BAB III METODE PENELITIAN
3.3 Prosedur Pengembangan Penelitian
Indonesia terancam mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tidak sedikit korban kecelakaan lalulintas yang merupakan anak-anak usia dini.
3.2.3 Lokasi Penelitian
Salah satu SD swasta di Kecamatan Mantrijeron, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
3.2.4 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan semala lima bulan, mulai pada bulan Agustus 2019-Januari 2020.
3.3 Prosedur Pengembangan Penelitian
Penelitian dan pengembangan ini mengadopsi penelitian Research and Development model ADDIE (Tung, 2017: 56). Model ADDIE merupakan singkatan dari Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluation. Model ADDIE awalnya dikembangkan oleh para pendidik di Florida State University tahun 1975. Penggunaan model ADDIE dari tahun ke tahun mengalami langkah-langkah perbaikan, dan akhirnya menjadi model yang lebih dinamis dan interaktif dari versi semula. Pada tahun 1990-an ADDIE mulai dikembangkan oleh Reaser dan Mollenda. Berikut model pengembangan ADDIE dalam bagan 3.1.
34
Bangan 3.1 menjelaskan tentang lima tahap pengembangan model ADDIE. (1) Analisis (analysis), tahap analisis merupakan suatu proses mendifinisikan apa yang akan dipelajari oleh subjek yang dipilih peneliti dengan melakukan needs assessment (analisis kebutuhan), mendefinisikan masalah (kebutuhan), dan melakukan analisis tugas. (2) Desain (design), tahap desain berkaitan dengan membuat rancangan (blueprint). (3) Pengembangan (develop), tahap ini merupakan tahap produksi untuk mewujudkan rencana pengembangan yang telah dibuat dalam tahap desain. (4) Implementasi (implement), pada tahap ini semua yang telah dikembangkan dipasang dan dikendalikan sedemikian rupa sesuai dengan peran produk. (5) Evaluasi (evaluate), evaluasi merupakan hasil penelitian untuk melihat apakah proses yang dibangun dalam pembelajaran telah berhasil atau tidak.
Peneliti melakukan penelitian dan pengembangan dengan mengadopsi serta memodifikasi model pengembangan ADDIE (Tung, 2017:58-67). Penelitian ini dibatasi pada tahap ke empat model ADDIE karena waktu yang singkat dan dana penelitian yang terbatas. Langkah penelitian dan pengembangan ini antara lain terdiri dari tahap analisis, membuat desain, pengembangan produk, dan implementasi produk yang dikembangkan. Berikut adalah bagan penelitian dan pengembangan yang telah disusun oleh peneliti dan disajikan dalam bagan 3.2.
35
Prosedur penelitian dan pengembangan ini mengadopsi model penelitian pengembangan ADDIE (Tung, 2017: 56). Peneliti memodifikasi tahap dalam penelitian ADDIE dari lima langkah menjadi empat langkah, yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) membuat desain, (3) pengembangan produk, (4) implementasi produk.
3.3.1 Langkah Pertama: Analisis Kebutuhan
Pada tahap ini, peneliti mengidentifikasi masalah dan analisis tentang kebutuhan pada subjek penelitian yang akan diteliti. Identifikasi masalah dilakukan peneliti dengan mengidentifikasi berbagai jurnal penelitian yang relevan dan yang membahas tentang topik menjaga keselamatan berlalu lintas dan pelanggaran aturan berlalu lintas. Peneliti mengidentifikasi berbagai jurnal untuk memperkuat alasan penelitian bahwa menaati aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan penting diperkenalkan sejak dini. Identifikasi pemasalahan yang dilakukan peneliti inilah yang akan digunakan sebagai acuan penyusunan instrumen untuk analisis kebutuhan.
Dalam penyusunan instrumen analisis kebutuhan peneliti memperhatikan aspek karakteristik lagu anak dan bagaimana pentingnya lagu anak dalam pembelajaran. Jenis instrumen analisis kebutuhan, yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara yang bersifat terbuka dan diberikan kepada guru kelas II SD, untuk menganalisis apakah pengembangan lagu anak dibutuhkan dan berbagai macam alasannya.
Sebelum digunakan untuk menganalisis kebutuhan, instrumen wawancara divalidasi oleh satu ahli, yaitu dosen ahli yang memiliki latar belakang Psikologi. Penelitian ini tidak menggunakan instrumen tes, karena produk lagu anak tentang aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan digunakan pada apersepsi dalam pembelajaran untuk menghantar penyampaian materi ajar tentang aturan keselamatan di perjalanan dan cara menjaga keselamatan di perjalanan.
3.3.2 Langkah Kedua: Membuat Desain
Pada tahap ini, peneliti membuat desain produk yang akan dikembangkan. Desain produk dibuat berdasarkan hasil identifikasi masalah dan analisis
36
kebutuhan pada guru dan siswa. Produk yang didesain pada penelitian ini adalah lagu anak. Lagu anak yang dikembangkan didesain sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak dengan dua topik lagu yaitu, “aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan.” Topik tersebut diambil dari Kurikulum 2013 pada tema 8 subtema 3 dan subtema 4 SD kelas II. Jumlah lagu anak yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah 2 lagu, yang masing-masing lagu akan digunakan pada satu subtema. Lagu-lagu anak yang dikembangkan oleh peneliti bernuansa ceria, memiliki lirik yang menggunakan bahasa ringan dan mudah dihafalkan oleh anak, disajikan dalam teks lagu dengan ejaan not angka, kaya akan pengulangan nada, mudah dinyanyikan oleh anak dan tentunya lagu-lagu anak yang dikembangkan peneliti berisikan materi ajar tentang aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan.
3.3.3 Langkah Ketiga: Pengembangan Produk
Pada tahap ini, peneliti melakukan kegiatan produksi. Kegiatan produksi tersebut merupakan perwujudan rencana pengambangan yang telah dibuat dalam tahapan desain menjadi bentuk yang nyata, bentuk nyata dari desain tersebut yang dinamakan produk penelitian. Pada tahap ini peneliti mengambangkan produk berupa lagu anak yang berjumlah 2 lagu. Lagu-lagu yang dikembangkan peneliti mengandung tema berdasarkan materi ajar tentang aturan keselamatan di perjalanan dan menjaga keselamatan di perjalanan.
Peneliti menyajikan 2 lagu anak dalam teks tulisan lagu (partitur) dengan ejaan not angka untuk mempermudah guru dalam mengajarkan lagu pada peserta didik. Untuk menambah nuansa ceria lagu anak yang dikembangkan peneliti diiringi oleh dua jenis alat musik yaitu ritmis dan melodis. Jenis alat musik yang digunakan sebagai pengiring lagu berkesinambungan dengan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran SBdP yang ada pada Kurikulum 2013 Tema 8 SD Kelas II.
Untuk memperkuat karakteristik lagu anak, lagu-lagu yang dikembangkan peneliti dinyanyikan oleh anak-anak dan dikemas dalam bentuk MP3 agar dapat diperdengarkan pada peserta didik sebagai contoh cara menyanyikan lagu yang dikembangkan ini. Dengan cara tersebut, peneliti ingin memberi pesan kepada para peserta didik khususnya para siswa dan siswi kelas II SD bahwa apabila