HASIL PENELITIAN
B. DESKRIPSI HASIL PENELITIAN
Analisis prilaku sales dalam memasarkan produk berdasarkan hasil wawancara penulis dengan salah seorang pengurus PT. Prioritas Kabupaten Pasaman yang menjabat sebagai sekretaris pada tanggal 05 Januari 2015 yang bernama Dian Veryanti, mengatakan bahwa analisis prilaku sales dalam memasarkan produk Elektronik kepada masyarakat, merupakan hal yang sangat penting dalam menarik minat masyarakat untuk membeli barang atau produk yang ditawarkan kepada konsumen. produk yang kami jual berupa barang elektronik yaitu: Mesin cuci, dispenser, speaker active, Televisi, Leptop, Midi DVD dan lainnya. Sales yang ada pada PT. Prioritas Kabupaten Pasaman dalam memasarkan produk ke daerah yang telah ditentukan sesuai dengan jam kerjanya dilapangan. Dalam memasarakan produk ini sales akan membawa brosur dan mengenalkan produk kepada para konsumen mengenalkan barang yang mereka jual dan menjelaskan sistim pembelian pada perusahaan mereka baik secara angsuran dan pembayaran langsung.
Analisis prilaku sales harus sedemikian bisa untuk berkomunikasi langsung dengan pelanggan meggunakan bahasa yang dapat dimengerti, dengan sikap
ramah dengan pelanggan dengan tujuan agar konsumen tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan.
Prilaku sales dalam memasarkan produk. Sesuai dengan wawancara peneliti Rika (24 tahun) salah satu sales PT.Prioritas mengungkapkan bahwa: dalam memasarkan produk, seorang produsen atau sales harus bisa berbicara sedemikian rupa, supaya produk bisa terjual dan gaji juga akan meningkat walaupun dengan cara apapun. Analisis prilaku sales dalam memasarkan produk harus bisa berkomunikasi dengan baik dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami konsumen dengan tujuan agar produk bisa terjual dengan jumlah yang banyak, gaji juga akan meningkat.
Nurhayati (32 tahun) juga dari salah satu sales PT.Prioritas kabupaten Pasaman dalam memasarkan produk. Salah satu dari sales yang bernama Nurhayati, sales tersebut bertanya kepada konsumen yang bernama Ibu Sa’adah apakah ibuk mempunyai setrika dirumah?
Seandai nomor setrika ibuk sama dengan nomor produk kami maka ibuk sangat beruntung sekali dan anak ibuk bisa diterima langsung kerja ditempat kami. Lalu mendengar kata sales tersebut Ibuk Sa”adah tertarik untuk membeli produknya dengan harus membayar uang sebanyak 300.000.
kemudian sales mengatakan kepada konsumen Ibuk sangat beruntung sekali karena mendapatkan no yang sama dengan produk kami.60
Analisis prilaku sales dalam memasarakan produk yaitu adanya unsur penipuan kepada konsumen.
60 Harapan Sihombing, Hasil wawancara, ( Kantor Prioritas Kabupaten Pasaman, 25 mei 2015)
Randy (26 tahun) sales PT. Prioritas Kabupaten Pasaman mengatakan:
bahwa sistem pemasaran yang mereka lakukan tidak aturan dari pimpinan tapi sales-sales ini yang harus bisa menarik konsumen untuk membeli produk yang mereka tawarkan kepada konsumen. Dalam memasarkan produk ini Randy mengatakan bahwa produk yang mereka jual merupakan barang luar negeri, kualitasnya juga sangat baik, sehingga konsumen bisa tertarik atas produk yang mereka tawarkan kepada pelanggan.
Lisa (26 tahun) sales Prioritas Kabupaten Pasaman juga mengatakan bahwa: sales-sales lain memasarkan produknya ke daerah yang terpencil, yang jauh dari pasar. Mereka akan banyak membeli produk yang mereka jual dengan sistim yang mereka pakai. Sales juga akan mendapat keuntungan yang besar dibanding dengan harga pasar.
Analisis prilaku sales dalam memasarkan produk kedaerah terpencil agar produk banyak laku dan keuntungan akan lebih besar, dengan alasan mereka langsung mendatangi rumah konsumen, konsumen tidak perlu untuk membuang waktunya untuk mendapatkan produk.
Rusdi (32 tahun) juga mengatakan bahwa: dalam memasarkan produk kita harus memenuhi target yang telah ditentukan supaya gaji kita bisa naik, dalam memasarkan produk baiknya kekampung yang jauh dari pasaran. Di pedalaman disana akan banyak laku barang atau produk yang ditawarkan.
Analisis prilaku sales dalam memasarkan produk harus mencapai target yang telah ditentukan agar gaji bisa meningkat dan akan mendapat uang tambahan atas penjualan yang dilakukan oleh sales PT. Prioritas Kabupaten Pasaman.
Mira juga salah satu sales ( 23 tahun) mengatakan dalam memasarkan produk harus mengejar target yang telah ditentukan agar mendapat uang tambahan. Dia juga sempat mengatakan bahwa adanya menipu salah satu konsumen yaitu dengan cara mengatakan bahwa produk akan berada ditangan konsumen dalam satu hari setelah transaksi terjadi, tetapi ternyata penyerahan barang kepada konsumen selama 1 minggu setelah transaksi terjadi dengan alasan bahwa barang belum dikirim dari atasan. Analisis prilaku sales dalam memasarkan produk adanya sistim yang tidak sesuai dengan akad jual beli.
Ici juga sales dari PT.Prioritas (26 tahun) mengatakan bahwa dalam pemasangan barang seperti pemasangan TV kerumah konsumen itu gratis, tetapi ketika selesai pemasangan tersebut sales meminta ongkos barang.61
Wawancara langsung dengan pimpinan PT. Prioritas Kabupaten Pasaman jika dilihat dari judul peneliti prilaku sales dalam memasarkan produk belum diterapkan secara ekonomi islam namun kalau dilihat dari masalah pakain itu sudah secara Islami karena sales yang ada pada PT.Prioritas Kabupaten Pasaman itu telah menggunakan jilbab. Dan pimpinan juga mengatakan analisis prilaku dalam memasarkan produk itu harus bisa sedemikian rupa untuk bisa menarik para pelanggan untuk membeli produk yang dijual walaupun dengan cara membohongi pelanggan, supaya bisa terjual lebih banyak dan tambahan uang saku dan gaji juga bertambah.
Dalam dunia perekonomian yang akan maju dan situasi persaingan yang cukup ketat, perusahaan berlomba-lomba melakukan peningkatan terhadap
61 Wawancara, Sales PT.prioritas Kabupaten Pasaman,20 mei 2015 (Lubuk Sikaping).
usahanya. Salah satu yang dilakukan perusahaan dalam meningkatkan usahanya tersebut yaitu dengan melakukan kegiatan pemasaran dalam Islam di ajarkan berbisnis, seperti dalam kehidupan Rasulluah telah mempraktekkan prinsip-prinsip dasar agama Islam dalam melakukan bisnis terutama dalam melakukan pemasran produk atau jasa secara adil dan penuh etika. Prinsip-prinsip Islam dalam pemasaran.
Prinsip kujujuran dalam berbisnis sangat penting atau seorang pelaku bisnis wajib berlaku jujur dalam melakukan usahanya, tidak berbohong, tidak menipu, tidak ingkar janji dan sebagainya. Allah perintahkan agar pelaku bisnis berlaku jujur, baik berdagang, berniaga atau jual beli, yang dihubungkan dengan penyempurnaan timbangan. Bagi pelaku bisnis Allah berikan hak pilih antara dua pelaku, selama belum berpisah dalam Islam. Jadi waktu bertransaksi para pelaku dagang atau jual beli harus berhati-hati, ada hak untuk menentukan pilihan. Bisnis juga memegang peranan vital dalam kehidupan ekonomi manusia sepanjang masa, sehingga kepentingan bisnis akan mempengaruhi prilaku semua tingkat kehidupan induvidu, sosial, regional, nasional dan internasional.
Dari wawancara diatas dapat disimpulkan analisis prilaku sales telah menerapkan sistem pemasaran yang baik namun belum bisa dikatakan secara perspektif ekonomi Islam. Yang sales-sales hanya menerapkan sistim pemasaran yang mereka pakai dalam memasarkan produk dengan tujuan agar produknya dapat terjual dan sales akan dapat uang tambahan atas penjualan yang dilakukan oleh sales-sales. Analisis Prilaku sales dalam memasarkan
produk masih ada yang belum menerapkan prinsip-prinsip Islami, sales-sales masih ada melakukan penipuan, tidak berlaku jujur dalam melakukan usahanya. Dalam ajaran Islam telah di atur sedemikian rupa bagaimana seseorang berprilaku dan berbisnis. Namun dilihat saat sekarang masih banyak di kalangan masayrakat, khususnya di kalangan ummat Islam yang berprilaku bisnis menyalahi etika bisnis yang sudah di atur dalam Islam sehingga perbuatan mereka merugikan pihak lain dan diri sendiri. Proses pemasaran menjadi bagian penting dalam menawarkan barang dagangan kepada calon pembeli. Apabila seorang pengusaha mempunyai manajemen pemasaran yang bagus, maka usahanya akan cepat berkembang.
Keberhasilan usaha suatu perusahaan ditentukan oleh keberhasilan pemasarannya. Pemasaran merupakan suatu proses kegiatan yang mulai jauh sebelum barang-barang/ bahan-bahan masuk dalam proses produksi.
BAB V