. Pencurian Dengan Pemberatan

Istilah “pencurian dengan pemberatan” biasanya secara doctrinal disebut sebagai “pencurian yang dikualifikasikan”. Pencurian yang dikualifikasikan ini menunjuk pada suatu pencurian yang dilakukan dengan cara-cara tertentu atau dalam keadaan tertentu, sehingga bersifat lebih berat dan karenanya diancam dengan pidana yang lebih berat pula dari pencurian biasa.9

Pencurian dengan pemberatan dirumuskan dalam Pasal 363 KUHP yang juga menjelaskan klasifikasi dari pencurian pemberatan sebagai berikut :

Ke-1 Pencurian Ternak

Ke-2 Pencurian pada waktu kebakaran, peletusan, banjir, gempa bumi

atau gempa lain, peletusan gunung api, kapal karena terdampar, kecelakaan kereta api, huru- hara, pemberontakan atau bahaya perang.

8

Moeljanto, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, hlm. 128.

9

Wirjono Prodjodikoro, Tindak-Tindak Pidana Tertentu Di Indonesia, (Bandung: PT. Eresco, 1974), hlm. 19

Ke-3 Pencurian waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, dilakukan oleh orang yang ada di situ tiada dengan setahunya atau tiada dengan kemauan yang berhak.

Ke-4 Pencurian dilakukan oleh 2 orang atau lebih bersama- sama.

Ke-5 Pencurian yang dilakukan untuk dapat masuk ketempat kejahatan

atau untuk dapat mengambil barang yang akan dicuri itu dengan jalan membongkar, merusak, atau memanjat atau memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.10

Dalam Pasal 101 KUHP yang disebut ternak yaitu semua binatang yang berkuku satu, binatang memamah biak dan babi.11 Dan dianggap juga suatu pencurian itu “pencurian dengan pemberatan” apabila pencurian dilakukan pada malam hari, karena waktu malam merupakan waktu di mana orang sedang beristirahat untuk tidur. Waktu malam itu sendiri menurut Pasal 98 KUHP yang menunjukkan waktu malam berarti waktu diantara matahari terbenam dan matahari terbit.12

Pengertian kediaman menurut Lamintang, mendasar pada

yurisprudensi dari perkataan “worning” adalah setiap tempat yang

dipergunakan oleh manusia sebagai tempat kediaman, sehingga termasuk di dalamnya juga gerbong- gerbong kereta api atau gubug- gubug terbuat dari

10

H. A. K. Moch. Ahmad, Hukum Pidana Bagian Khusus, (Bandung : Alumni, 1979), hlm. 18.

11

Moeljanto, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, hlm. 39.

12

34

kaleng- kaleng atau karton- karton yang didiami oleh para tunawisma, kapal- kapal atau mobil- mobil yang dipakai sebagai tempat kediaman dan lain- lainnya.13

Yang dimaksud dengan perkarangan tertutup yang ada rumahnya adalah sebidang tanah yang mempunyai tanda di amana menunjukkan, bahwa tanah dapat dibedakan dari bidang tanah sekelilingnya. Tertutup tidak selalu dikelilingi dengan tembok atau pagar sebgai tanda batas. Tanda batas dapat juga terdiri atas saluran air, tumpukan batu, pagar tumbuh- tumbuhan, pagar bambu. Sebagai unsur ditetapkan bahwa dalam perkarangan tertutup itu harus berdiri suatu tempat kediaman orang.14

3. Pencurian Ringan

Pencurian ringan adalah pencurian yang memiliki unsur-unsur dari pencurian di dalam bentuknya yang pokok, yang karena ditambah dengan unsur-unsur lain (yang meringankan), ancaman pidananya menjadi diperingan.15

Pencurian ringan diatur dalam ketentuan Pasal 364 KUHP yang

menyatakan “Perbuatan yang diterangkan dalam Pasal 362 dan 363 KUHP

ke-4, begitu juga perbuatan yang diterangkan dalam Pasal 365 ke-5, apabila tidak dilakukan dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada

13

PAF. Lamintang, Delik- Delik Khusus Kejahatan- Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan, (Bandung: Sinar Baru, 1989), hlm. 151.

14

H. A. K. Moch. Ahmad, Hukum Pidana Bagian Khusus, hlm. 20.

15

Tongat, Hukum Pidana Materiil, (Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, 2006), hlm 41.

rumahnya, jika harga barang yang dicuri tidak lebih dari dua ratus puluh lima rupiah,dikenai, karena pencurian ringan, pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak enam puluh rupiah”16

4. Pencurian Dengan Kekerasan

Pengertian dengan kekerasan terdapat dalam pasal 89 KUHP yang berbunyi: membuat orang jadi pingsan dan tidak berdaya lagi disamakan

dengan menggunakan kekerasan. Dalam penjelasan arti dari pada “melakukan

kekerasan” ialah menggunakan tenaga atau menggunakan kekuatan jasmani sekuat mungkin secara tidak sah misalnya memukul dengan tangan atau dengan segala macam senjata, menyepak, menendang dan sebagian yang menyebabkan orang yang terkena tindak kekerasan itu merasa sakit yang sangat. Menurut pasal ini, “melakukan kekerasan” dapat disamakan dengan “membuat orang jadi pingsan atau tidak berdaya”.17

Pencurian dengan kekerasan ini diatur dalam pasal 365 yang bunyi pasal (1) nya sebagai berikut : “Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun, pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang, dengan maksud untuk mempersiap atau mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan,

16

Moeljanto, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, hlm. 129.

17

Sugandhi R, Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (KUHP) Dengan Penjelasannya, (Surabaya: Usaha Nasional, 1980), hlm. 106-107.

36

untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya, atau untuk tetap menguasai barang yang dicurinya”.18

5. Pencurian Dalam Keluarga

Pencurian sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 367 KUHPIdana ini merupakan pencurian di kalangan keluarga. Artinya baik pelaku maupun korbannya masih dalam satu keluarga. Pencurian dalam Pasal 367 KUHPidana akan terjadi, apabila seorang suami atau isteri melakukan (sendiri) atau membantu (orang lain) pencurian terhadap harta benda isteri atau suaminya.

Berdasarkan ketentuan Pasal 367 ayat (1) kUHPidana apabila suami isteri tersebut masih dalam iktan perkawinan yang utuh, tidak terpisah meja atau tempat tidur juga tidak terpisah harta kekayaannya, maka pencurian atau membantu pencurian yang dilakukan oleh mereka mutlak tidak dapat

dilakukan penuntutan.19

C. Unsur - unsur tindak pidana pencurian dan pembunuhan berencana dalam