• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

4.1.2. Desain Produk

Langkah kedua yang dilakukan dalam penelitian ini adalah desain produk. Produk yang didesain adalah lagu anak yang berjumlah dua lagu. Lagu pertama berisikan tentang pentingnya menaati aturan keselamatan di perjalanan dan lagu yang kedua tentang cara menjaga keselamatan di perjalanan. Desain yang dirancang dalam pengembangan lagu anak ini berisikan tentang beberapa aspek sebagai berikut.

4.1.2.1. Bentuk Lagu Anak

Bentuk lagu anak merupakan desain peneliti terhadap lagu anak yang dikembangkan tentang aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan. Ada lima aspek yang mendasari desain bentuk pengembangan lagu anak dalam penelitian ini, yaitu judul, suasana, penggunaan gaya bahasa, isi dan karakteristik lagu anak . Berikut adalah penjelasan desain bentuk lagu anak yang dikembangkan berdasarkan lima aspek tersebut.

1) Judul Lagu Anak

Judul pada sebuah lagu adalah hal yang sangat penting, judul juga mewakili tentang apa isi pada lagu. Oleh karenanya desan sebuah judul pada lagu anak harus dikemas dengan baik untuk memperjelas dan memperindah karya sebuah

53

lagu anak. Judul pada lagu anak yang dikembangkan dalam penelitian ini didesain untuk mewakili atau mendeskripsikan isi yang ada pada lagu. Untuk menciptakan ketertarikan anak pada lagu, judul dari masing-masing lagu anak yang dikembangkan dibuat dengan unik dan menarik. Unik yang dimaksudkan adalah berbeda dengan judul lagu anak-anak yang lainnya, seperti memuat motivasi ataupun pemilihan diksi yang berima a-a-a-a. Sedangkan menarik, berarti judul pada lagu ini berisikan tentang motivasi yang merangsang anak-anak selalu mengingat pesan yang ada pada lagu anak ini melalui judulnya.

Selain dari pada itu, judul pada kedua lagu anak yang dikembangkan, tentang aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan ini juga dilengkapi dengan mencantumkan nama peneliti sebagai pencipta tunggal dari kedua lagu tersebut. Penulisan nama pencipta pada judul lagu memiliki makna bahwa lagu tersebut diciptakan secara peribadi tanpa mengadopsi atau mengandung plagiarisme dari karya orang lain. Kemudian peneliti juga membuat cover judul yang termasuk dari desain judul pada lagu anak yang dikembangkan ini. Desain cover judul tersebut bertujuan untuk menambah ketertarikan anak-anak, khususnya siswa kelas II SD pada lagu anak yang dikembangkan.

2) Suasana Lagu Anak

Suasana lagu pada lagu anak yang dikembangkan oleh peneliti ini didesain untuk menggugah semangat anak-anak belajar tentang aturan keselamatan di perjalanan maupun tentang menjaga keselamatan di perjalanan. Desain tersebut mempertimbangkan beberapa hal seperti, tempo pada lagu yang tidak terlalu lambat agar menciptakan suasana ceria, melodi pada lagu yang menarik, bahasa pada lagu mudah diucapkan oleh anak dan mengandung motivasi tentang pentingnya menaati aturan keselamatan di perjalanan maupun cara menjaga keselamatan di perjalanan.

3) Penggunaan Gaya Bahasa Pada Lagu Anak

Penggunaan gaya bahasa pada lagu anak yang dikembangkan dalam penelitian ini didesain dengan memperhatikan keterbatasan anak-anak dalam hal bahasa. Oleh karea itu, lagu pada penelitian ini menggunakan bahasa yang sederhana, yaitu bahasa yang mudah diucapkan anak-anak, baku, dan yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Kemudian, kata-kata dalam lagu anak yang

54

dikembangkan dalam penelitian ini mudah dipahami oleh anak, artinya saat membaca dan mengucapkan kata-kata yang ada pada lagu, anak-anak paham tentang apa makna dan artinya. Syair pada kedua lagu anak yang dikembangkan tentang aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan ini didesain agar mudah dihafal oleh anak-anak khsusunya siswa kelas II SD. 4) Isi Lagu Anak

Isi lagu anak yang dikembangkan dalam penelitian ini tentunya didesain sesuai dengan topik yang diangkat. Lagu pertama berisikan tentang pentingnya menjaga keselamatan di perjalanan dan lagu yang kedua berisikan tentang cara menjaga keselamatan di perjalanan. Kedua lagu anak yang dikembangkan tentunya berisikan tentang ajakan untuk menaati aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan. Pada tahap ini, kedua lagu anak didesain dengan isi yang mengandung pesan bahwa menaati aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan adalah hal yang sangat penting. 5) Karakteristik Lagu Anak

Desain karakteristik lagu anak merupakan bagian terpenting. Lewat desain ini, kualitas lagu anak yang dikembangkan sangat ditentukan. Desain karakteristik lagu anak yang dikembangkan dalam penelitian ini mengandung beberapa aspek, yang pertama adalah tempo lagu. Tempo kedua lagu anak yang dikembangkan tentang aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan, masing-masing menggunakan tempo cepat (allegro) dengan Beats per Minute (120 bpm), yang berarti dalam satu menit ada 120 kali hitungan tempo. Istilah lain selain (bpm) yang biasa digunakan adalah Metronom Maelzel, yang sering disingkat M.M. Pemilihan tempo cepat pada lagu bertujuan untuk menambah suasana ceria pada lagu.

Selanjutnya adalah birama, birama yang digunakan pada kedua lagu yang dikembangkan ini masing-masing berbeda. Lagu tentang aturan keselamatan di perjalanan menggunakan birama 4/4 sedangkan lagu tentang menjaga keselamatan di perjalanan menggunakan birama 2/4. Pada dasarnya kedua birama yang digunakan dalam masing-masing lagu tersebut adalah satu jenis. Tujuan desain birama yang berbeda dalam kedua lagu ini adalah memberikan kesan bentuk yang berbeda dari masing-masing lagu, agar lebih bervariasi. Pemilihan birama tersebut

55

memiliki tujuan , agar lagu lebih mudah dinyanyikan dengan birama yang familiar dan sederhana.

Kedua lagu yang dikembangkan didesain menarik, dengan menggunakan musik pengiring lagu. Jenis alat musik pengiring yang digunakan adalah melodis dan ritmis. Penggunaan kedua jenis alat music tersebut bertujuan untuk memperindah lagu saat diperdengarkan. Tujuan terpentingnya adalah karena pada Tema 8 Subtema 3 dan 4 Kurikulum 2013, yaitu dimana topik pada lagu ini diangkat terdapat materi tentang mengenal alat musik melodis dan ritmis.

Desain karakteristik lagu pada kedua lagu anak yang dikembangkan ini juga memperhatikan ambitus, atau jangkauan suara dalam menyanyikan lagu. Kedua lagu yang dikembangkan ini masing-masing menggunakan nada dasar do=D. Dari hal tersebut, peneliti mendesain nada atau notasi yang ada pada lagu berada pada posisi aman suara vokal anak-anak, sehingga anak-anak bisa mencapai nada tertinggi maupun terandah dalam lagu.

Tingkat kemenarikan melodi juga salah satu karakteristik yang harus terpenuhi dalam lagu anak. Peneliti sebagai pencipta kedua lagu yang dikembangkan tentang aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan, mendesain melodi pada lagu semenarik mungkin. Menariknya melodi pada lagu artinya naik turunnya nada yang digunakan nyaman bagi pendengarnya. Selain dari pada itu, peneliti juga harus mempertimbangkan bahwa melodi yang baik adalah melodi yang sesuai dengan tahap bermusik pendengarnya. Oleh karena itu, melodi yang diciptakan dalam kedua lagu anak yang dikembangkan ini menarik tapi tetap dikemas dengan sederhana.

Tingkat kemudahan menyanyikan lagu dan pemilihan diksi yang tepat pada lagu anak yang dikembangkan ini didesain dengan sebaik mungkin. Kemudahan dalam menyanyikan lagu sangat penting bagi sebuah lagu anak. Oleh karenanya, peneliti mendesain lagu anak yang dikembangkan ini dengan kecocokan antara syair dan nada yang tepat. Pemilihan diksi juga sangat penting pada lagu anak. Diksi yang menarik dapat membuat anak-anak lebih tertarik, seperti contoh peilihan kata-kata pada akhir birama ke akhir birama lain memiliki rima a-a-a-a.

56 4.1.2.2. Validitas Instrumen Validasi Produk Lagu Anak

Validitas instrumen validasi produk dibuat untuk keperluan pengujian kelayakan instrumen validasi produk yang akan digunakan peneliti pada tahap pengembangan dan implementasi atau uji coba terbatas produk lagu anak yang dikembangkan. Peneliti membuat dua instrumen validasi produk yang berbentuk kuesioner , yang pertama diberikan kepada ahli sebagai validator produk pada tahap pengembangan produk lagu anak, dan instrumen kuesioner validasi produk yang kedua diberikan kepada anak pada tahap implementasi produk untuk mengetahui kualitas masing-masing lagu anak yang dikembangkan peneliti.

Instrumen validasi produk diuji kelayakannya oleh dosen ahli psikologi dan permainan anak sebagai validator tunggal. Peneliti mengembangkan instrumen validasi produk untuk ahli dari aspek-aspek yang terdapat pada tabel 3.2 halaman 40. Berikut hasil dari validitas instrumen validasi produk untuk ahli yang dibuat oleh peneliti.

Tabel 4. 4 Hasil Validitas Instrumen Validasi Produk Untuk Ahli

Ahli No.Item Tot

al Rer

ata

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Dosen 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Berdasarkan hasil validitas instrumen kuesioner validasi produk oleh dosen ahli pada table 4.4 di atas, didapatkan rerata skor sebesar 4. Kesimpulan dari kelayakan instrumen validasi produk untuk ahli adalah sangat layak dengan perolehan skor maksimal. Hal ini berarti bahwa instrumen validasi produk untuk ahli yang didesain peneliti sangat layak untuk diujicobakan. Lebar hasil validitas instrumen validasi produk untuk ahli dapat dilihat pada lampiran2.2 halaman 124.

Selain instrumen validasi produk untuk ahli, peneliti juga menguji kelayakan instrumen validasi produk untuk anak dengan validator yang sama. Instrumen validasi produk untuk anak dikembangkan oleh peneliti dari aspek-aspek pada tabel 3.3 halaman 41. Hasil validitas instrumen validasi produk untuk anak dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut ini.

57

Tabel 4. 5 Hasil Validitas Instrumen Validasi Produk Untuk Anak

Ahli No.Item Total Rerata

1 2 3

Dosen 4 4 4 4 4

Hasil validitas instrumen validasi produk untuk anak pada tebal 4.5 diperoleh skor rerata maksimal yaitu 4 yang berarti sangat baik. Hal ini menunjukan bahwa, instrumen validasi produk untuk anak sangat layak untuk diuji cobakan. Hasil validitas instrumen validasi produk dapat dilihat pada lampiran 3.5 halaman 164.