• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.2 Deskripsi Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film Snowden

4.2.1 Deskripsi Analisis Makna Semiotik Roland Barhtes

Table 4. 1 Adegan Tes perekrutan bakal calon Anggota CIA Penanda

Type Of Shoot

Visual Audio

Adegan tes perekrutan calon anggota baru CIA 12:59:00 – 13:33:00

Corbin O’Brian : Tiap server atau

koneksi. medan pertempuran

modern terjadi di mana-mana . Itu artinya kalian tak

perlu sembunyi di parit sambil makan

jatah ransum atau menghindari hujan

mortar. Ini artinya jika terulang lagi tragedi September 11, artinya

itu kesalahan kalian Sama seperti kesalahan terakhir ketika di jamanku. Percayalah kalian takkan mau hidup

seperti itu

crane shot yang mengambil setting tempat tes perekrutan bakal calon anggota CIA

Gambar diambil secara

medium Shot yang

menyoroti tokoh corbin Obrian selaku instruktur CIA yang tengah memberikan gesture tangan menunjuk kepada para peserta yang hadir Gambar Medium Shot memperlihatkan tokoh

Corbin Obrian

memberikan gesture berupa tangan kanannya ditaruh didepan dadanya Gambar close up wajah snowden yang diambil dari sisi wajah kanan samping snowden memperlihatkan ekspresi serius dan terpaku kepada satu titik didepan

Petanda

1. penggunan Teknik pengambilan gambar secara crane shot, kerap digunakan oleh sutradara perfilman pada akhir film atau pada suatu adegan dramatis guna menggambarkan kesan kesendirian tokoh atau perasaan perasaan melankolis. Minimnya cahaya yang digambarkan dalam film memunculkan kesan yang pengap dan suram sehingga menambah kesan yang telah dimunculkan.

2. gestrure tangan menunjuk corbin obrian dengan jari telunjuk dan jari tengahnya memang terlihat biasa saja, gestrure tangan ini digunakan oleh para petinggi keagaaman atau politik sebagai suatu penucilan (ex-communication) yang ditujukan kepada orang lain atau pengikutinya.118

3. ditaruhnya tangan kanan terbuka didepan dada dapat dikatakan sebagai simbol penghormaat dan kesetiaan sehingga gesture tangan seperti ini dapat berarti sebagai bentuk peyerahan diri para calon anggota dalam menerima setiap perintah yang diberikan

4 padangan lurus kedepan dengna mulut yang terkuci rapat dapat diartikan sebagai suatu pertanda adanya Guncangan mental

Mitos

1. bayang bayang misterius yang kelam dimana sang karakter akan mulai memasuki sebuah momen baru dalam hidpunya yang penuh dengan tekanan dan kesendirian

2. gesture tangan menunjuk yang dilakukan oleh seorang instruktur kepada bawahannya merupakan sebuah tidnakan yang cukup mengintimidasi dan menekan mental orang yang ditunjuknya

3. sebagaimana jantung merupakan organ terpenting dalam tubuh manusia selain otak maka para anggota harus rela memberikan loyalitasnya paling tinggi yang meraka miliki untuk terus menjalankan segala perintah yang diberikan

4. seseorang saat menerima informasi atau perintah yang diluar pemikirannya akan mengalami guncangan mental

Table 4. 2 Peta Roland Barhtes pada Adegna Perekrutan Calon Anggota CIA Penanda (Signfier) Petanda (Signfied)

“Ini artinya jika terulang lagi tragedi September

11,

artinya itu kesalahan kalian”

Ada tindakan terencana dan terstruktur yang

dilakukan oleh sekelompok orang melalui server dan koneksi atas dengan perintah utama sebagai

perlindungan dari ancaman perang modern dan tragedy 11 september Tanda Denotatif / Penanda Konotasi

(Denotatif Sign/ Conotative Signifier)

Petanda Konotatif

(Conotative Signified)

Adanya tekanan dari atasan bahwa tugas utama dari para anggota adalah mampu mencegah dan mengagalkan serangan digital ataupun terorisme

seperti yang pernah terjadi pada 11 september

Trauma dan teror yang dapat digunakan untuk mendorong manusia untuk bekerja lebih keras Tanda Konotatif (Conotative Sign)

Konspirasi spionase siber membebankan tanggung jawab besar pada tiap diri anggota untuk patuh dan bertindak antisipatif terhadap serangan teror digital dan

Table 4. 3 Denotas, Konotasi, dan Mitos

Denotasi Konotasi Mitos

Konpirasi Spionase siber memberikan tekanan pada tugas utama para anggota untuk mampu mengagalkan serangan terorisme yang serupa dengan 11 september

Konspirasi spionase siber memebankan tanggung jawab besar pada tiap diri anggota untuk bertindak antisipatif dan reaktif terhadap serangan teror digital dan non digital

Konspirasi spionase siber memanfaatkan rasa takut pada diri

manusia akan

peristiwa teror tertentu untuk mendapatkan loyalitas mereka

Hasil analisis Semiotik pada adegan pertama 1. Makna Denotasi

Hasil analisis diambil dari satu rangkaian adegan (sequence) didalam film Snowden pada menit ke 12 lewat 59 detik hingga menit 13 lewat 33 detik. Unit analisis pertama ini didapatkan dimana dari adegan itu didapatkan 4 potogan gambar yang didalamnya telah terindikasi memiliki kandungan makna tentang gambaran konpirasi spionase siber dikarenakan cerita pada sequence ini seputar aktivitas perekrutan calon anggota CIA yang dipimpin oleh seorang Instruktur dari CIA bernama Corbin Obrian. Seting tempat ajang perekrutan anggota CIA ini berlangusung pada sebuah ruangan yang cukup luas dengan jendela besar tanpa tirai sehingga sinar matahari dapat masuk kedalam dan lampu neon untuk menerangi barisan meja berkomputer menghadap pada satu monitor besar dengan tampilan kode binary hijau yang terus berubah- ubah setiap waktunya.

Dalam adegan pertama ini juga diperlihatkan tentang 12 orang peserta termasuk snowden yang akan mengikuti tes perekrutan anggota CIA yang dipandu oleh instruktur senior dari CIA bernama Corbin Obrian beserta rekan rekan yang akan membantunya. Pada adegan pertama ini, kepribadian dari Corbin Obrian digambarkan sebagai seorang isntruktur yang kaku, misterus dan berbahaya bahkan sejak awal pembicaraannya kepada para calon anggota CIA, dimana ia memulai dengan sebuah opini mengenai peperangan modern yang tengah terjadi bukan di irak atau Afghanistan melainkan terjadi disini dan saat ini, juga terjadi di London, Berlin, dan Istambul yang dilakukan melalui server dan Connection

Tak hanya perkataannya, bahkan gesture tubuhnyapun dapat meggambarkan kepribadiannya yang kaku dan misterius terutama dalam adegan tertentu dimana ia menggunakan jari telunjuk dan jari tengahnya untuk menunjuk peserta tes dan gesture tangan yang nyaris terbuka ketika ia membicarakan tentang hal penting seperti nasib para anggota ditempat tersebut yang tidak perlu khawatir akan terlibat dalam peperangan fisik yang memakasa mereka untuk menderita di medan perang, dan pada dialog dirinya yang menyinggung tentang beban tugas anggota CIA yang diharukan untuk dapat mencegah kejadian serupa dengan peristiwa di tanggal 11 september, serta gesture tangan didada ketika ia menyesalkan kegagalannya dalam menjalankan tugasnya. Dari berbagai penanda dan petanda yang ada, maka makna denotasi dari adegan ini adalah Konpirasi Spionase siber memberikan tekanan pada tugas utama para anggota untuk mampu mengagalkan serangan digital ataupun terorisme yang serupa dengan 11 september.

2. Makna Konotasi

Pemilihan seting lokasi yang berada dalam sebuah ruangan cukup lapang dengan jendela yang lebar, mungkin kiranya digunakan oleh sang sutradara untuk menggambarkan kerahasian dari tes yang tengah dilakukan tersebut, dimana terdapat suatu atmosphere lokasi yang menampilkan sebuah screen suasana tes penerimaan bakal calon anggota CIA yang didominasi oleh warna pucat dengan

tone warna yang sedikit sedikit kelam walaupun disana terdapat beberapa jendela besar yang terbuka lebar sehingga sinar matahari terlihat dapat masuk dengan leluasa disana. kemudian untuk menggambarkan kerumitan dan tekanan dari situasi tersebut, maka ditambahlah dengan hadirnya Sebuah monitor besar yang sengaja ditempatkan di depan ruangan dengan kode kode binary yang berubah ubah serta instruktur yang berkeliling ruangan untuk melihat dan memberikan penilaian dengan melihat lebih dekat sosok para calon anggota.

Secara dialog, Kegentingan akan situasi dari proses seleksi ini dapat diperhatikan melalui perkataan yang terlontar dari sang instruktur yang turut menyatakan jika pada saat itu tengah terjadi peperangan modern yang dilancarkan melalui server dan koneksi yang melanda hampir seluruh dunia dapat juga mengacu pada suatu hal yang sangat penting dan menjadi poin penting. Selain itu sang instruktur juga menyatakan jika dari peperangan tersebut dapat memicu suatu kejadian yang sebanding dengan kejadian traumatik pada tanggal 11 september yang dikenal sebagai suatu tanggal penuh luka dari peristiwa teror yang terus diingat tidak hanya oleh rakyat amerika itu sendiri, melainkan juga oleh seluruh masyarkat diseluruh dunia.

instruktur aka Corbin seakan berusaha untuk memberikan tekanan kepada para calon anggota CIA, untuk terus mengingat bahwa mereka akan menanggung beban yang amat berat dan tugas yang penuh resiko. dan Gesture tubuh untuk memperkuat sang tokoh corbin dalam memberikan intimidasinya, ia digambarkan kerap melakuan gesture tangan yang tepat seperti menggunakan gestur tangan pengucilan yang berupa gerakan menunjuk dengan menggunakan jari tengah dan

jari telunjuk disaat berkata “jika terjadi lagi” dan gesture tangan the right-hand

rule untuk menyatakan focus pekerjaan mereka. Peristiwa tersebut dapat mengacu kembali kepada kekacauan politk, ekonomi dan sosial di amerika serikat yang pada akhirnya memunculkan fenomena deskriminasi Ras, Agama dan Suku.

penggunaan kata perang dalam adegan ini juga dapat merujuk kepada kengerian dan teror yang ditimbulkannya, karena apabila kita teringat kata perang, maka gambaran yang muncul dalam benak kita adalah momok mengerikan yang menewaskan manuisa dalam jumblah yang besar. Dari rangkaian tanda tersebut tersusun makna lainnya yaitu munculah sebuah gerakan terencana dan terstruktur sekelompok orang untuk mencegah hal yang mereka takutkan dengan cara memanfaatkan teknologi server dan koneksi. sehingga makna konotatif yang dapat ditemukan dalam adegan ini mengenai penggambaran konspirasi spionase siber yang penulis dapatkan dengan melihat berbagai hubungan dan arti dalam sistem penandaan di adegan ini adalah Konspirasi spionase siber memebankan tanggung jawab besar pada tiap diri anggota untuk bertindak antisipatif dan reaktif terhadap serangan teror digital dan non digital.

3. Mitos Konspirasi Spionase siber dalam unit analisis pertama

Adapun dalam menganalisis potongan adegan ini, penulis menemukan makna yang saling berkaitan dengan satu sama lain sehingga memunculkan suatu makna baru yang disebut mitos. Untuk keterkaitan makna yang pertama adalah penggunaan tragedy mengerikan yang pernah terjadi pada tanggal 11 september yang dikatakan oleh sang instruktur jika kejadian tersebut terjadi karena adanya kelalaian para petugas pemerintahan dalam melakukan pengawasan dan pemantauan pada pelaku penyerangan sehingga memunculkan suatu hal yang sangat mengerikan bahkan terus terngiang dalam setiap ingatan orang yang menyaksikannya. Kemunculan dari Musuh utama mereka osama bin laden harus segera ditangani meskipun dari hal itu akan berakibat pada digelontorkannya dana negara Amerika Serikat sebayak 40 millyar dolar hanya untuk persiapan perang dengan “teroris” ditumir tengah. Kemudian mitos tentang bagaimana tidak enaknya hidup di zaman sepeti itu yang sudah diketahui secara umum jika pihak amerika merupakan pihak yang menjadi tertuduh sebagai pelaku konspirasi dengna tujuan untuk membuat masyarakat muslim menjadi terbatas yang pada akhirnya tertuduh menjadi dalang segala bentuk terorisme diseluruh dunia Mitos berikutnya adalah perang tidak lagi dilakukans secara fisik melainkan dilakukan melalu server dan koneksi yang artinya perang modern bukanlah perang mengandalkan teknologi primitive seperti pada perang dunia ke satu dan kedua. dari mitos didalam adegan ini, maka kita akan menemukan mitos berupa Konspirasi spionase siber memanfaatkan rasa takut pada diri manusia akan peristiwa teror tertentu untuk mendapatkan loyalitas mereka.

Table 4. 4 Adegan Instruski lanjutan pasca penerimaan anggota CIA Penanda

Type of Shoot

Visual Audio

Instruksi penerimaan anggota baru CIA 00:20:06 - 00:21:16 Corbin Obrian :

Yang kalian lihat hanyalah sebagian

dari kebenaran Undang-undang pengawasan Intelljen, Peradilan FISA (FISA

Court) Kita menghormati amandemen konstitusi

keempat di negeri ini di mana kami mengeluarkan surat

perintah atas dasar kecurigaan. Tapi terkadang surat

perintah harus diterbitkan secara rahasia, jadi kita tak

perlu memperingatkan tersangka yang kami

mata-matai. Proses hukum ini bersifat rahasia, yang artinya,

kejutan!

Gambar menampilkan wajah close up tokoh corbin obrian yang tengah menuliskan kata FISA di whiteboard

untuk menjelaskan hukum hukum yang melindungi agen rahasia kepada para anggota baru CIA.

Gambar Close up wajah Snowden yang menampilkan ekspresi cemas dari balik komputer dimejanya sambil mendengarkan dan menatap satu titik yaitu corbin obrian Gambar medium shot corbin obrian membelakangi layer besar komputer yang menampilkan data berwarna hijau dengna wajah mendongak

Medium shot tokoh corbin yang memberikan senyum penuh percaya diri kepada para anggota sambil mengangkat media massa (koran)

Petanda

1. hitam diatas putih merupakan suatu tanda akan adanya perjanjian sebagaimana munculnya istilah ada hitam diatas putih yang telah dikenal sejak lama ketika ada pihak pihak yang sedang melakukan negosiasi. Hitam dan putis merujuk pada adanya suatu warna yang absolut dimana hanya warna hitam yang dapt bertahan lama diatas sesuaut yang putih. Tokoh Obrian juga terlihat memberikan garis lingkar pada kata FISA yang dapat berarti akan adanya batas batas dan larangan larangan yang boleh dan tidak boleh dilanggar oleh para pelaku.

2. Snowden digambarkan memberikan gesture berupa wajah yang ditarik mendekati lehernya dengna wajah yang terlihat merengut dapat diartikan sebagai merupakan suatu bentuk petanda akan kekagetan atau ketidak percayaan akan suatu hal yang bari diterimanya

3. tokoh obrian menjelaskan dengan dagu terangkat dan ekspresi awajah yang terkesan meledek, hal ini dapat diartikan sebagai suatu sikap arogansi yang kerap ditampilkan oleh seseorang yang merasa memiliki kemampuan atau kelebihan disbanding orang lain.

4. koran yang terangkat tinggi dengan ekspresi senyum dapat diartikan jika konspirator memiliki wewenang atau kemampuan khusus untuk menyeleksi dan menentukan pesan apa saja yang boleh dikandung dan termuat dalam sebuah pemberitaan di media

Mitos

1. dalam semua perjanjian tugas atau perintah selalu memiliki kontrak dan aturan yang mendasari para pelaku dalam melakukan kegiatan yang hal ini bersifat mutlak dan tidak boleh dilanggar oleh si pelaku tersebut.

2. segala perintah yang diberikan oleh atasanya bahkan mampu membuat kejutan metal bagi para pelakuknya sendiri.

3. para pelaku konspirat merasa diatas angin karena sediktinya pengetahuan masyarakat akan segala hal yang mereka miliki dan sembunyikan

4. dengan segala kekuasaan yang dimilikunya para pelaku konspirator berada diatas angin sehingga mudah menghindari dan memelintir berita pada media

Table 4. 5 Peta Roland Barthes Adegan Instruski pasca penerimaan anggota CIA Penanda (Signfier) Petanda (Signfied)

“Tapi terkadang surat

perintah harus diterbitkan secara rahasia jadi kita tak perlu memperingatkan

tersangka yang kami mata-matai. Proses

hukum ini bersifat rahasia, yang artinya,

kejutan!”

Instruktur CIA Corbin Obrian sedang memberikan suatu arahan khusus kepada para anggota

baru CIA bahwa terdapat sebuah perintah dan hukum yang melindungi dan

menaungi mereka bernama FISA yang

dikeluarkan secara rahasia untuk menjerat orang orang yang mereka

curigai Tanda Denotatif / Penanda Konotatif

(Denotatif Sign/ Conotative Signifier)

Petanda Konotatif

(Conotative Signified)

Konspirasi spionase siber merupakan sebuah tindakan yang mneggunakan asas kecurigaan sebagai suatu pemicu dilakukannya penyelidikan

suatu kejahatan yang belum dapat dipastikan keutuhan datanya

Kecurigaan dalam diri dapat mendorong seseorang untuk

melakukan suatu penyeledikian terhadap apa

yang dicurigainya Tanda Konotatif (Conotative Sign)

Konspirasi Spionase siber adalah sebuah tindakan terstruktur yang memanfaatkan informasi intelijen untuk memberikan serangan kejutan

Table 4. 6 Denotasi, Konotasi dan Mitos

DENOTASI KONOTASI MITOS

Konspirasi spionase siber merupakan sebuah tindakan yang mneggunakan asas kecurigaan sebagai suatu pemicu penyelidikan tindak kejahatan secara rahasia

Konspirasi Spionase siber adalah tindakan yang terstruktur yang dilakukan secara terselubung dan tidak disadari oleh masyarakat

Konspirasi spionase siber merupakan tindakan yang penuh dengan tipu daya dalam menjerat setiap pihak yang menjadi targetnya

Hasil analisis Semiotik pada Unit Analisis Kedua 1. Makna Denotasi dari unit analisis kedua

Pada sequence kedua yang menjadi unit analisis ini di mulai pada menit ke 00:20:06 hingga ke menit 00:21:16 ini, menceritakan tentang kelanjutan dari tes penerimaan anggota CIA yang sebelumnya, tetapi pada kali ini telah terpilih para anggota baru CIA yang kembali menerima arahan dan penjelasan dari instruktur CIA Corbin Obrian perihal perintah perintah lanjutan yang harus dikeathui oleh para anggota baru CIA terkait dengan wewenang serta tugas yang akan mereka lakukan selama mereka turut bertugas dan berkontribusi di dalam organisasi CIA ini. dengan gaya berpakaian semi Formil, tokoh instruktur Corbin Obrian pertama-tama menunjukan koran ternama di Amerika yaitu “time” kepada para anggota yang berada disana karena koran tersebut tengah mengangkat dan memberitakan mengenai isu intelijen yang menangkut Presiden Amerika Serikat kala itu George W. Bush Jr. yang memberikan izinnya untuk melakukan aksi pengumpulan data intelijen milik masyarakat.

Setelah menunjukan koran tersebut kepada para anggota baru CIA, Corbin membuka sesi tanya jawab dengan para anggota mengenai pandangan mereka tentang pemberitaan itu yang kemudian dijawab oleh anggota baru CIA yang dipanggil RIO, Dimana pandangan rio, ia mengatakan jika hal itu melanggar peraturan yang kemudian dibalas dengan tanggapan Corbin Obrian yang dengan santai mengatakan bahwa ada aturan keempat yaitu FISA yang memberikan mereka wewenang terhadap penyelidikan atas dasar keraguan kepada target yang dicurigai melalui mata mata mereka.

Dalam adegan ini, Tokoh Snowden kerap menampilkan ekspresi yang tenang namun serius berbda dengan tokoh corbin yang kerap membeikan senyuman sinis terutama saat ia melakukan monolog yang berbunyi “Yang

seringkali tak melihat gambaran penuh atau mengabaikannya untuk ditulis. Yang kalian lihat hanyalah sebagian dari kebenaran Undang-undang”. Hingga pada akhirnya mereka akan melakukan penyeranan atau suatu tindakan yang tidak disadari oleh target dan hal seperti itu tak akan dimuat oleh media. izin dari Presiden amerika serikat yang saat itu menjabat yaitu Josh W Bush atas perizinan perintah memata matai. Menurut sang instruktur apa yang ditampilkan dalam media bukanlah seluruhnya, karena terdapat beberapa hokum yang tidak mungkin dimuat dimedia dikarenakan sifatnya yang begitu rahasia. Sehingga makna denotatif yang penulis temukan dari afegan ini adalah Konspirasi spionase siber merupakan sebuah tindakan yang mneggunakan asas kecurigaan sebagai suatu pemicu penyelidikan tindak kejahatan secara rahasia.

2. Makna Konotasi onspirasi spionase siber dalam unit analisis kedua

konspirasi spionase siber adalah sebuah tindakan direncakan secara rahasia oleh sekelompok orang dalam lembaga intelijen yang dilakukan atas dasar kecurigaan pada orang yang tertuduh telah melakukan tindak kejahatan Secara tersirat tokoh Corbin Obrian memberikan sebuah pesan jika informasi dari kegiatan konspirasi spionase siber ini tidak sepenuhnya diketahui oleh pewarta berita atau jurnalis sehingga kecil kemungkinan media dapat mengangkat berita tentangnya karena penyebaan berita tanpa sumber yang jelas merupakan hal yang fatal bagi sebuah perusahaan media. Adapun mereka tahu, maka hal yang mereka ketahui tidaklah sebuah informasi utuh melainkan sebuah informasi yang sudah dilakukan pemenggalan sehingga dapat menghilangkan kredibelitasnya. Hal tersebut dapat terjadi karena tindakan mata mata sendiri merupakan sebuah tindakan yang telah dijalankan secara rahasia dan bergerak atas dasar kecurigaan.

Dari hal tersebut maka Penanda konotatif yang ditemukan penulis dalam adegan ini adalah konspirasi spionase siber dilihat sebagai sebuah tindak hukum yang telah direncakan secara rahasia oleh sekelompok orang dalam lembaga intelijen yang dilakukan atas dasar kecurigaan pada orang yang tertuduh telah melakukan tindak kejahatan. Sedangkan petanda konotatifnya adalah Konspirasi spionase siber penuh tipu muslihat yang sengaja dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum yang dilakukan berdasarkan asas ketidak percayaan. sehingga tanda konotatifnya berupa Konspirasi Spionase siber adalah tindak hokum yang penuh tipu muslihat dalam menjerat pelaku kejahatan yang dilaksanakan berdasarkan inforamasi mata mata

3. Mitos Konspirasi Spionase siber dalam pnit analisis

Sebelum ditangkapnya seorang tersangka oleh lembaga pengamanan milik negara, para pelaku tersebut telah terlebih dahulu dintai atau dimata mata oleh para intelijen yang bertugas dengan menggunakan asas kecurigaan sebagai pedoman utama operasi tersebut. Para agen intelijen bertugas Tanpa meperhatikan pandangan masyarakat yang menganggap mereka telah melaukan pelanggaran hak privasi seseorang sebagaimana corbin katakan jika hal tersebut tidaklah berlaku bagi para anggota intelijen karena terdapat aturan yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan aturan yang masyarakat biasa ketahui tersebut.

Aturan itu disebut dengan FISA (Foreign Intelligence Surveillance Act) atau sebuah hukum mengatur tentang prosedur pengawasan fisik dan elektronik dan pengumpulan informasi intelijen asing antara "kekuatan asing" dan "agen kekuatan asing" yang dicurigai melakukan spionase atau terorisme. Undang-undang tersebut menciptakan Pengadilan Penuntut Intelijen Asing (Foreign Intelligence Surveillance Court - FISC) untuk mengawasi permintaan waran pengawasan oleh badan penegak hukum dan intelijen federal. Peraturan tersebut telah berulang kali mengalami perubahan terhitung sejak 11 september 2001 dan dari hal tersebut adapun mitos yang kita ketemukan adalah Konspirasi spionase siber juga dapat menggunakan hukum hukum atau aturan aturan yang tak diketahui masyarakat umum untuk menjerat para calon tersangka atau para pelaku kejahatan lainnya sehingga hal tersebut mengindentikan jika konspirasi spionase siber adalah tindakan yang penuh dengan tipu daya dalam menjerat setiap pihak