DAN KETIGA
5. PUR FAHRUDIN Bin JUNAEDI
23
kalau jenasah adik saksi dibawa Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk di otopsi, selanjutnya saksi pulang ke rumah ibu kandung saksi di Desa Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo untuk memberitahukan apa yang telah terjadi dan untuk mempersiapkan segala sesuatunya (pemakaman) ;
- Bahwa setelah Jenasah dibawa pulang dari Semarang ,saksi melihatnya, ada luka di kepala bagian belakang dan luka dibagian muka, luka tersebut sudah dijahit dan yang saksi lihat ada 3 luka ;
- Bahwa luka tersebut akibat bacokan benda tajam ;
- Bahwa saksi terakhir kali bertemu dengan SRI UNDARI sekitar satu minggu sebelum kejadian pada waktu saksi datang ke rumah ibu saksi di Desa Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo ;
- Bahwa SRI UNDARI tidak pernah cerita kepada saksi kalau mempunyai masalah/musuh;
- Bahwa SRI UNDARI anak nomor tujuh dari tujuh bersaudara ;
- Bahwa menurut informasi ada korban lain selain AGNES SRI HARYATI dan SRI UNDARI, yang dibacok dari belakang oleh terdakwa;
- Bahwa foto yang terdapat dalam berkas perkara adalah foto adik saksi yang menjadi korban pembunuhan ;
- Bahwa SRI UNDARI sudah berkeluarga dan mempunyai dua orang anak, semula tinggal di Jakarta dengan suaminya, setelah pisah dengan suaminya, SRI UNDARI pulang ke rumah ibunya di Desa Purwodadi dengan membawa kedua anaknya tersebut, kedua anak tersebut menjadi tanggung jawab SRI UNDARI, setelah SRI UNDARI meninggal karena korban pembunuhan, kemudian kedua anak SRI UNDARI yang baru berumur 5 tahun dan 3 tahun ikut dengan neneknya;
- Bahwa saksi tahunya kalau SRI UNDARI menjadi Korban Pembunuhan pada sabtu sore/malam minggu tanggal 4 Desember 2010 diberitahu oleh polres Purworejo ;
- Bahwa saksi menerima penyerahan Jenasah pada hari minggu tanggal 5 Desember 2010 sekitar pukul 02.00 WIB kemudian dibawa ke rumah ibunya di Desa Purwodadi dan pada hari itu juga Jenasah dimakamkan di Pemakaman Umum Kendal Desa Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo ;
Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi ini terdakwa membenarkanya ;
5. PUR FAHRUDIN Bin JUNAEDI
- Bahwa saksi pernah diperiksa penyidik, ada menandatangani berita acara dan membenarkan semua isinya ;
- Bahwa yang menjadi korban pembunuhan yaitu AGNES SRI HARYATI dan pembantunya ;
- Bahwa peristiwa tersebut terjadinya pada Jum’at malam/malam sabtu tanggal 3 Desember 2010 sekitar pukul 23.30 WIB dirumahnya AGNES SRI HARYATI ikut Kelurahan Borokulon Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo, itu merupakan kabar yang saksi dapat ;
lalu ;
- Bahwa awal mula perkenalan saksi dengan AGNES SRI HARYATI yaitu pada saat saksi ke warung/kios milik AGNES SRI HARYATI yang jadi satu dengan rumah AGNES SRI HARYATI untuk membeli rokok, waktu itu saksi sempat ngobrol dengan AGNES SRI HARYATI dalam obrolan tersebut saksi menyampaikan kalau mau mencari tempat kos/kontrakan, oleh AGNES SRI HARYATI saksi ditawari untuk kontrak di rumahnya setahun Rp.1.500.000,-, saksipun setuju, kemudian saksi kontrak dirumahnya AGNES SRI HARYATI dengan menempati salah satu kamar rumah milik AGNES SRI HARYATI dan untuk tahun berikutnya saksi hanya disuruh membayar kontrakan Rp.500.000,- karena hubungan saksi dengan Bu AGNES SRI HARYATI sudah sangat baik ;
- Bahwa selama saksi kontrak di tempatnya AGNES SRI HARYATI, setahu saksi AGNES SRI HARYATI tinggalnya hanya dengan pembantunya ;
- Bahwa yang menjaga warung/kiosnya AGNES SRI HARYATI yaitu Bu AGNES SRI HARYATI sendiri, warung/kios buka setelah Bu AGNES SRI HARYATI pulang dari mengajar dan tutup sekitar pukul 21.30 WIB;
- Bahwa setahu saksi Bu AGNES SRI HARYATI orangnya baik, tidak punya masalah dengan orang lain ;
- Bahwa pada hari Jum’at tanggal 3 Desember 2010 saksi pamit dengan AGNES SRI HARYATI untuk pulang ke rumah isteri di Bantul Yogyakarta saksi berangkat sekitar pukul 18.30 WIB dengan menggunakan sepeda motor milik saksi sampai di bantul sekitar pukul 20.30 WIB;
- Bahwa tujuan saksi pulang ke Bantul untuk mengajak isteri dan anak untuk saksi ajak ke rumah saksi di Desa Ngaran Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo, pada waktu itu didesa saksi ada lomba desa dan banyak tontotan, namun saksi tidak jadi mengajak isteri dan anak untuk melihat lomba desa dan tontonan karena anak saksi pada saat itu sedang ujian semesteran ;
- Bahwa pada hari Jum’at tanggal 3 Desember 2010 setelah pulang ke Bantul, saksi tidak kembali lagi ke kontrakan di rumah AGNES SRI HARYATI ;
- Bahwa sewaktu saksi berada di Bantul Yogyakarta , pada hari Sabtu tanggal 4 Desember 2010 sekitar pukul 16.30 WIB saksi ditelpon oleh teman saksi yang bernama SUTRISNO, memberitahukan kalau AGNES SRI HARYATI bersama pembantunya diketemukan mati dibunuh dirumahnya, kemudian pada pagi harinya tanggal 5 Desember 2010, saksi bersama isteri sekitar pukul 06.00 WIB melayat korban AGNES SRI HARYATI yang jenasahnya dibawa di rumah besannya di Desa Bragolan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo ;
- Bahwa sewaktu melayat saksi tidak melihat jenasah AGNES SRI HARYATI ;
- Bahwa menurut kabar AGNES SRI HARYATI dan pembantunya dibunuh dengan dibacok menggunakan golok ;
25
- Bahwa nama pembantunya AGNES SRI HARYATI yaitu SRI UNDARI bekerja di tempat tersebut baru sekitar satu minggu, dimana selama saksi kontrak ditempat tersebut, AGNES SRI HARTATI sudah ganti pembantu sekitar 6 kali ;
- Bahwa menurut informasi yang saksi dapat pada hari minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB yang melakukan pembunuhan yaitu ANDRIAWAN/terdakwa;
- Bahwa saksi tidak kenal dengan ANDRIAWAN, saksi belum pernah melihat terdakwa ke rumah AGNES SRI HARYATI, melihat orangnya saja baru pada persidangan hari ini, kalau dengan orang tuanya saksi kenal, karena pernah ngobrol ;
- Bahwa ANDRIAWAN merupakan tetangga AGNES SRI HARYATI, rumahnya di seberang jalan dengan jarak sekitar 10 meter ;
- Bahwa pada hari ketiga setelah kejadian pembunuhan saksi ditelpon oleh SUSI anaknya Bu AGNES SRI HARYATI supaya ke rumah AGNES SRI HARYATI di Boro untuk menemani keluargnya , kemudian saksi ke rumah AGNES SRI HARYATI;
- Bahwa sewaktu saksi kembali ke rumah AGNES SRI HARYATI rumah sudah dalam keadaan bersih, didinding/tembok kamar AGNES SRI HARYATI masih ada bercak darah, dikamar pembantu yang terletak dibagian belakang saksi juga melihat masih ada sedikit bercak darah ;
- Bahwa rumah AGNES SRI HARYATI tidak ada yang rusak ;
- Bahwa rumah AGNES SRI HARYATI ada pagarnya berupa pagar tembok ;
- Bahwa ada barang-barang yang berada di rumah AGNES SRI HARYATI yang hilang yaitu uang Rp.550.000,- dan HP milik AGNES SRI HARYATI;
- Bahwa selain AGNES SRI HARYATI dan pembantunya, masih ada korban yang lainnya akan tetapi saksi tidak tahu namanya dan masih hidup ;
- Bahwa saksi terakhir kali bertemu dengan AGNES SRI HARYATI pada hari Jum’at tanggal 3 Desember 2010 sekitar pukul 18.30 WIB sewaktu pamitan akan pulang kerumah isteri di Bantul, pada waktu itu AGNES SRI HARYATI memakai pakaian warna merah ;
- Bahwa sekarang saksi sudah tidak kontrak dirumah AGNES SRI HARYATI;
- Bahwa menurut informasi yang saksi dapat, terdakwa masuk ke rumah AGNES SRI HARYATI lewat belakang rumah dengan memanjat pohon pepaya, berjalan melintasi genteng atas rumah korban AGNES SRI HARYATI lalu terdakwa turun melalui tiang antena yang tidak ada atapnya sampai bawah ada sumur yang tertutup, lalu terdakwa membuka pintu dapur kemudian masuk ke kamar kecil/WC lalu terdakwa naik keatas bak mandi dan naik tembok kemudian turun di kamar pembantu ;
- Bahwa gambar TKP tersebut adalah benar ;
- Bahwa terhadap barang bukti berupa 3 buah HP yang diperlihatkan dipersidangan yang dua buah HP warna hitam silver dan warna biru milik AGNES SRI HARYATI sedangkan satu buah HP yang berwarna putih milik saksi ;
pinjam HP kepada AGNES SRI HARYATI kemudian HP saksi tersebut saksi tinggal di tempatnya AGNES SRI HARYATI ;
- Bahwa surat dari HP tersebut saksi tidak punya, tapi saksi mempunyai saksi kalau HP yang berwarna putih tersebut milik saksi ;
- Bahwa foto No 3 yang terdapat dalam berkas perkara, berupa foto sebuah HP , adalah milik SRI UNDARI pembantunya AGNES SRI HARYATI saksi pernah melihatnya ;
- Bahwa barang bukti sebuah daster motif batik warna merah coklat tersebut bajunya AGNES SRI HARYATI;
- Bahwa pada hari Jum’at sebelum saksi berangkat ke Bantul Yogyakarta sekitar pukul 17.00 WIB AGNES SRI HARYATI cerita kepada saksi kalau ada orang mau pinjam uang dengan jaminan BPKB akan tetapi AGNES SRI HARYATI tidak mau, kemudian orang tersebut katanya mengancam, sewaktu saksi tanya siapa yang mengancam, AGNES SRI HARYATI tidak mau menyebutkan siapa orang yang mengancamnya tersebut ;
- Bahwa yang saksi tahu pembantunya AGNES SRI UNDARI masih muda, berhentinya biasanya karena akan ganti pekerjaan, berhentinya tidak ada masalah, walaupun sampai 6 kali ganti pembantu ;
Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi ini terdakwa membenarkanya ;