BAB IV HASIL PENELITIAN
4.1 Gambaran Objek Penelitan
4.1.2 Sinopsis Film
Di tahun 2013, seorang pria bernama Edward Joseph Snowden merencanakan tentang pertemuannya bersama klandestin di Hong Kong dengan seorang dokumenter Laura Poitras dan wartawan Glenn Greenwald dimana dalam pertemuaannya kelak, Mereka berencana untuk membahas dan melepaskan beberapa informasi rahasia mengenai pengawasan massa ilegal yang dilakukan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA). Cerita pada film ini bermula ketika ia tengah melakukan pengabdian kepada negara di tahun 2004 berupa menjalani pelatihan dasar militer yang didaftarkan sebelumnya ke Angkatan Darat AS dengan tujuan ke matriculating di Pasukan Khusus.
Namun tak sesuai dengan ekspetasinya kareana ditengah pelatihan tersebut ia mengalami cidera ketika ia melompat dari tempat tidur yang mengakibatkan patah pada tulang keringnya sehingga membuat dirinya harus menerima surat administrasi kepulangannya. Cidera tersebut membuat Snowden memusutkan melayani negaranya dengan cara lain, dan keputusan itu ia ambil dengan cara mendaftar tes di lembaga milik pemerintah Central Intelligence Agency (CIA). Tak memakan waktu yang lama, Snowden pun berhasil lolos seleksi tahap awal meskipun jawaban dari snowden dirasa belum cukup memuaskan, namun Deputi Direktur CIA sang interview bernama Corbin O'Brian memutuskan untuk mengambil kesempatan pada dirinya, mengingat tuntutan yang kian mendesak dan adanya bakat pada diri snowden. Setelah lolos dari sesi penyaringan awal, Snowden kemudian dibawa ke "The Hill" untuk diuji kemampuannya dalam menangani cyberwarfare.
Selama menjalani pelatihan menjad seorang agen intelijen ditempat yang kerap disebut “The Hills”, Snowden belajar tentang adanya suatu perintah mengenai Foreign Intelligence Surveillance Act, yang mencantumkan tentang hak Perubahan Keempat warga AS dengan memungkinkan permintaan surat perintah harus disetujui oleh panel hakim yang ditunjuk oleh Ketua Mahkamah Agung. Setelahnya Snowden dan rekan-rekannya ditugaskan oleh corbin obrian untuk dapat membangun jaringan komunikasi rahasia di kampung halaman mereka, menghapusnya kembali, dan kemudian membangun kembali jaringan tersebut dalam waktu delapan jam atau kurang dari itu. Dan snowden pun mampu mengesankan O'Brian ketika ia menyelesaikannya dalam waktu yang sangat singkat yaitu 38 menit.
Setelah proses seleksi tersebut, Snowden pun memutuskan untuk melakukan pertemuan perdanaya dengan Lindsay Mills gadis yang ia kenal melalui situs kencan untuk melakukan pertemuan tersebut di suatu taman yang terletak di Washington DC. Akhirnya mereka berdua bertemu langsung dan dalam pertemuan tersebut dapat terlihat jelas jika terdapat perbendaan sudut pandang yang cukup kontras diantara keudanya terkait dengan ideologi politik yang mereka anut. Obrolan menarik terus terjadi diantara mereka hingga pada akhirnya Snowden gagal mengutupi identitasnya sebagai agen rahasia karena ternyata Lindsay adalah orang yang cukup tahu dan akrab mengenai dunia para agen rahasia. Mereka berbincang hingga tak terasa waktu terus bergulir hingga tiba saatnya snowden ketika snowden harus menjalankan kembali tugasnya sebagai seorang petugas baru di CIA pada keesokan harinya.
Sebagai seroang pegawai baru tentu snowden harus dapat mentaati setiap peraturan yang berlaku disana, baik itu peraturan tertulis maupun yang tidak tertulis. Hingga pada suatu waktu disebuah ruang penghapusan barang bukti, snowden bertemu dengan sesosok hacker yang bekerja sebagai pegawai di NSA bernama Gabriel Sol yang memiliki pengalaman dalam bidang pengawasan elektronik. Seiring perjalanan waktu, Sol dan Snowden mulai menjalin persahabatan dan dalam hubungan tersebut, Sol cukup mempunyai andil dalam memberikan pengetahuan dan informasi rahasia yang diketahui olehnya terkhusus pada pengetahua dibidang dunia intelijensi yang dijalankan pemerintah amerika serikat. Bahkan ia juga menceritakan tentang hal hal apa saja yang menjadi cakupan tugasnya.
Tuntuna pekerjaan dari sang atasan membuat snowden kerap bergantung pada kemampuan Sol termasuk ketika dirinya memanfaatkan informasi rahasia milik Bankir dari Pakistan yang pada akhir dari hal tersebut membuat snowden mempertanyakan etis tidaknya tugas yang ia jalankan terlebih dengan apa yang dilakukan atasanya dalam memanfaatkan informasi target mereka untuk mendapatkan promosi ajbatan. Dengan mengacu pada kejadian tersebut, Snowden memutuskan untuk mengundurkan diri dari lembaga CIA dan mengambil posisi dalam lembaga NSA di Jepang tak lama setelah pengunduran diri tersebut. Snowden pun menciptakan program bernama "Epic Shelter”, dengan tujuan awalnya sebagai sebuah program yang mampu beroperasi dalam keadaan darurat sehingga nantinya memungkinkan pemerintah untuk membuat cadangan semua data penting dari operasi di Timur Tengah.
NSA juga melakukan hal serupa dengan CIA, malware berbahaya yang sengaja ditanamkan di komputer milik negara sekutu melalui jaringan agen rahasia yang menyusup kedalam negara tersebut dengan tujuan agar pemerintah amerika dapat melakukan serangan balasan apabila negara sekutu berbalik arah menjadi ancaman negara. Stres yang memuncak akibat tekanan pekerjaan membuat snowden bertengkar dengan mills, hingga membuat mills kembali ke keluarga di Maryland. Tiga bulan pasca meninggalkan NSA, snowden kembali mengambil posisi sebagai konsultan di CIA dan kembali menjalin hubungan dengan Mills dan kembali melakukan perburuan bebek bersama Corbin obrian seperti ketika ia baru masuk CIA snowden diberitahukan jika pada saat itu tengah ada suatu operasi di Oahu yang berfokus pada serangan hacker Cina.
snowden memutuskan untuk mengambil tugas itu dn pergi ke Oahu hawaii Bersama sang kekasih. namun belum sempat ia pergi kesana, Snowden didiagnosis menderita epilepsi, merasa khawtir akan kondisi sang kekasih, Mills setuju untuk pergi ke Hawaii. Pekerjaan barunya di "The Tunnel", yang notabene merupakan sebuah bunker bekas Perang Dunia II yang diperbaiki untuk dijadikan sebagai markas operasi pengawasan sinyal elektronik membuat Snowden belajar bahwa program buatannya telah berkembang pesat menajdi penampungan data real-time yang membantu pilot pesawat tak berawak AS untuk melakukan serangan fatal terhadap teroris di Afghanistan. Snowden kembali merasakan kekecewanan yang teramat besar karena ia juga terlibat dalam agenda ini. Kekecewaan itu memuncak dan membuat Snowden berani menyelundupan data rahasia milik CIA kedalam kartu microSD yang disimpan dalaam Rubik Cube.
Merasa telah memiliki apa yang dia butuhkan, ia mulai merencakan pertemuan dengan Poitras dan Greenwald serta menyuruh Lindsay untuk kembali pada orang tuanya. Pertemuan pun terjadi dan kembail ke saat ini dimana Dengan bantuan wartawan Ewen MacAskill, informasi tersebut disebarkan kepada pers pada 5 Juni 2013, dengan kebocoran tambahan yang diterbitkan di hari-hari berikutnyadan mulai saat itu juga Snowden memulai aksi griliyanya dengan cara diselundupkan dari Hong Kong hingga ke Rusia.