GAMABARAN LOKASI PENELITIAN
2.4. Pola Pemukiman dan Tata Lahan
2.4.4. Demografi Penduduk Desa Sei Mangkei
Penduduk Desa Sei Mangkei terbagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu penduduk warga sipil, penduduk karyawan perkebunan PTPN III dan penduduk karyawan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Penduduk sipil di Desa Sei Mangkei ini tidak terlalu banyak, sehingga terlihat jelas sebagian pemukiman warga yang masih berjarak dan mempunyai halaman pekarangan, sebagian lagi berhimpit-himpitan
dan tidak memiliki halaman pekarangan sebagai pembatas pada sebagian rumah.
Dengan pekarangan yang lumayan luas dan berbeda-beda pada setiap rumah membuat bentuk lorong-lorong ataupun gang-gang perkampungan tidak teratur.
Berbeda dengan pemukiman karyawan PTPN III, pada pemukiman ini memang masih memiliki pekarangan yang cukup luas dan juga digunakan sebagai pembatas anatar rumah. Kemudian bentuk bangunan rumah dan lorong-lorong permukiman rumah kayawan PTPN III ini lebih rapi dan hampir sama.
Berbeda pula dengan pemukiman kayawan KEK yang baru dibangun sekitar tahun 2012 lalu.Pemukiman ini lebih tertata lagi hanya halaman-halaman tiap rumah lebih kecil dibanding perumahan warga sipil dan kayawan PTPN III.
Kemudian bentuk perumahan ini lebih modern dengan design minimalis dan seluruh perumahan dilekililingi tembok pagar yang besar dengan tiga buah pintu gerbang masuk dan keluar.
Penduduk dari Desa Sei Mangkei ini terdiri dari warga pribumi dan hanya ada beberapa saja warga keturunan negara asing.Secara wilayah, Sei Mangkei ini berada dalam kekuasaan Etnis Simalungun.Hanya saja masyarakat mayoritas di Desa Sei Mangkei ini adalah bukan Etnis Simalungun, melainkan Etnis Jawa, dan pendatang dari Tobasa dan Tapanuli.Berikut persentase penduduk berdasarkan Etnis di Sei Mangkei dalam tabel berikut.
Tabel II.01.
Distribusi Penduduk Berdasarkan Etnis di Desa Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas Tahun 2016
No. Etnis/Suku Jumlah (Orang) Persentase %
1 Simalungun 9 0,42 %
2 Karo 5 0,23 %
3 Tapanuli/Toba 572 26,9 %
4 Mandailing 108 5,08 %
5 Melayu 51 2,40 %
6 Minang 13 0,61 %
7 Jawa 1363 64,17 %
8 Lain-lain (Tionghoa) 3 0,14 %
Total 2.124 100 %
Sumber: Kepala Desa Sei Mangkei
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Etnis Jawa adalah etnis yang paling mendominasi di Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas dengan angka 1363 jiwa atau sekitar 64% dari total jumlah penduduk. Dalam catatan sejarah, Etnis Jawa mulai masuk ke Sei Mangkei pada masa migrasi spontan yang dibawa oleh Belanda dalam perjanjian Deli Mij (1863). Kemudian peringkat kedua etnis yang mendominasi di Sei Mangkei adalah Etnis Tapanuli/Toba dengan angka 572 jiwa atau sekitar 26,9% dari jumlah total. Dan Etnis Simlaungun menjadi etnis dengan posisi ke-6 dalam data penduduk berdasarkan etnis dengan angka 9 jiwa yaitu hanya 0,42% dari jumlah total penduduk Sei Mangkei.
Mayoritas agama masyarakat Sei Mangkei adalah beragama Islam yakni sebesar 1.406 jiwa dan kedua adalah masyarakat beragama Kristen Protestan dan Kristen Khatolik sebesar 628 jiwa. Sebenarnya Kristen Protestan dan Kristen Khatolik mempunyai persentase yang berbeda, hanya saja di Desa Sei Mangkei hanya ada satu gereja saja yaitu gereja Oikumene sehingga keduanya disatukan.
Tabel II.02.
Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama di Desa Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas Tahun 2016
No Agama Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 Budha - -
2 Hindu - -
3 Islam 1.406 66,1%
4 Konghucu -
5 Kristen Katolik 295 13,9 %
6 Kristen Protestan 423 20 %
7 Sikh -
Jumlah 2.124 100 %
Sumber: Kepala Desa Sei Mangkei Tahun 2016
Berdasarkan data distribusi penduduk dari segi agama di Desa Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, tahun 2016 mayoritas masyarakat di desa tersebut beragama Islam, kemudian agama Kristen Protestan dan Kristen Katolik.
Dalam pemahaman budaya tradisional masyarakat Simalungun atau etnis Simalungun, hubungan sosial tidak di beda-bedakan antara kategori-kategori seperti “religion” (agama), “magic” (kekuatan sihir), “custom” (adat istiadat),
“culture” (budaya), “belief” (kepercayaan), dan “ceremony” (perayaan) yang dalam Simalungun ada satu perayaan dengan bentuk pemujaan yang di sebut
“parbegu44
Istilah ini merupakan sebuah kepercayaan pada masyarakat Etnis Simalungun dahulu sebelum masuknya ajaran agama ke Indonesia
”.
45
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan penting dalam meningkatkan sumber daya manusia di Desa Sei Mangkei.Sebelum terbentuknya KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) di Sei Mangkei, rata-rata kebanyakan penduduk Sei Mangkei berpendidikan tamatan SMA.Terbanyak kedua diikuti oleh tamatan SLTP dan hanya sedikit yang mempunyai tamatan dari perguruan tinggi atau sarjana.Tetapi saat ini persentase penduduk berdarkan
. Agama Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Islam merupakan agama dari misionaris dan pendakwah oleh tokoh-tokoh agama yang masuk ke Kabupaten Simalungun.
Berdasarkan cerita masyarakat, dikatakan bahwa sebelum masuknya ajaran Agama di Simalungun, masyarakat Etnis Simalungun tergolong masyarakat animisme atau menyembah roh-roh leluhur .
44Parbegu adalah salah satu ajaran animism sebelum masuknya ajaran agama pada Etnis Simalungun
45Saragih, Sortaman, 2007. Orang Simalungun, Jakarta: Citama Vigora,
tingkat pendidikan jauh semakin meningkat.Hal ini disebabkan oleh masuknya pendatang-pendatang baru yang bekerja di KEK tersebut.
Tabel II.3
Distribusi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Desa Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas
No. Tingkat Pendidikan Jiwa Persentase %
1 Belum Sekolah 65 3,58 %
2 Tidak Tamat SD 64 3,52 %
3 Tamat SD/Sederajat 97 5,17 %
4 Tamat SLTP/Sederajat 388 21,37 %
5 Tamat SLTA/Sederajat 1.145 63,08 %
6 Tamat Akademi -
7 Perguruan Tinggi/Sarjana 56 3,08 %
Jumlah 1.815 100 %
Sumber: Kantor Kepala Desa Sei Mangkei, Tahun 2015
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang penting terhadap setiap manusia, sehingga setiap orang atau keluarga selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Hal ini ditujukan guna untuk dapat bersaing orang lain atau keluarga lain dalam meningkatkan perekonomian, pekerjaan, eksistensi dan lain sebagainya.
Jika dilihat dari table II.2 didepan, komposisi penduduk di Desa Sei Mangkei berdasarkan status pendidikan dihitung dari usia produktif masuk
sekolah, mulai dari yang tidak pernah sekolah sampai pada tamat SLTA lumayan besar. Dan jumlah penduduk yang pernah bersekolah sampai tamat SLTA dan Perguruan Tinggi semakin meningkat dibanding 5 Tahun sebelumnya.
Faktor yang mempengaruhi tingkat pendidikan di Sei Mangkei tidak lain adalah faktor keterbatasan ekonominya dan minimnya sarana pendidikan di Desa Sei Mangkei. Sehingga kebanyakan keluarga tidak dapat menyekolahkan anak mereka dan yang sudah bersekolah juga tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.Namun pada saat ini tingkat pendidikan si Sei Mangkei sudah jauh lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya.
Selain dari pembangunan KEK yang mengundang banyak pendatang dengan tamatan yang tinggi-tinggi seperti SLTA dan Perguruan Tinggi, kemjuan tingkat pendidikan di Desa Sei Mangkei dapat juga dilihat dari beberapa hal yang diantaranya: adanya program pemerintah yang mendirikan PAUD dan memberi motivasi belajar kepada kalangan penduduk yang berusia produktif untuk bersekolah. Kemudian dapat pula dilihat dari semakin banyaknya anak yang berusia produktif tersebut mengikuti pendidikan dari segala jenjang, mulai dari Sekolah Dasar, SLTP, dan SLTA.
Jenis pekerjaan di Desa Sei Mangkei dapat digambarkan dalam table berikut:
Tabel II.4
Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan di Desa Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas
No. Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase %
1 PNS 25 2,78 %
2 Pensiunan PNS 2 0,22 %
3 Karyawan PTPN 542 60,42 %
4 Karyawan KEK 4 0,44 %
5 Wiraswasta 302 33,66 %
6 Pedagang 8 0,89 %
7 Montir 3 0,33 %
8 Bidan/Perawat 7 0,78 %
9 PRT 8 0,89 %
Jumlah 897 100 %
Sumber: Kantor Kepala Desa Sei Mangkei, Tahun 2015
Jenis pekerjaan yang paling dominan dari penduduk Desa Sei Mangkei adalah masyoritas Karyawan PTPN II Dan yang paling sedikit adalah Montir.
2.5. Sarana Umum Desa Sei Mangkei 2.5.1. Sarana Pemerintahan
Sarana dan prasarana yang ada di Desa Sei Mangkei adalah: Sarana Pemerintahan Kantor Kepala Desa dan Balai Desa. Kantor Kepala Desa digunakan untuk melayani masyarakat yang akan mengurus surat-surat atau
izin-izin tertentu dan lainnya. Sedangkan Balai Desa dipakai masyarakat Desa Sei Mangkei untuk berkumpul atau sipakai untuk melakukan sebuah kegiatan bersama atau acara-acara lainnya
Gambar2.5: Kantor Lurah Desa Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas,
Gambar 2.6: Bagan Struktur Pemerintahan Desa Sei Mangkei Sumber: Kantor Kepala Desa Sei Mangkei, Tahun 2016