BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Deskripsi Hasil Siklus I
1. Perencanaan
Kegiatan perencanaan tindakan I dilaksanakan pada hari Selasa 27 Nopember 2010 di ruang guru SD Negeri Ngoresan , peneliti membuat rancangan tindakan yang akan dilakukan dalam penelitian ini. Pelaksanaan tindakan pada siklus I akan dilakukan dalam 2 pertemuan yaitu pada hari Selasa 30 Nopember 2010 dan hari Sabtu 4 Desember 2010.
Dengan berpedoman Kurikulum Pendidikan Dasar kelas V mengenai materi persiapan kemerdekaan, peneliti melakukan langkah-langkah untuk merencanakan pembelajaran melalui metode Quantum Learning antara lain:
a. Mempelajari dan memilih KTSP SD dan Silabus Kelas V
Standar Kompetensi : 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dalam
mempersiapkan dan mempertahankan
kemerdekaan Indonesia.
Kompetensi Dasar : 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh
perjuangan dalam mempersiapkan
kemerdekaan Indonesia.
Indikator : 1. Menjelaskan beberapa usaha dalam rangka
mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 2. Mengidentifikasi peranan beberapa tokoh
dalam mempersiapkan kemerdekaan.
3. Menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan. b. Memilih indikator yang sesuai dengan materi persiapan kemerdekaan
Indonesia. Alasan memilih indikator tersebut adalah :
1) Indikator-indikator tentang materi persiapan kemerdekaan
Indonesia belum disampaikan dengan metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa, sehingga pemahaman materi oleh siswa masih kurang, dan nilai prestasi siswa jauh di bawah target KKM.
commit to user
2) Indikator tentang materi persiapan kemerdekaan Indonesia tersebut diharapkan dapat membentuk sifat dan karakter kepahlawanan siswa.
c. Menyusun rencana pembelajaran berdasarkan indikator yang telah dibuat. Rencana pembelajaran yang disusun oleh peneliti memuat 2 kali pertemuan, masing-masing pertemuan membutuhkan waktu 2 jam pelajaran dan dilaksanakan dalam hari yang berbeda.
d. Menyiapkan instrumen metode Quantum Learning yang akan
digunakan dalam pembelajaran antara lain skema pembelajaran, daftar nama tokoh, daftar peristiwa penting di sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia, dan lain-lain.
e. Sebelum melaksanakan pembelajaran, guru mempersiapkan dan menata
lingkungan pembelajaran, seperti menata susunan tempat duduk siswa, memasang sound system sebagai iringan musik saat pembelajaran, pemasangan kata-kata mutiara di tembok kelas, dan lain-lain. Untuk pemasangan kata-kata mutiara dilakukan satu kali saat pembelajaran pada siklus I, dan kata-kata mutiara digunakan sampai akhir kegiatan penelitian.
Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I terlampir pada halaman 79
2. Tindakan
Dalam tahap ini guru menerapkan metode ceramah yang digabungkan dengan metode inkuiri, metode penugasan dan kerja kelompok. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan materi dan cara pembelajaran yang akan dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun. Pada siklus I ini, pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 30 Nopember 2010, sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan tanggal 4 Desember 2010. Pembelajaran yang telah disusun pada siklus I dengan menggunakan metode yang sesuai dengan usaha persiapan kemerdekaan Indonesia.
a. Pertemuan Pertama
1) Pada pertemuan pertama materi IPS yang diajarkan tentang materi persiapan kemerdekaan dengan indikator menjelaskan beberapa
commit to user
usaha dalam rangka mempersiapan kemerdekaan Indonesia. Sebagai kegiatan awal guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu “Hari Merdeka” secara bersama-sama, dengan tujuan untuk memusatkan perhatian siswa dan membangkitkan minat siswa untuk mempelajari materi pembelajaran. Kemudian guru juga menyampaikan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran siklus I pertemuan pertama. 2) Kegiatan inti dimulai dengan menyampaikan indikator pembelajaran
dan manfaat mempelajari materi proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kemudian siswa dan guru membahas sekilas tentang materi pembelajaran dan dilanjutkan dengan membagi 51 siswa untuk menjadi 25 kelompok (masing-masing kelompok terdiri dari 2 orang, dan 1 kelompok beranggotakan 3 orang). Setelah kelompok terbentuk, kegiatan yang pertama kali dilaksanakan adalah mengidentifikasi hal-hal yang berhubungan dengan peristiwa persiapan kemedekaan Indonesia, misalnya pembentukan BPUPKI, pembentukan PPKI, menyerahnya Jepang kepada Sekutu, peristiwa Rengasdengklok, pembacaan teks proklamasi, dan lain-lain. Kemudian siswa secara berkelompok dan mandiri menyusun skema peristiwa proklamasi kemerdekaan berdasarkan berbagai sumber dan keterangan dari guru.
3) Pembelajaran diakhiri dengan evaluasi hasil pembelajaran yakni dengan memberi soal secara lisan tentang pelajaran yang telah dipelajari bersama-sama. Kemudian pemberian tugas rumah dengan memberi soal-soal latihan kepada siswa dan untuk dibahas pada pertemuan selanjutnya.
b. Pertemuan Kedua
1) Pada pertemuan kedua siklus I materi IPS yang diajarkan tentang materi persiapan kemerdekaan dengan indikator mengidentifikasi peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan dan
menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh dalam
commit to user
menceritakan biografi salah satu tokoh perjuangan persiapan kemerdekaan Indonesia dan mengulas kembali materi yang telah selesai dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
2) Kegiatan inti dimulai dengan tanya jawab mengenai materi yang belum jelas bagi siswa. Kemudian siswa melanjutkan kembali dan menyelesaikan kegiatan pada pertemuan pertama pada siklus I yaitu menyusun skema peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kegiatan inti diakhiri dengan kegiatan presentasi hasil kerja kelompok siswa di depan kelas.
3) Guru memadukan metode kerja kelompok dengan metode presentasi
yaitu memberikan penjelasan mengenai skema peristiwa persiapan kemerdekaan kepada siswa lain. Siswa melakukan presentasi dengan cara membawa skema peristiwa persiapan kemerdekaan dan menjelaskannya di depan kelas. Guru memberikan contoh bagaimana melakukan presentasi terlebih dahulu kemudian menunjuk salah satu kelompok untuk presentasi. Untuk presentasi yang pertama, guru masih membimbing siswa bagaimana melakukan presentasi. Sedangkan kelompok yang lain, memperhatikan guru dan kelompok yang pertama kali maju. Untuk kelompok kedua dan seterusnya, siswa melakukan presentasi secara mandiri. Pada tahap kegiatan ini guru juga memadukan metode presentasi dengan metode tanya jawab. Guru akan memberikan membuka pertanyaan kepada siswa saat siswa mengalami kesulitan dalam melakukan presentasi. 4) Pembelajaran diakhiri dengan evaluasi selama 15 menit kemudian
dibahas bersama (dicocokkan) dan setelah itu guru memberikan penilaian secara individu. Sebagai tindak lanjut guru memberi masukan kepada siswa dalam membuat skema materi (mind mapping) yang baik dan bagaimana presentasi yang baik. Kemudian siswa bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran.
Foto kegiatan siklus I pertemuan pertama dan kedua dapat dilihat pada lampiran 6 halaman 90.
commit to user
Perbandingan nilai pemahaman tentang persiapan kemerdekaan pada siklus I dengan tes sebelumnya dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini :
Tabel 4. Perbandingan Hasil Tes Sebelum Tindakan dengan Siklus I
Keterangan Tes Awal Tes Siklus I
Nilai Terendah 35 38
Nilai Tertinggi 75 95
Rata-rata Nilai 56,56 69,55
Siswa yang Mencapai KKM 15,78 % 74,50 %
1) Nilai rata-rata kelas 69,55
2) Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 65
3) Anak yang mendapat nilai diatas KKM adalah 38 siswa
4) Jumlah siswa yang mendapat nilai dibawah KKM adalah 13 siswa
5) Nilai tertinggi 95 6) Nilai terendah 38
Secara rinci data nilai siklus I dapat dilihat pada lampiran 7 halaman 92. Dari rincian data nilai siklus I di lampiran 7 dapat diperoleh gambaran seperti pada tabel 5 di bawah ini :
Tabel 5. Data Frekuensi Nilai Hasil Belajar Persiapan Kemerdekaan Indonesia Pada Siklus I N o. Nilai Frekuen si Prosenta se Kategori 1 91 – 100 1 2% Istimewa 2 81 – 90 6 12% Baik sekali 3 71 – 80 17 33% Baik
4 61 – 70 18 35% Lebih dari cukup
5 51 – 60 6 12% Cukup
6 41 – 50 1 2% Hampir cukup
commit to user
8 21 – 30 0 0 % Kurang sekali
9 11 - 20 0 0% Buruk
Jumlah 51 100 % -
Rata-rata 69,55 74,50% -
Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I, siswa yang memperoleh nilai dengan kategori kurang sekali sebanyak 2 siswa atau 4%, kategori kurang sebanyak 2 siswa atau 4%, kategori hampir cukup sebanyak 6 siswa atau 12 %, kategori cukup 14 siswa atau 27 % kategori baik 15 siswa atau 29 % dan kategori baik sekali 12 siswa atau 24%. Jumlah keseluruhan siswa yang memperoleh nilai diatas 60,7 sebanyak 10 siswa atau 53%. Dari tabel 5 tersebut dapat ditampilkan sebuah diagram di bawah ini.
Gambar 5. Grafik Nilai Materi Persiapan Kemerdekaan Indonesia Siswa Kelas V SDN Ngoresan Jebres Surakarta Siklus I.
3. Pengamatan
Berdasarkan pengamatan di lapangan siklus I selama 2 kali pertemuan diperoleh hasil sebagai berikut :
a. Kegiatan guru dalam pembelajaran sudah sesuai dengan rencana
pelaksanaan pembelajaran yang dirancang sebelumnya dan menggunakan waktu dengan tepat.
b. Guru sudah memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran dan mengarahkan kegiatan siswa menggunakan berbagai sumber sesuai
commit to user
rencana pelaksanaan pembelajaran serta memberikan reward kepada siswa.
c. Kegiatan siswa dalam pembelajaran masih belum sesuai dengan rencana, terutama dalam hal alokasi waktu. Hal ini disebabkan karena masih banyak siswa yang sempat bersenda gurau pada saat kerja kelompok membuat skema peristiwa di sekitar proklamasi kemerdekaan.
d. Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi disebabkan karena kurang
berminatnya siswa terhadap materi pembelajaran dan cara penyajian pembelajaran IPS.
e. Hampir semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran, hanya saja masih ada siswa yang bercanda dan kurang serius dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan masih memungkinkan siswa untuk bermain sendiri, selain itu dikarenakan karena metode yang digunakan belum sepenuhnya dapat menarik perhatian siswa.
Hal ini dibuktikan dari hasil observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun rincian hasil pengamatan sebagai berikut:
Pada pertemuan pertama, aspek-aspek yang diamati antara lain perhatian siswa terhadap penjelasan guru, kesungguhan siswa dalam mengikuti pelajaran, konsentrasi siswa selama pembelajaran, rasa keingintahuan siswa, kerjasama dalam kelompok, keaktifan dalam kelompok. Secara keseluruhan, aspek-aspek yang diamati tersebut sudah lebih baik daripada saat sebelum tindakan. Untuk aspek kesungguhan siswa dalam mengikuti pelajaran, konsentrasi siswa, kerjasama kelompok dan keaktifan dalam kelompok memperoleh poin 3. Sedangkan aspek yang memperoleh nilai 4 adalah rasa keingintahuan siswa. Namun ada aspek yang belum mengalami perubahan secara signifikan, yaitu perhatian siswa terhadap penjelasan guru, aspek tersebut mendapat nilai 2. Dengan kata lain, perhatian siswa pada pembelajaran dengan metode Quantum Learning masih sama dengan pembelajaran dengan metode
commit to user
ceramah. Siswa kurang dapat memperhatikan penjelasan guru, hal ini disebabkan karena siswa terlalu asyik dengan peralatan kerja kelompok yang ada di atas meja.
Pada pertemuan kedua kegiatan siswa belum mengalami peningkatan, bahkan cenderung menurun daripada pertemuan pertama di siklus I. Dari 6 aspek pengamatan ada 5 aspek yang tergolong baik yaitu , rasa keingintahuan siswa, kesungguhan siswa dalam mengikuti pelajaran, kerjasama dalam kelompok, konsentrasi siswa selama pembelajaran dan keaktifan dalam kelompok. Sedangkan 1 aspek yang lain tergolong cukup, yaitu perhatian siswa terhadap penjelasan guru. Hal ini disebabkan karena metode presentasi masih begitu asing bagi siswa, sehingga masih banyak siswa yang takut dan merasa tidak bisa ketika mendapat giliran untuk presentasi. Secara rinci dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 94.
f. Kurang efektifnya pembelajaran yang diciptakan guru yang disebabkan oleh kurang tepatnya metode pembelajaran yang digunakan guru. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil observasi terhadap kegiatan guru. Adapun hasil observasi guru selama 2 kali pertemuan adalah sebagai berikut: Dari 12 aspek penilaian, ada 6 aspek yang memperoleh poin 2, yaitu aspek pemberian motivasi belajar, ketepatan dan daya tarik media, pemberian balikan, tuntutan pencapaian / ketercapaian kompetensi siswa, membuka & menutup pembelajaran, ketepatan strategi pembelajaran. 5 aspek memperoleh poin 3 yaitu aspek kejelasan dan sistematika penyampaian materi, pengelolaan pembelajaran, kejelasan suara, kemampuan menggunakan media, penggunaan strategi bertanya. Sedangkan 1 aspek memperoleh 4 poin yaitu penguasaan bahan. Dari semua aspek di atas diperoleh nilai 31, sehingga nilai rata-rata hasil pengamatan terhadap guru adalah 2,5. Hal ini dapat dilihat secara terperinci pada lampiran 9 halaman 96.
commit to user
4. Refleksi
Data yang diperoleh melalui pengamatan dikumpulkan kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilaksanakan selama proses pelaksanaan tindakan, peneliti melakukan refleksi sebagai berikut :
a. Siswa yang melakukan kegiatan sesuai yang diperintahkan guru hanya siswa-siswa yang aktif saja, sedangkan siswa yang pasif tidak terlalu bagus dalam melaksanakan kegiatan.
b. Siswa belum menggunakan waktu dengan efektif dan efisien, dalam kegiatan pembelajaran mereka masih banyak diselingi bercanda dengan teman lain.
c. Nilai rata-rata kelas sudah menunjukkan perubahan yang signifikan yaitu 69,55, dan siswa yang sudah mencapai KKM sebanyak 74,50%.
d. Agar siswa tertarik untuk belajar IPS, maka guru harus menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Apabila siswa sudah tertarik dengan kegiatan pembelajaran maka diharapkan akan mendorong ketertarikan terhadap materi-materi pembelajaran IPS.
e. Metode pembelajaran yang tepat dapat menciptakan kegiatan
pembelajaran yang menarik, sehingga siswa lebih antusias untuk mengikuti pembelajaran, sehingga kemampuan dan kreativitas siswa dalam belajar dapat terasah dengan baik.
Dari hasil penelitian siklus I, dapat diketahui bahwa ada beberapa siswa yang belum begitu paham tentang materi persiapan kemerdekaan. Dari hasil evaluasi masih banyak anak yang belum mencapai nilai KKM. Berdasarkan hasil siklus I peneliti melanjutkan siklus II dengan pembelajaran Quantum Learning dengan modifikasi berbagai metode pembelajaran, diantaranya dengan kegiatan kuis dengan menggunakan kartu bergambar tokoh-tokoh kemerdekaan dan pemberian reward kepada siswa yang berhasil dalam proses kegiatan belajar mengajar.
commit to user