BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Kajian Pustaka
2.1.2. Lagu Bagian Dari Kehidupan Anak-Anak
Lagu adalah salah satu bentuk dari musik. Lagu tidak dapat dipisahkan dengan musik, lagu dan musik merupakan suatu kesatuan yang apabila digabungkan akan tercipta sebuah karya seni yang indah. Musik ataupun lagu dapat digunakan sebagai sarana dalam sebuah proses pembelajaran yang efektif untuk anak-anak (Rasyid, 2010: 147) dalam Fitrianti (2013: 2). Musik memiliki jenis-jenis atau berbagai unsur di dalamnya, termasuk lagu. Lagu adalah jenis musik yang paling dekat dengan manusia secara umum. Diera sekarang ini, lagu memegang peran penting di berbagai kepentingan baik itu lagu untuk memperkenalkan sebuah lembaga atau organisai, lagu untuk sarana hiburan, lagu untuk promosi, dan lagu untuk pendidikan. Lagu memang berperan penting bagi pendidikan, terlebih pendidikan anak usia dasar. Pembelajaran yang baik bagi anak adalah pembelajaran yang tidak memisahkan lagu pada prosesnya (Fitrianti 2013: 2).
Penggunaan lagu atau nyanyian sebagai salah satu metode pendidikan untuk melengkapi metode lain yang selama ini sudah digunakan misalnya dengan cerita atau mendongeng. Peran guru dalam mengajarkan nyanyian juga sangat penting karena gurulah yang menjadi model saat bernyanyi dan menyampaikan makna dalam nyanyian agar lebih tepat sasaran (Lestari, 2012: 134). Dengan tanggapan tersebut jelas bahwa lagu memiliki peran yang sangat hebat dalam pendidikan. Guru di sekolah terlebih di Sekolah Dasar memang sebaiknya mampu mengajarkan lagu maupun nyanyian. Dari sejak manusia dilahirkan, lagu telah mempengaruhi diri setiap individu yang mendengarkan dan menikmatinya. Buku tentang efek Mozart bagi anak-anak (Campbell, 2002: 81) mengatakan bahwa dalam kasus manapun kepekaan musikal yang dibawa oleh bayi sejak lahir
13
membuatnya memusatkan perhatian terhadap pola-pola musikal pada bicara dan pola-pola saat mendengarkan nyanyian.
Peran lagu atau nyanyian yang sering kali tidak terpikirkan oleh banyak orang adalah bahwa lagu mampu menciptakan kontak antara manusia dengan Tuhan. Dalam sejarahnya bernyanyi juga sudah dilakukan oleh komunitas Taize di Burgundy, Perancis selama ratusan tahun lalu. Nyanyian yang dilantunkan merupakan bentuk komunikasi dengan Tuhan sebagai bentuk ibadah/berdoa. Sebuah lagu dinyanyikan selama 3 – 5 kali bahkan bisa 10 kali untuk mendalami makna doa didalam liriknya. Dengan segenap hati sebuah lagu dinyanyikan untuk merasakan kehadiran Tuhan (Anonim dalam Lestari, (2013: 133). Dari hal tersebut, sebenarnya sudah jelas bahwa lagu bukan bentuk karya seni yang dapat di anggap remeh dalam pengaruhnya, terlebih pengaruh terhadap pendidikan pada anak.
Nyanyian/lagu nampaknya juga telah menjadi bagian dari kehidupan pada diri anak-anak karena penggunaan irama dan melodi dapat membantu aspek pembelajaran ke lingkungan belajar yang lebih menarik. Anak akan lebih mudah menyerap informasi dan ketrampilan tertentu jika dipresentasikan melalui musik atau lagu (Djohan dalam Prawitasari dalam Lestari, (2013: 133). Oleh karenanya, lagu anak-anak yang diciptakan mengandung makna tertentu baik secara ekslisit maupun implisit (Lestari, 2013: 133). Beberapa contoh lagu anak beserta maknanya yang telah dianalisis adalah sebagai berikut; a) Kasih Ibu: Bermakna kasih saying seorang ibu yang tulus tanpa berharap balasan, b) Satu Satu Aku Sayang Ibu: Bermakna setiap orang harus menyayangi orangtua dan saudaranya, c) 1,2,3,4: Bermakna mengajak anak-anak yang sedang sekolah untuk rajin bangun pagi dan sekolah, d) Lihat Kebunku: Bermakna agar merawat tanaman serta bersyukur atas keindahan alam, e) Pelangi: Bermakna mensyukuri ciptaan Tuhan dan mengakui kebesaran Tuhan, f) Bangun Tidur: Mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan dan membantu ibu. Lewat pengertian makna-makna lagu anak tersebut dapat dianalisis bahwa lagu anak-anak mengandung pemaknaan yang positif dan bersifat mengajarkan sesuatu pada diri anak. Dalam umur perkembangan, anak-anak membutuhkan arahan atau gambaran untuk bertindak, dan lagu adalah salah satu bentuk memfasilitasi kebutuhan perkembangan mereka.
14 2.1.3. Karakteristik Lagu Anak
Lagu anak adalah lagu yang secara musikal dan fungsional berkaitan dengan kehidupan anak-anak (Wicaksono, 2017: 93). Dengan kata lain, lagu anak berisikan tentang hal-hal yang berjiwa anak-anak dan menjadi bagian dari aktivitas mereka sehari-hari. Karakteristik lagu anak adalah sebagai berikut: 1. Tempo yang digunakan pada lagu anak
Tempo adalah istilah dari bahasa Itali yang secara harafiah berarti waktu, di dalam lagu menujukan pada kecepatan dalam sebuah karya musik/lagu yang terdapat dalam ukuran langkah tertentu. Pada tempo lagu ada istilah Metronome Maelzel atau yang sering disingkat M.M, tanda ini menunjukan banyaknya hitungan tempo pada satu menit. Sebagai contoh lagu dengan tempo M.M 100, artinya dalam satu menit terdiri dari 100 ketukan. Tempo pada sebuah lagu ditentukan oleh pencipta lagu sendiri. Istilah tempo yang sering dipakai dalam lagu adalah (Ardipal, 2015: 348)
Allegro : Cepat Andante : Sedang
Largo : Lambat
Untuk mengajak anak pada suasana yang ceria, maka lagu anak yang dikembangkan dalam penelitian ini menggunakan tempo allegro (cepat). Ketukan pada tempo allegro adalah M.M 120-160 dan tidak mengalami perubahan tempo saat menyanyikannya. Tempo dalam lagu anak lebih baik konsisten dan tidak berubah-ubah agar anak-anak lebih mudah dalam menyanyikannya (Ardipal, 2015: 349)
2. Birama dalam lagu anak
Penggunaan birama dalam lagu anak tentunya bermacam-macam sesuai dengan keinginan pencipta lagunya. Birama sendiri adalah ruas-ruas yang membagi kalimat lagu ke dalam ukuran-ukuran yang sama, dengan ditandai lambang hitungan atau bilangan tertentu (Banoe, 2016: 112. Beberapa jenis birama adalam seperti 2/4, 3/4 , 4/4, dan 6/8. Tiap birama dalam lagu atau musik mempunyai tekanan suara yang teratur yang disebut arsis dan aksen. Arsis adalah birama yang ringan sedangkan aksen adalah birama yang kuat (Ridwan, 2016:
15
23). Ritwan juga menjelaskan berbagai bentuk birama dalam lagu terlebih lagu anak yang digunakan dalam pembelajaran sebagai berikut.
Sebelum mengetahui bentuk dan penjelasan dari birama lagu, kita harus mengetahui mana yang disebut birama dan garis birama.
Gambar 2. 1 Garis Birama
Birama 2/4
Gambar 2. 2 Birama 2/4
Untuk memudahkan pemahaman anak-anak, gambar di atas dapat diganti dengan mode yang lebih sederhana dan mudah dipahami, misal dengan lambang atau notasi angka, dan atau dengan gambar yang menarik perhatian siswa. Contoh bentuk penulisan dengan notasi angka adalah sebagai berikut.
| 1 5| ,atau |. .|
Birama 2/4 artiya tiap birama terdiri atas dua ketukan. Contoh lagu Nusantara yang menggunakan birama 2/4 adalah, Hari Merdeka dan Ampar-Ampar Pisang.
16 Birama 3/4
Gambar 2. 3 Birama 3/4
|1 2 3|, atau |. . .|
Birama 3/4 , artinya tiap birama terdiri atas tiga ketukan. Contoh lagu Nusantara yang menggunakan birama ¾ adalah, Burung Tantina dan Lisoi.
Birama 4/4
Gambar 2. 4 Birama 4/4
|1 3 4 5|, atau |. . . .|
Birama 4/4 artinya setiap birama terdiri atas empat ketukan. Contoh lagu yang berbirama 4/4 adalah, Indonesia Raya dan Indonesia Pusaka.
Birama 6/8
17
| 1 2 3 4 5 6| , atau |. . .
. . .|
Birama 6/8 artinya setiap birama terdiri atas enam ketukan. Contoh kagu yang menggunakan birama 6/8 adalah Naik-Naik Ke Puncak Gunung.
3. Alat musik melodis dan ritmis
Secara umum alat musik dibagi menjadi dua jenis yaitu melodis dan ritmis. Alat musik melodis merupakan alat musik yang digunakan untuk memainkan nada-nada atau melodi dalam sebuah lagu (Dermawnto, 2012: 26). Contoh alat musik melodis adalah rekorder,pianika, orgen, terompet, gitar, flute, angklung, mandolin, dan suling. Sedangkan alat musik ritmis adalah alat musik tanpa nada yang sering disebut sebagai alat musik pukul (Paryanto, 2010: 27). Contoh alat musik ritmis adalah gendang, rebana, tambur, gendang, dan drum. Penggunaan alat musik dalam lagu anak adalah untuk menambah suasana yang ingin diresapi sesuai dengan suasana lagu. Lagu anak yang dikembangkan dalam penelitian ini akan diiringi oleh alat musik ritmis dan melodis pada bentuk MP3nya.
4. Ambitus
Wulandari, (2018: 2) Menjelaskan ambitus adalah jangkauan suara dalam musik yang berasal dari bahasa latin. Dalam bahasa Inggris mendekati kata “Border”, yang berarti pembatas. Pengertian dari ambitus adalah batas jangkauan suara, atau luas wilayah nada yang dapat dicapai seseorang dalam berolah vokal. Wilayah suara manusia tidak melebihi jangkauang 4 oktaf. Apalagi anak-anak yang adalah manusia kecil, jangkauan nada anak-anak sangat memiliki keterbatasan. Setiap pencipta lagu anak sebaiknya mengetahui batas wilayah nada yang anak mampu capai. Berikut paparan ambitus suara anak apabila divisualisasikan menggunakan alat musik piano.
18 Jenis dan wilayah suara anak
a. Suara tinggi, wilayah nadanya antara (c’ – f”)
Gambar 2. 6 Wilayah Suara Tinggi Anak
b. Suara rendah, wilayah nadanya antara (a -d”)
Gambar 2. 7 Wilayah Suara Rendah Anak
5. Tingkat kemenarikan melodi dan pemilihan diksi
Melodi adalah rangkaian sejumlah nada atau bunyi yang ditanggapi berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya. Melodi yang baik adalah melodi yang terjangkau dan sesuai dengan karakter vokal atau instrumennya (Ridwan, 2016: 26). Kemenarikan melodi juga sangat penting dalam lagu anak, dan tentunya melodi yang digunakan mudah pula untuk anak nyanyikan.
19
Kemenarikan melodi juga erat kaitannya dengan pemilihan diksi pada lagu. Diksi yang baik dalam lagu anak adalah diksi yang sederhana, mudah dipahami, dan menarik untuk diucapkan.
2.1.4. Aturan Keselamatan dan Menjaga Keselamatan di Perjalanan Baik