BAB IV HASIL PENELITIAN
4.3 Hasil Penelitian
4.3.1 Hasil Analisis Semiotika Roland Barthes
Dari deskripsi analisis semiotik Roland Barthes sebelumnya maka berikut penulis sajikan hasil temuan makna konspirasi spionase siber yang telah terbentuk dalam sistem tanda visual dan audia pada film snowden secara deskriptif yang berikut adalah pembahasannya :
1. Makna Konspirasi Spionase siber dalam Film Snowden Secara Denotasi dan Konotasi
a) Perebutan kekuasan melalui perang digital.
Perebutan kekuasan terjadi setiap hari dan waktu, oleh karena itu pihak pemerintah amerika melakukan upaya pertahanan sekaligus penyereangan melalui jaringan yang mereka tanam di negara dengan posisis strategis seperti di London, berlin, Istambul, jerman, Austria dan masih banyak lagi. Peperangan dalam wujud nyata melibatkan aspek material yang teramat banyak dimana perang digital melibatkan jaringan internet yang dalam hal ini tidak membahayakan fisik agen yang terlibat. Namun hal itu tidak membuat tindakan ini minim resiko, karena jika terjadi sedikit saja kelengah maka peristiwa 11 september 2001 bisa terulang.
b) Dilakukan secara terstuktur dan sistematis
Dalam peperangan ataupun pertahanan tentu dibutuhkan strategi yang matang dan siap untuk dilaksanakan sesegara mungkin, oleh sebab itu konspirasi spionase siber merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis dalam memantau setiap gerak gerik para
target operasi yang memiliki indikasi dan potensi melakukan tindak kejahatan atau penghianatan. Salah satu adegan dalam film Snowden juga menggambarkan bagaimana pada akhirnya snowden sendiri yang dijadikan sebagai target operasi karena adanya indikasi dirinya akan melakukan penghianatan. Adapun asas hukum yang mereka gunakan dalam kegiatan ini adalah asas kecurigaan dimana dalam asas itu mereka diperbolehkan melakukan pengambilan data dan informasi terkait target yang dicurigai.
c) Pengawasan intensif terhadap oposisi pemerintah
Dalam tim pengawasan target operasi biasanya tidak terdiri dari satu orang semata, melainkan tergabung dalam sebuah tim yang mempunyai subjek operasi tersendiri sebagaimana yang terdapat dalam unit analisis ketiga dimana para agen diperlihatkan menggunakan software xkeysource untuk mencari apa yang mereka butuhkan. Pencaraian hanya memerlukan kata kunci maka apa yang dicari dapat ditemukan dengan segera mungkin. Software ini bukan hanya mencari apa yang diupload melainkan apa yang tidak diupload, bahkan ia juga bisa melakukan siaran langsung melalui kamera Smartphone, laptop, komputer, atau cctv dengan menggunakan fitur Optic Nerve. Setelah menemukan apa yang mereka cari, maka para agen akan mengumpulkannya kedalam CD atau media penyimpanan eksternal lainnya yang kemudian dikirimkan kepada divisi peninjau yang diteruskan kepada agen lapangan yang akan mengambil keputusan untuk dilakukannya tindakan penangkapan atau interograsi.
d) Konspirasi spionase Spionase siber sebagai tekanan diplomatis
Selain melakukan kerjasama diplomatis kepada pihak negara sekutu, amerika juga melakukan tindakan pertukaran informasi denga mereka didalamnya. Amerika dan sekutu saling bertukar informasi umum yang berkaitan dengan kerjasama yang terjalin diantara keduanya tanap menyentuh aspek aspek penting dari negara seketu tersebut. Namun apabila kita kembali kepada makna pertama mengenai perebutan kekuasaan melalui peperangan digital, maka dalam adegan keemmpat kita juga akan meliha bahwa negara amerika bukanlah negara yang jujur, tanpa sepengatahuan negara sekutu mereka menanamkan setiap agen kedalam lapisan strategis dinegara itu dan mengirimkan data data intelijen mereka mereka melalui Lembaga perwakilan mereka seperti kantor kedutaan mereka dimasing negara karena ada perturan bahwa kedutaan besar milik setiap negara merupakan wilayah yang tidak boleh diusik oleh negara lain. e) Agenda terselubung yang berkedok keamanan internasional
Amerika merupakan negara super power yang tergabung dalam organisasi dunia, baik dalam bidang budaya, politik, kemanusiaan, makan, industry dan lain sebaginya. Dari hal tersebut tentu kita melihat beberapa pemberitaan mengenai Amerika Serikat dimana melalui organissasi organisasi tersebut mereka menjadi pihak yang dominan dalam membuat dan menentukan suatu keputusan layak dikeluarkan atau tidak. jika melihat pada pemaknaan keempat dan kelima ini kita akan menukan jika dominasi yang mereka dapatkan merupakan hal yang mereka raih dari data digital
yang mereka kumpulkan sebelumnya. Untuk mensiasati ketimpangan maka dalam pertemuan tersebut kerap dicetuskan isu isu terkait politik, eknomi dan sosial yang nantinya akan diamini sebagai suaut masalah yang bersifat internasional dan patut utnuk segera diseselasikan. Namun dengan dalih tersebut amerika bisa menungganginya untuk meraik keuntungannya sendiri, sebut saja ketika sadam Hussein berkuasa, amerika melakukan intervensi militer kepada pihak irak unuk menangkapnya atau yang dalam kasus 2001 dimana amerika melakukan intervensi terhadap dunia timur dengan alasan pemberantasan terorisme disana sehingga ia bisa memasukan pasukan dan peralatan militer tanpa khawatir pencekalan. f) Semua Harus berada dalam dalam kendali.
Semua yang mereka lakukan harus dalam kendali mereka agara segala anggran yang dikeluarkan tidak lah sia sia dan membawa kekecewaan. Untuk mengatur segala aktivitas dan strategi yang telah mereka lakukan, mereka mensiasatinya dengna bantuan program Cerdas dan inventory penyimpan berskala besar. Dalam film snowden Epic Shelter, sebuah program intelijen yang memiliki fungsi melacak dan mengambil kembali data intelijen yang pernah disimpan. Program ini juga dapat mengelompoka setiap pencarian dengan menggunakan kata kunci yang dimaskukan.
g) Media adalah rekan penyampaian pesan mereka
Dalam film ini kita diperlihatkan scene mengenai presiden amerika kala itu (Barack Obama) dalam memberikan statmentnya akan tidnakann
pengintaian mereka sebagai suatu konsep yang dinamakan big brother. Dalam pidatonya itu ia mengakui jika tindakan ini merupakan upaya negara dalam menjaga keseimbagann pemerintahan amerika. dapat kita perhatikan dalam industry media, kedekatan dengan pemeritah memberikan mereka keuntunga khusus dimana dalam hal ini mereka dapat mengakses informasi pemerintahan untuk dijadikan sebagai sumber berita mereka. Dilain sisi kedekatan terhadap pemerintah tersebut memberikan media suatu keunungan dalam perlindungan hukum sehingga kecil kemungkinan mereka tertuduh sebagai pekhinat dan penghasut kudeta. Namun seiring perkembangan zaman, akses inforamsi semakin bebas sehingga untuk kian sulit untuk mengatur opini masyarakat terhadap pemerintah.
h) Perampasan Hak Asasi Manusia Milik Target Operasinya
Konspirasi spionase siber merupakan tindakan yang memanfaatkan Pengambilan data informasi tanpa persetujuan dari pihak yang yang berkaitan merupakan tindakan mengesampingkan hak yang dimiliki oleh pihak tersebut. seperti terdapat dalam film yang memperlihatkan bagaimana tim operasi jarak jauh menggunakan pesawat tanpa awak untuk meledakan markas teroris ditimur tengah menggunakan sinyal telepon yang terlacak oleh satelit. Tidak diketahui berapa jumlah teroris yang terbunuh dan kebenaran apakah mereka semua adalah teroris. Snowden juga mengalami perampasan haknya dimana ia tidak memiliki kejelasan hukum di negaranya sendiri dan yang terpeting adalah hak hidupnya.
2. Mitos Konspirasi Spionase Siber dalam Film Snowden
Dari penelitain ini penulis menemukan dua mitos inti yang terdapat dalam film snowden berdasarkan analisis semiotika roland barthes, kedua mitos tersebut akan penulis jelaskan sebagai berikut :
1. Nilai Neo-Imperialisme berkedok Nasionalisme pada agenda Konspirasi Spionase siber dalam film Snowden.
Dalam Film Snowden kita akan menemukan akhir dimana dirinya dianggap sebagai seorang pelaku pengkhianatan bagi negrinya sendiri, namun dilain pihak kita dapat menemukan sisi heroik atas aksi yang dilakukannya. Snowden bukanlah orang pertama yang melakukan hal ini karena pada tahun tahun sebelumnya juga terdapat sosok yang serupa dengan dirinya sebut saja Bill Binney dan Thomas Drake yang juga membocorkan infomasi rahasia negaranya kepada publik.120 Namun perlu kita akui jika snowden sedikit lebih beruntung dari pada mereka dimana dirinya masih dapat menghirup udara bebas hingga detik ini. Berbicara mengenai tindakan konspirasi spionase siber yang dilakukan dalam film tentu kita akan bertanya-tanya perihal apakah yang sudah dilakukan oleh badan intelijen dan para agen milik negara Amerika merupakan bentuk pengabdian yang tulus untuk tujuan kedaulata negara semata, atau justru apa yang mereka lakukan sebenarnya sudah melampaui batas kewajaran sebagai mana yang telah tergambarkan pada film ini dimana informasi milik orang yang tidak terlibat dalam agenda kejahatan atau terorisme sekalipun ikut terset di dalam operasinya.
120 David Welna. Before Snowden: The Whistleblowers Who Tried To Lift The Veil. https://www.npr.org/2014/07/22/333741495/before-snowden-the-whistleblowers-who-tried-to-lift-the-veil. Diakses pada tanggal 19 juli 2018
Konsep Nasionalisme merupakan suatu konsep mengenai ideologi politik sayap kanan yang mengusung tentang bagaimana seorang warga negara mengedepankan kepentingan untuk negaranya. Sebagaimana Bill Gates Seorang pebisnis sukses di bidang teknologi hardware dan software yang memberikan dukungan kepada kedua partai politik amerika serikat demokrat dan repblik.121 tetap mendukung konsep kesetiaan hukum terhadap negaranya sendiri. Berikut komentar Bill Gates terkait perbuatan snowden dalam wawancara bersama
Rolling Stone:
“I think he broke the law, so I certainly wouldn’t characterize him as a
hero. If he wanted to raise the issues and stay in the country and engage in civil disobedience or something of that kind, or if he had been careful in
terms of what he had released, then it would fit more of the model of “OK, I’m really trying to improve things.” You won’t find much admiration from
me.”122
Namun dari apa yang terbentuk dalam film ini kita dapat melihat apa yang mereka lakukan dengan menggunakan data intelijen yang telah dikumpulkan bukanlah suatu hal yang berpatok pada asas nasionalisme semata, melainkan hal tersebut sudah menjalar atau berubah menjadi ideologi neo-imperialism. Dimana dalam menjalankan prakteknya mereka juga merampas hak politik ataupun ekonomi milik orang ataupun negara lain yang menjadi target sasaran mereka. Perlu kita ketahui Neo-imperialisme adalah ideologi yang bertujuan untuk melakukan perluasan kekuasaan melalui pencaplokan dan penaklukan negara lain.
121 Colby Itkowitz. Wealthiest Americans in each state primarily support Republicans. https://www.washingtonpost.com/blogs/in-the-loop/wp/2014/08/05/wealthiest-americans-in-each-state-primarily-support-republicans/?noredirect=on&utm_term=.4a42f0c8da28 diakses pada tanggal 1 juli 2018
122 Alex Wilhelm. Bill Gate Says Snowden Is No Hero. https://techcrunch.com/2014/03/14/bill-gates-says-snowden-is-no-hero/ diakses pada tanggal 26 desember 2017
Adapun nilai neo-imperialisme yang bisa ditemukan dalam film snowden terdapat pada unit analisis penelitian 1 hingga 6 dengan pemaknaan sebagai berikut:
a) Penggunaan 11 september 2001 sebagai pembakar semangat para calon pelaku konspirator dalam menjalankan agenda konspirasi spionase siber pada pemerintahan. Hancurnya Gedung kembar World Trade Center pada tanggal 11 september dinarasikan dalam film ini sebagai suatu kegagalan dunia intelijen yang memberikan kenangan buruk kepada para pelakunya kala itu. Namun bagaimana jadinya jika kita kaitkan isu 11 september yang diangkat pada film ini kedalam ranah ideologi, tentunya kita akan melihat peristiwa itu sebagai suatu peristiwa luar biasa yang mengadukan dua konsep ideologi barat dan timur dihadapan dunia modern abad 21. Ideologi dari dunia barat dan timur tengah merupakan ideologi yang cukup sering terlibat dalam pergesekan karena keduanya merupakan ideologi yang paling banyak penganutnya, apa yang terjadi pada kasus 11 sepetember pada akhirnya menentukan bagaiaman mayoritas penduduk dunia memadang idelogi timur tengah kedepannya. Para calon pelaku konspirasi spionase siber ini tentu akan melihat tindakan memata matai pihak lain yang ia lakukan sebagai bentuk nasionalisme dirinya kepada negara. Namun tidak kah ia sadari jika pengumpulan informasi diluar batas kewajaran tanpa mengindahkan hak hak target operasinya merupakan salah satu bentuk pengaplikasian nilai neo-imperialisme dalam pemerintahan.
b) Kemudian nilai neo-imperialisme selanjutnya didapatkan dari adengan agen NSA mengumpulkan data wilayah dan penduduk negara Jepang menggunakan celah kontrak kerja sama yang terjalin. Jepang dan Amerika memiliki sudut padangan politik yang berbeda namun kedua tetap masuk kedalam lingakran sekutu berbeda dengna hubungan amerika dan China yang sering terlibat dalam perebutan pasar. Dilakukannya pengumpulan data wilayah dan populasi tersebut digunakan apabila negara sekutu tersebut terindikasi melakukan perlawanan dalam pengambilan keputusan, adanya potensi melakukan penghianatan, berubahnya poros politik menjadi negara opisisi atau sekedar menyimpan informasi untuk kepentingan yang tidak terduga. Dalam pemikiran neo-imperialimse hal ini dapat dikategorikan sebagai imperialisme militer, di mana sang negara menanamkan kekuatan militer berupa agen dan teknologi kedalam lokasi potensial.
c) Dan nilai neo-imerialisme pada agenda konspirasi spionase sber berupa pengumpulan data pribadi milik petinggi negara, petinggi perusahan, atau pemimpin negara oleh para agen. Dalam film ini, apa yang telah dilakukan tersebut merupakan upaya intervensi untuk mengontrol ekonomi dan sosial menggunakan pengaruh dan wewenang dari posisi yang dimiliki oleh toko penting tersebut. dilakukannya suatu intervensi merupakan praktek nilai neo-imperialisme dimana nilai tersebut menyetujui pemanfaatan untuk mendapatkan keuntngan material ataupun non-material.
2. Pudarnya Asas Liberalisme Dalam Konspirasi Spionase Siber Dalam Film
Snowden
Jika kita menonton film Snowden dari awal, tentu kita akan menemukan salah satu scene dimana dalam adegan tersebut diceritakan mengenai snowden yang bertemu dengan Lindsay Mills untuk pertama kalinya di dekat Gedung Putih di Washington DC. Dalam pertemuan pertama tersebut kita akan menemukan dialog dimana snowden mempertanyakan tentang liberalism kepada Mills dan lebih mendukung kepada konsep tentang bagaimana rakyat amerika harus melindungi negara. Dialog itu diceritakan ketika dirinya belum menjadi anggota CIA. namun dari dialog tersebut dapat kita tarik suatu indikasi bahwa terdapat dua kubu yang pro dan kontra akan konsep liberalisme sebagaimana hal tersebut terjadi pembagian dua partai politik yang dominan yaitu demokrat dan republik.
Berbicara mengenai liberalisame dan amerika serikat pada masa lampau merupakan hal yang sulit dipisahkan karena amerika merupakan negara yang menganut paham united states yang artinya bersatu. Tentu untuk menyatukan hal hal rumit dibutuhkan suatu konsep yang disepakati secra bersama dan akan sulit terwujud jika mengandalakan konsep pemikiran yang penuh dengan sekat dan batasan sepeti kapitalisme dimana para pemegang modalah yang memiliki kuasa dalam mengatur sistem wewenangnya. Dan hal itu ditemukan pada konsep liberalism, sebagaimana dipahami bahwa liberlisme merupakan paham yang mendukung kebebasan individu dan kesetaraan kepada warganya.123
123 Andrea Brorghini. What Is Liberalism?. https://www.thoughtco.com/liberalism-2670740. diakses pada tanggal 18 juli 2018
adapun pudarnya asas liberlisme pada agenda konspirasi spionase siber yang tergambarkan dalam film snowden bisa kita lihat pada dua unit analisis terakhir yang akan penulis jabarkan sebagai berikut :
a. Disebarakan melalui media Netral
Ketika suatu media komunikasi memutuskan keberpihakannya maka hal itu akan mendatangkan ketidak seimbagnan informasi yang disebarkan. Dalam scene ini kita diajak untuk memahami apa yang akan dilakukan oleh snowden merupakan hal yang dapat mengancam kebebasan dirinya sebagai warga negara amerika serikat. Sadar akan hal itu, snowden meminta bantuan kepada jurnalis dari the Guardian
Laura Poitras, Glen Grendelwald, dan Ewen MacSkill guna menyebarkan file yang telah ia kumpulkan sebelumnya secara ekslusif. Dengan pemberitaan yang seimbang melalui media yang tidak memiliki kepentingan dengan pemerintahan, snowden berharap dirinya tetap memiliki perlindugnan hukum terhadap apa yang mungkin terjadi karena dirinya khawatir akan mendapatkan nasib yang seperti pendahlunya yang membocorkan data rahasia milik negara.
b. Snowden menceritakan kisahnya dan melakukan kampanye digital. karena hak kewarganegaraannya terampas maka snowden tidak lagi memiliki kebebasan untk dapat pergi kemanapun yang ia inginkan, sehingga untuk memperjuangkan apa yang ia percayai dan mulai kepada dunia, snowden hanya bisa melakukan kampanyenya secara digital seperti konfresni yang dilakukan di akhir adegan unit analisis.