Meningkatnya pola konsumsi masyarakat diikuti adanya kelangkaan semen dan kenaikan TDL di akhir tahun menjadi sumber utama
2.4 Dekomposisi dan Komoditas Penyumbang Inflasi
Khusus di kota Tarakan, permasalahan infrastruktur di pelabuhan masih memberi andil terhadap kenaikan harga dari sisi penawaran. Belum efisiennya proses bongkar muat menjadi permasalahan utama yang mengganggu dari sisi distribusi barang. Selain itu masih terdapat keterbatasan akses jalan untuk dilewati kontainer dengan ukuran lebih dari 20 ft. Pemerintah kota Tarakan terus berupaya untuk mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat di pelabuhan agar proses bongkar muat menjadi lebih efisien sehingga lebih memperlancar arus distribusi barang khususnya untuk kebutuhan pokok masyarakat. Negosiasi ongkos distribusi juga sedang dilakukan oleh pemerintah kota Tarakan dalam upaya untuk menekan angka inflasi di kota tersebut.
Grafik 2.4 Rata-rata Tinggi Gelombang di Laut Jawa & Selat Makassar
Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
2.4 Dekomposisi dan Komoditas Penyumbang Inflasi
Jika dikelompokkan (dekomposisi) berdasarkan sifat dan faktor yang mempengaruhinya, tekanan inflasi di triwulan IV-2013 terutama disumbang dari naiknya harga-harga pada kelompok administered price (harga diatur oleh pemerintah), sementara di sisi lain inflasi kelompok volatile food sudah mereda dan kelompok core cenderung stabil. Hal ini relevan dengan pembahasan sebelumnya dimana masih terbawanya dampak statistik kenaikan BBM serta adanya kenaikan TDL tahap IV per bulan Oktober lalu memicu angka inflasi kelompok
administered price sedikit melonjak dari 12,81% di triwulan III-2013 menjadi 13,59% (yoy).
Sementara itu meredanya inflasi kelompok volatile food di dua bulan awal triwulan ini
merupakan dampak menurunnya permintaan, yang kemudian kembali naik pada masa menjelang Natal dan tahun baru.
Grafik 2.5 Dekomposisi Inflasi Kaltim Grafik 2.6 Inflasi berdasarkan Kelompok Pengeluaran
Sumber: BPS Provinsi Kaltim, diolah Sumber: BPS Provinsi Kaltim, diolah
-2 -1 0 1 2 3 4 5 0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 2010 2011 2012 2013
Laut Jawa Selat Makassar Inflasi Kaltim (RHS)
(meter) (%, mtm) 0 2 4 6 8 10 12 14 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 2011 2012 2013
(% yoy) CPI Core Volatile Food Administered
0 5 10 15 20 25 30 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 2011 2012 2013 BAHAN MAKANAN
MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU PERUMAHAN
SANDANG KESEHATAN
PENDIDIKAN, REKREASI & OLAH RAGA TRANSPORT & KOMUNIKASI
21
Sementara itu pada kelompok inti (core) yang harganya cenderung stabil dan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi yang bersifat fundamental justru mengalami peredaan inflasi. Laju inflasi inti tercatat mereda dari 7,62% menjadi 7,56% (yoy) di periode laporan. Peredaan inti dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu sempat melemahnya harga emas di pasar internasional selama bulan selama triwulan ini dari USD1.287,54/oz di awal Oktober menjadi USD1.210,64/oz di akhir Desember. Disamping dampak pelemahan harga emas di pasar internasional yang cenderung mengalami penurunan, terdapat beberapa komoditas yang justru mengalami tekanan inflasi. Salah satunya adalah tarif Rumah Sakit Umum Daerah yang mengalami kenaikan pada awal bulan November. Kenaikan ini memberi tekanan yang cukup tinggi kepada inflasi Kalimantan Timur pada bulan November. Lebih lanjut, tekanan inflasi juga disumbang oleh kenaikan biaya magister di Kota Samarinda pada awal triwulan IV-2013.
Kenaikan harga di kelompok perumahan juga menjadi salah satu sumber tekanan
inflasi pada kelompok core. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya harga semen yang berimbas
pada kenaikan harga sewa properti. Kenaikan harga semen di Kalimantan Timur merupakan dampak dari tingginya permintaan di akhir tahun yang belum dapat diimbangi oleh ketersediaan pasokan. Proyek pemerintah dan swasta yang cenderung dimaksimalkan realisasinya pada akhir tahun membuat harga naik cukup tinggi. Kebutuhan semen Kalimantan Timur yang cukup tinggi, yakni 90.000 ton per bulan sampai saat ini belum dapat sepenuhnya dipenuhi oleh distributor. Bahkan pada akhir tahun kebutuhan semen di Kaltim dapat menlonjak sampai dengan 50% dibandingkan bulan lainnya. Hal ini terindikasi dari melonjaknya harga semen sampai dengan Rp67.000/sak di tingkat eceran pada tengan triwulan IV-2013, bahkan di akhir triwulan sempat mencapai Rp90.000/sak. Sampai dengan
saat ini sudah ada packing plant semen yang beroperasi di Palaran dengan kemampuan
distribusi 4.000 ton/hari. Kedepannya akan dibangun silo di Kariangau dengan kapasitas 110 ton per jam dan packing plant yang berkapasitas 22.000 ton per bulan. Selain pembangunan
silo dan packing plant, salah satu produsen semen juga yang akan menaikkan kuota
penyaluran sebesar 42% pada tahun 2014. Penyebab lain tingginya harga sewa rumah adalah naiknya harga bahan bangunan terutama kayu, bata, papan dan keramik.
Dilihat dari komoditas spesifik pemicu inflasi di 3 (tiga) kota pembentuk inflasi Kalimantan Timur dapat diketahui bahwa dampak struktural kenaikan BBM terhadap ekonomi Kalimantan Timur yang terjadi di tengah tahun 2013 masih terbawa sampai dengan akhir tahun ini. Dampak struktural ini akan terus terbawa sampai dengan tengah tahun 2014 mendatang. Kenaikan BBM subsidi telah membawa level harga di Kalimantan Timur menuju
titik keseimbangan (equilibrium) yang baru.
Kota Samarinda memiliki andil 47,12% terhadap pembentukan inflasi di Kalimantan Timur. Pada triwulan terakhir tahun 2013, faktor penyumbang inflasi mayoritas adalah naiknya harga BBM subsidi khususnya pada jenis bahan bakar premium (bensin). Pada tabel 2.2 juga terlihat bahwa sewa rumah mengalami kenaikan harga karena sebagai dampak tingginya harga bahan bagunan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Sementara itu, kenaikan permintaan bahan makanan pada hari raya Natal memberikan tekanan inflasi kepada beberapa komoditas seperti bawang merah, daging ayam ras serta produk turunannya seperti ayam goreng. Selain itu, kenaikan tertinggi juga tercatat terjadi pada tarif listrik yang merupakan dampak dari kenaikan TDL tahap IV pada bulan Oktober.
22
Pada saat yang bersamaan, komoditas yang mengalami penurunan harga (deflasi) terbesar adalah emas perhiasan yang secara langsung dipengaruhi oleh turunnya harga emas di pasar internasional, meskipun penurunannya di Kalimantan Timur masih tertahan oleh dampak depresiasi nilai Rupiah. Selain itu, penurunan harga terjadi pada sejumlah komoditas pangan seperti jagung manis dan bawang putih. Harga ikan-ikanan sungai yang cenderung turun disebabkan faktor musiman.
Tabel 2.2 Komoditas Penyumbang Inflasi/ Deflasi Terbesar di Kota Samarinda
Sumber: BPS Prov. Kaltim, diolah
Kota Balikpapan memiliki andil 39,93% terhadap pembentukan inflasi di Kalimantan Timur. Sama halnya dengan kota Samarinda, dampak struktural kenaikan BBM di ekonomi kota Balikpapan juga masih belum hilang sebagaimana terdapat pada tabel 2.3. Kebijakan pemerintah lewat kenaikan TDL juga menjadi salah satu sumber tekanan inflasi dimana sumbangan inflasi tarif listrik tercatat sebesar 0,35% (yoy). Lebih lanjut, keterbatasan pasokan semen juga terjadi di Balikpapan yang selama tahun 2013 dan 2014 banyak mendapatkan kucuran investasi di sektor properti, khususnya apartemen.
Tabel 2.3 Komoditas Penyumbang Inflasi/ Deflasi Terbesar di Kota Balikpapan
Sumber: BPS Prov. Kaltim, diolah
Komoditas Andil Komoditas Andil Komoditas Andil
1 NASI 0.46 BENSIN 1.66 BENSIN 1.67
2 SEWA RUMAH 0.44 BAWANG MERAH 1.54 SEWA RUMAH 1.23
3 BENSIN 0.42 SEWA RUMAH 1.25 BAWANG MERAH 0.66
4 BAWANG MERAH 0.38 DAGING AYAM RAS 0.75 AYAM GORENG 0.57
5 AYAM GORENG 0.30 AYAM GORENG 0.57 TUKANG BUKAN MANDOR 0.53
6 BERAS 0.25 TUKANG BUKAN MANDOR 0.53 MARTABAK 0.42
7 LAYANG 0.24 MARTABAK 0.42 DAGING AYAM RAS 0.37
8 IKAN BAKAR 0.21 SEKOLAH DASAR 0.40 SEKOLAH DASAR 0.35
9 MIE 0.20 BERAS 0.33 BERAS 0.32
10 ROKOK KRETEK FILTER 0.18 NASI 0.30 TARIP LISTRIK 0.30
Andil inflasi 10 komoditas 3.08 Andil inflasi 10 komoditas 7.74 Andil inflasi 10 komoditas 6.42 1 EMAS PERHIASAN (0.28)EMAS PERHIASAN (0.14)EMAS PERHIASAN (0.27)
2 SEMEN (0.03)UDANG BASAH (0.08)JAGUNG MANIS (0.13)
3 BANDENG (0.03)GABUS (0.06)GABUS (0.05)
4 BIAWAN (0.02)KANGKUNG (0.06)BAWANG PUTIH (0.05)
5 LABU PARANG/MANIS/MERAH (0.02)GULA PASIR (0.04)SLTA (0.04)
6 KEMIRI (0.01)BAWANG PUTIH (0.03)LELE (0.03)
7 NANGKA MUDA (0.01)BAWAL (0.02)BAWAL (0.02)
8 LELE (0.01)BIAWAN (0.02)
9 DAUN SINGKONG (0.01)KANGKUNG (0.02)
10 KEMBUNG/GEMBUNG (0.01)SANDAL KULIT (0.01)
Andil deflasi 10 komoditas (0.40)Andil deflasi 10 komoditas (0.47)Andil deflasi 10 komoditas (0.64)
Okt-Des 2013 (10,37%)
Kota Samarinda
Komoditas Penyumbang Inflasi
Komoditas Penyumbang Deflasi
No Mar-Jun 2013 (6,64%) Jul-Sep 2013 (10,17%)
Komoditas Andil Komoditas Andil Komoditas Andil
1 SEWA RUMAH 0.96 BENSIN 1.32 BENSIN 1.31 2 LAYANG 0.76 SEWA RUMAH 0.96 SEWA RUMAH 1.03 3 BERAS 0.47 ANGKUTAN DALAM KOTA 0.81 ANGKUTAN DALAM KOTA 0.80
4 BENSIN 0.33 BERAS 0.64 LAYANG 0.77
5 TUKANG BUKAN MANDOR 0.25 NASI 0.52 NASI 0.77 6 DAGING AYAM RAS 0.25 CABE MERAH 0.46 BERAS 0.70 7 CABE MERAH 0.24 BAWANG MERAH 0.43 KEMBUNG/GEMBUNG 0.65 8 ANGKUTAN DALAM KOTA 0.22 DAGING AYAM RAS 0.42 TOMAT SAYUR 0.37 9 SEKOLAH DASAR 0.20 KEMBUNG/GEMBUNG 0.29 TARIP LISTRIK 0.35 10 APEL 0.18 TARIP LISTRIK 0.26 CABE MERAH 0.29 Andil inflasi 10 komoditas 3.86 Andil inflasi 10 komoditas 6.11 Andil inflasi 10 komoditas 7.04
1 MINYAK GORENG (0.10) UDANG BASAH (0.17)UDANG BASAH (0.18) 2 UDANG BASAH (0.09) ANGKUTAN UDARA (0.10)TRAKULU (0.08) 3 EMAS PERHIASAN (0.06) MINYAK GORENG (0.10)MINYAK GORENG (0.06) 4 SEMEN (0.05) TRAKULU (0.09)EMAS PERHIASAN (0.05) 5 ANGKUTAN UDARA (0.04) KACANG PANJANG (0.07)BANDENG (0.04) 6 PISANG (0.03) GULA PASIR (0.04)BAWAL (0.04) 7 KELAPA (0.03) SEMEN (0.04)GULA PASIR (0.04) 8 KANGKUNG (0.03) BAWAL (0.04)KEPITING/RAJUNGAN (0.03) 9 BAWAL (0.03) KAKAP MERAH (0.04)SEMEN (0.03) 10 TRAKULU (0.02) EMAS PERHIASAN (0.04)CUMI-CUMI (0.02) Andil deflasi 10 komoditas (0.48)Andil deflasi 10 komoditas (0.72)Andil deflasi 10 komoditas (0.57)
Okt-Des 2013 (8,56%)
Kota Balikpapan
Komoditas Penyumbang Inflasi
Komoditas Penyumbang Deflasi
23
Meskipun tidak setinggi permintaan di kuartal yang sama tahun lalu, kebutuhan semen Balikpapan pada tahun 2013 yang mencapai 30.000 sampai dengan 40.000 ton per bulan ditransmisikan secara langsung kepada kenaikan harga sewa rumah. Sedangkan pemicu inflasi dari komoditas bahan makanan antara lain adalah beras, tomat sayur dan cabe merah. Sebaliknya, harga beberapa komoditas juga tercatat mengalami penurunan dimana yang menjadi penyumbang deflasi terbesar adalah pada kelompok komoditas ikan laut segar (udang basah, trakulu, cumi-cumi, kepiting). Penurunan harga emas internasional juga secara langsung membuat harga emas domestik turun dan berimplikasi pada deflasi komoditas emas perhiasan. Deflasi juga terjadi pada komoditas semen karena permintaannya tidak setinggi triwulan yang sama di tahun 2012.
Selain Samarinda dan Balikpapan, kota Tarakan juga menjadi objek penghitungan inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kota Tarakan memiliki andil 12,95% terhadap pembentukan inflasi di Kalimantan Timur. Berbeda dengan dua kota lainnya, di kota Tarakan tekanan inflasi justru mereda pada triwulan IV-2013. Peredaan ini terutama disebabkan deflasi cukup dalam yang dialami kota Tarakan pada bulan November 2013 sebesar 1,18% (mtm) yang dipicu oleh turunnya harga komoditas kelompok bahan makanan. Faktor penyumbang inflasi terbesar di kota ini justru berasal dari komoditas bawang merah dengan andil inflasi 1,18% (yoy). Selain karena tingginya permintaan pada bulan Desember, tingginya tekanan inflasi bahan makanan disebabkan kondisi geografis kota Tarakan yang terpisah dari pulau
Kalimantan sehingga terdapat tambahan cost transportasi untuk hampir seluruh kebutuhan
pangan yang dipenuhi dari luar daerah. Komoditas lainnya yang menjadi pemicu tekanan inflasi di kota Tarakan selama triwulan IV-2013 adalah bensin, beras, tarif air minum PAM dan angkutan udara. Sama halnya dengan kota Samarinda dan kota Balikpapan, komoditas emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang deflasi pada periode laporan selain daging sapi, dan bawang putih (tabel 2.4).
Tabel 2.4 Komoditas Penyumbang Inflasi/ Deflasi Terbesar di Kota Tarakan
Sumber: BPS Prov. Kaltim, diolah
Komoditas Andil Komoditas Andil Komoditas Andil
1 KACANG PANJANG 0.73 BAWANG MERAH 2.55 BAWANG MERAH 1.18
2 TARIP AIR MINUM PAM 0.62 LAYANG 1.56 BENSIN 1.03
3 SEWA RUMAH 0.55 BENSIN 1.01 BERAS 0.69
4 KANGKUNG 0.54 CABE RAWIT 0.68 TARIP AIR MINUM PAM 0.60
5 BAWANG MERAH 0.50 SEWA RUMAH 0.67 KANGKUNG 0.48
6 BAYAM 0.50 TARIP AIR MINUM PAM 0.60 ANGKUTAN UDARA 0.47
7 LAYANG 0.46 BERAS 0.52 KUE BASAH 0.39
8 BERAS 0.45 KUE BASAH 0.39 WORTEL 0.36
9 SAWI HIJAU 0.41 BATU BATA/BATU TELA 0.37 PAPAN 0.33
10 ANGKUTAN UDARA 0.37 ANGKUTAN UDARA 0.27 SEWA RUMAH 0.33
Andil inflasi 10 komoditas 5.13 Andil inflasi 10 komoditas 8.62 Andil inflasi 10 komoditas 5.86
1 EMAS PERHIASAN (0.07) BANDENG (0.05)DAGING SAPI (0.05)
2 KELAPA (0.02) KACANG PANJANG (0.04)BAWANG PUTIH (0.05)
3 SEMEN (0.02) BAWANG PUTIH (0.03)MINYAK GORENG (0.04)
4 MESIN CUCI (0.01) SEMEN (0.03)EMAS PERHIASAN (0.03)
5 EMAS PERHIASAN (0.02)TERONG PANJANG (0.02)
6 MESIN CUCI (0.01)SEMEN (0.02)
7 SEMANGKA (0.01)KAKAP PUTIH (0.01)
8 DAUN SINGKONG (0.01)SEMANGKA (0.01)
9 CELANA PENDEK (0.01)MESIN CUCI (0.01)
10 CELANA PENDEK (0.01)
Andil deflasi 10 komoditas (0.12)Andil deflasi 10 komoditas (0.21)Andil deflasi 10 komoditas (0.25)
Okt-Des 2013 (10,35%)
Kota Tarakan
Komoditas Penyumbang Inflasi
Komoditas Penyumbang Deflasi
24